Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Service Excellence Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Rawat Jalan di RS Primaya Makassar Christella Chandra, Cindy; Windiyaningsih, Cicilia; Trigono, Ahdun
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i2.6164

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan dan loyalitas pasien adalah faktor penting dalam menilai suatu keberhasilan rumah sakit. Penerapan service excellence yang mencakup enam aspek antara lain sikap, perhatian, tindakan, kemampuan, penampilan, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan service excellence terhadap kepuasan dan loyalitas pasien di RS Primaya Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 100 pasien umum rawat jalan yang dipilih dengan teknik accidental sampling, dan dianalisis dengan SPSS. Hasil: Hasil analisis menujukan bahwa penampilan (0.132), tindakan (0.398), perhatian (0.509), kemampuan (0.368) dan tanggung jawab (0.11) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan. Sikap (0.026), penampilan (0.104), tanggung jawab (0.045) dan kepuasan (0.006) berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Kesimpulan: Penampilan dan tanggung jawab dokter menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien di RS Primaya Makassar. Oleh sebab itu, peningkatan terhadap kerapihan, kebersihan, profesionalisme, tanggung jawab, komitmen dan ketepatan waktu dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan perlu dijadikan fokus utama rumah sakit. Kata Kunci: pelayanan prima, kepuasan, loyalitas, rumah sakit.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pending Klaim BPJS Terhadap Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Islam Madinah Kasembon Rachman, Yusuf Aditya; Trigono, Ahdun; Rinaldi, Enrico Adhitya
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i4.8922

Abstract

Peningkatan pending klaim BPJS pada rumah sakit menandakan suatu masalah pada sistem rumah sakit sehingga turunnya kualitas layanan rumah sakit itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji sejumlah faktor pengaruh pending klaim BPJS terhadap kualitas pelayanan rumah sakit umum Islam Madinah Kasembon. Metode kuantitatif melalui pendekatan asosiatif diterapkan pada peneltian ini dengan mengikutsertakan 140 pegawai RSUI Madinah Kasembon. Data diambil melalui kuesioner dan dianalisis melalui pendekatan SEM (Structural Equation Model) mempergunakan Partial Least Square (SmartPLS). Hasil penelitian membuktikan bahwasanya sarana dan prasarana serta pelatihan kerja berpengaruh negatif terhadap pending klaim BPJS. Sedangkan beban kerja berpengaruh positif terhadap pending klaim BPJS di RSUI Madinah Kasembon. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurangnya sarana dan prasarana yang memadadai serta pelatihan kerja yang kurang efektif dapat meningkatkan pending klaim BPJS. Sedangkan pengurangan beban kerja yang berlebih dapat menurunkan tingkat pending klaim BPJS. Tingkat pending klaim BPJS yang tinggi menandakan kualitas layanan yang kurang maksimal.
Pengaruh Nilai Akreditasi Rumah Sakit Terhadap Persepsi Kualitas Pelayanan Pada Pasien di Poliklinik Rawat Jalan Penyakit Dalam RS Bhayangkara Palembang Megawati, Tri Hastuti; Trigono, Ahdun; Prapanca, Yuli
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6640

Abstract

Latar Belakang: Akreditasi rumah sakit merupakan salah satu cara meningkatkan kepercayaan masyarakat karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai akreditasi rumah sakit terhadap persepsi kualitas pelayanan pada pasien di Poliklinik Rawat Jalan Penyakit Dalam RS Bhayangkara Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi cross-sectional dengan data primer yaitu kuesioner yang dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan yaitu Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 39.87), Akses dan Kesinambungan Pelayanan (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 38.96), Pengkajian Pasien (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 22.96), Komunikasi dan Edukasi (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 40.35). Analisis multivariat menunjukkan bahwa semua variabel menunjukkan signifikansi yang kuat dengan variabel yang paling berpengaruh secara signifikan yaitu Sasaran Keselamatan Pasien dengan OR sebesar 90.79. Kata kunci: Nilai Akreditasi, Kualitas Pelayanan, Keselamatan Pasien
Analisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Dalam Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Aulia Jakarta Putri, Isma Larisa; Trigono, Ahdun; Rinaldi, Enrico Adhitya
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i3.6695

Abstract

AbstrakSistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan dengan mendukung pengelolaan data yang efisien, akurat, dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIMRS di Rumah Sakit Aulia Jakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan staf pengguna SIMRS, observasi langsung, serta analisis dokumen rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMRS di Rumah Sakit Aulia telah membantu mempercepat proses pendaftaran pasien dan pengelolaan rekam medis, namun masih terdapat kendala seperti kurangnya pelatihan bagi tenaga medis dan integrasi sistem yang belum optimal dengan unit laboratorium dan farmasi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan SIMRS mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan jika didukung dengan pelatihan berkala, peningkatan infrastruktur teknologi, serta koordinasi yang lebih baik antarunit rumah sakit. Rekomendasi utama adalah peningkatan kapasitas SDM dalam operasional SIMRS dan optimalisasi integrasi sistem untuk memastikan kelancaran pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Efektivitas Pelayanan, Teknologi Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit
Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan Melalui Penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Susanto, Joko; Trigono, Ahdun; Pangkey, Dicky Yulius
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i03.3818

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan aspek penting dalam pengelolaan rumah sakit, di mana Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) berperan besar dalam keselamatan pasien, infeksi terkait pelayanan kesehatan Healthcare Associated Infections (HAIs) tetap menjadi tantangan global yang berdampak pada pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program PPI di RS Unimedika Setu Bekasi dan efektivitasnya dalam meningkatkan mutu pelayanan. Secara khusus, penelitian ini mengkaji kepatuhan tenaga kesehatan, data surveilans infeksi, serta tantangan dalam implementasi PPI. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data, observasi, dana analisis dokumen. Triangulasi data dilakukan untuk meningkatkan validitas temuan. Studi menemukan bahwa kepatuhan terhadap kebersihan tangan masih rendah, dengan sekitar 50% individu tidak patuh, sementara penggunaan alat pelindung diri (APD) juga belum sesuai standar, dengan tingkat ketidaksesuaian mencapai sekitar 40%. Data surveilans menunjukkan tingginya angka kejadian HAls, terutama plebitis (5,24%) dan infeksi daerah operasi (3,6%). Kesimpulan: Penguatan kebijakan PPI, peningkatan pelatihan staf, serta monitoring kepatuhan menjadi langka strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Integrasi inisiatif PPI data strategi akreditasi rumah sakit diperlukan untuk perbaikan jangka panjang.
Development of Ethical Guidelines for AI-Assisted Educational Counseling Decisions. Marliana, Thika; Osman, Suhaila Binti; Agustin, Dinni; Mawarni, Endang Siti; Azija, Izzatul; Trigono, Ahdun; Wahyuningrum, Maria Aditia
International Journal of Research in Counseling Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70363/ijrc.v4i2.302

Abstract

The increasing integration of Artificial Intelligence (AI) in educational counseling has introduced new opportunities and ethical challenges in decision-making processes related to student support services. This study aims to develop a set of ethical guidelines tailored to the use of AI-assisted systems in educational counseling, focusing on transparency, fairness, accountability, privacy, and human oversight. Employing a qualitative methodology, the research synthesizes insights from educational technologists, counseling professionals, AI ethicists, and policymakers through in-depth interviews and Delphi-based consensus. The proposed framework addresses ethical dilemmas arising from algorithmic bias, informed consent, data protection, and the balance between human judgment and machine recommendations. Findings suggest that while AI can enhance efficiency and personalization in counseling, it must operate within clearly defined ethical boundaries to safeguard student autonomy, well-being, and equity. The resulting guidelines are intended to serve as a foundational reference for educational institutions, developers, and regulatory bodies in the responsible deployment of AI in student counseling contexts.
Faktor-faktor yang berhubungan kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap Hermawati, Siska; Trigono, Ahdun; Ulfa, Laila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1871

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi antarprofesi, dasar pengambilan keputusan klinis, dan bukti legal. Namun, masalah ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih sering dijumpai di rumah sakit, termasuk di ruang rawat inap. Ketidaklengkapan ini dapat menurunkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang, serta mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) di ruang rawat inap, dengan sampel 109 responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian menunjukkan 65,1% rekam medis dinyatakan lengkap, sedangkan 34,9% tidak lengkap. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kelengkapan pengisian rekam medis adalah pengetahuan (p=0,002), beban kerja (p=0,014), dan lama kerja (p=0,031). Analisis regresi logistik menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan dengan OR=6,21 (95% CI: 2,03–18,94). Kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap masih belum optimal. Pengetahuan, beban kerja, dan lama kerja berpengaruh signifikan, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Rumah sakit perlu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan rutin, mengatur beban kerja secara proporsional, serta memperkuat supervisi untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP PERAN PERAWAT DALAM KOMUNIKASI ETIK PROFESI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BRANDING RUMAH SAKIT BUNDA Septina, Selly; Trigono, Ahdun; Rinaldi, Enrico Adhitya
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 13, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.13.3.2025.302-310

Abstract

This study aims to analyze the influence of transformational leadership on nurses' roles in professional ethical communication and its implications for hospital branding at Bunda Margonda General Hospital, Depok. A mixed methods approach was applied, combining quantitative surveys using MLQ, NELQ, and Aaker & Keller's brand equity scales, and qualitative semi-structured interviews with head nurses, staff nurses, marketing managers, and returning patients. A total of 114 staff nurses were included using total sampling. Path analysis revealed that transformational leadership significantly affects nurses’ ethical communication (β = 0.278; p = 0.003), and ethical communication significantly impacts hospital branding (β = 0.424; p = 0.000). However, transformational leadership does not directly influence branding (p > 0.05), but rather through the mediating role of ethical communication. Qualitative triangulation supports this finding, highlighting that the leadership of head nurses in cultivating ethical culture greatly influences hospital image. The study recommends routine training in transformational leadership and ethical communication for nurses as a strategy to improve service quality and institutional image.
Analysis of Patient Service Quality with IOM Indicators in the Dental Polyclinic of Bhayangkara Hospital, Polri Education and Training College Astriany.H, Vivi; Kodyat, Alih Germas; Trigono, Ahdun; Chandra, Andy
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v7i1.1371

Abstract

High-quality healthcare services are essential to ensure patient satisfaction and sustainable hospital performance. This study aims to analyze patient service quality at the Dental Clinic of Bhayangkara Lemdiklat Police Hospital using the Institute of Medicine (IOM) framework, which includes six dimensions: safety, effectiveness, patient-centeredness, timeliness, efficiency, and equity. A quantitative descriptive design with a survey approach was employed. A total of 94 patients were selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire measuring patients’ expectations and perceived performance. The instrument was tested for validity and reliability, and the data were analyzed using descriptive statistics, paired sample t-tests, regression analysis, and Importance–Performance Analysis (IPA). The results indicate that overall service quality is perceived as good, particularly in effectiveness, safety, and patient-centered care, which obtained the highest mean scores. However, gaps remain in equity, timeliness, and efficiency. Equity showed the lowest mean value and the highest variability, suggesting that patients still perceive unequal treatment and service procedures. Paired sample correlations revealed strong and significant relationships among the IOM dimensions, implying that improvements in one aspect may positively influence others. Regression and ANOVA results indicate that service quality does not significantly differentiate patient types (general and BPJS). The IPA analysis places effectiveness, safety, and patient-centeredness in the “maintain performance” quadrant, while timeliness, efficiency, and equity require strategic improvement. These findings highlight the importance of continuous quality enhancement, particularly in ensuring fair, timely, and efficient dental services
Analisis Ketidaksesuaian Jumlah Kunjungan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional Dengan Jumlah Berkas Yang Diterima Verifikator Unit Casemix Di RS Tk.IV Cijantung Kesdam Jaya Setyarini, Nur Indah Ayu; Trigono, Ahdun; Wulandari, Sonya Dewi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9457

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi indikator keberhasilan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, di RS Tk. IV Cijantung Kesdam Jaya ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah kunjungan pasien JKN dengan jumlah berkas klaim yang diterima oleh unit verifikator casemix. Ketidaksesuaian ini dapat berdampak pada tertundanya pembayaran klaim dan mengganggu kelangsungan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab ketidaksesuaian tersebut, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi, serta merumuskan upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki proses klaim BPJS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan tahapan residensi pada tanggal 15 Januari–24 Maret 2025, dilanjutkan kegiatan penelitian pada 28 April–10 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan kunci dari berbagai unit terkait, seperti pendaftaran, instalasi rawat jalan dan rawat inap, pelayanan medis, serta casemix. Data dianalisis menggunakan pendekatan input-proses-output-dampak (IPOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian klaim disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu keterbatasan jumlah dan kapasitas SDM administrasi, kesalahan dalam pencatatan dan input data, lemahnya proses validasi internal, kendala teknis pada SIMRS, serta kurangnya komunikasi antarunit. Ketidaktepatan pemahaman terhadap regulasi BPJS yang dinamis juga turut memengaruhi. Kesimpulannya, proses klaim belum berjalan secara optimal dan membutuhkan perbaikan sistemik. Saran yang diajukan meliputi penguatan kapasitas SDM, peningkatan koordinasi antarunit melalui forum evaluasi rutin, serta penyusunan pedoman tertulis terkait regulasi dan alur klaim BPJS. Rumah sakit juga disarankan membentuk tim validasi lintas unit untuk menjamin akurasi berkas sebelum dikirim ke BPJS.