Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Manajemen Persediaan Obat Dengan Metode Re-Order Point (Rop) Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Bogor (Studi Kasus Paska Force Majeure Kebakaran Tahun 2023) Nabilla, Bonita; Garnida, Aliefety Putu; Andarusito, Nurcahyo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8154

Abstract

ABSTRAK Insiden kebakaran pada IFRS X Kota Bogor yang merupakan salah satu peristiwa dari Force Majeure. Hal ini berdampak bagi berkurangnya ketersediaan obat dan masalah pada manajemen logistik di IFRS X Kota Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana metode ROP diimplementasikan pada manajemen persediaan obat paska force majeure kebakaran di IFRS X Kota Bogor. Metode penelitian kualitatif yang dilakukan pada situasi yang wajar (natural setting). Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen/data. Teknik penentuan informan yang digunakan oleh peneliti menggunakan cara purposive sampling. Metode Re-Order Point (ROP) dalam manajemen persediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Bogor telah diadopsi sejak sebelum terjadinya kebakaran pada bulan April tahun 2023 dan diimplementasikan melalui aplikasi website pada sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada bulan Mei tahun 2023. Penerapan metode ini telah menghasilkan berbagai fitur dan indikator dalam aplikasi website RS X yang membantu dalam manajemen persediaan obat, termasuk penandaan dengan label warna hijau, kuning, dan merah untuk mengidentifikasi status stok obat. Setelah insiden kebakaran, terjadi beberapa perubahan kebijakan dan prosedur manajemen persediaan obat. Salah satu trategi yang diambil oleh RS X dalam menghadapi tantangan setelah kebakaran meliputi serta penerapan aplikasi website untuk operasional dan layanan RS. Analisis manajemen persediaan obat di Instalasi Farmasi RS X Kota Bogor mengikuti teori manajemen persediaan obat yang mencakup delapan fungsi, termasuk perencanaan, penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penghapusan, dan pengendalian. Metode Re-Order Point (ROP) diaplikasikan dalam bentuk aplikasi website RS X yang terintegrasi dengan layanan operasional RS. Kata Kunci: Manajemen persediaan obat, Instalasi Farmasi, Metode Re-Order Point (ROP), Force Majeure
The Role of Leadership, Organizational Culture, Knowledge, Attitude, and Skills in Developing Performance in Hospitals Gifari, Zikry Mohammad; Andarusito, Nurcahyo; Rosa, Tina
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 15 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v15i1.693

Abstract

Standard operating procedures and clinical protocols do not solely determine hospital performance; it is also significantly influenced by internal organizational factors, such as leadership style and organizational culture, as well as individual factors, including knowledge, attitudes, and skills. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative surveys with Structural Equation Modeling (SEM-PLS) and qualitative semi-structured interviews. A total of 191 nurses were selected by simple random sampling, and three key informants (a senior nurse, a junior nurse, and a nurse manager) were interviewed. Quantitative data were analyzed for validity, reliability, path coefficients, and effect sizes. Qualitative data were analyzed using thematic coding and triangulated with observation. All five variables—leadership, organizational culture, knowledge, attitudes, and skills—significantly influenced performance (p < 0.05). Leadership and skills had the largest effect sizes (f² = 0.655 and 0.798, respectively). Organizational culture, knowledge, and attitudes had smaller yet meaningful effects. The qualitative findings supported those of the quantitative data, indicating that leadership and a collaborative organizational culture enhanced motivation and coordination, thereby improving performance. These findings support integrating Human Relations Theory, Maslow’s Hierarchy of Needs, Theory X and Y, and Dual Process Theory to understand performance development in hospitals. The interplay between structural and personal factors shapes hospital performance.