Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Lean Healthcare Untuk Mengidentifikasi Waste Di Poli Rawat Jalan RSPPN Panglima Besar Soedirman Tahun 2024 Ratna, Setyarini Dwi; Andarusito, Nurcahyo; Anugrahsari, Santi
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i2.6719

Abstract

Seiring dengan persaingan yang sangat ketat serta ketidakmampuan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pasien yang jumlahnya semakin meningkat, rumah sakit dituntut untuk dapat senantiasa memperbaiki pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Hal ini bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasien yaitu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, murah serta ramah. Namun, dalam kenyataannya terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh pasien ketika pasien ingin mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik, salah satunya adalah adanya permasalahan mengenai waktu tunggu yang sangat lama dalam proses mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal tersebut memicu munculnyaberagam wasteyang menjadi penyebab menurunnya kualitas sehingga lean healthcare diterakpakn dirumah sakit. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis penyebab waste yang terjadi di poli rawat jalan RSSPN Panglima besar Soedirman dengan pendekatan mix methode. Objek penelitian yang digunakan yaitu staf yang melayani pasien rawat jalan sebanyak 106 responden dengan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala likert untuk metode kuantitatif dan 9 informan untuk dilakukan wawancara sebagai alat pengumpul data untuk metode kualitatif. Hasil Uji t menunjukkan bahwa variabel defect dan variabel inventory secara signifikan berpengaruh terhadap terhadap waste pada alur pelayanan rawat jalan. Sedangkan faktor waiting, motion, over production, over processing dan transportation tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waste pada alur pelayanan rawat jalan. Data kuantitatif tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada beberapa responden yang menyatakan bahwa faktor defect dan inventory berpengaruh terhadap waste pada alur rawat jalan dan waiting, motion, over production, over processing dan transportation juga berpengaruh terhadap waste pada alur pelayanan rawat jalan. Dengan demikian data kualitatif ini memperkuat data kuantitatif dan memperluas data kuantitatif yaitu dengan menambahkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi waste pada alur rawat jalan Kesimpulan : faktor defect, transportation, motion, waiting, inventory, over production dan over processing secara stimulant mempengaruhi waste pada alur pelayanan rawat jalan. Kata kunci : Waste, Lean Healthcare, Rawat Jalan
Pengaruh Faktor Pelayanan Farmasi terhadap Kualitas Pelayanan yang Dimediasi oleh Waktu Tunggu Resep di Apotek Rumah Sakit Aulia Jakarta Selatan Lestari, Vania Puji; Andarusito, Nurcahyo; Nurminingsih
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 7 No. 2 (2026): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v7i2.23063

Abstract

Background: Pharmaceutical services in hospitals play a crucial role in determining the overall quality of healthcare services, particularly regarding efficient prescription waiting times. Objectives: This study aims to analyze the influence of factors such as Human Resources (HR), drug availability, facilities and infrastructure, and prescription types on service quality, with waiting time as a mediating variable at Aulia Hospital Pharmacy, South Jakarta. Methods: This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design involving 90 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire, and analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate multinomial logistic regression tests. Results: The findings indicate that waiting time significantly affects service quality, where shorter waiting times lead to better perceptions of pharmaceutical service quality. Facilities and infrastructure were also found to have a significant effect on service quality. However, HR, drug availability, and prescription types did not show a significant effect in the multivariate model. Conclusion: The efficiency of waiting time and the comfort of facilities and infrastructure are the main determinants influencing the perceived quality of pharmaceutical services at Aulia Hospital, South Jakarta. Keyword: HR, drug availability, facilities and infrastructure, prescription types, waiting time, service quality, hospital Latar Belakang: Pelayanan farmasi di rumah sakit memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam efisiensi waktu tunggu resep. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor seperti Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan obat, sarana dan prasarana, serta jenis resep terhadap kualitas pelayanan, dengan waktu tunggu sebagai variabel mediasi di Apotek RS Aulia Jakarta Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 90 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik multinomial. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan; waktu tunggu yang lebih singkat menghasilkan penilaian yang lebih baik terhadap kualitas pelayanan. Sarana dan prasarana juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan. Namun, SDM, ketersediaan obat, dan jenis resep tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan dalam model multivariat. Kesimpulan: Efisiensi waktu tunggu dan kenyamanan sarana prasarana merupakan faktor utama yang memengaruhi persepsi kualitas pelayanan farmasi di RS Aulia Jakarta Selatan. Kata Kunci: jenis resep, ketersediaan obat, kualitas pelayanan, rumah sakit, sarana prasarana, SDM, waktu tunggu.
The Influence Of Work Environment, Compensation, Workload, And Career Development On The Performance Of Nurses At Bethesda Hospital Wonosari, Special Region Of Yogyakarta In 2025 Widyaningsih, Widyaningsih; Sumijatun, Sumijatun; Andarusito, Nurcahyo; Marliana, Thika
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 1 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i1.7227

Abstract

The presence of nurses as human resources is a valuable asset for the sustainability of the hospital, which needs attention so they can work optimally. An initial survey at RS Bethesda Wonosari DIY found that very few nurses performed at a level categorized as competent according to the hospital's expectations. This research was conducted in December 2024, aiming to analyze the factors influencing nurse performance at RS Bethesda Wonosari DIY using a quantitative design and a cross-sectional approach. The respondents in this study are all 50 nurses. Primary data collection was conducted through the distribution of questionnaires that had been tested on 30 people at RS Panti Waluyo Solo. The univariate results show that the majority of respondents are female, have an Associate's degree in Nursing, are of productive age, and have less than 5 years of work experience. The lowest achievements obtained from the variables studied: work environment (73.5%), provision of new information (73%), performance bonuses for employees (46%), work for patient safety (79%), fully responsible nursing care (52.5%), completion of work according to targets (74.5%). Completion of work on time (76.5%) and communication with superiors (67.5%). The bivariate results show that the variables positively affecting nurse performance are workload (p: 0.002), work environment (p: 0.002), and career development (p: 0.005), each with a very weak influence, while the variable that does not have an effect is compensation (p: 0.173). The multivariate results indicate that workload, work environment, compensation, and career development collectively have a significant impact on nurse performance (p: 0.001), with the most influential factor being workload (β) 0.623 (p: 0.017). The recommendation from this study is that the workload of nurses needs to be balanced, fair, and evenly distributed to avoid fatigue, improve workspace layout, provide bonuses for outstanding nurses, increase responsibility in nursing care, and for management to allocate time for discussions with nurses regarding career development programs.
Analisis Kualitas Pelayanan IGD Yang Dimediasi Oleh Kepuasan Pasien Dimoderasi Oleh Loyalitas Pasien Di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakartaerasi Oleh Loyalitas Pasien Di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakarta Rahma, Yola Yolanda; Indrawati, Lili; Andarusito, Nurcahyo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7904

Abstract

Abstrak Instalasi Gawat Darurat (IGD) memegang peran vital dalam sistem layanan kesehatan, namun di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakarta masih ditemukan banyak keluhan terkait pelayanan seperti buruknya kualitas pelayanan, keterbatasan sarana prasarana, serta respons lambat dari petugas medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan IGD yang dimediasi oleh kepuasan pasien dimoderasi oleh loyalitas pasien di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 responden pasien IGD non BPJS yang kemudian data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar faktor, seperti kemampuan petugas IGD, ketersediaan peralatan kesehatan, obat-obatan, sarana prasarana, serta kenyamanan unit IGD, tidak berpengaruh terhadap kualitas pelayanan maupun kepuasan pasien di IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta. Namun, lokasi ruangan IGD berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, sedangkan ketersediaan obat-obatan memengaruhi kepuasan pasien. Selain itu, kepuasan pasien tidak berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, dan loyalitas pasien tidak memperkuat hubungan antara kepuasan pasien dengan kualitas pelayanan IGD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hanya dua faktor yang terbukti berpengaruh, yaitu lokasi ruangan IGD terhadap kualitas pelayanan dan ketersediaan obat-obatan terhadap kepuasan pasien IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta. Sementara itu, variabel lainnya, termasuk kemampuan petugas, sarana prasarana, kenyamanan, serta kepuasan dan loyalitas pasien, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan maupun kepuasan pasien. Kata Kunci: IGD, kualitas pelayanan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, Rumah Sakit.
Implementasi Manajemen Persediaan Obat Dengan Metode Re-Order Point (Rop) Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Bogor (Studi Kasus Paska Force Majeure Kebakaran Tahun 2023) Nabilla, Bonita; Garnida, Aliefety Putu; Andarusito, Nurcahyo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8154

Abstract

ABSTRAK Insiden kebakaran pada IFRS X Kota Bogor yang merupakan salah satu peristiwa dari Force Majeure. Hal ini berdampak bagi berkurangnya ketersediaan obat dan masalah pada manajemen logistik di IFRS X Kota Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana metode ROP diimplementasikan pada manajemen persediaan obat paska force majeure kebakaran di IFRS X Kota Bogor. Metode penelitian kualitatif yang dilakukan pada situasi yang wajar (natural setting). Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen/data. Teknik penentuan informan yang digunakan oleh peneliti menggunakan cara purposive sampling. Metode Re-Order Point (ROP) dalam manajemen persediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Bogor telah diadopsi sejak sebelum terjadinya kebakaran pada bulan April tahun 2023 dan diimplementasikan melalui aplikasi website pada sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada bulan Mei tahun 2023. Penerapan metode ini telah menghasilkan berbagai fitur dan indikator dalam aplikasi website RS X yang membantu dalam manajemen persediaan obat, termasuk penandaan dengan label warna hijau, kuning, dan merah untuk mengidentifikasi status stok obat. Setelah insiden kebakaran, terjadi beberapa perubahan kebijakan dan prosedur manajemen persediaan obat. Salah satu trategi yang diambil oleh RS X dalam menghadapi tantangan setelah kebakaran meliputi serta penerapan aplikasi website untuk operasional dan layanan RS. Analisis manajemen persediaan obat di Instalasi Farmasi RS X Kota Bogor mengikuti teori manajemen persediaan obat yang mencakup delapan fungsi, termasuk perencanaan, penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penghapusan, dan pengendalian. Metode Re-Order Point (ROP) diaplikasikan dalam bentuk aplikasi website RS X yang terintegrasi dengan layanan operasional RS. Kata Kunci: Manajemen persediaan obat, Instalasi Farmasi, Metode Re-Order Point (ROP), Force Majeure
Pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Yang Fimediasi Oleh Perilaku Disiplin (Studi Pada Karyawan Kontrak Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Pusdikkes) Mahastuti, Made Astintya Sinta; Andarusito, Nurcahyo; Ferdians, Achda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8261

Abstract

Kinerja tenaga kesehatan kontrak sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi dan lingkungan kerja, dengan perilaku disiplin sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui perilaku disiplin sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (path coefficient 0,373; p-value 0,000) serta terhadap perilaku disiplin (0,584; p-value 0,000). Lingkungan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (0,641; p-value 0,000) dan perilaku disiplin karyawan (0,376; p-value 0,000). Selain itu, perilaku disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (0,298; p-value 0,000). Pengujian mediasi menunjukkan bahwa perilaku disiplin memediasi secara signifikan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja (0,174; p-value 0,000) serta memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (0,112; p-value 0,001). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya organisasi dan lingkungan kerja yang baik tidak hanya meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui penguatan perilaku disiplin karyawan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi organisasi dalam meningkatkan kinerja melalui pengembangan budaya kerja dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung perilaku disiplin. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan, Perilaku Disiplin, Rumah Sakit Militer
Pengaruh Jenjang Karier Dan Reward Terhadap Turnover Yang Di Mediasi Oleh Pencapaian Kerja (Studi Pada Karyawan Tidak Tetap Di Rumah Sakit Pusdikkes) Triani, Sylvia Muthia; Andarusito, Nurcahyo; Ferdians, Achda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8254

Abstract

Latar Belakang : Turnover karyawan tidak tetap menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Pusdikkes karena dapat mempengaruhi stabilitas operasional dan kualitas layanan kesehatan. Faktor seperti jenjang karier dan sistem reward diduga berperan dalam meningkatkan atau menurunkan turnover. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis pengaruh jenjang karier dan reward terhadap turnover yang dimediasi oleh pencapaian kerja pada karyawan tidak tetap di Rumah Sakit Pusdikkes. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 136 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa jenjang karier memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,072, p-value = 0,291). Reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = -0,026, p-value = 0,404). Sebaliknya, jenjang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,598, p-value = 0,000), dan reward juga berpengaruh positif serta signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,360, p-value = 0,002). Pencapaian kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,855, p-value = 0,000). Selain itu, pencapaian kerja berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara jenjang karier terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,511, p-value = 0,000), serta dalam hubungan antara reward terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,307, p-value = 0,005). Kesimpulan : jenjang karier dan reward berperan dalam meningkatkan pencapaian kerja karyawan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada turnover intention. Meskipun pengaruh langsung jenjang karier dan reward terhadap turnover tidak signifikan, pencapaian kerja berperan penting dalam menghubungkan variabel-variabel tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk memperjelas jenjang karier karyawan tidak tetap agar mereka memiliki prospek yang lebih baik dalam organisasi. Sistem reward juga perlu diperbaiki dengan mempertimbangkan aspek finansial dan non-finansial guna meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, manajemen perlu meningkatkan pengakuan terhadap pencapaian kerja karyawan untuk memperkuat loyalitas dan komitmen mereka terhadap rumah sakit. Kata kunci: Jenjang Karier, Reward, Pencapaian Kerja, Turnover, Karyawan Tidak Tetap
The Role of Leadership, Organizational Culture, Knowledge, Attitude, and Skills in Developing Performance in Hospitals Gifari, Zikry Mohammad; Andarusito, Nurcahyo; Rosa, Tina
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 15 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v15i1.693

Abstract

Standard operating procedures and clinical protocols do not solely determine hospital performance; it is also significantly influenced by internal organizational factors, such as leadership style and organizational culture, as well as individual factors, including knowledge, attitudes, and skills. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative surveys with Structural Equation Modeling (SEM-PLS) and qualitative semi-structured interviews. A total of 191 nurses were selected by simple random sampling, and three key informants (a senior nurse, a junior nurse, and a nurse manager) were interviewed. Quantitative data were analyzed for validity, reliability, path coefficients, and effect sizes. Qualitative data were analyzed using thematic coding and triangulated with observation. All five variables—leadership, organizational culture, knowledge, attitudes, and skills—significantly influenced performance (p < 0.05). Leadership and skills had the largest effect sizes (f² = 0.655 and 0.798, respectively). Organizational culture, knowledge, and attitudes had smaller yet meaningful effects. The qualitative findings supported those of the quantitative data, indicating that leadership and a collaborative organizational culture enhanced motivation and coordination, thereby improving performance. These findings support integrating Human Relations Theory, Maslow’s Hierarchy of Needs, Theory X and Y, and Dual Process Theory to understand performance development in hospitals. The interplay between structural and personal factors shapes hospital performance.
Pengaruh Content digital marketing Melalui Media Sosial dan Iklan Berbayar Terhadap Minat Kunjungan Pasien Pada Layanan Unggulan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Tandi Bongga, Desi; Suratmi, Tri; Andarusito, Nurcahyo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8408

Abstract

RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara memiliki berbagai layanan unggulan yang perlu disosialisasikan melalui platform digital, seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya akses internet yang mengubah cara masyarakat mencari informasi dan mengambil keputusan dalam memilih layanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis pengaruh content digital marketing terhadap minat kunjungan pasien pada layanan unggulan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada November 2025–Januari 2026. Sampel sebanyak 132 dari 270 pasien rawat jalan jantung dan pembuluh darah dipilih secara acak, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner Likert 1–4 yang mengukur variabel independen (informasi content digital, frekuensi tayang, target audience, brand awareness, engagement konsumen, dan kepercayaan pasien) serta variabel dependen minat kunjungan. Hasil menunjukkan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan pasien (p < 0,05) dengan target audience sebagai faktor dominan (t = 2,587; p < 0,05), serta secara simultan berpengaruh signifikan (F = 70,409; R² = 0,761); disimpulkan bahwa optimalisasi content digital marketing melalui media sosial dan iklan berbayar berkontribusi nyata dalam meningkatkan minat kunjungan pasien sehingga rumah sakit perlu mengoptimalkan kanal digital sebagai strategi komunikasi dan pemasaran berkelanjutan di era digital. Kata kunci: Content digital marketing, Media sosial, Iklan berbayar, Kepercayaan pasien, Minat kunjungan pasien
Pengaruh Efisiensi Perawat Dan Budaya Kerja Terhadap Bor Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Sebagai Variabel Mediasi Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Selvia, Eka; Andarusito, Nurcahyo; Hutapea, Fresley
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8338

Abstract

Penurunan Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dalam tiga tahun terakhir (periode 2023 – 2025) mengindikasikan adanya potensi inefisiensi pemanfaatan tempat tidur. Permasalahan ini diduga berkaitan dengan faktor efisiensi sumber daya keperawatan yang meliputi beban kerja perawat, rasio perawat–pasien, dan kompetensi perawat, serta budaya kerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi perawat dan budaya kerja terhadap BOR dengan mutu pelayanan keperawatan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analitik korelasi dan analisis jalur dengan Sobel test. Sampel responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 113 perawat yang bekerja di RS Panti Waluyo dan memberikan pelayanan kepada pasien. Cara dan alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukan Mutu Keperawatan mampu memediasi Pengaruh Efisiensi Perawat dan Budaya Kerja terhadap BOR. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pelayanan keperawatan merupakan mekanisme kunci dalam menjembatani pengaruh faktor SDM dan budaya organisasi terhadap kinerja operasional rumah sakit. Secara manajerial, pengendalian beban kerja, pengaturan rasio perawat–pasien yang seimbang, peningkatan kompetensi klinis, serta penguatan budaya kerja kolaboratif menjadi strategi prioritas untuk meningkatkan mutu pelayanan dan optimalisasi BOR secara berkelanjutan di RS Panti Waluyo Surakarta.