Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Evaluasi Penanganan Klaim Tertunda Rawat Inap Bpjs Kesehatan Di Rs Sentra Medika Cibinong Tahun 2025 Roshita, Dian; Kodyat, Alih Germas; Ulfa, Laila
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8243

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan menjadi tulang punggung pembiayaan kesehatan di Indonesia. Namun, fenomena klaim tertunda masih menjadi kendala serius bagi rumah sakit, khususnya rumah sakit swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab klaim tertunda rawat inap BPJS Kesehatan di RS Sentra Medika Cibinong tahun 2025, menilai dampaknya terhadap operasional dan mutu pelayanan, serta merumuskan strategi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur dan telaah dokumen klaim rawat inap periode Januari–Oktober 2025. Informan dipilih secara purposive, melibatkan corporate casemix, kepala divisi, koder, verifikator, case manager, dan DPJP pendukung. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sepanjang Januari–Oktober 2025 tercatat 1.305 kasus klaim tertunda dengan nominal Rp19,09 miliar atau sekitar 10,2% dari total klaim layak. Faktor utama penyebab klaim tertunda meliputi ketidaklengkapan dokumen medis, kesalahan koding diagnosis dan tindakan, ketidaksesuaian administrasi, kedisiplinan proses pengajuan berkas, serta keterbatasan integrasi SIMRS–eKlaim. Dampak klaim tertunda terlihat pada terganggunya arus kas, keterlambatan pembayaran vendor, penurunan motivasi tenaga medis, serta potensi menurunnya mutu pelayanan. Klaim tertunda merupakan fenomena sistemik yang menuntut perbaikan menyeluruh. Rumah sakit perlu memperkuat kompetensi SDM melalui pelatihan rutin, meningkatkan disiplin dokumentasi, menegakkan kepatuhan prosedur, memperkuat koordinasi lintas unit, serta mempercepat integrasi teknologi informasi. Monitoring rutin dan harmonisasi regulasi dengan praktik klinis juga diperlukan untuk menekan angka klaim tertunda dan menjaga keberlanjutan pelayanan. Kata Kunci: Klaim Tertunda, BPJS Kesehatan, Rawat Inap, Manajemen Rumah Sakit, SIMRS