Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan kesiapan Petugas Kesehatan terhadap Implementasi Elektronik Rekam Medis di Unit Penunjang Medis Rumah Sakit Bhayangkara Tk.II Jambi Andriyeni, Susi; Kodyat, Alih Germas; Yoshida, Eka
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i2.6718

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik di Indonesia masih belum memenuhi target. Berbagai kendala di hadapi oleh Rumah sakit untuk menjalakan Rekam medis dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kesiapan petugas Kesehatan di RS Bhayangkara TK II Polda Jambi dalam menjalakan implementasi RME. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 106 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 52 responden. Cara pengambilan sampe dengan proposional random Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan wawancara kepada responden yang dilakukan oleh enumerator, Data dianalisis univariat, bivariat dan multi variat. Hasil analisis multivariat pada variabel budaya, nilai koefisien regresi (B) sebesar 1,632 dengan POR (Prevalence Odds Ratio) 5,116 dan interval kepercayaan 95% (1.439-18.192) serta p-value sebesar 0,012. Hal ini menunjukkan bahwa budaya kerja yang baik dikaitkan dengan kesiapan petugas, terbukti tingkat signifikansinya (p = 0,012 < p-value 0,05). Sementara itu, variabel Sikap memiliki koefisien regresi (B) sebesar 1,4702 dengan POR 4,347 dan interval kepercayaan 95% (1.225-15.427) serta p-value sebesar 0,023. Ini menunjukkan bahwa sikap berpengaruh signifikan terhadap kesiapan petugas Faktor budaya dan sikap memiliki hubungan yang sangat mempengaruhi terhadap kesiapan petugas dalam menjalankan rekam Medis Elektronik Kata Kunci : rekam medis elektronik; RME; kesiapan petugas; rumah sakit
Hubungan Antara Beban Kerja Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kerja Farmasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Al-Muchtar Karawang Ramadhan, Erisa Putri; Windiyaningsih, Cicilia; Kodyat, Alih Germas
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.6997

Abstract

Kualitas pelayanan yang baik dari IFRS menjadi kunci utama dalam memastikan pasien mendapatkan obat-obatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Salah satu permasalahan nyata yang dihadapi oleh IFRS adalah peningkatan keluhan dari pasien terkait lambatnya pelayanan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beban kerja yang tinggi pada tenaga kerja farmasi dan rendahnya tingkat kepuasan kerja yang mengakibatkan kurangnya kinerja kerja sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara beban kerja, kepuasan kerja dan faktor lainnya dengan kinerja tenaga kerja di instalasi farmasi RS Islam Al – Muchtar Karawang, hal ini nantinya diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan dan rencana program kerja di instalasi farmasi RS Islam Al – Muchtar Karawang. Desain penelitian ini ialan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang akan diambil ialah tenaga kerja farmasi di instalasi farmasi RS Islam Al-Muchtar Karawang. Sedangkan untuk sampel penelitian menggunakan total sampling yang mana mengambil semua dari jumlah populasi yang ada berjumlah 24 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan alisis multivariat. Dengan hasil signifikan (p-value) sebesar 0.018 (0.018
Analisis Kepuasan Pelayanan Forensik Klinik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Brimob Kelapa Dua AGus Darmawan, I Wayan; Kodyat, Alih Germas; Wulandari, Sonya Dewi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8205

Abstract

Pelayanan forensik klinik di Rumah Sakit memiliki peran penting dalam mendukung proses hukum dan kebutuhan medis pasien. Pengukuran kepuasan pasien forensik klinik belum pernah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Brimob Kelapa Dua. Tingkat kepuasan pasien terhadap layanan tersebut menjadi indikator utama mengetahui kualitas layanan, yang mendapatkan prioritas melalui metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini untuk menilai kepuasan pasien terhadap pelayanan forensik klinis di RS bhayangkara Tingkat III Brimob Kelapa Dua dengan metode CSI dan IPA, serta menganalis dimensi kualitas layanan yang memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian potong lintang pada 92 pasien forensik klinik. Instrumen pengukuran kualitas layanan berbasis SERVQUAL. Analisis data menggunakan metode CSI, IPA, dan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden, yaitu 51 (55,4%) menyatakan puas terhadap layanan forensik klinik yang mereka terima, diikuti dengan sangat puas (25%) dan normal sebanyak (17,4%). Berdasarkan analisis GAP didapatkan mean GAP kualitas layanan secara keseluruhan adalah -0,424. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian kinerja kualitas layanan forensik klinik di RS Bhayangkara Tk III Brimob Kelapa Dua adalah 96,3% yang artinya belum memuaskan bagi pasien forensik klinik. Berdasarkan diagram kartesius, kuadran I terdapat dimensi tangible (X5) Pada kuadran II terdapat dimensi responsiveness (X2), assurance (X3) dan empathy (X4). Dimensi reliability (X1) berada pada kuadran IV. Hasil penelitian mendapatkan indeks kepuasan yang dihitung dengan metode CSI didapatkan angka sebesar 90,40%. Hasil penelitian mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,812 dengan nilai signifikansi (p) 0,000, hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat antara kualitas layanan (X) terhadap kepuasan pasien forensik klinik (Y). Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut 1. gambaran pelayanan forensik klinik di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua menunjukkan lebih dari setengah pasien forensik klinik menyatakan puas secara keseluruhan atas layanan forensik klinik yang sudah diterima, 2. berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA) dapat disimpulkan bahwa baru sebagian kecil dari indikator kualitas layanan yang memiliki GAP dan tingkat kesesuaian yang memenuhi harapan pasien forensik klinik, 3. hasil analisis dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) mendapatkan hasil Indeks kepuasan secara umum dari seluruh pasien forensik klinik adalah sangat puas. 4. terdapat hubungan yang sangat kuat antara kualitas layanan dan kepuasan pasien forensik klinik secara keseluruhan. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kualitas layanan, dimensi responsiveness, assurance, empathy, dan tangible dengan kepuasan pasien forensik klinik. Kata Kunci: forensik klinik; kualitas layanan; kepuasan pasien; Customer Satisfaction Index; Importance Performance Analysis
Implementasi Lean Management untuk Efisiensi Pengelolaan Linen dan Kesesuaian Standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSU X Sari, Rionugrah; Kodyat, Alih Germas; Sunadi, Apri
Jurnal ARSI : Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Linen management is an important process in hospitals that is directly related to service quality and Infection Prevention and Control (IPC) efforts. This study aimed to analyze the implementation of Lean Management in linen management at the laundry unit of RSU X and to evaluate its contribution to improving process efficiency and strengthening IPC practices. The study employed an operational research design with a qualitative approach through observation, in-depth interviews, and document review. Data analysis was conducted using Value Stream Mapping, waste identification based on the eight waste concept, and root cause analysis using the 5 Whys method. The results showed that the average lead time of linen management before improvement was 534.41 minutes, with non-value-added (NVA) activities accounting for 61.11% of the total process time. The most dominant type of waste identified was Defects in Products and Information, characterized by non-compliance with work procedures, inconsistent use of personal protective equipment (PPE), and suboptimal separation of clean and dirty linen flows. As a follow-up action, Lean Kaizen interventions were implemented through the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle, including the development and dissemination of standard operating procedures (SOPs), work process standardization, reinforcement of PPE compliance, and improvement of supporting facilities. After the implementation, the lead time decreased to 343.24 minutes and NVA activities were reduced to 134.47 minutes. The study concludes that Lean Management is effective in reducing waste, improving the efficiency of linen management processes, and strengthening IPC implementation in hospitals.