Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peran Human Resources Scorecard Dalam Pengukuran Kinerja Sdm Pada Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran Medan Ismail, Taufik; Jak, Yanuar; Kodyat, Alih Germas
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7079

Abstract

Latar Belakang: RS Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran Medan sampai saat ini tidak pernah mendesain pengukuran kinerja SDM melalui pendekatan HRSc. Padahal pengukuran dengan pendekatan ini dapat memberikan gambaran kepada RS tentang sesuai tidaknya kinerja SDM dengan arah strategis organisasi. Peneliti mengukur kinerja SDM dengan pendekatan HRSc dan membandingkannya dengan kinerja SDM saat ini serta menganalisis hubungan kausalitas antar variabel maupun antara sub variabel dengan variabel. Metode: Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan assosiative research. Teknik sampel probability proportional to size sampling termasuk Slovin sampling dengan melibatkan sebanyak 54 responden pegawai pada unit poli rawat jalan. Teknik analisis menggunakan pengukuran kinerja SDM dengan pendekatan HRSc dan memakai metode KPI dan pengukuran kinerja SDM. Hasil: Diperoleh nilai weighted score KPI dengan pendekatan HRSc senilai 4,40 dengan kategori sangat baik (lebih besar 4,20 dan lebih kecil 5,00). Didapat nilai sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil α 0,05 dengan pearson correlation 0, 842 lebih besar r tabel (54, df n-2, 2-tailed, sig.5%) 0,2632. Secara parsial diperoleh nilai pearson correlation perspektif keuangan (0,731), pelanggan (0,782), proses bisnis internal (0,809), maupun pembelajaran dan pertumbuhan (0,857) dan nilai beta unstandardized sebesar 0,726. Kesimpulan: Pengukuran kinerja dengan pendekatan HRSc memiliki hubungan signifikan dan positif dengan kinerja SDM. Secara parsial perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal maupun pembelajaran dan pertumbuhan berkorelasi signifikan dan positif dengan kinerja SDM. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan paling dominan menjelaskan pengaruhnya terhadap kinerja SDM.
Bhayangkara Lemdiklat Polri Hospital Strategy in Implementing The Standard Inpatient Class of the National Health Insurance (Kris JKN) Masithoh, Siti; Kodyat, Alih Germas; Kridawati, Atik
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.52250

Abstract

The Government Regulation No. 59 of 2024, has mandated the implementation of the Standard Inpatient Class (KRIS) policy as a major reform within the National Health Insurance (JKN) system. This policy aims to eliminate disparities in inpatient healthcare services by ensuring equal access and quality of care for all BPJS participants, regardless of their premium contribution levels. This study analyzes the readiness of Bhayangkara Lemdiklat POLRI Hospital to implement the KRIS policy and formulates suitable strategies based on SWOT analysis. A qualitative research design was employed, utilizing observation, document review, and regulatory analysis as data collection techniques. The results show that the hospital has reached a high level of preparedness, with 98.61% of its patients being JKN participants, predominantly elderly and female. The hospital has met the majority of requirements across the four main KRIS implementation pillars: work planning, infrastructure readiness, asset management, and operational execution. However, two physical indicators—ventilation (97.65%) and room temperature (98.07%)—have yet to meet full compliance. The IFE and EFE scores of 3.06 and 3.00, respectively, place the hospital in Quadrant I of the IE Matrix, indicating a strategic position for aggressive growth. Accordingly, a Strength–Opportunity (SO) strategy is recommended, leveraging the hospital's internal strengths to capitalize on external opportunities and ensure that the implementation of KRIS is carried out effectively, efficiently, and sustainably.
Analysis of Patient Service Quality with IOM Indicators in the Dental Polyclinic of Bhayangkara Hospital, Polri Education and Training College Astriany.H, Vivi; Kodyat, Alih Germas; Trigono, Ahdun; Chandra, Andy
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v7i1.1371

Abstract

High-quality healthcare services are essential to ensure patient satisfaction and sustainable hospital performance. This study aims to analyze patient service quality at the Dental Clinic of Bhayangkara Lemdiklat Police Hospital using the Institute of Medicine (IOM) framework, which includes six dimensions: safety, effectiveness, patient-centeredness, timeliness, efficiency, and equity. A quantitative descriptive design with a survey approach was employed. A total of 94 patients were selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire measuring patients’ expectations and perceived performance. The instrument was tested for validity and reliability, and the data were analyzed using descriptive statistics, paired sample t-tests, regression analysis, and Importance–Performance Analysis (IPA). The results indicate that overall service quality is perceived as good, particularly in effectiveness, safety, and patient-centered care, which obtained the highest mean scores. However, gaps remain in equity, timeliness, and efficiency. Equity showed the lowest mean value and the highest variability, suggesting that patients still perceive unequal treatment and service procedures. Paired sample correlations revealed strong and significant relationships among the IOM dimensions, implying that improvements in one aspect may positively influence others. Regression and ANOVA results indicate that service quality does not significantly differentiate patient types (general and BPJS). The IPA analysis places effectiveness, safety, and patient-centeredness in the “maintain performance” quadrant, while timeliness, efficiency, and equity require strategic improvement. These findings highlight the importance of continuous quality enhancement, particularly in ensuring fair, timely, and efficient dental services
Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik Dalam Menurunkan Klaim Pending BPJS Rawat Inap di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan Pangkong, Ami Noviana; Kodyat, Alih Germas; Rosa, Tina
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i2.6712

Abstract

Tingginya klaim pending BPJS akibat kekurangan dokumen dan kesalahan koding menjadi tantangan dalam pengelolaan klaim di RS Bhayangkara Balikpapan. Untuk mengatasi masalah tersebut, implementasi RME berbasis SIMRS Khanza di rawat inap yang dimulai pada Agustus 2024 diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi RME berdampak pada penurunan klaim pending BPJS rawat inap di RS Bhayangkara Balikpapan. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan diagnosis tingkat organisasi. Data diambil pada Desember 2024. Data primer dikumpulkan dengan wawancara mendalam pada 20 informan. Sedangkan data sekunder diambil dari laporan BAHV klaim BPJS rawat inap pelayanan Januari sampai Oktober 2024. Analisis interaktif dilakukan dengan triangulasi data primer dan sekunder untuk mendapatkan data yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME memberikan kemudahan pengumpulan dokumen dan meningkatkan akurasi koding INA-CBG sehingga berhasil menurunkan klaim pending dari 18,7% menjadi 14,3%, serta mempercepat waktu pengajuan klaim 1-2 hari dibanding metode manual. Namun kendala teknis (jaringan tidak stabil, keterbatasan komputer, dan keterbatasan fitur SIMRS) serta kendala non-teknis (resistensi staf dan kurangnya kompetensi SDM) masih menjadi hambatan. Kesimpulan, RME efektif menurunkan klaim pending melalui perbaikan administrasi dan efisiensi waktu. Disarankan optimalisasi fitur SIMRS, penguatan infrastruktur teknologi, pelatihan staf dan pendampingan DPJP senior serta evaluasi berkala dapat dilakukan untuk mendukung keberlanjutan sistem dalam meningkatkan pengelolaan klaim BPJS secara menyeluruh. Kata kunci : RME, Klaim Pending BPJS, Rawat Inap.
Hubungan kesiapan Petugas Kesehatan terhadap Implementasi Elektronik Rekam Medis di Unit Penunjang Medis Rumah Sakit Bhayangkara Tk.II Jambi Andriyeni, Susi; Kodyat, Alih Germas; Yoshida, Eka
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i2.6718

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik di Indonesia masih belum memenuhi target. Berbagai kendala di hadapi oleh Rumah sakit untuk menjalakan Rekam medis dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kesiapan petugas Kesehatan di RS Bhayangkara TK II Polda Jambi dalam menjalakan implementasi RME. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 106 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 52 responden. Cara pengambilan sampe dengan proposional random Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan wawancara kepada responden yang dilakukan oleh enumerator, Data dianalisis univariat, bivariat dan multi variat. Hasil analisis multivariat pada variabel budaya, nilai koefisien regresi (B) sebesar 1,632 dengan POR (Prevalence Odds Ratio) 5,116 dan interval kepercayaan 95% (1.439-18.192) serta p-value sebesar 0,012. Hal ini menunjukkan bahwa budaya kerja yang baik dikaitkan dengan kesiapan petugas, terbukti tingkat signifikansinya (p = 0,012 < p-value 0,05). Sementara itu, variabel Sikap memiliki koefisien regresi (B) sebesar 1,4702 dengan POR 4,347 dan interval kepercayaan 95% (1.225-15.427) serta p-value sebesar 0,023. Ini menunjukkan bahwa sikap berpengaruh signifikan terhadap kesiapan petugas Faktor budaya dan sikap memiliki hubungan yang sangat mempengaruhi terhadap kesiapan petugas dalam menjalankan rekam Medis Elektronik Kata Kunci : rekam medis elektronik; RME; kesiapan petugas; rumah sakit
Analysis Of Factors Affecting Nurse Performance At Moh Ridwan Meuraksa Hospital, Jakarta Putro, Ardhestiro Harnindyo; Kodyat, Alih Germas; Ulfa, Laila; Yanuar, Ignatius Erik Sapta
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 1 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i1.7224

Abstract

Nurse performance plays a crucial role in improving hospital service quality. Level II Hospital Moh Ridwan Meuraksa faces challenges in ensuring optimal nurse performance, including aspects of leadership, job satisfaction, organizational commitment, and recognition and rewards. This study aims to analyze the influence of transformational leadership style, job satisfaction, organizational commitment, and recognition and rewards on nurse performance at the hospital. The method used is a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected through a questionnaire completed by 180 respondents and analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that job satisfaction (p = 0.000, OR = 5.57) and recognition (p = 0.000, OR = 6.00) had a significant relationship with nursing performance. Meanwhile, leadership style (p = 0.006, OR = 2.67) and organizational commitment (p = 0.000, OR = 4.76) were also significantly related but were not included in the final model. In the multivariate analysis, rewards (OR = 7.270) and job satisfaction (OR = 6.78) were found to be significant, with rewards as the dominant factor. The Hosmer and Lemeshow test indicated good model fit (p = 0.702). In conclusion, nurse performance is significantly influenced by rewards and job satisfaction. Therefore, hospitals are advised to optimize performance-based reward systems and improve job satisfaction to enhance the quality of healthcare services.
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP KEBERHASILAN PENERAPAN PATIENT SAFETY DIRSU TANGSEL Mulanda, Monica Tri; Windiyaningsih, Cicilia; Kodyat, Alih Germas
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8165

Abstract

Patient safety is carried out by all patient services in ensuring the quality of service. One strategy in designing a patient safety system is how to recognize errors so that they can be seen and immediate action can be taken to correct the effects that occur. Efforts to recognize and report these errors are made through the reporting system. The reporting rate in health services is still relatively low, as is the case in RSU Tangsel. The research aims to determine the influence of nurses' knowledge and motivation on nurses' attitudes in reporting patient safety incidents at RSU Tangsel. The research was conducted in June 2024 using a quantitative research design with a cross-sectional approach. Data collection was carried out using a questionnaire distributed to 100 nurses who worked at RSU Tangsel. Data were analyzed using PLS (Partial Least Square). The results of the research show that knowledge influences attitudes (t-statistic 3.613, direct effect coefficient 0.400), motivation influences attitudes (t-statistic 5.216, direct effect coefficient 0.473), knowledge influences motivation (t-statistic 3.289, direct effect coefficient 0.434), knowledge influencing attitudes through motivation (t-statistic 2.782, indirect effect coefficient 0.205) There is a positive and significant influence on knowledge on attitudes, knowledge on motivation, motivation on attitudes, and knowledge on attitudes through motivation. Knowledge is the most dominant influence on nurses' attitudes in reporting IKP at RSU Tangsel Keywords: Patient safety incident reports, knowledge of reporting patient safety incidents, attitudes towards reporting patient safety incidents, motivation to report patient safety incidents
Hubungan Antara Beban Kerja Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kerja Farmasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Al-Muchtar Karawang Ramadhan, Erisa Putri; Windiyaningsih, Cicilia; Kodyat, Alih Germas
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.6997

Abstract

Kualitas pelayanan yang baik dari IFRS menjadi kunci utama dalam memastikan pasien mendapatkan obat-obatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Salah satu permasalahan nyata yang dihadapi oleh IFRS adalah peningkatan keluhan dari pasien terkait lambatnya pelayanan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beban kerja yang tinggi pada tenaga kerja farmasi dan rendahnya tingkat kepuasan kerja yang mengakibatkan kurangnya kinerja kerja sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara beban kerja, kepuasan kerja dan faktor lainnya dengan kinerja tenaga kerja di instalasi farmasi RS Islam Al – Muchtar Karawang, hal ini nantinya diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan dan rencana program kerja di instalasi farmasi RS Islam Al – Muchtar Karawang. Desain penelitian ini ialan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang akan diambil ialah tenaga kerja farmasi di instalasi farmasi RS Islam Al-Muchtar Karawang. Sedangkan untuk sampel penelitian menggunakan total sampling yang mana mengambil semua dari jumlah populasi yang ada berjumlah 24 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan alisis multivariat. Dengan hasil signifikan (p-value) sebesar 0.018 (0.018
Analisis Kepuasan Pelayanan Forensik Klinik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Brimob Kelapa Dua AGus Darmawan, I Wayan; Kodyat, Alih Germas; Wulandari, Sonya Dewi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8205

Abstract

Pelayanan forensik klinik di Rumah Sakit memiliki peran penting dalam mendukung proses hukum dan kebutuhan medis pasien. Pengukuran kepuasan pasien forensik klinik belum pernah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Brimob Kelapa Dua. Tingkat kepuasan pasien terhadap layanan tersebut menjadi indikator utama mengetahui kualitas layanan, yang mendapatkan prioritas melalui metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini untuk menilai kepuasan pasien terhadap pelayanan forensik klinis di RS bhayangkara Tingkat III Brimob Kelapa Dua dengan metode CSI dan IPA, serta menganalis dimensi kualitas layanan yang memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian potong lintang pada 92 pasien forensik klinik. Instrumen pengukuran kualitas layanan berbasis SERVQUAL. Analisis data menggunakan metode CSI, IPA, dan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden, yaitu 51 (55,4%) menyatakan puas terhadap layanan forensik klinik yang mereka terima, diikuti dengan sangat puas (25%) dan normal sebanyak (17,4%). Berdasarkan analisis GAP didapatkan mean GAP kualitas layanan secara keseluruhan adalah -0,424. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian kinerja kualitas layanan forensik klinik di RS Bhayangkara Tk III Brimob Kelapa Dua adalah 96,3% yang artinya belum memuaskan bagi pasien forensik klinik. Berdasarkan diagram kartesius, kuadran I terdapat dimensi tangible (X5) Pada kuadran II terdapat dimensi responsiveness (X2), assurance (X3) dan empathy (X4). Dimensi reliability (X1) berada pada kuadran IV. Hasil penelitian mendapatkan indeks kepuasan yang dihitung dengan metode CSI didapatkan angka sebesar 90,40%. Hasil penelitian mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,812 dengan nilai signifikansi (p) 0,000, hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat antara kualitas layanan (X) terhadap kepuasan pasien forensik klinik (Y). Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut 1. gambaran pelayanan forensik klinik di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua menunjukkan lebih dari setengah pasien forensik klinik menyatakan puas secara keseluruhan atas layanan forensik klinik yang sudah diterima, 2. berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA) dapat disimpulkan bahwa baru sebagian kecil dari indikator kualitas layanan yang memiliki GAP dan tingkat kesesuaian yang memenuhi harapan pasien forensik klinik, 3. hasil analisis dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) mendapatkan hasil Indeks kepuasan secara umum dari seluruh pasien forensik klinik adalah sangat puas. 4. terdapat hubungan yang sangat kuat antara kualitas layanan dan kepuasan pasien forensik klinik secara keseluruhan. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kualitas layanan, dimensi responsiveness, assurance, empathy, dan tangible dengan kepuasan pasien forensik klinik. Kata Kunci: forensik klinik; kualitas layanan; kepuasan pasien; Customer Satisfaction Index; Importance Performance Analysis