Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kesiapsiagaan Darurat Banjir Pada Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Aceh Utara Nurdin, Nurdin; Fitria, Ida; Jauhari, Julianti; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3339

Abstract

Bencana merupakan suatu keadaan darurat mendesak yang dapat menyebabkan kesakitan kematian, kesakitan, cedera, kerusakan materi serta terganggunya kehidupan sehari-hari manusia dan hal tersebut berada diluar kendali manusia untuk mengendalikan dan mengaturnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesiagaan mengahadapi bencana dalam rangka penanggulangan resiko Bencana. Jenis penelitian ini adalah deskripstif cross-sectional yang dilaksanakan dari 15 Agustus s/d 30 September 2023 pada tenaga kesehatan PNS di Kabupaten Aceh Utara. Populasi dalam penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan PNS di Kabupaten Aceh Utara yang tersebar di 32 puskesmas yang berjumlah 2400 orang. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah propotional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ada hubungan sikap (p=0,001), persepsi (p=0,000) dan tidak ada hubungan pengetahuan (p=0,08) dengan manajemen bencana (p>0,05).Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Banjir dan Tenaga KesehatanDisaster is an urgent emergency that can cause death, illness, injury, material damage and disruption of people's daily lives and this is beyond human control to control and manage. This research aims to increase public understanding about disaster preparedness in the context of disaster risk management. This type of research is a cross-sectional descriptive study conducted from 15 August to 30 September 2023 among civil servant health workers in North Aceh Regency. The population in the study were all civil servant health workers in North Aceh Regency spread across 32 health centers, totaling 2400 people. The sampling technique in this research is proportional random sampling. Data collection uses primary data. Univariate and bivariate analysis techniques. The research results showed that there was a relationship between attitudes (p=0.001), perception (p=0.000) and no relationship between knowledge (p=0.08) with disaster management (p>0.05).Keywords: Preparedness, Floods and Health Worker
Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes) Fitria, Ida; Joko, Tri; Raharjo, Mursid
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5310

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes. Penyakit infeksi dan kualitas air minum diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit infeksi dan kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pengukuran antropometri, serta pemeriksaan laboratorium kandungan Coliform pada air minum. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit diare, sumber air minum, pengolahan air minum, serta kandungan Coliform dengan kejadian stunting, sedangkan riwayat ISPA, kecacingan, TBC, dan penyimpanan air minum tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sumber air minum merupakan faktor paling dominan yang berpengaruh terhadap kejadian stunting. Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya penurunan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi gizi, tetapi harus diintegrasikan dengan program penyediaan air minum yang layak, pengawasan kualitas air secara berkala, serta pengendalian penyakit infeksi, khususnya diare. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas air minum dan pencegahan penyakit infeksi, khususnya diare, sangat penting dalam upaya penurunan stunting.