Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektifitas Ekstrak Morinda Citrifolia Dalam Mensterilisasi Limbah Infeksius B3 Di Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang Hetti, Hetti; Amir, Rahmi
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.181 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2317

Abstract

ABSTRAKHETTI, Efektifitas Ekstrak Morinda Citrifolia Dalam Mensterilisasi Limbah Infeksius B3 Di Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang, dibimbing oleh RAHMI AMIR dan AMIR PATINTINGAN.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan desain post test only control group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifikas ekstrak morinda citrifolia dalam mensterilisasi limbah infeksius B3 di Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang sebelum dan setelah perlakuan penambahan ekstrak morinda citrifolia dengan berbagai konsentrasi yaitu 30%, 50%, dan 70%, dimana dilakukan tiga kali percobaan.Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini terdapat kuman pada limbah infeksius (kain kasa) B3 sebelum perlakuan jumlah koloni bakteri pada limbah infeksius B3 Tidak Bisa Untuk Dihitung (TBUD) dan setelah perlakuan sterilisasi penambahan ekstrak morinda citrifolia terjadi daya hambat terhadap koloni bakteri dengan tiga kali percobaan. Perlakuan penambahan konsentrasi 30% ekstrak morinda citrifolia rata-rata jumlah daya hambat koloni bakteri yang diperoleh sebanyak 0,1 mm, pada konsentrasi 50%  ekstrak morinda citrifolia rata-rata jumlah daya hambat koloni bakteri yang diperoleh sebanyak 0,08 mm, sedangkan pada konsentrasi 70% ekstrak morinda citrifolia rata-rata jumlah daya hambat koloni bakteri yang diperoleh sebanyak 0,58 mm. Dosis konsentrasi ekstrak morinda citrifolia dalam penelitian ini adalah semakin banyak jumlah konsentrasi yang ditambahkan maka semakin besar daya hambat yang diberikan.Kata Kunci: Limbah Infeksius B3, Ekstrak Morinda CitrifoliaABSTRACTHETTI, the Effectiveness of Morinda Citrifolia Extract in Sterilizing B3 Infection Waste in the District Health Center of Enrekang Regency, guided by RAHMI AMIR and AMIR PATINTINGAN.The research is a quasi experimental design with the design of a post test only control group design . The purpose of this study was to determine the effectiveness of morinda citrifolia extract in sterilizing B3 infectious waste in Kabere Health Center in Enrekang Regency before and after the treatment of adding morinda citrifolia extract with various concentrations of 30%, 50%, and 70%, where three trials were conducted.Based on the results obtained in this study, there were germs on infectious waste (gauze) B3 before the treatment of the number of bacterial colonies in B3 infectious waste could not be counted (TBUD) and after the sterilization treatment the addition of morinda citrifolia extract occurred inhibition of bacterial colonies with three times trial. The treatment of the addition of 30% concentration of morinda citrifolia extract the average amount of inhibition of bacterial colonies obtained was 0.1 mm, at a concentration of 50% of morinda citrifolia extract the average amount of inhibition of bacterial colonies obtained was 0.08 mm, whereas at a concentration of 70% morinda citrifolia extract the average amount of inhibition of bacterial colonies obtained was 0.58 mm. The concentration dose of morinda citrifolia extract in this study was the more the amount of concentration added, the greater the inhibitory power given.Keywords: B3 Infection Waste, Morinda Citrifolia Extract
Studi Gambaran Environment Cost Dalam Pengelolaan Lingkungan Di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang Amir, Rahmi; Nurhakiki, Nurhakiki
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.65 KB) | DOI: 10.25139/htc.v4i1.3595

Abstract

Abstrak : Hasil operasional yang dilakukan rumah sakit dapat menghasilkan limbah padat yang dapat membahayakan lingkungan, maka sangat dibutuhkan adanya biaya dan pengelolaan limbah yang baik untuk mencegah terjadinya pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengelolaan limbah padat telah sesuai dengan Permenkes RI No.7 Tahun 2019 dan gambaran tentang environment cost di RSU Lasinrang. Untuk memperoleh data dilakukan observasi dan wawancara di ruang Unit sanitasi dan Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengelolaan limbah di RSU Lasinrang di mulai dari proses pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan di tps dan pembuangan akhir. RSU Lasinrang belum menyajikan secara khusus laporan environment cost. Environment cost yang dikeluarkan RSU Lasinrang Tahun 2019 yaitu biaya pencegahan yang meliputi biaya peralatan dan bahan pembersih, biaya perlengkapan dan perlindungan kerja, sedangkan untuk biaya deteksi tidak terdapat pengeluaran dikarenakan tidak ada kegiatan yang berkaitan dengan biaya deteksi di RSU Lasinrang, dan untuk biaya internal meliputi biaya retribusi pelayanan persampahan, biaya pemusnahan limbah B3, dan biaya untuk penaggung jawab TPS Limbah B3. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pengelolaan limbah padat di RSU Lasinrang sudah sesuai dengan Permenkes No.7 Tahun 2019 dan environment cost yang dikeluarkan RSU Lasinrang pada Tahun 2019 sebanyak Rp.478.819.800. Saran dalam penelitian adalah diharapkan pihak RSU Lasinrang lebih meningkatkan proses pengelolaan limbah agar lebih baik lagi, dan menyusun laporan environmet cost secara khusus dan terperinci. Kata Kunci : Pengelolaan Limbah, Environment cost. Abstract : The results of operations carried out by the hospital can produce solid waste that can endanger the environment, so it is necessary to have costs and good waste management to prevent pollution.The purpose of this research is to find out that solid waste management is in accordance with the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No.7 of 2019 and a description of the environment cost at RSU Lasinrang. To obtain data, observations and interviews were carried out in the sanitation and finance unit room.The results showed that the waste management process at the RSU Lasinrang started from the sorting, collection, transportation, storage at TPS and final disposal.RSU Lasinrang has not specifically presented an environment cost report.The environment cost issued by RSU Lasinrang in 2019 is the cost of prevention which includes the cost of equipment and cleaning materials, equipment costs and work protection, while for detection costs there are no expenses because there are no activities related to detection costs at RSU Lasinrang, and internal costs include fees for solid waste services, fees for eliminating B3 waste, and fees for the person in charge of the TPS for hazardous waste. The results of this study concluded that the solid waste management process at Lasinrang Hospital was in accordance with the Minister of Health Regulation No.7 of 2019 and the environment cost issued by RSU Lasinrang in 2019 was IDR 478,819,800. The suggestion in this research is that it is hopen that the RSU Lasinrang will further improve the waste management process to make it even better, and compile a specific and detailed environmental cost repost. Keywords: Waste Management, Environment cost.
Pengelolaan Limbah Organik Produk Komposter Dan Kondisi Sarana Sanitasi Dasar Di Rumah Makan Padang amir, rahmi; Kasmawati, Kasmawati; Majid, Makhrajani
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.893 KB) | DOI: 10.25139/htc.v4i1.3610

Abstract

Abstrak : Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah bisa di olah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah bila tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap hasil dari pembusukan sampah organik yang cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan limbah organik di Rumah Makan Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti mengidentifikasi melalui wawancara langsung, di mana sampel dalam penelitian ini sebanyak 1 rumah makan padang di Kota Parepare. Hasil penelitian diperoleh dari pengelolaan limbah organik di Rumah Makan Padang pada minggu pertama perubahan yang terjadi pada tekstur, aroma dan warna ialah Kasar, berbau, kecoklatan dan pada minggu ke dua menjadi remah, tidak berbau dan berwarna hitam. Kata kunci : Pengelolaan limbah, komposter, Sarana sanitasi Abstract : Organic waste is waste originating from the remains of living things that are easily biodegradable without the processof human intervention to decompose. Organic waste can be reprocessed into something useful if it is properly managed. Will cause disease and unpleasant odors as a result of the rapid dekomposition of organic waste. The purpose of this study was to determine the management of organic waste in padang restaurant. The method used in this research is desciptive qualitative. Researchers identified through direct interviews, where the sample in this study were 1 padang restaurant in the city of parepare. The results of the study were obtained from the management of organic waste in padang restaurants in the first week the changes in texture, aroma and color were coarse, smelly, brown and in the second week they became crumbly, odorless and black. Keywords : Waste Management, Composter Products, Sanitation Facilitie
Analisis Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Sulfur Dioksida (SO2) Pada Pekerja Ternak Ayam Petelur Di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare Sari, Andi Winda; Amir, Rahmi; Muin, Herlina
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4177

Abstract

Abstract: Analysis Of Environmental Health Risk Exposure Of Sulfur Dioxide (So2) In Layer Livestock Workers In Bacukiki District, Parepare City One of the chemicals found in chicken farms is SO2 gas which is colorless and has a sharp smell. The purpose of this study was to determine the risk analysis of environmental health of exposure to Sulfur Dioxide (SO2) in laying hens in the Bacukiki sub-district, Parepare City. The farm has 15,000 chickens and has been established since 1999 with 8 livestock workers. This research is a quantitative research in analytical form using the ARKL method and was carried out from June to July 2021 with a total sample of 8 people. Based on the sample, it was found that the maximum amount of SO2 in this farm was 0.2mg/m3 while the minimum amount was 0.1mg/m3. With an average amount of 0.1mg/m3. The RfC value obtained is 0.00620mg/kg/day, which means it is still within the safe quality standard value. Value of Intake Life Time and Real Time Also still meet the safe requirements. After calculating the Life Time and Real Time RQ, it is found that the Life Time RQ <1 calculation means it is risky so Risk Management needs to be done. The conclusion in this study is that in the Real Time calculation, all respondents are not at risk of having health problems due to SO2 exposure, while in the Life Time calculation it is found that RQ <1 which means all respondents are at risk of having health problems due to SO2 exposure. For Laying Chicken Livestock Workers, it is expected that they will be more concerned about health and special attention from the Environment Service and the Parepare City Health Office. Keywords: ARKL, SO2 exposure, laying hens Abstrak: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Sulfur Dioksida (So2) Pada Pekerja Ternak Ayam Petelur Di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Salah satu bahan kimia yang ada di peternakan ayam adalah gas SO2 yang memiliki karakteristik tidak berwarna dan berbau tajam. Tujuan pada penelitian kali ini untuk mengetahui analisis risiko Kesehatan lingkungan pajanan Sulfur Dioksida (SO2) pada pekerja ternak ayam petelur yang berada di kecamatan bacukiki Kota Parepare. Peternakan tersebut memiliki ayam sebanyak 15.000 ekor dan telah berdiri sejak tahun 1999 dengan jumlah pekerja ternak sebanyak 8 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dalam bentuk analitik dengan menggunakan metode ARKL dan dilaksanakan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli tahun 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 8 orang. Berdasarkan sampel yang ditemukan jumlah maksimal SO2 pada peternakan ini adalah 0,2mg/m3 sedangkan jumlah minimal adalah 0,1mg/m3. Dengan jumlah rata rata 0,1mg/m3. Adapun nilai RfC yang didapat yaitu sebesar 0,00620mg/kg/hari yang berarti masih dalam nilai baku mutu yang aman. Nilai Intake Life Time dan Real Time Juga masih memenuhi syarat aman. Setelah dilakukan perhitungan RQ Life Time dan Real Time di temukan pada perhitungan Life Time RQ <1 yang berarti berisiko sehingga perlu di lakukan Manajemen Risiko. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada perhitungan Real Time seluruh responden tidak berisiko memiliki gangguan kesehatan akibat pajanan SO2 sedangkan pada perhitungan Life Time di temukan RQ <1 yang berarti seluruh responden berisiko memiliki gangguan Kesehatan akibat pajanan SO2. Bagi Pekerja Ternak Ayam Petelur diharapkan agar lebih peduli terhadap kesahatan serta adanya perhatian khusus dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Parepare. Kata Kunci : ARKL, Pajanan SO2, Peternakan ayam petelur
Pengaruh Pengaruh Kadar Air, Dosis Dan Lama Pengedapan Koagulan Serbuk Biji Kelor Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Fitri, Nur Sagita; Amir, Rahmi; Willem, Ilham; Hengky, Henni Kumaladewi
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4183

Abstract

Abstract: The Influence Of Water Content, Dosage and Duration Of Morage Powder Coagulants As Alternative Processing Liquid wasted Of Tofu Industry. The tofu industry is an industry that produces organic waste in the form of solid and liquid waste that has a high level of pollution and is usually directly channeled into water bodies without any prior processing. To overcome this problem, tofu liquid waste is processed first using an alternative natural coagulant, namely Moringa seed powder. This study aims to determine the effect of the coagulant of Moringa seed powder on the reduction of tofu liquid waste parameters. This research is an experimental research. Sampling of tofu liquid waste was carried out at the Cempae tofu factory, Soreang, Parepare City. Variations in the dose of coagulant used in this study were 2 g, 3 g, 4 g, and 5 g. The initial characteristics of the tofu industrial wastewater showed that the concentration of COD and TSS did not meet the quality standards of liquid waste in the South Sulawesi Governor's Regulation Number 69 of 2010. This study was carried out with fast stirring for 3 minutes and slow stirring for 12 minutes using a magnetic stirrer. The initial results of tofu liquid limbal before being given a coagulant of Moringa seed powder were COD 354 mg/L, TSS 362 mg/L, Turbidity 105 NTU and pH 4. The final results showed the optimum value for decreasing COD levels after being given a coagulant of Moringa seed powder by 80% , TSS 48% and Turbidity 25%. The results of this study can be concluded that Moringa seed is an effective coagulant because it has an influence on the processing of tofu industrial wastewater as seen from the decrease in the optimum COD level by 80%, but the deviations obtained may be due to not all coagulants being coagulated and flocculated perfectly. of decreased levels of TSS and Turbidity with a percentage of <50%.Keywords: Moisture Content, Dosage, Precipitation Time, Moringa Seeds, Tofu Liquid Waste Abstrak: Pengaruh Kadar Air, Dosis dan Lama Pengendapan Koagulan Serbuk Biji Kelor Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu. Industri tahu merupakan industri yang menghasilkan limbah organik berupa limbah padat dan cair yang memiliki tingkat pencemaran tinggi dan biasanya langsung dialirkan ke badan air tanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu. Untuk mengatasi masalah tersebut limbah cair tahu dilakukan pengolahan terlebih dahulu menggunakan alternatif koagulan alami yaitu serbuk biji kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari koagulan serbuk biji kelor terhadap penurunan parameter limbah cair tahu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pengambilan sampel limbah cair tahu dilakukan di pabrik tahu Cempae, Soreang Kota Parepare. Variasi dosis koagulan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, 2 gr, 3 gr, 4 gr, dan 5 gr. Karakteristik awal limbah cair industri tahu menunjukkan konsentrasi COD dan TSS yang belum memenuhi baku mutu limbah cair pada Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 69 tahun 2010. Penelitian ini dilakukan dengan pengadukan cepat selama 3 menit dan pengadukan lambat selama 12 menit menggunakan magnetic stirre. Hasil awal limbal cair tahu sebelum diberikan koagulan serbuk biji kelor yaitu COD 354 mg/L, TSS 362 mg/L, Turbiditas 105 NTU dan pH 4. Hasil akhir penelitian menunjukkan nilai optimum pada penurunan kadar COD setelah diberikan koagulan serbuk biji kelor sebesar 80%, TSS 48% dan Turbiditas 25%. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Biji kelor merupakan koagulan yang efektif karena memiliki pengaruh terhadap pengolahan limbah cair industri tahu terlihat dari penurunan kadar COD optimum sebesar 80%, namun terjadi penyimpangan yang diperoleh mungkin disebabkan karena tidak semua koagulan yang terkoagulasi dan terflokulasi secara sempurna terlihat dari penurunan kadar TSS dan Turbidity dengan persentase < 50%.Kata Kunci: Kadar Air, Dosis, Lama Pengendapan, Biji Kelor, Limbah Cair Tahu
Analisis Analisis Risiko Pajanan Nitrogen Dioksida (NO2) Pada Peternakan Ayam Petelur Di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare Nopita, Vinni; Amir, Rahmi; Nusu, Ishaq; Hengky, Henni Kumaladewi
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4187

Abstract

Abstract: Risk Analysis of Nitrogen Dioxide (NO2) Exposure in Layer Farms in Bacukiki District, Parepare City. One of the chemicals produced from animal husbandry activities is NO2 gas, which has a toxic characteristic that stings the nose and is brownish red in color and can cause irritation to the walls of the respiratory tract and can cause narrowing of the airways in both healthy people and asthmatics. The purpose of this study was to determine the environmental health risk analysis of exposure to Nitrogen Dioxide (NO2) on laying hens in Bacukiki District, Parepare City. The farm has 15,000 chickens and has been established since 1999 with 8 workers. This research is a quantitative research in analytical form using the ARKL method. The sample in this study were livestock workers totaling 8 people using total sampling. Data analysis used univariate analysis and risk analysis. Based on the results of the study, the maximum amount of NO2 concentration in livestock was 0.07mg/m3 while the minimum amount was 0 mg/m3 with an average amount of 0.04mg/m3 while the RfC value obtained was 0.00537mg/kg/day with The lowest realtime intake value is 0.00035mg/kg and the highest is 0.00128mg/kg, with the lowest lifetime intake value is 0.00219mg/kg and the highest is 0.00356mg/kg which means it is still below the concentration of the standard quality standard for Nitrogen pollution. Dioxide is still safe. After calculating the realtime and Lifetime RQ values 1 which means that there is no risk of causing health problems and is still in the safe category, there is no need for Risk Management. It can be stated that NO2 exposure by inhalation on laying hens in Bacukiki District, Parepare City is still safe. Keywords: ARKL, NO2 Exposure, Layer Chicken Farm Abstrak: Analisis Risiko Pajanan Nitrogen Dioksida (NO2) pada Peternakan Ayam Petelur di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Salah satu bahan kimia yang dihasilkan dari aktivitas peternakan adalah gas NO2 yang memiliki karakteristik racun berbau tajam menyengat hidung dan berwarna merah kecoklatan dan dapat menyebabkan iritasi pada dinding alat pernapasan dan dapat menyebabkan penyempitan saluran nafas baik pada orang sehat maupun penderita asma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis risiko kesehatan lingkungan pajanan Nitrogen Dioksida (NO2) pada peternakan ayam petelur di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Peternakan tersebut memiliki ternak sebanyak 15.000 ekor ayam dan telah berdiri sejak tahun 1999 dengan jumlah pekerja sebanyak 8 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dalam bentuk analitik dengan menggunakan metode ARKL. Sampel pada penelitian ini adalah pekerja ternak yang berjumlah 8 orang dengan menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis risiko. Berdasarkan hasil Penelitian yang diperoleh jumlah maksimal konsentrasi NO2 pada peternakan adalah 0,07mg/m3 sedangkan jumlah minimum adalah 0 mg/m3 dengan jumlah rata-rata 0,04mg/m3 adapun nilai RfC yang didapatkan yaitu sebesar 0,00537mg/kg/hari dengan nilai intake responden realtime terendah 0,00035mg/kg dan tertinggi yaitu 0,00128mg/kg, dengan nilai intake lifetime terendah yaitu 0,00219mg/kg dan tertinggi yaitu 0,00356mg/kg yang berarti masih berada di bawah konsentrasi standar baku mutu pencemaran Nitrogen Dioksida yang masih aman. Setelah dilakukan perhitungan nilai RQ realtime dan Lifetime ≤1 yang berarti tidak berisiko menimbulkan gangguan kesehatan dan masih dalam katagori aman sehingga tidak perlu dilakukan Manajemen Risiko. Hal ini dapat dinyatakan bahwa pajanan NO2 secara inhalasi pada peternakan ayam petelur di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare masih aman. Kata kunci : ARKL, Pajanan NO2, Peternakan Ayam Petelur
Gambaran Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang Saleh, Akmal; Amir, Rahmi; Muin, Herlina
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4188

Abstract

Abstract : Overview of Household Waste Management During the Covid-19 Pandemic in Pangkajene Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. Garbage is the remaining use of the benefits used by human needs. Human growth, which increases every year, cannot be separated from the largest contributor of waste in various regions. The purpose of this study is to find out the source of household waste, an overview of household waste management and the role of the government in handling household waste in Pangkajene Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. This research is a descriptive qualitative research, and uses an observational method which is carried out in the working area of ​​the Pangkajene Sidrap sub-district using an interview guide instrument. This study used 9 different informants. In this study, the sources of waste came from the daily activities of housewives and online shopping for teenagers, waste management was good using the 3R principles (reuse, reduce, and recycle), and the role of the government was also very good by distributing trash cans, providing officers and waste transport vehicles, TPS3R waste management sites, and provide TPS and TPA. Sources of waste come from the daily activities of housewives, waste management with the 3R principles (reuse, reduce, and recycle), and the government's role has been running as it should. The government must often conduct training so that the community's knowledge is more and more in managing household waste. Keywords: Waste, reuse, reduce, and recycle, government Abstrak : Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Sampah merupakan sisa pakai dari kemanfaatan yang digunakan oleh kebutuhan manusia. Pertumbuhan manusia yang setiap tahun bertambah, tidak lepas dari penyumbang sampah terbesar di berbagai daerah. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui sumber sampah rumah tangga, gambaran pengelolaan sampah rumah tangga dan peran pemerintah dalam penanganan sampah rumah tangga di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dan menggunakan metode observasional yang dilaksanakan di cakupan wilayah kerja kelurahan Pangkajene Sidrap menggunakan instrumen panduan wawancara. Penelitian ini menggunakan 9 informan yang berbeda. Dalam penelitian ini diperoleh sumber sampah berasal dari kegiatan sehari-hari ibu rumah tangga dan belanja online pada remaja, pengelolaan sampah sudah baik dengan menggunakan prinsip 3R (reuse, reduce, dan recycle), dan peran pemerintah juga sangat baik dengan membagikan tong sampah, menyediakan petugas dan kendaraan pengangkut sampah, tempat pengelolaan sampah TPS3R, dan menyediakan TPS dan TPA. Sumber sampah berasal dari kegiatan sehari-hari ibu rumah tangga, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reuse, reduce, dan recycle), dan peran pemerintah sudah berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah harus sering melakukan pelatihan agar pengetahuan masyarakat semakin banyak dalam mengelola sampah rumah tangga. Kata kunci : Sampah, reuse, reduce, recycle, pemerintah
Efek Paparan Limbah Debu Pada Pekerja Pengangkut Semen Tonasa Fadhillah Yusri, Farah; Amir, Rahmi; Usman
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 6 No. 2 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v6i2.6432

Abstract

Efek paparan limbah debu pada pekerja pengangkut semen tonasa kabupaten pangkep Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: 1) Untuk menemukan efek paparan limbah debu pada pekerja pengangkut semen tonasa; 2) Untuk menemukan perilaku pekerja yang mempunyai pengetahuan tentang cara menggunakan alat pelindung diri; 3) Untuk menemukan masa kerja pekerja pengangkut semen Tonasa. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif yang diartikan sebagai teknik pengambilan sampel yang menggambarkan kejadian atau fenomena yang terjadi di lapangan dan menyajikan informasi tentang kejadian atau fenomena yang sebenarnya secara sistematis, faktual dan akurat dari lapangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik dari informan kunci dilokasi PT. Tonasa Lines dan PT. Prima Karya Manunggal ditemukan ada beberapa pekerja mengalami gangguan Kesehatan pada saat jam kerja berlangsung, hal ini ditandai dengan gejala yang muncul seperti batuk, iritasi mata dan iritasi pada kulit dikarenakan kontak langsung dengan debu dan semen di lapangan kerja baik semen curah ataupun semen zak; 2) Penggunaan APD digudang tidak selengkap APD dipelabuhan, karena tingginya kadar debu di dalam gudang penyimpanan semen tersebut mempengaruhi adanya efek dari paparan limbah debu mengakibatkan terganggunya kesehatan para pekerja; 3) Masa kerja rata-rata para pekerja pengangkut semen tonasa di Pelabuhan sekitar 20-30 tahun dan di Gudang sekitar 30-40 tahun. Kata Kunci : Efek paparan debu, pekerja PT. Semen Tonasa Effects of exposure to dust waste on workers transporting tonasa cement in Pangkep Regency This study aims to find: 1) To find out the effects of exposure to dust waste on workers transporting tonasa cement; 2) To find the behavior of workers who have knowledge about how to use personal protective equipment; 3) To find the working time of Tonasa cement transport workers. The research method is descriptive qualitative which is defined as a sampling technique that describes events or phenomena that occur in the field and provides information about the actual events or phenomena systematically, factually and accurately from the field. The research results show that: 1) The characteristics of the key informants at PT. Tonasa Lines and PT. Prima Karya Manunggal found that several workers experienced health problems during working hours, this was indicated by symptoms that appeared such as coughing, eye irritation and skin irritation due to direct contact with dust and cement in the workplace, both bulk cement and sack cement; 2) The use of PPE in the warehouse is not as complete as PPE in the port, because the high level of dust in the cement storage warehouse affects the effects of exposure to dust waste resulting in the disruption of the health of workers; 3) The average working period of tonasa cement transport workers at the Port is around 20-30 years and at the Warehouse around 30-40 years. Keywords: Effect of dust exposure on PT. Tonas Cement
Dampak Limbah Cangkang Tiram Terhadap Lingkungan Di Desa Lajari Kabupaten Barru as, asniar; Haniarti; Zarkasyi, Rahmat; Umar, Fitriani; Amir, Rahmi
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 6 No. 2 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v6i2.6725

Abstract

Abstrak : Keberadaan limbah sering kali dijauhi orang karena dianggap sebagai barang kotor, tidak berguna, dan tidak memiliki manfaat. Padahal jika limbah organic khususnya mampu dimanfaatkan dengan baik dibuat sebuah kerajinan bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Salah satu limbah organik yang bisa dimanfaatkan dengan dibuat kerajinan adalah cangkang kerang. Adapaun informan yang diambil oleh penelitian ini sebanyak 11 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak limbah cangkang tiram serta pemanfaatan limbah cangkang tiramdi Kampung Lajari Kabupaten Barru. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kurang memperhatikan limbah cangkang tiram dan membuang limbah cangkang timaram disekitar kediamannya yang menimbulkan canggkang tiram berserakan serta bau yang menyengat dan merusak lingkungan. Dampak limbah cangkang tiram terhadap lingkungan di Kampung Lajari, Kabupaten Barru, Menggangu lingkungan disekitarnya berupa cangkang tiram yang berserakan bau yang menyengat, dan terjadi pencemaran air dan tanah. Limbah cangkang tiram di Kampung Lajari, Kabupaten Barru, dimanfaatkan sebagai timbunan disekitar lokasi pengelolahan cangkang tiram, juga sebagai souvenir berupa hiasan dinding, tempat tisu, bingkai foto. Disarankan instansi yang terkait untuk melaksanakan sosialisasi tentang manfaat limbah cangkang tiram kepada masyarakat pelatihan kerajinan seni berupa produk cendramata. Kata kunci: cangkang tiram, limbah, lingkungan Abstrack : The existence of waste is often shunned by people because it is considered dirty, useless, and has no benefits. In fact, if organic waste in particular can be put to good use, it can be made into a craft, which can generate huge profits. One of the organic wastes that can be utilized by making crafts is shells. There were 11 informants taken by this study. The purpose of this study was to find out the impact of oyster shell waste and the utilization of oyster shell waste in Kampung Lajari, Barru Regency. The results showed that the community paid less attention to oyster shell waste and disposed of the oyster shell waste around their residence which caused scattered oyster shells and a pungent odor and damaged the environment. The impact of oyster shell waste on the environment in Kampung Lajari, Barru Regency, disrupted the surrounding environment in the form of scattered oyster shells that had a pungent odor, and water and soil contamination. around the location for oyster shells processing, as well as souvenirs in the form of wall decorations, tissue boxes, photo frames. It is recommended that the relevant agencies carry out socialization on the benefits of oyster shell waste to the community for training in arts crafts in the form of souvenir products . Keywords: Oyster shell, waste, environment
Positive Deviance Kejadian Stunting pada Keluarga Miskin Nurhasanah, Nurhasanah; Umar, Fitriani; Thasim, Sukmawati; Anggraeny, Rini; Amir, Rahmi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3203

Abstract

Keluarga dengan tingkat ekonomi rendah atau miskin biasanya rentan terhadap stunting. Namun, di daerah kumuh atau miskin justru ditemukan penyimpangan positif, yaitu adanya balita yang cukup gizi atau status gizi baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana riwayat ASI, praktek pemberian makan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, dan perilaku hidup bersih pada balita yang tidak stunting dari keluarga miskin di Desa Siddo Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan 7 orang informan yakni 1 orang petugas gizi, 4 orang ibu balita, dan 2 orang kader posyandu, ngan metode snowball sampling. Hasil penelitian didapatkan ibu dari balita tidak stunting dari keluarga miskin memiliki riwayat pemberian ASI yang baik meliputi pemberian ASI eksklusif dan tetap berusaha memberikan ASI pada anak meski sibuk bekerja atau keluar. Riwayat pemberian MP-ASI yang baik meliputi, pemberian MP-ASI pada saat umur 6 bulan, frekuensi pemberian MP-ASI umumnya 3 kali sehari, porsi MP-ASI diberikan sesuai dengan usia balita, komposisi MP-ASI, serta prioritas pemberian makan pada anak. Kebiasaan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang baik seperti, penimbangan balita setiap bulan, imunisasi lengkap, pemberian obat pada balita pada saat sakit atau membawa balita ke puskesmas. Kebiasaan perilaku hidup bersih yang baik seperti, kebiasaan kebersihan diri balita maupun kebiasaan kebersihan lingkungan tempat tinggal. Disarankan bagi petugas kesehatan perlu adanya peningkatan pemberian edukasi pada ibu hamil dan ibu balita terkait pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dan MP-ASI serta praktek-praktek positif lainnya dalam upaya pencegahan stunting.