Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF FIFTH GRADE STUDENTS OF TEGALREJO 1 STATE ELEMENTARY SCHOOL Desetria Cici; Karunia Estri, Arimbi; Indri Kurniasari, Cecilia
Journal of Nursing Culture and Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1 No. 2 2024
Publisher : Rifapublisher.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70049/jnctech.v1i2.11

Abstract

Background: Nutrition is essential for school children's growth, development, energy, cognitive function, and immune system. High-quality nutrition optimizes brain growth and development. Objective: This study aims to determine the relationship between nutritional status and academic achievement among fifth-grade students at SD Negeri Tegalrejo 1, Yogyakarta. Method: This quantitative, correlational study was conducted from March to July 2023 at Jalan Bener No. 40, Tegalrejo, Yogyakarta. Nutritional status and academic performance were assessed using anthropometric measurements (BMI-for-age Z-scores) and final report card grades. The study included 56 students, with 53 ultimately participating due to exclusion criteria (absence during data collection). Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Spearman's correlation test. Result: The results showed no significant relationship between nutritional status and academic achievement (P-value = 0.642, P > 0.05). Conclusions: Factors such as dietary habits, physical activity, motivation, talent, interest, and learning willingness, along with external factors like school environment, family, and socio-economic status, may contribute more significantly. Schools should monitor students' nutritional status through regular height and weight measurements and collaborate with local health facilities. This study focused solely on cognitive aspects of academic achievement, suggesting future research should include a more comprehensive assessment of student performance.
Pengalaman Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Dalam 3 Bulan Pertama Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Isparwanti, Yustina; Estri, Arimbi Karunia; Rahayu, Margareta Hesti
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.243

Abstract

Latar Belakang : Chronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan pada fungsi ginjal yang bersifat progresif dan tidak dapat dipulihkan lagi. Hal tersebut mengakibatkan terjadi kegagalan pada ginjal dalam proses metabolisme atau proses pembuangan zat- zat sisa dalam tubuh sehingga meningkatkan kadar ureum dalam darah. Pasien CKD yang menjalani hemodialisis terutama dalam 3 bulan pertama akan mengalami banyak perubahan dalam hidupnya di semua aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial, ekonomi dan spiritual. Tujuan : Penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis dalam 3 bulan pertama. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskripstif. Sampel dalam penelitian sebanyak 5 responden dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang telah di buat oleh peneliti yang memuat tentang probing pengalaman pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis dalam 3 bulan pertama dan analisa data dengan menggunakan metode colaizzi. Hasil Penelitian : Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengalaman pasien CKD yang menjalani Hemodialisis dalam 3 bulan pertama di rumah sakit Panti Rapih didapatkan 5 tema yaitu : (1) Perubahan Fisik dan Aktivitas Fisik, (2) Perasaan dan gejolak emosional, (3) Ketidaktahuan partisipan mengenai faktor penyakit berisiko CKD (4) Penerimaan terhadap kondisi sakit, (5) Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi sumber motivasi partisipan. Kesimpulan : Pengalaman pasien CKD dalam tiga bulan pertama merupakan suatu hal penting yang menentukan keberhasilan terapi. Untuk pengembangan lebih lanjut dan implementasi yang lebih holistik disarankan adanya penelitian yang berpusat pada pasien untuk membantu setiap pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kata Kunci : Pengalaman, Chronic Kidney Disease, Hemodialisis
ANALISIS KESESUAIAN INSTRUMEN PENGKAJIAN KESEHATAN MULUT ORAL HEALTH ASSESMENT TOOL (OHAT) DAN ORAL ASSESMENT SCALE (OAS) PADA PASIEN CRITICAL CARE Ayu, Yanu; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Journal Healthcare Education Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 No. 1 2025
Publisher : Yayasan Healing and Healthcare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral hygiene is very important to prevent infection in patients in the ICU, especially those using ventilators. The mouth's natural cleansing mechanism can be disrupted, increasing the risk of ventilator-associated pneumonia (VAP) due to microorganisms that develop in the oropharynx and spread to the airways within 48 hours. "This study aims to compare the Oral Health Assessment Instrument (OHAT) and Oral Assessment Scale (OAS) scores in assessing the oral health condition of ICU & HCU patients at Atama Jaya Hospital, North Jakarta." With a quantitative research design and comparative analytical observational approach, the sample consisted of 27 patients selected according to the inclusion criteria. Data were collected using OHAT and OAS, and analyzed using the Mann Whitney statistical test. The results showed that there was a significant difference between OHAT and OAS in assessing patients' oral health (p=0.000). The OAS demonstrated a higher median score, reflecting higher sensitivity in detecting variations in oral health and providing a more inclusive assessment than the OHAT. Conclusion: OAS is better at identifying significant oral health problems.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI ICU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Kuncoro, Suryo; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.330

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar pasien ICU mengalami agitasi yang disebabkan faktor penyakit dasar, nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan ventilator. Komplikasi pemasangan ventilator menyebabkan penurunan curah jantung, ditandai hipotensi yang mempengaruhi hemodinamik. Penanganan ketidakstabilan hemodinamik paling efektif dengan terapi farmakologi berupa sedasi dan analgetik. Penggunaan sedasi dan analgetik secara terus menerus menyebabkan ketergantungan dan depresi pernafasan. Dibutuhkan terapi komplementer non farmakologi yaitu terapi musik sebagai bentuk intervensi keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang disukai pasien terhadap status hemodinamik pasien yang menggunakan ventilator dengan mengidentifikasi perbedaan status hemodinamik (Mean Arterial Pressure/MAP, denyut jantung dan dan frekuensi pernafasan) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik di Rumah Sakit Panti rapih yogyakarta. Penelitian kuantitatif pre-experimental design one-group pre-post test design. Total Sampling sebanyak 30 responden, inklusinya pasien yang menggunakan ventilator, usia pasien > 6 tahun, mendapatkan persetujuan keluarga dan skor Ramsay < 4 dan eksklusinya pasien dengan gangguan pendengaran. Musik yang disukai pasien diberikan sekali pemberian selama 20 menit. Uji Wilcoxon Mean Arterial Pressure (MAP) pv 0,083, hasil uji Paired T-test denyut jantung pv = 0,003 dan hasil uji Wilcoxon frekuensi pernafasan pv = 0,003. Diskusi: Terapi musik sebagai terapi komplementer non farmakologi, diharapkan dapat membantu terapi utama mengendalikan dosis sedasi dan analgetik, dalam upaya menurunkan lama penggunaan ventilator, biaya perawatan dan lama perawatan di ICU. Kesimpulan: Pemberian musik yang disukai terhadap pasien yang menggunakan ventilator di ICU dapat mempengaruhi status hemodinamik pada denyut jantung dan frekuensi pernafasan, tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap MAP.
PENGENALTERAPAN TEKNOLOGI SOLAR DRYING DALAM PENGOLAHAN MANISAN BUAH "SO SWEET” SEBAGAI OLEH OLEH KHAS EDUWISATA KEBUN BUAH BENDOSARI Purnawijayanti, Hiasinta Anatasia; Estri, Arimbi Karunia; Setyaning, Ruth Surya Wahyu; Pujiastuti, Veronica Ima
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2290

Abstract

Eduwisata Kebun Buah Bendosari merupakan suatu usaha yang diinisiasi oleh kelompok tani Desa Sumbersari yang bergerak di bidang perkebunan dan berfokus pada eduwisata mengenai pertanian organik. Bidang usahanya meliputi usaha kebun buah, terutama jambu kristal dan mangga, wisata petik buah dan outbond, pelatihan pertanian organik dan persewaan tempat. Mitra belum memiliki produk olahan buah hasil kebun yang dapat menjadi oleh oleh khas dan menjadi sumber pendapatan serta belum memiliki alternatif solusi penanganan melimpahnya produksi buah saat panen raya serta waste buah yang kurang layak sebagai buah segar namun layak sebagai bahan dasar produk olahan. Tujuan kegiatan adalah mengembangkan eduwisata kebun buah Bendosari melalui pengolahan manisan buah dengan memanfaatkan teknologi pengeringan “solar drying” untuk menghasilkan manisan buah kering yang dapat menjadi oleh oleh khas. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan lima metode meliputi sosialisasi, pelatihan pengolahan manisan buah, pelatihan pengemasan, pelabelan dan pemasaran, penerapan teknologi pengeringan “solar drying” dan pengemasan, pendampingan dan evaluasi serta perencanaan tindak lanjut. Hasil kegiatan berupa alat “solar dryer dapat dirancang bangun dan digunakan untuk proses pengeringan manisan buah. Mitra menunjukkan peningkatan pengetahuan dalamm pengolahan manisan buah, pelabelan dan pengemasan, penentuan harga jual dan pemasaran. Mitra mampu menerapkan teknologi pengeringan “solar drying” dalam pengolahan manisan, mampu menerapkan teknologi pengemasan dan mampu membuat rencana tindak lanjut produksi manisan buah “so sweet” sebagai oleh oleh khas Eduwisata Kebun Buah Bendosari. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan eduwisata kebun buah Bendosari melalui pengolahan manisan buah dengan memanfaatkan teknologi pengeringan “solar drying” untuk menghasilkan manisan buah kering yang dapat menjadi oleh oleh khas berhasil dilaksanakan.
Developing a New Tool for Early Detection of the Nutritional and Health Risk Factors of Urban Workers’ Productivity Nai, Hildagardis Meliyani Erista; Estri, Arimbi Karunia; Widianti, Christina Ririn
Kesmas Vol. 18, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition and health play vital roles in work productivity. This study aimed to develop a risk self-assessment tool called Early Detection of the Nutritional and Health Risk Factors on the productivity of urban workers. This study was conducted in two stages: 1) the development of the tool to determine the nutritional and health risk factors that affect productivity based on literature reviews and scoring systems and 2) the testing of validity and reliability. Finally, the tool contained 63 items, including 28 items on nutritional risk factors and 35 on health risk factors. The validity of the tool was assessed using the content validity index (CVI): item-level CVI (I-CVI) and scale-level CVI (S-CVI), and face validity index (FVI) and reliability using Cronbach’s alpha coefficient. Preliminary versions of this tool showed a high content validity (I-CVI = 1.00; S-CVI based on the average method = 1). The face validity index among urban workers was at least 0.90, and the overall Cronbach’s alpha coefficient was 0.70. The tool developed is acceptable, but revisions are still needed, and sample sizes must be increased.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI ICU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Kuncoro, Suryo; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.330

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar pasien ICU mengalami agitasi yang disebabkan faktor penyakit dasar, nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan ventilator. Komplikasi pemasangan ventilator menyebabkan penurunan curah jantung, ditandai hipotensi yang mempengaruhi hemodinamik. Penanganan ketidakstabilan hemodinamik paling efektif dengan terapi farmakologi berupa sedasi dan analgetik. Penggunaan sedasi dan analgetik secara terus menerus menyebabkan ketergantungan dan depresi pernafasan. Dibutuhkan terapi komplementer non farmakologi yaitu terapi musik sebagai bentuk intervensi keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang disukai pasien terhadap status hemodinamik pasien yang menggunakan ventilator dengan mengidentifikasi perbedaan status hemodinamik (Mean Arterial Pressure/MAP, denyut jantung dan dan frekuensi pernafasan) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik di Rumah Sakit Panti rapih yogyakarta. Penelitian kuantitatif pre-experimental design one-group pre-post test design. Total Sampling sebanyak 30 responden, inklusinya pasien yang menggunakan ventilator, usia pasien > 6 tahun, mendapatkan persetujuan keluarga dan skor Ramsay < 4 dan eksklusinya pasien dengan gangguan pendengaran. Musik yang disukai pasien diberikan sekali pemberian selama 20 menit. Uji Wilcoxon Mean Arterial Pressure (MAP) pv 0,083, hasil uji Paired T-test denyut jantung pv = 0,003 dan hasil uji Wilcoxon frekuensi pernafasan pv = 0,003. Diskusi: Terapi musik sebagai terapi komplementer non farmakologi, diharapkan dapat membantu terapi utama mengendalikan dosis sedasi dan analgetik, dalam upaya menurunkan lama penggunaan ventilator, biaya perawatan dan lama perawatan di ICU. Kesimpulan: Pemberian musik yang disukai terhadap pasien yang menggunakan ventilator di ICU dapat mempengaruhi status hemodinamik pada denyut jantung dan frekuensi pernafasan, tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap MAP.
EDUKASI MENGGUNAKAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI PADA ANAK SD DI YOGYAKARTA: EDUCATION USING BOOKLET MEDIA ON DISASTER PREPAREDNESS KNOWLEDGE OF MOUNT MERAPI ERUPTION AMONG ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN JOGJAKARTA Pambayun, Yosep Putro; Estri, Arimbi Karunia; Herlin Lidya
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam, mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerugian harta benda, dampak psikologis dan gangguan kesehatan mental yang lebih kompleks. Indonesia merupakan negara yang rentan akan bencana alam seperti letusan gunung berapi Pendidikan siaga bencana merupakan salah satu kegiatan untuk mangantisipasi bencana khususnya pada anak-anak Sekolah Dasar yang dapat dilakukan sedini mungkin pada anak-anak SD. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan kesiapsiagaan anak sekolah dasar. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif pra eksperimental, menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Sampel penelitian ini adalah 32 responden yang menggunakan teknik proportional cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah media edukasi booklet dan kuesioner kesipasigaan yang dikembangkan oleh penulis. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan kesiapsiagaan pada data pre-test dan post-test. Hasil uji Wilcoxon mengonfirmasi adanya perbedaan yang bermakna antara kesiapsiagaan sebelum dan sesudah pemberian media booklet (p value = 0,000), membuktikan bahwa media booklet efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan responden. Saran: Sekolah Dasar di Kecamatan Cangkringan dapat membuat edukasi maupun pelatihan mengenai kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Merapi secara rutin sehingga kesiapsiagaan anak dapat dipantau dan ditingkatkan secara berkala.
Hubungan Pelaksanaan Oral Hygiene terhadap Kejadian Infeksi Rongga Mulut pada Pasien yang terpasang Ventilator di ICU Rumah Sakit Panti Rapih Pradana, Widya Desi; Estri, Arimbi Karunia; Wibowo, Tandean Arif
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1333

Abstract

Oral hygiene merupakan perawatan mulut sehari-hari perlu untuk melindungi integritas selaput lendir, gigi, gusi dan bibir. Tindakan dengan membersihkan area mulut dilakukan setiap 4 jam dengan cairan chlorhexidine 0,2 % dan sikat gigi 2x sehari yaitu pagi dan sore. Terdapat perbedaan standar operasional pelaksanaan dan fakta yaitu ketika dilakukan obeservasi perawat melakukan oral hygiene tidak sesuai jadwal dan menunda pelaksanaan oral hygiene. Berdasarkan observasi perawat melakukan oral hygiene dengan cairan chlorheksidine 0,2% tidak sesuai jam yang ditentukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pelaksanaan oral hygiene dengan kejadian infeksi rongga mulut pada pasien terpasang ventilator di ICU Rumah Sakit Panti Rapih. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Cross Sectional. Pengambilan data 14 Juni-14 Juli 2023 dengan accidental sampling sebanyak 31 responden. Menggunakan instrumen cek list dan Beck Oral Assessment Scale (BOAS). Hasil karakteristik pasien lebih dari separuh responden yang berjenis kelamin laki­laki 20 orang (64,5 %), responden terbanyak berusia lanjut usia (>60) sebanyak 23 orang (74 %), lebih dari separuh responden yang tidak merokok sebanyak 22 orang (71 %). Hampir seluruhnya pelaksanaan Oral Hygiene sudah dilakukan sesuai SOP sebanyak 26 pasien (87,1 %). Seluruh responden mengalami infeksi, infeksi ringan sebanyak 26 orang (83,9 %) dan infeksi sedang sebanyak 5 orang (16,1%). Setelah dilakukan uji fisher 0,112, karena p value > 0,05 maka dapat disimpulkan H0 diterima artinya tidak ada hubungan pelaksanaan oral hygiene terhadap kejadian infeksi rongga mulut pada pasien terpasang ventilator di ICU Rumah Sakit Panti Rapih. Walaupun tidak ada hubungan pelaksanaan oral hygiene terhadap kejadian infeksi rongga mulut namun oral hygiene pada pasien terpasang ventilator harus tetap dilakukan untuk mencegah komplikasi. Penilaian dengan intrumen BOAS menunjukan hasil sebanyak 83,9 % mengalami infeksi ringan dan 16,1% mengalami infeksi sedang, sehingga BOAS dapat direkomendasikan untuk evaluasi kesehatan rongga mulut terutama pasien terpasang ventilator.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI ICU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Kuncoro, Suryo; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.330

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar pasien ICU mengalami agitasi yang disebabkan faktor penyakit dasar, nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan ventilator. Komplikasi pemasangan ventilator menyebabkan penurunan curah jantung, ditandai hipotensi yang mempengaruhi hemodinamik. Penanganan ketidakstabilan hemodinamik paling efektif dengan terapi farmakologi berupa sedasi dan analgetik. Penggunaan sedasi dan analgetik secara terus menerus menyebabkan ketergantungan dan depresi pernafasan. Dibutuhkan terapi komplementer non farmakologi yaitu terapi musik sebagai bentuk intervensi keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang disukai pasien terhadap status hemodinamik pasien yang menggunakan ventilator dengan mengidentifikasi perbedaan status hemodinamik (Mean Arterial Pressure/MAP, denyut jantung dan dan frekuensi pernafasan) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik di Rumah Sakit Panti rapih yogyakarta. Penelitian kuantitatif pre-experimental design one-group pre-post test design. Total Sampling sebanyak 30 responden, inklusinya pasien yang menggunakan ventilator, usia pasien > 6 tahun, mendapatkan persetujuan keluarga dan skor Ramsay < 4 dan eksklusinya pasien dengan gangguan pendengaran. Musik yang disukai pasien diberikan sekali pemberian selama 20 menit. Uji Wilcoxon Mean Arterial Pressure (MAP) pv 0,083, hasil uji Paired T-test denyut jantung pv = 0,003 dan hasil uji Wilcoxon frekuensi pernafasan pv = 0,003. Diskusi: Terapi musik sebagai terapi komplementer non farmakologi, diharapkan dapat membantu terapi utama mengendalikan dosis sedasi dan analgetik, dalam upaya menurunkan lama penggunaan ventilator, biaya perawatan dan lama perawatan di ICU. Kesimpulan: Pemberian musik yang disukai terhadap pasien yang menggunakan ventilator di ICU dapat mempengaruhi status hemodinamik pada denyut jantung dan frekuensi pernafasan, tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap MAP.