Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The effectiveness of WHO Anthro training in improving the data quality of nutritional status of preschool children Wahyuntari, Evi; Fauzia, Faurina Rizca
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 2, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(2).93-103

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masalah triple burden di Indonesia menjadi salah satu target dari Sustainnable Development Goals (SDGs) yang harus segera diselesaikan karena berkaitan dengan penurunan kematian balita akibat gizi buruk. Deteksi dini tumbuh kembang anak belum optimal mengatasi masalah gizi karena masih ada guru yang masih kesulitan menentukan status gizi sehingga data yang dilaporkan masih manual dan belum akurat.Tujuan: melihat efektifitas pemberian pelatihan WHO Anthro terhadap kualitas data status gizi anak sekolah.Metode: Penelitian Quasi Eksperimental dengan rancangan pretest-postest equivalent repeated measured, menggunakan dua kelompok. Penelitian dilakukan bulan Januari-Maret 2023. Sampel sejumlah 40 guru terbagi dalam 2 kelompok sama rata. Guru TK ABA di Kapenawon Gamping yang berstatus aktif dan sudah mengisi informed consent, akan masuk menjadi responden. Peserta pelatihan yang tidak mengikuti tes sebanyak 3 kali akan dieksklusi. Kelompok kontrol dilatih pengeplottan status gizi menggunakan grafik WHO dan kelompok perlakuan dilatih menggunakan aplikasi WHO Anthro Plus. Pelatihan dilakukan selam 2 bulan untuk menilai  pretes, midtes, dan postes. Analisa data menggunakan Uji Friedman dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey HSD.Hasil: Hasil uji friedman, kelompok yang dilatih menggunakan aplikasi WHO Anthro Plus terbukti kualitas data status gizi yang dihasilkan signifikan berbeda dengan nilai p value= 0,000 (p<0,05) baik dari aspek keakuratan data maupun manfaatnya. Hasil Post hoc Tukey HSD membuktikan bahwa dari tiga kali penilaian kualitas data, penilaian yang dilakukan setelah dua bulan dari pelatihan terbukti signifikan berbeda p value=0,007 (p<0,05). Hal ini disebabkan peserta pelatihan langsung mempraktekkan WHO Anthro Plus di sekolah masing-masing.Kesimpulan: Aplikasi WHO Anthro Plus terbukti memudahkan guru TK/PAUD dalam penentuan status gizi dan laporan status gizinya menjadi lebih berkualitas karena lebih akurat dan bermanfaat untuk deteksi dini tumbuh kembang anak di tiap sekolah. KATA KUNCI: WHO Antrho; Gizi; pelatihan guru ; stuntingABSTRACTBackground: The triple burden problem in Indonesia has become one of the Sustainable Development Goals (SDGs) targets that must be urgently addressed due to its critical role in reducing toddler mortality attributed to malnutrition. However, the early detection of child growth issues is not optimal because some teachers still struggle to determine nutritional status, resulting in manual and inaccurate data.Objectives: This study aims to assess the effectiveness of providing WHO Anthro training on the quality of nutrition status data for schoolchildren. Methods: This research employs a quasi-experimental design with a pretest-posttest equivalent design, measured repeatedly, using two groups. The study was conducted from January to March 2023. A total of 40 ABA School Teachers at Kapenawon Gamping who had provided informed consent participated as respondents. Training participants who did not pass the test three times were excluded. The control group received training on plotting nutritional status using WHO charts, while the treatment group was trained using the WHO Anthro Plus application. The training spanned two months, including pre-tests, mid-tests, and post-tests. Data analysis involved the Friedman test followed by the Tukey HSD post hoc test.Results: The results of the Friedman test revealed a significant difference in the quality of nutritional status data produced by the group trained using the WHO Anthro Plus application (p-value = 0.000, p < 0.05). This difference was observed in both data accuracy and the perceived benefits. This improvement occurred because training participants were able to practice using WHO Anthro Plus in their respective schools.Conclusions: The study concludes that the WHO Anthro Plus application facilitates school teachers in determining nutritional status more accurately and efficiently. As a result, the reported data is of higher quality, enhancing the early detection of child growth issues in schools. KEYWORDS: data quality; kindergarten teacher; training; stunting; WHO Anthro
The Correlation Between Diet Patterns and Anemia on Female Adolescent at Madarasah Aliyah Negeri 1 Sleman Wahyuntari, Evi; Indahsari, Sulistyaning Nur
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v2i1.77

Abstract

Anemia is a condition where the number of red blood cells or hemoglobin (Hb) levels in the blood is lower than normal values ​​for groups of people according to age and gender. Based on data from the DIY Provincial Health Service in 2023, the number of anemic teenagers will reach 29.5%. This study aims to determine the relationship between diet and the incidence of anemia in young women at Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman. This type of research uses analytical observational, with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this research was a purposive sampling technique, namely 45 samples. Data collection tools and methods use questionnaires and digital Hb check tools. This research was conducted in June 2024. The majority of teenagers aged 15-17 years at Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman who had poor diets were 19 respondents (42.2%) while 31 young women aged 15-17 years had anemia. respondents (68.9%) at Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman. The results of statistical tests using chi-square obtained a p-value <0.05, namely 0.000, so it can be concluded that Ha is accepted, meaning that the hypothesis in this research is that there is a relationship between the independent variable and the dependent variable. variable. It is recommended that young women be encouraged to prevent anemia and improve their diet to include nutritious nutrition.
PELATIHAN PEMERIKSAAN SADARI DI PCA KRATON D.I. YOGYAKARTA Dwi Ernawati; Wahyuntari, Evi; Mamnuah; Herlin Fitriani Kurnia; Herlin Fitriana Kurnia
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i3.1320

Abstract

Perempuan memiliki resiko terkena kanker payudara yang bisa penyebab kematian paling umum. Data empiris menunjukkan bahwa kejadian kanker meningkat seiring bertambahnya usia, namun usia muda tidak menjamin keamanan terhadap kanker payudara.  Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perempuan tentang pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga meningkatkan kesadaran untuk rutin menjalani SADARI. Metode yang digunakan diawali dengan pemaparan informasi, demonstrasi dan latihan pelaksanaan SADARI. Hasil yang didapat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terjaringnya peserta sebanyak 127 orang. Peserta yang bersedia untuk melakukan sadari dengan bimbingan ada 15 orang, dan hasil pemeriksaan SADARI 10 orang tersebut dalam kondisi normal. Simpulan Simpulan Pengurus PCA Kraton sudah mampu untuk melakukan deteksi dini kanker payudara sendiri dengan Teknik yang benar. Kata kunci : Sadari, PCA Kraton, Perempuan, Kanker Payudara
Pemberdayaan Kader Majelis Kesehatan Dalam Mendukung Gerakan Aisyiyah Sehat di PCA Kraton Wahyuntari, Evi; Pratika Wahyu Hidaya
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i1.1636

Abstract

Latar belakang: Tingginya AKI dan AKB yang belum mencapai target pada tahun 2024 ini menuntut peningkatan kases layanan keehatan yang bermutu melalui deteksi berjenjang dari Masyarakat yaitu mellaui kader kesehatan. Tujuan: mitra berdaya dalam hal Kesehatan ibu dan anak sehingga mampu melakukan deteksi dini dan penyuluhan. Permasalahan: terdapat AKI, kematian neonatal dan kehamilan risiko tinggi. Metode: Participatory Learning and Action (PLA) dengan 3 tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasil: pelatihan kader majelis kesehatan PCA Kraton di ikuti 27 peserta dengan materi pelatihan kesehatan ibu dan anak serta pengukuran atropometri dengan benar. Simpulan: meningkatnya kemampuan kader dalam hal pengetahuan terkait kesehatan ibu dan anak serta kader mampu melakukan pengukuran atropometrid engan tepat dan benar. Kata Kunci: Aisyiyah, GRASS, kesehatan ibu anak, kader
POSYANDU BALITA DI MASA PANDEMI COVID-19 Evi Wahyuntari; Esitra Herfanda
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i1.367

Abstract

Latar belakang: Pandemi Covid-19 berdanpak terhadap seluruh aspek termasuk dalam pelayanan posyandu yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Pelayanan posyandu perlu melakukan inovasi untuk penyesuaian baru. Tujuan: pelatihan inovasi pelayanan posyandu di masa pandemic seperti pelaksanana posyandu tatap muka, konsultasi melalui media sosial. Permasalahan: yang dihadapi mitra adalah berdasarkan identifikasi jumlah balita di Posyandu Jinten 5 b sebanyak 20 balita dimana selama masa pandemi tidak dapat melakukan pemeriksaan tumbuh dan kembang sehingga tidak diketahui tumbuh kembang balita. Metode : diberikan penyuluhan terkait covid-19 dan pelaksanaan posyandu masa pandemic, pemanfaatan media sosial dan dan pelayanan kesehatan. Hasil:. Terdapat 5 kader yang megikuti sosialisasi, WAG sebagai media informasi dan pelaksanaan pelayanan posyandu telah dilakukan sesuai dengan protocol kesehatnd an door to door selama PKKM Darurat Jawa-Bali. Simpulan: Pelayanan Posyandu memegang peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita sehinga inovasi media sosial selama masa panndemi sangat membantu dalam hal penyampaian informasi kesehatan ibu dan anak.
AKSI CEGAH STUNTING BERSAMA IGABA KAPANEWON GAMPING Evi Wahyuntari; Faurina Rizca Fauzia; Ratna Yunita Setiyani Subarjo
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.462

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi di Indonesia yang masih sangat tinggi salah satunya adalah stunting. Prevalensi kejadian stunting di DIY sebesar 10,69% dan Kapenawon Gamping menjadi prioritas lokus stunting pada tahun 2021 dan 2022.  Tujuan: pemberdayaan guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) melalui pelatihan guru agar mampu melakukan deteksi dini dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) permasalahan gizi anak. Permasalahan: Sampel 6 TK ABA ditemukan 56 (22%) anak  status gizi buruk, 26 (10%)  anak obesitas, dan 29 orang (11%) stunting. Metode: Pelatihan guru terkait dengan pencegahan stunting dari segi gizi, kebersihan, tumbuh kembang anak, dan psikologi orangtua terhadap kesehatan anak. Hasil:  Terdapat 61 guru TK anggota IGABA yang telah diberikan pelatihan, tersedia buku gizi, tumbuh kembang dan coping stress sebagai media KIE yang dapat dimanfaatkan guru dan  52 (85,2%) skor pengetahuan meningkat.   Simpulan:   Pemberian pelatihan guru sebagai salah satu upaya mengoptimalkan peran guru untuk pencegahan stunting pada anak pra sekolah . Kata kunci : Stunting, pra sekolah, tumbuh kembang
Gambaran Masalah dan Gangguan Kesehatan Mental Maternal pada Masa Kehamilan di Wilayah Yogyakarta Monika I, Yovy Mesa; Septiana, Cesa; Wahyuntari, Evi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i2.3666

Abstract

Mental health disorders in pregnant and postpartum mothers can have an impact on maternal welfare and child development. This study aims to determine the level of mental health disorders in pregnant mothers at the MCH Clinic of Puskesmas (Public Health Centre). This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach to 94 respondents. Data were collected using the SRQ-20 questionnaires. The results showed that the majority of pregnant mothers were aged 20-35 years, had more than two parities, gave birth normally, breastfed exclusively, and had a pregnancy gap of more than two years. Most of them had secondary education, were unemployed, and had incomes below minimum. Mental health disorders were found in 16 pregnant women (17.0%), with risk factors including age, parity, employment status, and economy. The conclusion of this study shows that socioeconomic and employment factors have an influence on the mental health of pregnant and postpartum mothers. Therefore, more attention is needed, such as providing easy access to counseling or psychological services for pregnant and postpartum mothers, providing sufficient maternity leave and holding educational programs for pregnant women and families regarding mental health, stress management and social support in efforts to prevent and treat mental health disorders in pregnant and postpartum mothers
Pemberdayaan Kader Majelis Kesehatan Dalam Mendukung Gerakan Aisyiyah Sehat di PCA Kraton Wahyuntari, Evi; Pratika Wahyu Hidaya
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i1.1636

Abstract

Latar belakang: Tingginya AKI dan AKB yang belum mencapai target pada tahun 2024 ini menuntut peningkatan kases layanan keehatan yang bermutu melalui deteksi berjenjang dari Masyarakat yaitu mellaui kader kesehatan. Tujuan: mitra berdaya dalam hal Kesehatan ibu dan anak sehingga mampu melakukan deteksi dini dan penyuluhan. Permasalahan: terdapat AKI, kematian neonatal dan kehamilan risiko tinggi. Metode: Participatory Learning and Action (PLA) dengan 3 tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasil: pelatihan kader majelis kesehatan PCA Kraton di ikuti 27 peserta dengan materi pelatihan kesehatan ibu dan anak serta pengukuran atropometri dengan benar. Simpulan: meningkatnya kemampuan kader dalam hal pengetahuan terkait kesehatan ibu dan anak serta kader mampu melakukan pengukuran atropometrid engan tepat dan benar. Kata Kunci: Aisyiyah, GRASS, kesehatan ibu anak, kader
Pemberdayaan Kader Majelis Kesehatan Dalam Mendukung Gerakan Aisyiyah Sehat di PCA Kraton Wahyuntari, Evi; Pratika Wahyu Hidaya
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i1.1636

Abstract

Latar belakang: Tingginya AKI dan AKB yang belum mencapai target pada tahun 2024 ini menuntut peningkatan kases layanan keehatan yang bermutu melalui deteksi berjenjang dari Masyarakat yaitu mellaui kader kesehatan. Tujuan: mitra berdaya dalam hal Kesehatan ibu dan anak sehingga mampu melakukan deteksi dini dan penyuluhan. Permasalahan: terdapat AKI, kematian neonatal dan kehamilan risiko tinggi. Metode: Participatory Learning and Action (PLA) dengan 3 tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasil: pelatihan kader majelis kesehatan PCA Kraton di ikuti 27 peserta dengan materi pelatihan kesehatan ibu dan anak serta pengukuran atropometri dengan benar. Simpulan: meningkatnya kemampuan kader dalam hal pengetahuan terkait kesehatan ibu dan anak serta kader mampu melakukan pengukuran atropometrid engan tepat dan benar. Kata Kunci: Aisyiyah, GRASS, kesehatan ibu anak, kader
SKRINING KADAR VITAMIN D SERUM PADA WANITA USIA SUBUR Wahyuhidaya, Pratika; Wahyuntari, Evi; P, Oktavianus Wahyu
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 10, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v10i1.19984

Abstract

Abstract: WUS are women aged 15-49 years who are ready to face pregnancy. The services that can be provided in preparation for pregnancy include physical examinations, supporting examinations, nutritional supplementation and health consultation. One of the supporting examinations that can be provided is checking serum vitamin D levels which is associated with reproductive health problems such as infertility and also pregnancy complications such as preeclampsia. The research aims to examine serum vitamin D levels in WUS. This research was conducted on WUS who came to the RSKIA Sadewa Midwifery Polyclinic. The sampling technique used purposive sampling with a total of 40 respondents. Inclusion criteria: Women aged 20-35 years, want to have serum Vitamin D levels checked, female adolescents aged 13-18 years, registered. Exclusion criteria: Women of childbearing age who are pregnant. The results of screening for serum vitamin D levels in fertile women had found 28 (70%) respondents with infertility, 21 (52.5%) respondents with abnormal BMi and 27 (67.5%) respondents with vitamin D deficiency. countries with tropical climates, 67,5% of WUS experiences vitamin D deficiency and 52.5% infertility. The suggestion is that by getting an overview of Vitamin D levels in women of childbearing age, it can reduce complications in pregnancy.Abstrak: WUS merupakan Wanita usia 15-49 tahun yang siap menghadapai kehamilan. Adapun pelayanan yang dapat diberikan dalam persiapan kehamilan diantaranya pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, suplementasi gizi dan kosnultasi Kesehatan Pemeriksaan penunjang yang dapat diberikan salah satunya dengan pemeriksaan kadar vitamin D serum yang dikaitkan dengan salah satu masalah kesehatan reproduksi seperti infertilitas dan juga komplikasi kehamilan seperti preeklamsia. Penelitian bertujuan melakukan skrining kadar vitamin D serum pada WUS. Penelitian ini dilakukan pada WUS yang datang di poli Kebidanan RSKIA Sadewa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 40 responden. Kriteria inklusi: Wanita usia 20-35 tahun, bersedia dilakukan cek kadar serum Vitamin D, remaja putri usia 13- 18 tahun, tercatat. Kriteria eksklusi: Wanita usia subur yang sedang hamil. Hasil skrining kadar vitamin D serum pada wanita subur didapatkan 28 (70%) reponden dengan infertilitas, 21 (52,5%) responden dengan IMT tidak normal dan 27 (67,5%) responden dengan defisiensi vitamin D. Kesimpulan penelitian walaupun Indonesia sebagai negara dengan iklim tropis, 67,5% WUS mengalami defisiensi vitamin D dan 52,5% mengalami infertilitas. Saran dengan di dapatkan gambaran kadar Vitamin D pada wanita usia subur dapat mengurangi komplikasi pada kehamilan.