Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Profil Kecerdasan Adversitas (Adversity Quotient) Siswa Kelas XII SMAN 1 Tarakan Utami, Sri; Azizah, Nur; Hajaroh, Mami; Eliasa, Eva Imania; Sovayunanto, Riski; Siswoko, Heri
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): VOLUME 8, NOMOR 1 (2024): JANUARI-APRIL
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/quanta.v8i1.4342

Abstract

This study aims to determine the description of Adversity of class XII students of SMAN 1 Tarakan. In class XII students who have a series of tasks that must be fulfilled as a graduation requirement.  Although the government in the Circular Letter (SE) of the Minister of Education and Culture Number 1 of 2021 has eliminated the national exam, it requires resilience in completing tasks as a graduation requirement, one of which is taking the School Examination and has completed the entire learning program. besides that, class XII students are also preoccupied with the choice of continuing studies after graduating from high school. This study uses a quantitative approach that is descriptive in nature with a survey method. The population in this study were students of class XII SMAN 1 Tarakan with a total of 362 students. Sampling in this study used simple random sampling, by first calculating the number of samples using the Slovin formula, so that the number of research samples obtained was 190 students. Data collection using Adversity Response Profile (ARP). Instrument testing with expert validation (expert judgment), namely experts in the field of counseling and language experts. The reliability test results show that the reliability index of the adversity quotient instrument is 0.920. The index shows that the instrument has a very high level of reliability and can be used in research. Research results 39 people (21%) were in the high category or climbers, 151 people (79%) were in the medium category or campers, and the low category or quitters 0%.
Pengembangan Game Teka-Teki Silang Untuk Memperkenalkan Stres Akademik Siswa Di MTS Negeri Tarakan Anggraini, Kiki Marselia; Riski Sovayunanto; Tri Cahyono
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 5 No. 03 (2022): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/reform.v5i03.110

Abstract

Pengembangan Game Teka-teki Silang Untuk Memperkenalkan Stres Akademik Siswa Di MTs Negeri Tarakan”, Stres Akademik merupakan sebuah bentuk dari tekanan-tekanan yang terjadi pada siswa yang di akibatkan oleh persaingan dan tuntutan akademik sehingga diperlukan layanan bimbingan klasikal yang inovatif terkait stress akademik. Layanan inovatif terdiri dari media yang digunakan disesuaikan dengan pola pikir dan kebutuhan siswa agar layanan klasikal yang diberikan tidak monoton atau membosankan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kelayakan media permainan teka-teki silang dalam mengenalkan stress akademik siswa MTS Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan atau Research and Development (R&D). Permainan teka-teki silang ini diuji oleh ahli media, ahli materi dan menggunakan kelompok kecil sebanyak 41 siswa. Hasil penilaian ahli media sebesar 9,3 atau 75%, ahli meteri memberikan nilai 7,6 atau 70,1%, dengan total keseluruhan skor dari kelas delapan yaitu 1451 atau 85% artinya media permainan teka teki silang dikatakan layak. Hal ini di perkuat oleh hasil uji skala kecil pada kelas 7 yaitu 84,6 atau 85% sehingga secara keseluruhan permainan teka-teki silang dengan media power poin layak digunakan
Pengaruh Teknik Kontrak Perilaku Terhadap Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah Ayu, Sarinah; Sovayunanto, Riski; Rahmi, Siti
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4790

Abstract

Perilaku agresif verbal adalah bentuk perilaku atau keinginan yang diarahkan dengan tujuan untuk menyakiti dengan tindakan melukai orang lain secara verbal (kata-kata) secara langsung maupun tidak langsung, seperti mengumpat, mengejek, berkata kasar, fitnahan, bergunjing atau menyindir, kritikan, hinaan bahkan ancaman melalui kata-kata jika dibiarkan dan tidak diatasi sesegera mungkin sangat berpotensi untuk memicu perilaku agresif non verbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik kontrak perilaku berpengaruh terhadap perilaku agresif verbal siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 45 siswa kelas IX. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 10 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan infrensial. Uji hipotesis  menggunakan uji paired sampel t.test dengan SPSS versi 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa  nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik kontrak perilaku terhadap perilaku agresif verbal siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator memaki, mengejek, menghina, marah-marah, bergosip, adu domba mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan penurunan perilaku pada saat pemberian pos-testKata Kunci:Teknik Kontrak Perilaku, Perilaku Agresif Verbal
PEMBENTUKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI DI LAPAK AJAIB TARAKAN Heriani, Nur; Sovayunanto, Riski; Ismuniar, Cici
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4825

Abstract

Ditemukan anak usia dini yang kurang terfasilitasi dalam pengembangan kreativitasnya ketika anak sulit dalam menentukan ide saat menggambar, menentukan warna, anak kurang menuangkan imajinasinya untuk menciptakan karya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bimbingan kelompok dan hasil penerapan kelompok bimbingan dalam pembentukan kreativitas anak usia dini di Lapak Ajaib Tarakan di tinjau dari aspek pengembangan kreativitas 4P (Pribadi, Pendorong, Proses dan Produk). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan informan penelitian ini terdiri dari 2 orang mentor lapak Ajaib dan 5 orang anak usia dini yang tergabung di lapak Ajaib. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data, yaitu menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penerapan bimbingan kelompok di lapak Ajaib dilakukan melalui tahap perencanaan, tahap ini mempersiapkan berbagai macam perlengkapan, mencatat kebutuhan perkembangan anak usia dini sebelum pelaksanaan bimbingan, pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan mentor sesuai dengan materi pembelajaran yang direncanakan, dan evaluasi kegiatan pembelajaran ini dilakukan kepada mentor guna memberikan wawasan terkait ekfektivitas kebijakan bimbingan kelompok dalam mengembangan kreativitas anak usia dini di Lapak Ajaib Tarakan.
The Influence of Simulation Game Techniques in Group Guidance Services to Improve the Work Ethic of Class X Students at SMK Negeri 2 Tarakan Rahmadania, Natasya Nur; Sovayunanto, Riski; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4765

Abstract

Work ethic is the value held by a person by showing the attitude they take and believe in when carrying out their work. The work ethic of students at SMK Negeri 2 Tarakan is still low with the behavior shown by students, namely often delaying doing assignments, not being confident in their abilities, trusting their friends more in doing or answering something, often copying/cheating on friend's assignments, often being late in carrying out their responsibilities, and several other things. Efforts that can be made to improve student's low work ethic are implementing group guidance services using simulation games techniques. This type of research was quantitative with a pre-experimental approach and a one group pre-test-post-test design. The sampling technique in this research used a purposive sampling technique, with a population of 508 students and a sample of 8 class X students. The data collection technique in this research used an instrument in the form of a likert scale regarding work ethic. Data analysis uses descriptive and inferential statistics using the paired samples t-test. Based on the result of this research, the calculation of the paired samples t-test obtained a sig (2-tailed) value for the two-way test of 0.0000.05, then Ho was rejected and Ha was accepted, which means that there is an influence of the application of simulation games techniques in group guidance services to improve ethos work of class X students at SMK Negeri 2 Tarakan.
PERAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MEMBENTUK KARAKTER BERNALAR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA Marinda, Nanda Vira; Padmi, Ni Made Diah; Sovayunanto, Riski
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.5779

Abstract

Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Fenomena yang terdapat di SMA Negeri 1 Tarakan yaitu: peserta didik sulit untuk mengajukan pertanyaan, kurang aktif dalam berdiskusi, sulit menganalisis permasalahan secara kritis, sulit menganalisis informasi dari berbagai sumber, sulit mencari solusi dan mengambil keputusan serta menyampaikan pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 1 Tarakan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa Projek Profil Pelajar Pancasila di sekolah tersebut berhasil mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian integral dari karakter sesuai dengan elemen-elemen yang dikembangkan dalam proses pembelajaran, di mana siswa mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis melalui berbagai kegiatan, seperti berdiskusi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara objektif
Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Karakter Percaya Diri Siswa Di Kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan Merlin, Merlin; Cahyono, Tri; Sovayunanto, Riski
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4735

Abstract

Percaya diri dapat diartikan sebagai sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap tercapainya setiap keinginan dan harapan yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di SMA Negeri 1 Nunukan adalah masih banyak siswa yang kurang percaya diri seperti malu, takut salah, dan tidak berani berpendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan karakter percaya diri siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian terdiri dari dua guru bimbingan dan konseling yang ada di SMA Negeri 1 Nunukan, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian mengungkap bahwa percaya diri siswa di SMA Negeri 1 Nunukan masih kurang atau minim, dalam hal ini peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan percaya diri siswa dengan cara memberikan layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan konseling individual. Layanan yang paling sering digunakan guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan adalah layanan bimbingan klasikal. Dengan layanan ini guru bimbingan dan konseling akan melakukan pembiasaan kepada peserta didik yaitu dengan cara meminta setiap peserta didik untuk maju ke depan untuk memberikan pendapat dari hasil pembelajaran yang telah diberikan oleh guru bimbingan dan konseling.
Kesiapan Guru Dalam Persiapan Program inklusi di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Tarakan Andriani, Santi; Sovayunanto, Riski; Ismuniar, Cici
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i2.4916

Abstract

Saat ini belum terdapat sekolah inklusi di kota Tarakan maka dari itu keberadaan sekolah inklusi di kota Tarakan sangat diperlukan, agar anak berkebutuhan khusus yang masih bisa ditangani bisa mendapatkan hak pendidikan di sekolah regular, kesiapan guru dalam program inklusi ini sangat penting agar program inklusi berjalan dengan semestinya sesuai tujuan yang ingin dicapai dengan aspek kesiapan sikap dan emosi, kesiapan kognitif dan kesiapan berprilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan guru sekolah menengah atas negeri yang ada di kota Tarakan dalam persiapan program Inklusi.  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif dan informan penelitian terdiri dari 9 subjek diantaranya kepala sekolah, guru bimbingan konseling dan guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapan guru berbeda-beda dalam penyelenggaraan program inklusi, hanya ada dua guru yang siap karena sudah memiliki pengalaman, telah memahami metode pelajaran dan proses pembelajaran melalui pelatihan inklusi, guru-guru memiliki kesiapan dalam melakukan kerja sama dengan instansi manapun untuk meningkatkan kreativitas anak berkebutuhan khusus. sisanya menyatakan belum siap karena belum memiliki pengalaman dan memahami tentang program inklusi.
Work Ethic Skill Off Student (WESS) dukungan Kualitas Lulusan SMK Nurul Iman, Sebatik Timur Berkarir di KIHI Kaltara Sovayunanto, Riski; Rahmi, Siti; Suprianto, Suprianto
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 1, Issue 1, 2025
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v1i1.54

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui penguatan etos kerja, pengembangan keterampilan sosial-emosional, serta pemahaman terhadap proses seleksi kerja di dunia industri. Bertempat di SMK Nurul Iman, Sebatik Timur, kegiatan ini merupakan bentuk pemerataan akses pendidikan bermutu di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Materi yang disampaikan meliputi “Siapa Aku di Masa Depan?”, “Stabilitas Emosi dan Ketahanan Kerja”, “Work Ethic Skill of Students (WESS)”, “Membangun Hubungan dengan Disiplin Kerja”, hingga “Persiapan Seleksi Kerja”, yang dikemas secara reflektif dan kontekstual. Proses kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi terbuka, refleksi individu, permainan edukatif, studi kasus, dan sesi bersama praktisi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Hasil kegiatan menujukkan antusiasme siswa sangat tinggi, keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta kemampuan merefleksikan kekuatan, kelemahan, dan harapan masa depan mereka. Guru pendamping mencatat peningkatan kepercayaan diri dan orientasi karier siswa, sedangkan siswa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka mendalami kesiapan kerja dari sisi psikologis dan sosial, bukan semata keterampilan teknis. Pendekatan “Simulasi Masa Depan” dan “Guru Tamu” menjadi sarana bermakna dalam menjembatani dunia sekolah dan dunia kerja. Program ini tidak hanya mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila, tetapi juga menjadi wujud kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam pengembangan SDM vokasi di daerah perbatasan dan dapat direplikasi sebagai model lintas sektor yang kontekstual dan relevan di era global.
Strategi Penguatan Karakter Anak Melalui Kolaborasi Pentahelix di Kota Tarakan Ismuniar, Cici; Noviyanti, Nur Indah; Apriliyana, Nur Pangesti; Johan, Reza Bintangdari; Sovayunanto, Riski
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 1, Issue 1, 2025
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v1i1.75

Abstract

Program Penguatan karakter anak melalui kolaborasi pentahelix ini (akademisi, pemerintah, bisnis, komunitas, media) dilaksanakan di Selumit Pantai, Tarakan, untuk mengatasi fenomena putus sekolah akibat kerentanan ekonomi keluarga nelayan, bullying, dan lemahnya dukungan sosial. Program bertujuan membangun resilience character anak melalui tiga intervensi utama, yaitu 1) pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pesisir; 2) pendampingan anti-bullying; dan 3) penguatan jejaring dukungan sosial bagi anak yatim/rentan. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap dan berdiferensiasi berdasarkan kelompok usia (6-9 tahun, 9-12 tahun, 12-17 tahun). Aktivitas meliputi ice breaking interaktif untuk fondasi toleransi, tanggung jawab, dan disiplin; pendampingan terfokus menggunakan permainan tradisional modifikasi (kelompok bawah) dan edukasi self-grooming (kelompok tengah/atas); serta pendampingan berbasis Ramadan (mengaji, hafalan, kisah keteladanan Nabi) untuk penguatan karakter religius dan moral. Hasil menunjukkan efektivitas pendekatan bertahap dan sesuai perkembangan. Peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan, perilaku kooperatif, kejujuran dalam permainan, percaya diri remaja, serta kesadaran tanggung jawab personal dan lingkungan. Internaliasi nilai karakter (termasuk 18 nilai Kemendikbud) terjadi melalui pembelajaran eksperiensial dan observasional. Program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar adaptif dan kontekstual, menjadi model kolaboratif untuk penguatan karakter anak di wilayah pesisir perbatasan guna mendukung SDGs 4. Keberlanjutan program melalui pengembangan modul lanjutan disarankan.