Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

SOSISALISASI BERBANGSA BERNEGARA MELALUI BUDAYA HANDEP HAPAKAT PEMASANGAN BENDERA DALAM MEMPERKUAT MODERASI Muslimah Muslimah; Dafit Dafit; Wahyu Alfian; Abdul Azis Al Fatah; Tina Sarmila; Rinto Hasiholan Hutapea; Ria Ria; Juni Juni; Nali Eka; Riri Rianti; Indra Prayogi; Rini Astuti; Nadia Sri Agustin
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini didasarkan pada budaya kearifan lokal handep hapakat (gotong royong) masyarakat suku Dayak yang dijadikan sebagai pandangan hidup dalam mengimpelementasikan berupa nilai toleransi, persaudaraaan, hingga kesetaraan. Pengabdian berbasis riset dalam kelompok KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama berlokasi di desa Tangkahen, kecamatan Banama Tingang, kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah berlangsung selama empat puluh lima hari dari tanggal 19 Juli sampai dengan 1 September 2022. Sosialisasi dan penguatan moderasi beraagama dilakukan untuk memperkuat pola pikir masyarakat dalam menyikapi keragaman dengan bijak, toleran dan berkeadilan. Karenannya penting untuk melakukan pengabdian tentang sosialisasi membangun kehidupan berbangsa dan bernegara melalui budaya handep hapakat pemasangan bendera merah putih untuk memperkuat moderasi beragama di desa Tangkahen, kecamatan Banama Tingang, kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Metode yang dipakai dalam pengabdian masyarakat yaitu metode ABCD (Asset Based Community-driven Development) yang memiliki fokus utama memperkuat semangat kehidupan berbangsa dan bernegara serta moderasi beragama dengan pengembangan aset masyarakat dan sumber daya manusia melalui budaya sosial handep hapakat. Hasil pengabdian ini bahwa masyarakat desa Tangkahen yang selama ini sudah hidup dalam kebersamaan dan kekeluargaan, pada awalnya menganggap biasa saja terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara melalui budaya handep hapakat pemasangan bendera merah putih, karena sudah biasa dan aman-aman saja dalam kehidupan yang berbeda suku, budaya dan agama, namun dengan dilakukannya pengabdian melalui sosialisasi dalam praktik langsung, maka masyarakat desa Tangkahen semakin menyadari betapa pentingnya handep hapakat dalam pemasangan bendera merah putih yang berdampak pada penguatan moderasi beragama.
PENGUATAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN OLAHRAGA BOLA VOLI DI DESA TANGKAHEN Rinto Hasiholan Hutapea; Muslimah Muslimah; Nali Eka; Wahyu Alfian R.A.S; Riri Rianti; Ria Ria; Dafit Dafit; Rini Astuti; Nadia Sri Agustin; Juni Juni; Indra Prayogi; Abdul Azis Al Fatah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis program pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama di desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Program tersebut sebagai upaya mengoptimalisasikan kemitraan mahasiswa dengan masyarakat dalam penguatan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan olahraga bola voli. Pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Communitydriven Development) sebagai pemberdayaan aset yang dimiliki masyarakat, seperti memiliki sumber daya manusia yang terampil dalam berolahraga voli dan dapat dijadikan sebagai wadah untuk penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Adapun hasil dari pengabdian ini mengungkapkan bahwa program olahraga voli mampu berbaur dan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat, serta memberdayakan aset lokal dengan melakukan perbaikan lapangan bola dan fasilitasnya, yang kemudian menjadi rutinitas keseharian masyarakat pada sore hari. Selain itu, mahasiswa dan masyarakat mampu mengadakan perlombaan bola voli dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 pada bulan Agustus 2022. Perlombaan diikuti oleh masyarakat, khususnya pemuda-pemudi tingkat pelajar di Desa Tangakahen. Masyarakat Desa Tangkahen juga dapat memanfaatkan lapangan voli yang telah diperbaiki dan difasilitasi yang kemudian diberi papan nama “Lapangan Hantingan.” Masyarakat Desa Tangkahen senang dan gembira ketika bermain, tanpa memperdulikan perbedaan latar belakang suku, ras, dan agama. Masyarakat menunjukkan sikap yang antusias, akrab, saling tolong-menolong, saling menghormati, serta saling merawat kebersamaan dan keharmonisan.
MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI MODERASI BERAGAMA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DESA TUMBANG TARUSAN Muslimah Muslimah; Rinto Hasiholan Hutapea; Nali Eka; Wahyu Muhammad Ikrom; Nadia Merdiana; Evana Adetyana; Maresa Tania Dwi Wahyu; Natanael Eucharisteo; Dodoe Dodoe; Sonia Lestari; Khoridah Khoridah; Fera Dwi Haryati; Milatul Afifah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini ialah sebagai wadah memaksimalkan kerja sama para mahasiswa KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama bersama masyarakat dalam memperdayakan bimbingan belajar di Desa Tumbang Tarusan yang merupakan asset di Desa ini. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan ABCD (Asset Based Community Development) sebagai pendekatan untuk mengembangkan subtansi yang dikuasai desa secara maksimal. Setelah dilakukan survey dan pemetaan aset maka didapatkan hal yang mendesak untuk dilakukan yakni pengembangan aset bimbingan belajar desa untuk memaksimalkan kemampuan anak didik belajar di luar lingkungan sekolah. Pada pengapdian ini didapatkan hasil yakni program unggulan mahasiswa KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar. Bersinergi dengan guru-guru yang diberi tanggung jawab untuk mengajar, dengan bekerjasama kemudian memberi saran mengelompokkan siswa sesuai dengan kendala yang dihadapi, agar bisa diberi pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Selanjutnya, mahasiswa menempelkan beberapa tempelan tulisan abjad, perkalian, pertambahan dan beberapa tulisan mengenai edukasi tentang moderasi beragama. Sebagai kenang-kenangan dan pengetahuan agar dapat berguna bagi guru dan siswa. Seluruh siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar bersatu padu tanpa memandang keberagaman agama dan suku yang ada. Para siswa dan siswi menjalin keakraban, saling memotivasi serta menghargai satu sama lain.
MEMPERKUAT HARMONI NILAI KEBANGSAAN DAN MODERASI BERAGAMA DALAM TRADISI PAWAI OBOR DI DESA PANGI Muslimah Muslimah; Nali Eka; Rinto Hasiholan Hutapea; Mustapa Mustapa; Feri Irawan; Nurul Azizah; Eni Dia; Krisna Widia; Joni Joni; Fajar Anugrah; Margaret Wela Victoria Yanto; Wulan Nur Safitri; Ilmia Safana
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama bersama masyarakat memberdayakan aset yang ada, salah satunya adalah kegiatan masyarakat melakukan pawai obor sebagai bagian dari peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang di banyak tempat di Indonesia sudah menghilang, padahal memiliki banyak nilai yang terkandung di dalamnya. karenanya pengabdian ini penting dilakukan untuk memperkuat harmoni nilai kebangsaan dan moderasi beragama dalam pawai obor bagi masyarakat desa Pangi Kalimantan Tengah. Pengabdian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan agamis. Dilakukan dengan mengedepankan rasa persaudaraan selaku anak bangsa dan orang yang beragama kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil pengabdian ini terlihat bahwa sebelum diadakan pengabdian, masyarakat sudah hidup bersama dan bersaudara dalam perbedaan agama. Namun setelah diadakan pengabdian, masyarakat semakin menyadari jika melalui kegiatan pawai obor ada rasa kebangsaan yang menggugah hati mereka dan nilai moderasi yang semakin harmoni dan menyadari jika mempertahankan nilai kebangsaan dan moredasi perlu disadari dan diusahakan melalui berbagai cara, salah satunya melalui pawai obor.
Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen pada Peserta Didik dengan Pendekatan Evolusi Sosial Herbert Spencer Rinto Hasiholan Hutapea
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 1 (2024): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v4i1.258

Abstract

This study aims to analyze the cultivation of students' Christian Religious Education values with Herbert Spencer's social evolution approach. The literature review method is the approach used in this research. The results show that the process of social evolution starts from individuals who combine themselves into a family, the family joins into a community, the community becomes a society, and the society becomes a state, and so on is a development that emphasizes the process. The planting of Christian Religious Education values in students is the same, that every stage of behavioral and spiritual development of students requires a process. The process referred to here is an effort made by Christian Religious Education teachers to guide and educate students to the realization of Christian Religious Education values in the real lives of students.
Pembelajaran kontekstual pendidikan agama Kristen melalui Tari Giring-Giring berbasis media audio visual Hutapea, Rinto Hasiholan; Sahertian, Christiana Demaja W.; Tarumaselly, Yowelna
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.1092

Abstract

This research aims to analyze the design of a contextual learning model in Christian Religious Education by integrating Christian values through local cultural elements, namely the Giring-Giring dance. Audio-visual media in the form of Giring-Giring dance videos facilitate students' understanding more concretely and contextually understanding more concretely and contextually. The literature review method was used in data collection and data analysis. The results show that implementing this learning model has a positive impact on students' understanding and appreciation of Christian values. Some of the main findings of this research reveal that the use of audio-visual media in the form of Giring-Giring dance videos can increase students' interest and motivation in learning Christian values. Integrating local cultural elements through Giring-Giring dance helps learners understand the connection between Christian values and real life in the surrounding environment. A contextual approach in learning facilitates learners to construct knowledge and apply Christian values more meaningfully.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan model pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Agama Kristen dengan mengintegrasikan nilai-nilai kristiani melalui unsur budaya lokal, yaitu tari Giring-Giring. Media audio visual berupa video tari Giring-Giring digunakan untuk memfasilitasi pemahaman peserta didik secara lebih konkret dan kontekstual. Metode literature review digunakan dalam pengumpulan data maupun analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan penghayatan peserta didik terhadap nilai-nilai kristiani. Beberapa temuan utama dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan media audio visual berupa video tari Giring-Giring dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik dalam mempelajari nilai-nilai kristiani. Integrasi unsur budaya lokal melalui tari Giring-Giring membantu peserta didik memahami keterkaitan antara nilai-nilai kristiani dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran memfasilitasi peserta didik untuk mengonstruksi pengetahuan dan mengaplikasikan nilai-nilai kristiani secara lebih bermakna.
Inovasi Penilaian Berbasis Teknologi dalam Pendidikan Agama Kristen Hutapea, Rinto Hasiholan
Shift Key : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 14 No. 2 (2024): Regular Issue, Volume 14 Number 2 (2024)
Publisher : P3M STT Kristus Alfa Omega

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37465/shiftkey.v14i2.471

Abstract

This study aims to examine the role of Christian Religious Education teachers in utilizing innovative learning outcomes assessment in the digital era. In the context of education that is increasingly dependent on technology, teachers are required to have adequate digital competencies. The research method is a qualitative study with a literature study approach. The results show that although there are significant challenges in the use of learning technology, technology also provides various benefits in the assessment of learning outcomes. Technology-based assessment enables more flexible measurement of competencies and makes it easier for teachers to provide quick feedback. This research confirms the importance of developing teachers' digital competencies in creating competitive learning in the digital era.
Penilaian Otentik Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kearifan Lokal “Nyalah Karewau Napait Hang Urung” Hutapea, Rinto Hasiholan; Wahyuni, Hamey Tri; Feronika, Ferra
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i2.1725

Abstract

Abstract. This study aims to analyze local wisdom-based authentic assessment that helps facilitate Christian Religious Education teachers in assessing students' Christian character. This research was conducted by the ADDIE research and development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) at Buntok Senior High School 1. The results revealed that the design of the authentic assessment model of Christian Religious Education based on local wisdom “nyalah karewau napait hang urung” is a practical instrument to determine the level of learning progress of students, especially student behavior. By integrating local values into the assessment process, this design provides a relevant and contextualized approach to Christian Religious Education learning.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian otentik berbasis kearifan lokal yang membantu dan memudahkan guru Pendidikan Agama Kristen dalam penilaian karakter Kristiani peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) di SMAN 1 Buntok. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa desain model penilaian autentik Pendidikan Agama Kristen berbasis kearifan lokal “nyalah karewau napait hang urung” merupakan instrumen praktis untuk mengetahui tingkat kemajuan belajar siswa, khususnya perilaku siswa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam proses penilaian, desain ini memberikan pendekatan yang relevan dan kontekstual terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Kelas VIII di SMP Negeri 7 Palangka Raya Destri, Alti; Hutapea, Rinto Hasiholan
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v2i2.140

Abstract

This article discusses the influence of learning independence on the learning outcomes of Christian Religious Education in class VIII students at SMP Negeri 7 Palangka Raya. This research is a quantitative research of non-experimental methods. The variables studied were Learning Independence (X) and Learning Outcomes of Christian Religious Education (Y). This study aims to determine the influence of learning independence (X) on the learning outcomes of Christian Religious Education (Y), and to find out whether there is an influence and how much influence learning independence (X) has on the learning outcomes of Christian Religious Education (Y) students at SMP Negeri 7 Palangka Raya. The sample used was 38 people, while data collection was carried out with a questionnaire instrument. The results showed that the t-test analysis was calculated at 2,083, obtained a ttable value of 2,028. With a calculation greater than ttabel (2,083> 2,028) it means that Ha1 is rejected and H01 is accepted, and there is a significant direct influence between Learning Independence on the Learning Outcomes of Christian Religious Education at SMP Negeri 7 Palangka Raya, with a Coefficient of Determination of 10.8% the remaining 89.2% is influenced by other factors that were not studied. Artikel ini membahas tentang pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 7 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif metode non eksperimen. Variabel yang diteliti yaitu Kemandirian Belajar (X) dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen (Y). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar (X) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen (Y), dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dan seberapa besarnya pengaruh kemandirian belajar (X) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen (Y) peserta didik di SMP Negeri 7 Palangka Raya. Sampel yang digunakan sebanyak 38 orang, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis uji-t thitung sebesar 2,083, didapat nilai ttabel sebesar 2,028. Dengan thitung lebih besar dari ttabel (2,083> 2,028) artinya Ha1 ditolak dan H01 diterima, serta terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara Kemandirian Belajar terhadap Hasil belajar Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 7 Palangka Raya, dengan Koefisien Determinasi sebesar 10,8% sisanya 89,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Meningkatkan Ranah Afektif Siswa Lian, Lian; Hutapea, Rinto Hasiholan; Jeniva, Isabella
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2023): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i2.227

Abstract

The purpose of this study was to determine the social competence of Christian Religious Education teachers in improving the affective domain of students in class XI MIA 1 SMA Negeri 1 Manuhing. The research method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study stated that the social competence of PAK teachers in class XI MIA 1 SMA Negeri 1 Manuhing is very important so that Christian Religious Education teachers can manage emotions when teaching in class, can understand students in class, can provide positive self-identity for students, can increase knowledge and understanding school culture, can adopt social values, can behave and act objectively, can adapt to students in class, and can build good communication relationships with students in class. Then, the social competence of Christian Religious Education teachers in improving the affective domain of students in class XI MIA 1 SMA Negeri 1 Manuhing, namely the teacher builds good communication relationships and understands students with students, understands students' emotions, and tries to help students to be able to live according to values and Christian character.