Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI MODERASI BERAGAMA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DESA TUMBANG TARUSAN Muslimah Muslimah; Rinto Hasiholan Hutapea; Nali Eka; Wahyu Muhammad Ikrom; Nadia Merdiana; Evana Adetyana; Maresa Tania Dwi Wahyu; Natanael Eucharisteo; Dodoe Dodoe; Sonia Lestari; Khoridah Khoridah; Fera Dwi Haryati; Milatul Afifah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini ialah sebagai wadah memaksimalkan kerja sama para mahasiswa KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama bersama masyarakat dalam memperdayakan bimbingan belajar di Desa Tumbang Tarusan yang merupakan asset di Desa ini. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan ABCD (Asset Based Community Development) sebagai pendekatan untuk mengembangkan subtansi yang dikuasai desa secara maksimal. Setelah dilakukan survey dan pemetaan aset maka didapatkan hal yang mendesak untuk dilakukan yakni pengembangan aset bimbingan belajar desa untuk memaksimalkan kemampuan anak didik belajar di luar lingkungan sekolah. Pada pengapdian ini didapatkan hasil yakni program unggulan mahasiswa KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar. Bersinergi dengan guru-guru yang diberi tanggung jawab untuk mengajar, dengan bekerjasama kemudian memberi saran mengelompokkan siswa sesuai dengan kendala yang dihadapi, agar bisa diberi pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Selanjutnya, mahasiswa menempelkan beberapa tempelan tulisan abjad, perkalian, pertambahan dan beberapa tulisan mengenai edukasi tentang moderasi beragama. Sebagai kenang-kenangan dan pengetahuan agar dapat berguna bagi guru dan siswa. Seluruh siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar bersatu padu tanpa memandang keberagaman agama dan suku yang ada. Para siswa dan siswi menjalin keakraban, saling memotivasi serta menghargai satu sama lain.
MEMPERKUAT HARMONI NILAI KEBANGSAAN DAN MODERASI BERAGAMA DALAM TRADISI PAWAI OBOR DI DESA PANGI Muslimah Muslimah; Nali Eka; Rinto Hasiholan Hutapea; Mustapa Mustapa; Feri Irawan; Nurul Azizah; Eni Dia; Krisna Widia; Joni Joni; Fajar Anugrah; Margaret Wela Victoria Yanto; Wulan Nur Safitri; Ilmia Safana
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama bersama masyarakat memberdayakan aset yang ada, salah satunya adalah kegiatan masyarakat melakukan pawai obor sebagai bagian dari peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang di banyak tempat di Indonesia sudah menghilang, padahal memiliki banyak nilai yang terkandung di dalamnya. karenanya pengabdian ini penting dilakukan untuk memperkuat harmoni nilai kebangsaan dan moderasi beragama dalam pawai obor bagi masyarakat desa Pangi Kalimantan Tengah. Pengabdian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan agamis. Dilakukan dengan mengedepankan rasa persaudaraan selaku anak bangsa dan orang yang beragama kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil pengabdian ini terlihat bahwa sebelum diadakan pengabdian, masyarakat sudah hidup bersama dan bersaudara dalam perbedaan agama. Namun setelah diadakan pengabdian, masyarakat semakin menyadari jika melalui kegiatan pawai obor ada rasa kebangsaan yang menggugah hati mereka dan nilai moderasi yang semakin harmoni dan menyadari jika mempertahankan nilai kebangsaan dan moredasi perlu disadari dan diusahakan melalui berbagai cara, salah satunya melalui pawai obor.
Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen pada Peserta Didik dengan Pendekatan Evolusi Sosial Herbert Spencer Rinto Hasiholan Hutapea
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 1 (2024): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v4i1.258

Abstract

This study aims to analyze the cultivation of students' Christian Religious Education values with Herbert Spencer's social evolution approach. The literature review method is the approach used in this research. The results show that the process of social evolution starts from individuals who combine themselves into a family, the family joins into a community, the community becomes a society, and the society becomes a state, and so on is a development that emphasizes the process. The planting of Christian Religious Education values in students is the same, that every stage of behavioral and spiritual development of students requires a process. The process referred to here is an effort made by Christian Religious Education teachers to guide and educate students to the realization of Christian Religious Education values in the real lives of students.
Penilaian Otentik Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kearifan Lokal “Nyalah Karewau Napait Hang Urung” Hutapea, Rinto Hasiholan; Wahyuni, Hamey Tri; Feronika, Ferra
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i2.1725

Abstract

Abstract. This study aims to analyze local wisdom-based authentic assessment that helps facilitate Christian Religious Education teachers in assessing students' Christian character. This research was conducted by the ADDIE research and development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) at Buntok Senior High School 1. The results revealed that the design of the authentic assessment model of Christian Religious Education based on local wisdom “nyalah karewau napait hang urung” is a practical instrument to determine the level of learning progress of students, especially student behavior. By integrating local values into the assessment process, this design provides a relevant and contextualized approach to Christian Religious Education learning.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian otentik berbasis kearifan lokal yang membantu dan memudahkan guru Pendidikan Agama Kristen dalam penilaian karakter Kristiani peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) di SMAN 1 Buntok. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa desain model penilaian autentik Pendidikan Agama Kristen berbasis kearifan lokal “nyalah karewau napait hang urung” merupakan instrumen praktis untuk mengetahui tingkat kemajuan belajar siswa, khususnya perilaku siswa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam proses penilaian, desain ini memberikan pendekatan yang relevan dan kontekstual terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Kelas VIII di SMP Negeri 7 Palangka Raya Destri, Alti; Hutapea, Rinto Hasiholan
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v2i2.140

Abstract

This article discusses the influence of learning independence on the learning outcomes of Christian Religious Education in class VIII students at SMP Negeri 7 Palangka Raya. This research is a quantitative research of non-experimental methods. The variables studied were Learning Independence (X) and Learning Outcomes of Christian Religious Education (Y). This study aims to determine the influence of learning independence (X) on the learning outcomes of Christian Religious Education (Y), and to find out whether there is an influence and how much influence learning independence (X) has on the learning outcomes of Christian Religious Education (Y) students at SMP Negeri 7 Palangka Raya. The sample used was 38 people, while data collection was carried out with a questionnaire instrument. The results showed that the t-test analysis was calculated at 2,083, obtained a ttable value of 2,028. With a calculation greater than ttabel (2,083> 2,028) it means that Ha1 is rejected and H01 is accepted, and there is a significant direct influence between Learning Independence on the Learning Outcomes of Christian Religious Education at SMP Negeri 7 Palangka Raya, with a Coefficient of Determination of 10.8% the remaining 89.2% is influenced by other factors that were not studied. Artikel ini membahas tentang pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 7 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif metode non eksperimen. Variabel yang diteliti yaitu Kemandirian Belajar (X) dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen (Y). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar (X) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen (Y), dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dan seberapa besarnya pengaruh kemandirian belajar (X) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen (Y) peserta didik di SMP Negeri 7 Palangka Raya. Sampel yang digunakan sebanyak 38 orang, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis uji-t thitung sebesar 2,083, didapat nilai ttabel sebesar 2,028. Dengan thitung lebih besar dari ttabel (2,083> 2,028) artinya Ha1 ditolak dan H01 diterima, serta terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara Kemandirian Belajar terhadap Hasil belajar Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 7 Palangka Raya, dengan Koefisien Determinasi sebesar 10,8% sisanya 89,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Meningkatkan Ranah Afektif Siswa Lian, Lian; Hutapea, Rinto Hasiholan; Jeniva, Isabella
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2023): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i2.227

Abstract

The purpose of this study was to determine the social competence of Christian Religious Education teachers in improving the affective domain of students in class XI MIA 1 SMA Negeri 1 Manuhing. The research method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study stated that the social competence of PAK teachers in class XI MIA 1 SMA Negeri 1 Manuhing is very important so that Christian Religious Education teachers can manage emotions when teaching in class, can understand students in class, can provide positive self-identity for students, can increase knowledge and understanding school culture, can adopt social values, can behave and act objectively, can adapt to students in class, and can build good communication relationships with students in class. Then, the social competence of Christian Religious Education teachers in improving the affective domain of students in class XI MIA 1 SMA Negeri 1 Manuhing, namely the teacher builds good communication relationships and understands students with students, understands students' emotions, and tries to help students to be able to live according to values and Christian character.
Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen pada Peserta Didik dengan Pendekatan Evolusi Sosial Herbert Spencer Hutapea, Rinto Hasiholan
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 1 (2024): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v4i1.258

Abstract

This study aims to analyze the cultivation of students' Christian Religious Education values with Herbert Spencer's social evolution approach. The literature review method is the approach used in this research. The results show that the process of social evolution starts from individuals who combine themselves into a family, the family joins into a community, the community becomes a society, and the society becomes a state, and so on is a development that emphasizes the process. The planting of Christian Religious Education values in students is the same, that every stage of behavioral and spiritual development of students requires a process. The process referred to here is an effort made by Christian Religious Education teachers to guide and educate students to the realization of Christian Religious Education values in the real lives of students.
Manajemen Pelayanan Sekolah Minggu di Gereja Kalimantan Evangelis Jemaat Kasih Marawan Lama Wela Victoria, Margaret; Hutapea, Rinto Hasiholan
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 2 No 2 (2022): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/dp.v2i2.147

Abstract

This article aims to analyze the management of Sunday Schools in the Kalimantan Evangelical Church of Kasih Marawan Lama, South Barito Regency, Central Kalimantan Province. The problem is that the church is not aware that Sunday schools are experiencing some management-related problems. This caused the Sunday school categorical worship service to be unable to perform its functions properly. This research uses a qualitative method by examining phenomena that occur in the field and providing an explanation of what the author sees and feels and describes the results of interviews with informants. The results of the study revealed that the work program was prepared by Sunday School teachers, then the panel evaluated and reviewed each work program design that had been planned. Sunday School financial management of income and expenses is reported on a quarterly basis. The chairman of the assembly and the Sunday School teacher worked together to solve the Sunday School problem. The implementation of Sunday School services has not been running optimally and effectively. This has an impact on decreasing children's interest in coming to Sunday School services. The timing of the implementation of worship is also not appropriate and prevents children from coming. Evaluation of the performance of Sunday School teachers needs to be carried out to see the results of the implementation of Sunday School activities. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Sekolah Minggu di Gereja Kalimantan Evangelis Kasih Marawan Lama, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Permasalahan gereja kurang menyadari bahwa sekolah minggu mengalami beberapa masalah terkait manajemen. Hal ini menyebabkan pelayanan ibadah kategorial sekolah minggu tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan meneliti fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan serta memberikan penjelasan atas apa yang dilihat dan dirasakan oleh penulis dan mendeskripsikan hasil wawancara dengan informan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program kerja disusun oleh guru Sekolah Minggu, kemudian majelis mengevaluasi dan meninjau kembali setiap rancangan program kerja yang sudah direncanakan. Manajemen keuangan Sekolah Minggu terkait pemasukan dan pengeluaran dilaporkan setiap kunjungan triwulan. Ketua majelis dan guru Sekolah Minggu bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan Sekolah Minggu. Pelaksanaan pelayanan Sekolah Minggu belum berjalan dengan maksimal dan efektif. Hal ini berdampak pada menurunnya minat anak untuk datang dalam ibadah Sekolah Minggu. Pengaturan waktu pelaksanaan ibadah juga tidak sesuai dan membuat anak tidak datang. Evaluasi kinerja guru Sekolah Minggu perlu dilakukan untuk melihat hasil dari pelaksanaan kegiatan Sekolah Minggu.
The Harmony Pattern through Huma Betang Culture of the Dayak Communities in Central Kalimantan Nofandi, Adang; Naim, Ngainun; Hutapea, Rinto Hasiholan
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v6i1.13476

Abstract

Indonesia is somewhat affluent with conflict experiences due to differences in various backgrounds. The poorly managed religious, tribal, and cultural heterogeneities have become threats. Accordingly, the harmony amid heterogeneity in Central Kalimantan has become an interesting phenomenon. The harmony has fairly solid foundations, and one of them is the cultural base. This article aims to explore the cultural base that has become the foundation for the creation of harmony and the interaction between the community leaders in building harmony. The method used was qualitative-descriptive using empirical and normative approaches. The data was collected through observations, in-depth interviews, and documentation. They were further analyzed by using Miles and Huberman’s models. This article found that huma betang has become a fairly solid cultural base in preserving community harmony. The interaction between community leaders, religious leaders, and indigenous leaders has become a supporting factor to maintain harmony in Central Kalimantan. This article is still limited to cultural harmony. Therefore, it calls for other perspectives to further enrich and deepen the study.
Evaluasi Pembelajaran Model CIPP Sebagai Alat Ukur Keberhasilan Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen Hutapea, Rinto Hasiholan
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.141

Abstract

This manuscript intends to examine the learning evaluation of the CIPP (Context, Input, Process, Product) model as a measuring tool that can be used by Christian Religious Education teachers to determine teaching success. Literature review is the approach used to achieve the objectives of this study. The results of the study revealed that the success of teaching Christian Religious Education teachers cannot ignore aspects of the learning context. Where Christian Religious Education teachers need to pay attention to the media and learning facilities available and used. The availability of learning facilities, the understanding of students and teachers in the use of media, as well as the quality of the material delivered in the classroom are inputs that also need to be considered by the teacher. This aspect of input is closely related to the competence of the Christian Religious Education teacher himself. Where teachers are required to have the ability to use facilities, learning media, and the ability to master learning materials. This aspect of the process becomes the next important part as a measure of the success of teaching Christian Religious Education teachers. Especially the evaluation of each learning implementation process. Be it evaluation of the process of teacher teaching activities, evaluation of the process of using and utilizing media and learning facilities, as well as evaluating obstacles and obstacles in learning. Finally, the product aspect which includes the results of the implementation of learning, as well as the impact of the knowledge possessed by students and teachers are aspects that encourage the success of teaching Christian Religious Education teachers. Where the results of the implementation of learning in the classroom can be seen from the level of efficiency and effectiveness of teaching teachers. Whether it is related to the use of effective learning methods and media, or subject matter that is easy to understand and accept by students.Manuskrip ini bermaksud untuk mengkaji evaluasi pembelajaran model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai alat ukur yang dapat digunakan oleh guru Pendidikan Agama Kristen untuk mengetahui keberhasilan mengajar. Literatur review menjadi pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keberhasilan mengajar guru Pendidikan Agama Kristen tidak dapat mengabaikan aspek konteks pembelajaran. Dimana guru Pendidikan Agama Kristen perlu menaruh perhatian pada media dan sarana pembelajaran yang tersedia maupun yang digunakan. Ketersediaan fasilitas pembelajaran, pemahaman peserta didik dan guru dalam penggunaan media, serta kualitas materi yang disampaikan dalam kelas menjadi input yang juga perlu diperhatikan oleh guru. Aspek input ini berkaitan erat dengan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen itu sendiri. Dimana guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menggunakan fasilitas, media pembelajaran, maupun kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran. Aspek proses menjadi bagian penting berikutnya sebagai alat ukur keberhasilan mengajar guru Pendidikan Agama Kristen. Khususnya evaluasi setiap proses pelaksanaan pembelajaran. Baik itu evaluasi proses aktivitas mengajar guru, evaluasi proses penggunaan dan pemanfaatan media maupun sarana pembelajaran, serta evaluasi hambatan dan kendala-kendala dalam pembelajaran. Terakhir, aspek produk yang meliputi hasil pelaksanaan pembelajaran, serta dampak pengetahuan yang dimiliki peserta didik dan guru menjadi aspek yang mendorong keberhasilan mengajar guru Pendidikan Agama Kristen. Dimana hasil pelaksanaan pembelajaran di kelas dapat dilihat dari tingkat efisiensi dan efektivitas mengajar guru. Baik itu berkaitan dengan penggunaan metode dan media pembelajaran yang efektif, maupun materi pelajaran yang mudah dipahami dan diterima oleh peserta didik.