Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PRODUK OLAHAN BERNILAI GIZI DAN BERNILAI EKONOMI DI DESA ARJASA SITUBONDO Elhany, Nurul Avidhah; Fajar, Muhammad Thoifur Ibnu; Suryaningsih, Yasmini; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i2.5140

Abstract

Moringa plants generally grow wild or are planted in the yard as a vegetable plant. The Moringa plant that is widely used by people is the leaf part. Moringa leaves are widely used as a vegetable because they can improve family nutrition. Apart from being used as a vegetable, Moringa leaves can also be processed into several Moringa leaf products. The service activities carried out in Arjasa village aim to utilize Moringa leaves by providing education on processing Moringa leaves for family nutrition and increasing family income. The service method is in the form of counseling about the benefits of Moringa leaves and an introduction to Moringa leaf preparations. From the results of service activities, participants can increase their insight and knowledge about the benefits of the Moringa plant and various types of processed products from the Moringa plant which can be used to improve family nutrition.
PENGENDALIAN OPT METODE ULTRASONIK SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PESTISIDA KIMIAWI PADA KOMODITAS PADI UNTUK KELOMPOK TANI SUKATANI DESA SUMBERKOLAK, KECAMATAN PANARUKAN SITUBONDO Silviyanti, Nurul Amalia; Suhesti, Endang; Rahman, Riza; Pranjoto, Hartono; Joewono, Andrew; Anggorini, Adriana Anteng
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5532

Abstract

Desa Sumberkolak memiliki kurang lebih 2500 Ha sawah yang sebagian besar ditanami padi. Sebagian besar sawah yang berada di Sumberkolak ditanami komoditas padi sering mendapat gangguan OPT terutama hama burung dan tikus yang menyerang saat mendekati masa panen. Mengingat dampak yang begitu merugikan dari serangan OPT, penanganan yang tidak benar dan lebih bersifat merusak lingkungan, maka perlu suatu sistem teknologi yang mampu memproteksi tanaman padi dari serangan OPT, tetapi tetap ramah lingkungan. Untuk itu tim akan membuat sistem proteksi tanaman padi dari serangan OPT menggunakan gelombang ultrasonik. Metode yang dilakukan dengan sosialisai dan pelatiahn pentingnya penanganan OPT padi tanpa menggunakan pestisida kimiawi. Solusi selanjutnya adalah dengan menerapkan teknologi berupa alat ultrasonik sebagai pengusir OPT padi. Pada pelaksanaannya,pengabdian ini mengambil sasaran salah satu kelompok tani di Desa Sumberkolak Poktan Sukatani. Tahapan program dapat berjalan lancar dikarenakan antusias dan kerjasama anggota kelompok tani Sukatani. Dengan adanya alat ultrasonik diharapkan hama padi menjauh dari sawah petani. Pendampingan dan evaluasi juga terus dilakukan untuk mengukur pemahaman petani dalam penggunaan alat ultrasonik hingga mereka dapat menerapkannya dengan baik.
PENGGUNAAN PLTS HYBRID SEBAGAI UPAYA SWASEMBADA ENERGI LISTRIK BAGI BUMDES DAN UMKM DI WIKAS SUMBERKOLAK SITUBONDO  Suhesti, Endang; Siswoyo, Nurul Amalia silviyanti; Rachman, Riza; Pranjoto, Hartono; Joewono, Andrew; Anggorowati, Adriana Anteng
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6127

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman, kejenuhan terhadap bentuk wisata modern dan ingin kembali merasakan kehidupan di alam pedesaan menyebabkan berkembangnya pariwisata di daerah pedesaan yang dikemas dalam bentuk desa wisata. Didirikanlah Wisata Kali Sumberkolak (WIKAS) dengan stand-stand makanan sangat ramai dan masyarakat sekitar sering mencari kudapan maupun sekedar berkumpul di WIKAS. Salah satu sarana yang harus tersedia adalah energi listrik. Dengan naiknya tarif dasar listrik (TDL) tahun 2019 lalu tentu menjadi beban yang sangat berat bagi pengelola industri pariwisata. Program Pengembangan Desa Mitra ini bertujuan memanfaatkan panel surya sebagai swasembada tenaga listrik dalam upaya kemandirian ekonomi wisata kuliner dan petani di bantaran sungai Sumberkolak yang akan di dikelola oleh BUMDES, sehingga diakhir program, pengelola WIKAS, Wisata Kali Sumberkolak sudah sepenuhnya menggunakan energi listrik yang berasal dari panel surya. Tahapan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah, sosialisai dan survey awal, pelatihan dan penerapan teknologi PLTS Hybrid, evaluasi dan monitoring serta usaha keberlanjutan program. Setelah pemasangan PLTS Hybrid, satu persatu UMKM mulai mengisi lapak di WIKAS dan hingga saat ini terdapat 11 lapak UMKM yang dapat menikmati listrik gratis di WIKAS. Kedepannya tim pengabdian akan terus memoniting kinerja PLTS sehingga instalasi ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI FILTERISASI AIR SUNGAI MENJADI AIR LAYAK PAKAI BAGI UMKM DI WISATA KULINER SUMBERKOLAK SITUBONDO Suhesti, Endang; Siswoyo, Nurul Amalia Silviyanti; Rachman, Riza; Pranjoto, Hartono; Joewono, Andrew; Anggorowati, Adriana Anteng
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6144

Abstract

Badan usaha milik desa (BUMDES) Sumberkolak berharap adanya pusat wisata kuliner di Desa sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota Situbondo untuk mencari hiburan keluarga maupun kudapan saat malam hari. Didirikanlah Wisata Kali Sumberkolak (WIKAS) dengan stand-stand makanan sangat ramai dan masyarakat sekitar sering mencari kudapan maupun sekedar berkumpul di WIKAS. Demi mendukung sarana prasarana dan mengurangi cost production dari pelaku UMKM di WIKAS, tim pengabdian berencana memberikan bantuan berupa alat filterisasi air. Alat yang dapat menjernihkan air sungai menjadi air layak pakai mencuci di sebut alat filtrasi air. Alat ini diharapkan dapat mengurangi biaya produksi dengan mengurangi biaya penggunaan air dari PDAM sehingga margin keuntungan yang didapatkan oleh pelaku UMKM di WIKAS semakin besar. Hal ini telah terbukti dengan banyaknya kios yang ada di WIKAS namun mereka semua dapat menggunakan air gratis secara bebas berkat alat filter air. Kedepannya diharapkan pelaku UMKM dapat menggunakan dan merawat alat tersebut dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang cukup lama.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI CABAI RAWIT DI DESA PASIR PUTIH KECAMATAN BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO Ervando, Mohammad; Suhesti, Endang; Yekti, Gema Iftitah Anugerah
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.6046

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang artinya negara yang mengandalkan sektor pertanian sebagai pilar pembangunan. Cabai rawit merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Desa Pasir Putih merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Situbondo penghasil tanaman cabai rawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai rawit di Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Penelitian dilakukan pada petani yang tergabung dalam kelompok tani Adil dengan populasi 40 petani. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang ditentukan dengan teknik stratified random sampling berdasarkan luas lahan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara berupa angket. Dengan menganalisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi secara parsial dipengaruhi oleh variabel pupuk phonska dan pestisida. Sedangkan variabel luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk cair dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi cabai rawit. Namun secara simultan semua variabel meliputi luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk cair, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi cabai rawit di Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan.
MEMPERBAIKI PENGHASILAN PETANI TEBU MELALUI PENGELOLAAN USAHATANI YANG LEBIH INTENSIF Suhesti, Endang; Mayangsari, Andina
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i2.2320

Abstract

Masalah perkebunan tebu yang dihadapi petani beragam. Menurut Manalu (2012), harga yang ditawarkan pemerintah, tidak cukup untuk memberikan keuntungan yang setimpal dengan usaha petani. Permasalahan tersebut menyebabkan petani merubah haluan dari tujuan produksi tebu yang dipanen guna memperlancar arus perputaran modal khususnya bagi petani dengan kepemilikan lahan dibawah 1 ha. Mitra mendirikan pabrik gula merah yang bertempat di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Pabrik gula merah tersebut diberi nama UD Gula Bagus. Saat ini setiap harinya baru bisa memproduksi 1, 3 - 1, 5 ton. Jumlah produksi ini masih tergolong skala kecil. Bahan baku berupa tebu yang dapat diserap baru dua truk tebu. Gula merah dalam bentuk silinder seperti yang diproduksi UD. Gula Bagus tidak memiliki ketahanan mutu sehingga membutuhkan penyempurnaan dalam pengolahan. Permasalahan lain yang dihadapi mitra adalah usaha pembuatan gula merah ini menghasilkan limbah berupa ampas tebu yang cukup banyak setiap harinya. Mitra mendirikan usaha pengolahan nira tebu menjadi gula merah. Peningkatan mutu gula merah dalam bentuk silinder yang diproduksi mitra adalah dengan proses lanjut berupa pembuatan gula merah bubuk atau gula semut (gula awur). Dengan teknik penyimpanan yang tepat, maka gula merah serbuk akan awet dalam penyimpanan hingga 20 tahun. Mitra juga mengembangkan usaha dalam pengolahan limbah pembuatan gula merah. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik. Produk berupa gula semut yang dihasilkan dikemas dengan label yang menarik sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Secara perhitungan bisnis, agroindustri gula merah tebu dapat dikatakan prospektif. Agroindustri gula merah tebu merupakan salah satu agroidustri pilihan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan.
Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Melalui Aspek Non Finansial Pada Usaha Ikan Kering Di Desa Sumberanyar Situbondo Suhesti, Endang; Handayani, Creani; Jamil, Siti Nur Aisyah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.3763

Abstract

Usaha pengeringan ikan tak lepas dari bantuan sinar matahari untuk mengeringkan ikan. Apabila cuaca sedang tidak bagus atau sedang musim penghujan, kegiatan penjemuran ikan akan terganggu. Ikan yang tidak kering dapat menimbulkan jamur dan hasil dari ikan yang belum kering akan mudah busuk dan rusak. Bantuan ruangan oven dengan metode hybrid merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut. Dengan ruangan oven untuk mengeringkan ikan diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk mitra ketika cuaca sedang tidak panas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini selain memberi pengetahuan mitra tentang ruangan oven juga memberikan penyuluhan tentang manajemen usaha dan pemasaran untuk meningkatkan daya saing usaha. Hasil dari pengabdian ini berupa pembuatan ruangan oven untuk pengering ikan dengan metode hybrid sehingga dapat membantu mitra dalam menjalankan usaha ikan kering pada saat cuaca sedang tidak panas.
Analisis Kelayakan Usahatani Kacang Tanah Di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo Yulqiyah Haqi’, Faradhita Fairus; Suhesti, Endang
PRIMA EKSAKTA Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v1i1.4030

Abstract

Salah satu komoditi pertanian yang dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani adalah kacang tanah. Kacang tanah merupakan salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang mempunyai potensi yang cukup strategis untuk dikembangkan di Indonesia. Iklim di Indonesia yang sesuai dengan syarat tumbuh kacang tanah meyebabkan kacang tanah dapat tumbuh dengan baik.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pendapatan usahatani kacang tanah di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo dan untuk mengetahui kelayakan usahatani kacang tanah di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan analisis data yang digunakan yaitu analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kacang tanah di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo menguntungkan. Usahatani kacang tanah di Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo layak diusahakan karena nilai B/C Ratio 2,34 lebih besar dari 1 (satu) dan nilai R/C Ratio yaitu 3,34, maka usahatani kacang tanah di desa Bayeman usahatani kacang efesien
ANALISIS USAHATANI TUMPANGSARI CABAI RAWIT TEMBAKAU DAN MONOKULTUR CABAI/TEMBAKAU DI DESA DAWUAN KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO Desintia, Desintia; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
PRIMA EKSAKTA Vol 2 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v2i1.6259

Abstract

Tumpangsari merupakan salah satu strategi budidaya tanaman guna mengoptimalkanpemanfaatan lahan, dan meningkatkan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pendapatan usahatani tumpangsari cabai - tembakau dan monokulturcabai/tembakau, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani tumpangsari cabai -tembakau dan monokultur cabai /tembakau di Desa Dawuan Kecamatan Suboh. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa usahatani tumpangsari cabai dan tembakau lebih menguntungkandibandingkan usahatani monokultur cabai/tembakau. Pendapatan selama satu musimperhektar usahatani tumpangsari sebesar Rp. 88.478.718,- sedangkan pendapatan usahatanimonokultur tembakau sebesar Rp. 43.582.670,- dan pendapatan usahatani monokultur cabaisebesar Rp. 81.852.578. R/C Ratio usahatani tumpangsari tembakau dan cabai sebesar 3,50 danR/C rasio monokultur cabai/tembakau masing-masing 3,28 dan 2,59. Dengan demikianusahatani tumpangsari cabai /tembakau lebih efisien.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TERUNG DI DESA GUNUNG ANYAR KECAMATAN TAPEN Basri, Ifadah Kurnia; Suhesti, Endang; Yekti, Gema Iftitah Anugrah
PRIMA EKSAKTA Vol 1 No 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v1i2.5106

Abstract

Tujuan penelitian adalah Untuk menganalisa pendapatan per hektar usahatani terung pada petani di Desa Gunung Anyar dan Untuk menganalisa kelayakan usahatani terung di Desa Gunung Anyar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang di peroleh langsung dari petani meliputi nama, umur, tingkat pendidikan, luas lahan, jumlah pemakaian bibit, jumlah pemakaian pupuk, jumlah pemakaian pestisida, jumlah tenaga kerja, penggunaan pupuk dan data sekunder yang di peroleh dari beberapa instansi. Penelitian dilakukan kepada seluruh petani terung di desa Gunung Anyar Kecamatan Tapen sebanyak 35 petani. Sampel yang digunakan sebanyak 35 responden yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh (sensus). Metode analisis data yang digunakan adalah R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan Usahatani terung di Desa Gununganyar Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso menguntungkan petani. Hal ini ditunjukkan rata-rata pendapatan yang diterima petani adalah sebesar Rp 8.302.893/ha/musim.Usahatani terung di Desa Gununganyar yaitu layak diusahakan.