Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kelayakan Agroindustri Tahu Desa Cermee Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Qomariah, Nurul Izza; Suhesti, Endang
PRIMA EKSAKTA Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v1i1.4050

Abstract

Pembuatan tahu merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan nilai tambah produk kedelai menjadi tahu. Tahu merupakan makanan yang telah lama dikenal di Indonesia. Tujuan penelitian yaitu ingin mengetahui pendapatan agroindustri tahu Desa Cermee Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso. Ingin mengetahui kelayakan usaha agroindustri tahu Desa Cermee Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan analisis data yang digunakan yaitu analisis total biaya, penerimaan, pendapatan dan analisis kelayakan. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan usaha agroindustri tahu Desa Cermee Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso menguntungkan. Hasil dari perhitungan R/C Ratio yaitu 1,91. Pengambilan keputusan berdasarkan pada R/C Ratio > 1, maka usaha agroindustri tahu Desa Cermee Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso layak diusahakan. Usaha agroindustri tahu Desa Cermee Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso layak untuk diusahakan.
Teknologi Gelombang Ultrasonik Tenaga Surya Sebagai Alat Pengusir OPT Padi Suhesti, Endang; Joewono, Andrew; Silviyanti Siswoyo, Nurul Amalia
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sumberkolak berada di Kecamatan Panarukan dimana lokasinya tidak berada di bibir Pantai. Hal ini menyebabkan mayoritas pekerjaan masyarakatnya bukan nelayan melainkan petani. Dari Hasil survei lapangan diketahui ada 2500 Ha hamparan sawah. Mengingat dampak yang begitu merugikan dari serangan OPT serta penanganan yang tidak benar dan lebih bersifat merusak lingkungan maka diterapkan teknologi gelombang ultrasonic tenaga surya sebagai alat pengusir hama padi. Program ini bertujuan membuat sistem proteksi tanaman padi dari serangan OPT menggunakan gelombang ultrasonik dan penunjuk arah angin. Metode yang dikembangkan adalah metode fisika dengan pemanfaatan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan langkah yang strategis karena selain efek gelombang yang merusak jaringan tubuh hama juga lebih ramah terhadap lingkungan. Aspek yang akan diperbaiki yaitu pada aspek produksi berupa peningkatan kuantitas dan kualitas produk serta pada aspek sosial kemasyarakatn berupa peningkatan pengetahuan mengenai penanganan OPT pada tanaman padi. Peningkatan produktivitas panen padi 80% dan terbukti efektif dalam menurunkan serangan OPT.
ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHATANI BAWANG MERAH (Allium Cepa Var. Ascalonicum) DI DESA WONOKOYO KECAMATAN KAPONGAN KABUPATEN SITUBONDO Shofiyantin, Maulidia; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7692

Abstract

Bawang Merah merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun usahatani ini menghadapi risiko produksi, harga, dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan serta risiko produksi, harga, dan pendapatan pada usahatani bawang merah di Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari 23 responden petani bawang merah yang dipilih secara purposivedan dianalisis menggunakan analisis biaya, pendapatan, dan koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Wonokoyo tergolong menguntungkan, dengan nilai R/C ratio sebesar 12,8. Risiko produksi memiliki nilai CV sebesar 0,66, risiko harga sebesar 0,023, dan risiko pendapatan sebesar 0,69, yang seluruhnya berada di bawah nilai 1, menunjukkan bahwa tingkat risiko tergolong rendah hingga sedang. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa data empiris dari wilayah yangbelum banyak dikaji serta menambahkan dimensi analisis risiko harga secara kuantitatif dalam usahatani bawang merah.
Identification of Leading Fishing Commodities in Situbondo Endang Suhesti
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 1IS (1): Vol 6 Issue Spesial 2021 Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i1IS.176

Abstract

The waters in the Province of West Nusa Tenggara (NTB) are a very potential area for the development of the capture fisheries sector because these waters are fish migration areas. The high potential of fish resources in Situbondo Regency must be utilized optimally so as to provide benefits for the fishing community. The strategy to utilize fish resources is to determine the superior commodity. The basic method used is a descriptive method by taking the research area purposively. Through field observations, interviews, and institutional surveys, supporting data were obtained which were analyzed using the LQ (Location Quotient) analysis method. The type of data used is capture fisheries sector production data from 2018 to 2020. The priority agricultural commodities that are prioritized to be developed in each sub-district in Situbondo District are squid in Banyuglugur District, scad fish in Besuki and Suboh Districts, catfish in Mlandingan District and Asembagus, selar fish in Bungatan District, shrimp in Kendit District, stingray in Panarukan District, lemuru in Mangaran District, petek fish in Banyuputih District, crabs in Kapongan and Arjasa Districts. The leading and most produced commodities in Situbondo Regency are grouper, mackerel, and crab.Keywords: fishing; Main commodity of Situbondo Regency