Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN GUNA MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN PADA JASA WESHWASH LAUNDRY Mudita, Novi Rahayu; utama, louis; Verawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24110

Abstract

In today's modern era, competition in the world of work is very tight so that business competition occurs everywhere. Each person has to work hard to make ends meet so it is difficult to find time to do household chores, such as cleaning the house, cooking, and especially washing and ironing clothes. Therefore, businesses that focus on housework services began to emerge, for example the laundry service business. Laundry service business which is increasing has quite interesting business prospects. One who is interested in running this laundry service business is Weshwash Laundry. To attract consumers who use laundry services, business must provide quality services that can create satisfaction after using these services. What services that Weshwash laundry provides to their customers, how is the quality of Weshwash Laundry services that can increase customer satisfaction, and how is the customer satisfaction measurement system for the quality of Weshwash Laundry services? By using five dimensions of service quality, namely Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy, as well as using criticism and suggestions, it can be concluded that Weshwash Laundry is very good in services quality, in an effort to increase customer satisfaction. Pada era modern saat ini, persaingan di dunia kerja sangatlah ketat sehingga persaingan bisnis terjadi dimana-mana. Setiap orang harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya sehingga sulit mendapatkan waktu untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, seperti bersih-bersih rumah, memasak, dan khususnya mencuci dan menyetrika pakaian. Oleh karena itu, bisnis-bisnis yang berfokus pada jasa pekerjaan rumah tangga mulai bermunculan, salah satu contohnya bisnis jasa laundry. Bisnis jasa laundry yang semakin menjamur memiliki prospek bisnis yang cukup menarik. Salah satu yang tertarik menjalankan bisnis jasa laundry ini adalah Weshwash Laundry. Untuk menarik konsumen pengguna jasa laundry, perlu memberikan kualitas pelayanan yang dapat menciptakan kepuasan setelah menggunakan jasa tersebut. Apa saja pelayanan yang diberikan Weshwash Laundry kepada pelanggan, bagaimana kualitas pelayanan Weshwash Laundry yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, dan bagaimana sistem pengukuran kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan Weshwash Laundry? Dengan menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, serta menggunakan kritik saran, dapat disimpulkan bahwa Weshwash Laundry sangat baik dalam kualitas layanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan.
STRATEGI MEMPERTAHANKAN LOYALITAS PELANGGAN WESHWASH LAUNDRY Valencia; utama, louis; Verawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24115

Abstract

In this increasingly modern era, many people prefer something that is more practical in their life. Especially those who have busy activities so they cannot allocated their time to deal with dirty clothes. As a result, many businessmen are competing to open business in the laundry sector. With this laundry service, can provide a solution for people who don't have time to wash and iron their own clothes due to the busy activities they live in. Due to the growth of laundry business, a strategy is needed to maintain customer loyalty. Weshwash Laundry is a business that engaged in the laundry service sector where in carrying out its business, tries to maximize service quality to gain customer loyalty. Weshwash Laundry responds to market needs and allocates suitable service offerings to anticipate the development of the laundry business. To maintain customer loyalty, Weshwash Laundry applies a strategy that is by paying attention to service quality, marketing, and price. Di zaman yang semakin modern ini, banyak orang lebih memilih sesuatu hal yang lebih praktis dalam kehidupannya. Terutama mereka yang memiliki kegiatan padat sehingga tidak bisa membagi waktu untuk berurusan dengan pakaian kotor. Akibatnya, produsen berlomba-lomba untuk membuka usaha di bidang laundry. Adanya jasa laundry, dapat memberikan solusi kepada masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk mencuci dan menyetrika pakaiannya sendiri dikarenakan padatnya aktivitas yang mereka jalani. Oleh karena semakin berkembangnya usaha laundry, maka diperlukan strategi untuk tetap mempertahankan loyalitas pelanggan. Weshwash Laundry adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang jasa cuci kiloan yang dalam menjalankan usahanya berusaha untuk memaksimalkan kualitas jasa guna mendapatkan loyalitas pelanggan. Weshwash Laundry menanggapi kebutuhan-kebutuhan segmen yang diidentifikasi dan mengalokasikan penawaran layanan yang cocok untuk mengantisipasi perkembangan usaha laundry. Untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, Weshwash Laundry menerapkan strategi yaitu dengan memperhatikan kualitas pelayanan, pemasaran, dan harga.
STRATEGI KUALITAS SERVICE TERHADAP PELANGGAN UNTUK MEMPERTAHANKAN PELANGGAN LAMA DAN MENARIK PELANGGAN BARU Willy, Simon; Utama, Louis; Verawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24537

Abstract

Laundry is a service business that is very useful among Indonesian people at this time. In the midst of a busy community, one of their mandatory activities is often neglected. Piled up clothes and piled up cloth will make us more stressed. Because clothes are one of the mandatory needs that we always use everyday. With this laundry service, we only send clothes and will be processed immediately by the laundry employees. Laundry is one of the services in the field of washing clothes by having the type of laundry that has been set at a price by the service provider and the length of time the laundry is usually determined by the provider with a minimum and maximum limit for the completion of the laundry ordered by the customer. The laundry as a business actor that provides laundry services, should provide the best service for laundry service users or consumers. But in reality laundry services still often make mistakes in the form of defects in clothes such as discoloration, faded colors, lost clothes, mixed up and the length of time it takes to wash clothes. Laundry adalah salah satu usaha jasa yang sangat berguna di kalangan masyarakat Indonesia untuk saat ini. Di tengah-tengah kesibukan masyarakat yang padat, seringkali salah satu kegiatan wajib mereka terbengkalai begitu saja. Baju yang menumpuk dan kain yang menumpuk akan membuat kita semakin stress, karena baju adalah salah satu kebutuhan wajib yang selalu kita gunakan sehari-hari. Dengan adanya jasa laundry ini kita hanya perlu mengirim pakaian dan akan segera diproses oleh pihak karyawan laundry. Laundry merupakan salah satu pelayanan jasa di bidang cuci mencuci pakaian dengan memiliki jenis cucian yang telah ditetapkan harganya oleh pihak penyedia jasa dan waktu lama cucian biasanya ditentukan oleh penyedia dengan batas minimal dan maksimal selesainya cucian yang dipesan pelanggan. Pihak laundry sebagai pelaku usaha yang memberikan layanan jasa laundry, sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa laundy atau konsumen. Tetapi pada kenyataannya jasa laundry masih sering melakukan kesalahan berupa cacat pada pakaian seperti kelunturan, pudar pada warna pakaian, pakaian hilang, tertukar dan lamanya waktu pencucian baju.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEMPROMOSIKAN BATIK TRIE Stefanus, Yordan Ponco; Utama, Louis; Verawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.25461

Abstract

Batik is a part of the archipelago's original cultural works which is admired by audiences from all over the world and has a unique history. However, over time, batik is often identified with formal clothing that is old-fashioned, stiff, and only worn by parents in Indonesia by the current millennial generation. The rapid development of internet technology has given rise to social media which today, almost everyone uses as a medium for communicating, obtaining information, socializing and doing business, looking for entertainment and others. Social media creates changes in the way the world works, including the field of marketing, especially promotion and advertising, which results in the creation of online business trends. In order to reach consumers, observations, documentation, and literature studies are carried out to find out the most appropriate promotion concept according to marketing communication theory. Promotional activities carried out using Instagram have proven to be effective in attracting customers. The use of social media is expected to be able to market the products widely so that TRIE's business performance will increase. Batik merupakan salah satu bagian dari karya budaya asli Nusantara yang dikagumi oleh khalayak dari berbagai penjuru dunia dan memiliki sejarah yang unik. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, batik kerap kali diidentikkan dengan busana formal yang kuno, kaku, dan hanya dikenakan orang tua di Indonesia oleh generasi milenial pada saat ini. Perkembangan teknologi internet yang semakin pesat kian hari telah melahirkan media sosial yang saat ini, hampir semua orang menggunakannya sebagai media sebagai sarana dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, bersosialisasi dan berbisnis, mencari hiburan dan lainnya. Media sosial menciptakan perubahan pada cara dunia bekerja, tak terkecuali bidang pemasaran khususnya promosi dan periklanan yang mengakibatkan terciptanya tren bisnis online. Guna menjangkau konsumen, dilakukan observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan untuk mengetahui konsep promosi yang paling tepat sesuai teori komunikasi pemasaran. Kegiatan promosi yang dilakukan dengan menggunakan media sosial Instagram terbukti efektif menarik pelanggan. Penggunaan media sosial diharapkan dapat memasarkan produk secara luas sehingga kinerja bisnis TRIE semakin meningkat.
PROGRAM PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN WARGA DESA TAMBI KECAMATAN WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Utama, Louis; Irawan, Jessica; Vanessa
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26061

Abstract

Most of the residents of Tambi Village, located in the Watukumpul sub-district, Pemalang Regency, Central Java Province, work as farmers in rice fields and gardens. For women, they have professions as fake hair craftsmen with palm fiber materials and palm sugar craftsmen to increase family income. Currently craftsmen are experiencing problems regarding how to market, how to innovate and produce good quality products so they can sell products optimally. Craftsmen do not know how to market the products they produce and also do not understand how to increase innovation so that the products produced can add value to the selling power and can be recognized by the wider community. Tambi Village. This counseling event was in the form of a discussion on the basics of entrepreneurship by providing knowledge about entrepreneurial orientation, namely innovation, being proactive and daring to take risks in running a business. In addition to counseling, they also listened to the actual problems that occurred from the villagers regarding the products they produced. With direct information from the residents of Tambi village, the team will then create a module on how to run a good business using palm sugar as a case study. Sebagian besar penduduk Tambi Village, yang terletak di sub-distrik Watukumpul, Pemalang Regency, Provinsi Jawa Tengah, bekerja sebagai petani di ladang beras dan kebun. Bagi wanita, mereka memiliki profesi sebagai tukang rambut palsu dengan bahan serat palm dan tukang gula palm untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Saat ini pengrajin mengalami masalah tentang bagaimana untuk memasarkan, bagaimana untuk berinovasi dan memproduksi produk berkualitas baik sehingga mereka dapat menjual produk secara optimal. Pengrajin tidak tahu bagaimana memasarkan produk yang mereka produksi dan juga tidak mengerti bagaimana meningkatkan inovasi sehingga produk yang diproduksi dapat menambah nilai pada kekuatan penjualan dan dapat diakui oleh masyarakat yang lebih luas. Desa Tambi Acara konseling ini adalah dalam bentuk diskusi tentang dasar-dasar kewirausahaan dengan memberikan pengetahuan tentang orientasi kewiraswirausaha, yaitu inovasi, proaktif dan berani mengambil risiko dalam menjalankan bisnis. Selain berkonsultasi, mereka juga mendengarkan masalah nyata yang muncul dari penduduk desa sehubungan dengan produk yang mereka produksi. Dengan informasi langsung dari penduduk desa Tambi, tim kemudian akan membuat modul tentang bagaimana menjalankan bisnis yang baik menggunakan gula sawit sebagai studi kasus.  
PENGEMBANGAN MEDIA SOSIAL DALAM KEWIRAUSAHAAN Utama, Louis; Alecia, Brigitta; Delvina, Felita
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28329

Abstract

The role of social media in this era is not only intended as a communication tool to convey a message. In entrepreneurship, the role of social media is currently very important because it is a medium that can be used to introduce the goods or services offered, a means of education so that trust arises from consumers and potential consumers and finally as a means for carrying out transactions. Many young people do not understand the use of social media in creating content so that it can suit the needs of consumers and potential consumers. Community service program with training methods through seminars held with partners, Tarsisius I High School. This activity aims to help the young generation to be able to use the right strategy in using social media in order to increase the entrepreneurial spirit in creating start-up businesses in the future. Peran media sosial dalam era ini tidak hanya diperuntukan dalam alat komunikasi untuk menyampaikan sebuah pesan. Dalam kewirausahaan peran media sosial saat ini sangat penting dikarenakan merupakan media yang dapat digunakan untuk mengenalkan barang atau jasa yang ditawarkan, sarana edukasi agar munculnya kepercayaan dari konsumen dan calon konsumen serta yang terakhir adalah sebagai sarana untuk melakukan transaksi. Banyak generasi muda kurang memahami pemanfaatan penggunaan media sosial dalam membuat isi sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan dari konsumen dan calon konsumen .Program pengabdian kepada masyarakat dengan metode pelatihan melalui seminar yang diselenggarakan dengan mitra yaitu SMA Tarsisius I. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk dapat membantu generasi muda untuk dapat menggunakan strategi yang tepat dalam menggunakan media sosial agar dapat meningkatkan semangat kewirausahaan dalam membuat usaha rintisan di masa mendatang
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENJUALAN FASHION X Fernando, Ferry; Hastuti, Rini Tri; Utama, Louis
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i2.29288

Abstract

Improving service quality in the fashion industry has become a priority in efforts to increase customer satisfaction. This research seeks to identify key factors that influence service quality and explain their impact on customer satisfaction. The research methods used in this research include customer surveys and data analysis to examine customer perceptions of the quality of service provided by retailers. The research results show that aspects such as acceptance, trust, empathy, product safety and reliability play an important role in determining service quality. Additionally, the research includes implementing staff development, training, and information technology initiatives to improve operational efficiency and respond more quickly to customer needs. By leveraging new technology, businesses can improve customer interactions, provide personalized shopping experiences, and simplify the purchasing process. With the implementation of these changes, it is hoped that there will be a significant increase in customer satisfaction. Improving service quality is expected to increase customer loyalty, open opportunities for repeat business and support long-term business growth. This research provides valuable information for those in the fashion industry to identify areas that need improvement to ensure better service and customer satisfaction. Additionally, this research provides a basis for further research and ongoing efforts to improve the quality of work and conditions in the fashion industry. What services does Fashion X provide to customers and how can the quality of Fashion X services increase customer satisfaction, and what is the system for measuring customer satisfaction regarding the quality of Fashion X services? By using five SERVQUAL indicators, namely Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy, and listening to criticism and suggestions from customers
IMPLEMENTASI DESIGN THINKING PADA PENGEMBANGAN PRODUK PAKAIAN SUSTAINABLE FASHION Humaira, Labiqah; Hastuti, Rini Tri; Utama, Louis
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i2.29300

Abstract

The implementation of Design Thinking in Sustainable Fashion product development is key to creating environmentally friendly garments that cater to consumer needs. The primary focus lies in utilizing leftover fabric and adopting zero-waste pattern techniques. Through in-depth interviews with the target market, we identified the demand for clothing that is not only sustainable in terms of materials but also functional across various activities. Design Thinking is employed in product development to ensure each item not only meets sustainability standards but is also relevant and beneficial to consumers. Findings indicate that this approach generates products responsive to market needs, integrating sustainability, design creativity, and consumer requirements. Therefore, the incorporation of Design Thinking concepts in the fashion industry contributes to shifting paradigms towards more sustainable practices oriented around consumer needs   ABSTRAK Penerapan Design Thinking dalam pengembangan produk Sustainable Fashion menjadi kunci dalam menciptakan pakaian yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Fokus utama terletak pada penggunaan kain sisa produksi dan penerapan pola zero waste. Melalui wawancara mendalam dengan target pasar, kami mengidentifikasi kebutuhan akan pakaian yang tidak hanya berkelanjutan dari segi bahan, tetapi juga fungsional dalam berbagai aktivitas. Design Thinking digunakan dalam pengembangan produk untuk memastikan setiap item tidak hanya memenuhi standar keberlanjutan tetapi juga relevan dan bermanfaat bagi konsumen. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini menciptakan produk yang responsif terhadap kebutuhan pasar, menggabungkan keberlanjutan, kreativitas desain, dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, penggunaan konsep Design Thinking dalam industri fashion memberikan kontribusi dalam mengubah paradigma menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan konsumen
PELATIHAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENUMBUHKAN USAHA KREATIF WARGA TANJUNG DUREN UTARA Utama, Louis; Alecia, Brigitta; Putra, Jonathan; Chandra, Toby Benaya
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31980

Abstract

In the current uncertain economic conditions, of course people need information and knowledge about how to manage finances wisely, well and carefully, especially within Indonesian families. Currently, they are quite far behind compared to neighboring countries in the Southeast Asia region regarding the level of knowledge regarding financial literacy. . Since the Covid-19 pandemic, the world economy has not yet recovered, including in Indonesia. The economy is not running well, resulting in increasingly uncertain income which cannot keep up with rising prices. This must be anticipated well, namely carrying out disciplined financial arrangements and management to ensure better long-term goals. The first step you can take is to ensure yourself and your family are able to face the worst situation in the current conditions. One way that can be done is to rearrange several expenditure budget items. In this case, education in the family must be arranged on a priority scale. By understanding financial literacy, it is hoped that families can increase their entrepreneurial spirit to grow new creative businesses to increase family resilience. This activity will involve partners, namely residents of RT 002 RW 02, Tanjung Duren Utara Subdistrict and work partners at Campus 2 of Tarumanagara University. The expected solution is to increase the level of financial literacy in society, increase family financial resilience and improve the creative economy. The method is implemented with partner participation in the form of discussions and training for one day. The output form of this activity is proceedings and intellectual property rights. ABSTRAK Dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu pada saat ini tentunya masyarakat membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan dengan bijak, baik dan cermat khususnya di dalam keluarga Indonesia sendiri saat ini cukup jauh tertinggal jika disandingkan pada negara tetangga yang terletak pada kawasan Asia Tenggara mengenai pemahaman pengetahuan mengenai literasi keuangan. Sejak terjadinya pandemi covid-19 perekonomian dunia sampat saat ini masih belum pulih termasuk di Indonesia. Perekonomian yang berjalan belum baik mengakibatkan pendapatan semakin tidak menentu yang tidak dapat mengimbangi terjadinya kenaikan harga. Hal ini harus dapat diantisipasi dengan baik yaitu adalah melakukan pengaturan maupun pengelolaan keuangan secara terarah guna memastikan tujuan masa depan yang lebih baik. Langkah yang paling awal yang dapat ditempuh adalah memastikan diri sendiri dan keluarga mampu menghadapi keadaan yang terburuk dalam kondisi yang ada. Adapun alternatif yang dapat ditempuh adalah dengan mengatur ulang beberapa pos anggaran pengeluaran. Dalam hal ini pengelaran dalam keluarga harus diatur dalam skala prioritas. Dengan adanya pemahaman literasi keuangan maka diharapkan keluarga dapat menambah semangat wirausaha untuk menumbuhkan usaha kreatif baru untuk menambah ketahanan keluarga, Kegiatan ini akan melibatkan mitra yaitu warga RT 002 RW 02 Kelurahan Tanjung Duren Utara dan mitra kerja Kampus 2 Universitas Tarumanagara. Solusi yang diharapkan adalah dapat menambah tingkat literasi keuangan masyarakat, menambah ketahanan keuangan keluarga dan meningkatkan ekonomi kreatif. Metode dilaksananakan dengan partisipatif mitra berupa diskusi dan pelatihan selama satu hari. Bentuk luaran dari kegiatan ini adalah prosiding dan Hak kekayaan intelektual.
PELAKSANAAN KEGIATAN MBKM KEWIRAUSAHAAN TERHADAP USAHA PAW PARTY Aryon, Debora Christina; Utama, Louis; Sutantio, Angelia; Wilbert, Davin; Cynthia, Emelia; Cristian, Steven
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32020

Abstract

The implementation of MBKM Entrepreneurship activities is a highlight in efforts to develop entrepreneurial skills among students. This study reveals the implementation of MBKM Entrepreneurship in the context of the "Paw Party" business, which focuses on the production and sale of special cakes for dogs. Through the concept of "Freedom to Learn" and the support of supervisors, the Paw Party team developed a business plan and carried out its operations, including promotions, online sales and participation in bazaars. By using the Lean Model Canvas, Paw Party succeeded in finding market opportunities and presenting unique and quality products. Many anabul owners are looking for snacks and food that are useful, healthy and taste good. This is not yet widely found on the pet food market because many of the others do not consider the composition and beneficial ingredients. Now Paw Party is here to provide snacks that are not only liked by the little ones but contain omega-3 which helps the little ones' fur growth. Apart from that, Paw Party snacks are made from pumpkin and sweet potatoes as a source of fiber, and contain vitamins A, C and E. The author also innovates by presenting new snack variants made from meat to answer the needs of children. Then, Paw Party presents snacks that are reliable in quality because they have lots of reviews from both customers and influencers. The results show that MBKM Entrepreneurship activities not only provide practical experience to students, but also open up opportunities for sustainable business development. Through this effort, it is hoped that it can encourage the growth of creative and innovative young entrepreneurs in Indonesia. ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan MBKM Kewirausahaan menjadi sorotan dalam upaya pengembangan keterampilan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Studi ini mengungkapkan implementasi MBKM Kewirausahaan dalam konteks bisnis "Paw Party", yang berfokus pada produksi dan penjualan kue-kue khusus untuk anjing. Melalui konsep "Merdeka Belajar" dan dukungan dosen pembimbing, tim Paw Party mengembangkan rencana bisnis dan menjalankan operasionalnya, termasuk promosi, penjualan online, dan partisipasi dalam bazaar. Dengan menggunakan Lean Model Canvas, Paw Party berhasil menemukan peluang pasar dan menghadirkan produk yang unik dan berkualitas. Banyak dari pemilik anabul mencari cemilan dan makanan yang bermanfaat, sehat, dan rasanya enak. Hal ini belum banyak ditemukan di pasaran makanan hewan karena banyak dari yang lain kurang mempertimbangkan komposisi dan bahan yang bermanfaat. Kini Paw Party hadir untuk memberikan cemilan yang tidak hanya disukai oleh anabul tetapi memiliki kandungan omega-3 yang membantu untuk pertumbuhan bulu anabul. Selain itu, cemilan Paw Party berbahan dasar labu dan ubi sebagai sumber serat, lalu mengandung vitamin A,C, dan E. Penulis juga berinovasi dengan menghadirkan varian cemilan baru berbahan daging untuk menjawab kebutuhan anabul. Lalu, Paw Party menghadirkan cemilan yang terpercaya kualitasnya karena sudah memiliki banyak review baik dari pelanggan maupun influencer. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan MBKM Kewirausahaan tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Melalui upaya ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wirausaha muda yang kreatif dan inovatif di Indonesia