Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

First assessment of anthropogenic marine debris in the Cut Mamplam Mangrove Ecosystem, Lhokseumawe City Nufus, Hayatun; Astuti, Rika; Munandar, Roni Arif; Hadinata, Fitra Wira; Syahrial, Syahrial; Ekamaida, Ekamaida; Isma, Muhammad Fauzan; Erlangga, Haqqy Rerian; Agustini, Nella Tri
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.25107

Abstract

This study aimed to determine the presence of AMD, analyze mangrove structure, and determine the relationship between AMD and mangrove density. AMD and mangrove stands were collected using a 40 meter transect line parallel to the shoreline, and four 10 x 10 m plots were created. One-way ANOVA statistics were used to test the mean differences in SLA telling, while the Shapiro-Wilk test and Spearman correlation were performed to analyze the relationship between SLA telling and mangrove structure. A total of 11923 AMD items were found in the Cut Mamplam mangrove ecosystem, with a density ranging from 47075 to 76900 items/ha. Furthermore, four species of mangrove trees were found in the mangrove stands, with Avicennia alba having the highest tree, sapling, and seedling densities (3275 ± 5158 ind/ha, 2800 ± 1932.18 ind/ha, and 132500 ± 75883.68 ind/ha). The relationship between AMD and mangrove density was not very strong, with no significant associations between adults, saplings, or seedlings (p > 0.05) on the amount of AMD retained in the Cut Mamplam mangrove ecosystem. This study is an initial step in assessing the impact of AMD on mangrove vegetation and sustainable monitoring, leading to the initiation of public awareness and future strategies for improved coastal and marine monitoring and management. Keywords: Cut Mamplam; Density; Plastic; Pollution; Reporting
Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Pemanfaatan Batang Sawit menjadi Gula Merah di Aceh Tamiang Mustika, Fitria; Isma, Faiz; Rahmiati, Rahmiati; Isma, Muhammad Fauzan; Batubara, Pebry Aisyah Putri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v3i2.2719

Abstract

Gula merah sawit merupakan hasil pengolahan dari air nira pohon kelapa sawit yang telah ditebang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pemanfaatan batang sawit menjadi gula merah kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian masyarakat Desa Seumantoh guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pada tahap perencaaan, berkoordinasi langsung dengan datok Desa Seumantoh. Pada tahapan persiapan, tim mempersiapkan seluruh rencana kegiatan dimulai dari sosialisasi, membuat jadwal pelatihan, peserta pelatihan hingga lokasi pelatihan. Tahap selanjutnya merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Dalam tahap ini pengabdi melakukan kegiatan sosialisasi dengan datok dan masyarakat desa dan proses pelaksanaan kegiatan berupa Pelatihan Pengolahan Batang Sawit menjadi Gula Merah Sawit (GUMES). Tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi atas hasil yang telah dicapai dari pengabdian ini. Seluruh kegiatan akan dievaluasi untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari kegiatan. Berdasarkan pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka dapat disimpulkan dengan adanya edukasi pemanfaatan batang sawit menjadi gula merah ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan inovasi pengolahan gula merah.