Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sirkumsisi di Masa Pandemi COVID-19 dengan Protokol Kesehatan di Klinik Ratih Herbalis Paya Mabar Dedi, Dedi; Mulidan, Mulidan; Muflih, Muflih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i2.5586

Abstract

Sirkumsisi adalah tindakan operatif yang ditujukan untuk mengangkat sebagian maupun seluruh bagian dari kulup atau prepusium dari penis. Sirkumsisi termasuk dalam prosedur bedah minor. Prosedur ini merupakan yang paling umum dilakukan di dunia. Di Indonesia sirkumsisi lebih dikenal dengan istilah khitan atau masyarakat sering menyebutnya sunat. Dalam masa pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang takut datang ke fasilitas kesehatan untuk melaksanakan khitan dan mendapatkan pengobatan, oleh sebab itu dilaksanakan sirkumsisi dengan menerapkan protokol kesehatan. Pengabdian masyarakat ini merupakan bakti sosial dengan melakukan sirkumsisi secara gratis kepada masyarakat di lingkungan Klinik Ratih Herbalis Paya Mabar. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pelayanan kesehatan berupa sirkumsisi kepada masyarakat yang membutuhkan yang sudah mendaftar sebelumnya kepada panitia pelaksanaan melalui promosi kesehatan yang dilakukan di Klinik Ratih Herbalis Paya Mabar. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Klinik Ratih Herbalis Paya Mabar Kec. Stabat, Kabupaten Langkat pada tanggal 25 Desember 2021 pukul 08.00-12.00 WIB yang diikuti oleh peserta sirkumsisi sebanyak 96 pasien. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pelaksanaan sirkumsisi langsung kepada pasien yaitu anak laki-laki yang berumur 7-12 tahun. Petugas kesehatan yang melaksanakan kegiatan ini sebanyak 2 orang dokter, 10 perawat dan dibantu oleh beberapa mahasiswa D3 Keperawatan Institut Kesehatan Helvetia. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu telah di lakukan sirkumsisi dengan baik dan lancar.
Increasing Caregiver Knowledge about Long-Term Care with Interactive Educational Methods Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare; Nekada, Cornelia Dede Yoshima; Erwanto, Rizky; Kurniasih, Dwi Endah; Muflih, Muflih
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.2793

Abstract

The growing number of elderly individuals requiring long-term care (LTC) necessitates caregivers enhancing their understanding of this care through interactive educational methods. As the elderly population grows, caregivers play a crucial role in providing long-term care (LTC) to the elderly and meeting their basic needs, including medical care, psychosocial support, and daily living skills. Interactive educational methods can enhance caregiver knowledge about LTC, enabling them to provide more effective and efficient care, especially for those lacking medical or health knowledge. The purpose of this study is to examine how interactive educational techniques have increased caregivers' understanding of long-term care. The research sample consisted of 11 health cadres in the Ngemplak Community Health Center working area with a purposive sampling technique. Researchers conducted a pre-test and post-test to measure knowledge before and after interactive education about long-term care. Wilcoxon's test results showed a p value of 0.004. There's a meaningful difference in knowledge between pre-interactive education and after interactive education. Caregivers can continue to follow a variety of training or education related to long-term care, be able to identify or screen elderly persons who need long-term care, learn about long-term care for parents on a sustainable basis, and provide long-lasting care to elders that focuses on meeting the basic needs of the elder.
Terapi Bekam Basah guna Memperbaiki Status Hemodinamik pada Pasien Hipertensi Sucipto, Adi; Fadlilah, Siti; Muflih, Muflih
Faletehan Health Journal Vol 10 No 02 (2023): Faletehan Health Journal, July 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i02.446

Abstract

The increasing number of patients and the threat of complications make hypertension need to be watched. Non-pharmacotherapeutic treatment of hypertension can implement wet cupping therapy. This study aimed to determine the effects of wet cupping on the pulse and blood pressure of hypertensive patients. This research used a quasi-experimental method with pretest and posttest control group design. The samples consisted of control and intervention group consisting of 40 respondents in each and were selected by consecutive sampling technique. Wet cupping intervention was carried out once by a nurse as an assistant. The instrument used standard operating procedures, cupping tools, a digital sphygmomanometer, and an observation sheet. The statistical test used paired t-test and Wilcoxon test. The difference test used independent t-test and Mann Whitney. The control group experienced an increase in pulse and diastolic (3.98 times/minute and 1.77 mmHg), while the systolic was decreased (5.9 mmHg). The intervention group experienced a decrease in pulse, systolic and diastolic (1.05 times/minute, 8.13 mmHg, and 3.75 mmHg). The bivariate test in control group on the pulse, systolic, and diastolic variable showed p value of 0.035, 0.773, and 0.106. The bivariate test in the intervention group on the pulse, systolic, and diastolic variable showed p value<0.001, <0.001, and 0.001. The difference test on the pulse, systolic, and diastolic variable obtained p value of 0,057, 0.003, and 0.079. Cupping therapy effectively reduces hypertensive patients' pulse and blood pressure so that it can be used as an inexpensive therapeutic option.
Application of Complementary Therapy as an Effort to Mitigate Health Crisis from Malnutrition Risk Factors in Vulnerable Groups Muflih, Muflih; Widaryanti, Rahayu; Erwanto, Rizky
Gaster Vol 22 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i1.1426

Abstract

Introduction Malnutrition, a critical global health issue, continues to affect vulnerable populations despite advances in healthcare and nutrition science, highlighting the need for integrated intervention strategies that combine traditional nutritional support with complementary therapies. Objective: This research aimed to assess the effectiveness of a holistic intervention combining nutritional strategies and complementary therapies in mitigating malnutrition risks within vulnerable families, specifically those with toddlers or elderly members. Method: Conducted at a community health center in Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, the study involved 43 families, with 24 having toddlers and the remainder with elderly members. Employing purposive sampling, participants were selected based on their regular attendance at the health center, literacy, and willingness to participate. The intervention, implemented through two sessions in October-November 2023, included measures to enhance access to nutritious food, provide nutritional supplements, offer educational outreach, monitor nutritional status, and administer personalized nutritional therapy. Result: Data, recorded on a scale of 0-5 for each indicator and sub-indicator, demonstrated significant improvements across all parameters. The results indicated positive shifts in food security, healthcare access, socioeconomic status, dietary diversity, and micronutrient intake. Conclusion: The integrated approach effectively addressed malnutrition risks, showcasing tangible improvements in key indicators. This study contributes valuable insights into holistic strategies for mitigating malnutrition in vulnerable populations.
INOVASI KAMPUNG KOMPLEMENTER BERBASIS TEHNOLOGI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Widaryanti, Rahayu; Muflih, Muflih; Hiswati, Marselina Endah
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.9119

Abstract

Ketahanan keluarga dapat dioptimalkan salah satunya dengan pemafaatan terapi komplementer, namun terapi ini kurang diketahui oleh masyarakat. Selain itu melihat kemajuan tehnologi dan mudahnya akses internet di Desa Tirtomartani namun diperlukan informasi secara menyeluruh pada media edukasi tentang terapi komplementer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk kampung komplementer dengan konsep pengembangan terapi komplementer berbasis komunitas atau wilayah sehingga diharapkan dapat lebih dekat dengan masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Metode kegiatan berupa pelatihan kader komplementer sebagai motor penggerak kampung komplementer serta melakukan inovasi dengan mengoptimalkan teknologi digital untuk media edukasi terapi komplementer, selain itu dilakukan pendampingan dan monitoring serta evaluasi yang dilakukan secara berkala untuk keberlangsungan dari program kampung komplementer. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kampung komplementer serta peningkatan pengetahuan, wawasan dan keterampilan masyarakat mengenai terapi komplementer untuk meningkatkan derajat kesehatan yang dapat diterapkan pada individu, keluarga maupun masyarakat. Mitra memperoleh peningkatan pengetahuan pada kategori baik dengan rata-rata 50,66% dan penurunan pengetahuan dengan kategori kurang dari pengetahuan sebelumnya yaitu 17,71%.
Pelatihan Dan Praktik Mitigasi Malnutrisi Dengan Terapi Komplementer Untuk Penguatan Nutrisi Balita Dan Lansia Muflih, Muflih; Erwanto, Rizky; Kurniasih, Dwi Endah; Soetjipto, Sri Tanjung Saroyo Herry; Rahmawaty, Salsabila Putri
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12069

Abstract

Balita dan lansia adalah kelompok yang rentan terhadap malnutrisi dan ketidakseimbangan nutrisi, yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, pengasuh balita, dan pendamping lansia dalam mendeteksi dan menangani malnutrisi melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik langsung mengenai penggunaan terapi komplementer dan nutrisi seimbang. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan partisipan tentang deteksi dini malnutrisi, penggunaan tanaman herbal sebagai terapi komplementer, serta indikator perilaku kesehatan, status kesehatan komunitas, dan ketahanan komunitas. Pembentukan kelompok dukungan juga berhasil memperkuat keberlanjutan program ini. Program ini membuktikan bahwa edukasi dan kolaborasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam mengatasi malnutrisi di daerah dengan sumber daya terbatas.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa/I di SD Swasta Al-Fakhri Muflih, Muflih; Dedi, Dedi; Setiaji, Rikki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2030

Abstract

Latar belakang: Karies gigi merupakan sebuah penyakit infeksi yang merusak sruktur gigi, penyakit ini menyebabkan gigi berlubang yang dapat menyebabkan nyeri,  gangguan tidur, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya dan bahkan kematian. Organinasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2016 menyatakan angka kajadian karies gigi pada anak masih sebesar 60-90 %. Menurut data pemeriksaan gigi dan mulut pada murid SD melalui UKGS diseluruh kabupaten di wilayah provinsi sumatera utara pada tahun 2018, dari sebanyak 1.420.129 orang murid, telah diperiksa sebanyak 375.180 orang ataun sebesar 26,42%, yang menderita karies gigi sebanyak 42.617 orang, dan mendapat perawatan sebanyak 22.560 orang atau sebesar 53,17%. Desain penelitian ini merupakan desain penelitian survey analitik yang berisi urain-uraian. Populasi dalam penelitin ini sebanyak 56 orang dan cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan tehnik Total Sampling yaitu tehnik pengambilan sempel dimana jumlah hasil dari populasi di tetapkan menjadi sampel yang berjumlah sebanyak 56 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer, data skunder dan data tertier. Analisi data yang digunakan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan presepsi dengan tingkat kepercayaan α = 0,05, Pengetahuan diperoleh nilai p= 0,014 < dari α = 0,05, kebiasaan menggosok gigi diperoleh nilai p= 0,006 < dari α = 0,05, makanan kariogenik diperoleh nilai p= 0,041 < dari α = 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada Hubungan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Siswa/i di SD Swasta Al-Fakhri Tahun 2021-2022. Disarankan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepeda siswa/i SD Swasta Al-Fakhri untuk menjaga terjadinya karies gigi. Kata kunci  :    Pengetahuan, Kebiasaan Menggosok Gigi, Makanan Kariogenik,  dan Karies Gigi Background: Dental caries is an infectious disease that damages the tooth structure, this disease causes cavities which can cause pain, sleep disturbances, tooth loss, infection, various dangerous cases and even death. The World Health Organization (WHO) in 2016 stated that the incidence of dental caries in children was still 60-90%. According to data on dental and oral examinations for elementary school students through UKGS in all districts in the province of North Sumatra in 2018, out of 1,420,129 students, 375,180 students were examined or 26.42%, 42,617 people suffered from dental caries. and received treatment as many as 22,560 people or 53.17%. This research design is an analytical survey research design which contains descriptions. The population in this study was 56 people and the sampling method in this study was using the Total Sampling technique, namely the sampling technique where the number of results from the population was determined to be a sample of 56 people. Data collection methods are primary data, secondary data and tertiary data. Data analysis used with Chi-square test. The results showed that perception with confidence level = 0.05, knowledge obtained p value = 0.014 < from = 0.05, tooth brushing habit obtained p value = 0.006 < from = 0.05, cariogenic food obtained p value = 0.041 < of = 0.05.  The conclusion in this study is that there is a relationship between factors related to the incidence of dental caries in students at Al-Fakhri Private Elementary School in 2021-2022. It is recommended that this research can be used as input and consideration for students of Al-Fakhri Private Elementary School to prevent the occurrence of dental caries. dental caries.Keywords: Knowledge, Brushing Habits, Cariogenic Food, and Dental Caries
Improving Health Independence with a Family-Based Complementary Therapy Approach: Peningkatan Kemandirian Kesehatan dengan Pendekatan Terapi Komplementer Berbasis Keluarga Widaryanti, Rahayu; Muflih, Muflih; Dian Rhesa Rahmayanti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i4.15591

Abstract

Purwomartani has local wisdom regarding the use of complementary therapies, but skills in using complementary therapies are obtained from generation to generation and are still not based on evidence-based so it can be at risk of injury. The purpose of this activity is to increase the ability and skills to use complementary therapy at the family level. This community service activity was carried out in June-July 2023 and was attended by 32 participants. The method used is health screening, health education, and utilization of herbs. The results of the health screening were 3 toddlers who had irregularities, 15 people who had blood pressure above normal, 10 people who had blood sugar levels above normal, and 8 people who had uric acid levels above normal. There is an increase in knowledge about the use of complementary therapy at the family level before and after the activity as much as 20.45 points.
Hubugan Resiko Jatuh Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi Balerante Kemalang Klaten Nurhidayati, Istianna; Muflih, Muflih; Mawardi, Mawardi; Rahmah, Qori Jabal
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: The aim of this study was to identify the relationship between the risk of falling and the quality of life of the elderly in disaster-prone areas of Mount Merapi, Balerante, Kemalang, Klaten. Methods: This study used correlational quantitative research design with a cross sectional approach. Respondents in this study were as many as 84 elderly who were obtained by cluster random sampling technique and according to inclusion criteria. The data collection technique used the WHOQOL-OLD questionnaire and the TUGT observation sheet. Bivariate data analysis used the Kendalls Tau statistical test. Results: The results of this study found that 85.7% of the elderly were aged (60-74 years), 52.4% of the elderly were female, 63.1% had not experienced a fall in the last 1 year, 66.7% of the elderly had a mild fall risk, and 78.6% of the elderly have a high quality of life. The study obtained p = 0.053 and r = -0.176.Conclusion: The conclused of this study is no significant relationship between the risk of falling and the quality of life of the elderly in the disaster-prone area of Mount Merapi, Balerante, Kemalang, Klaten.
Pengaruh Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Perawat di Rumah Sakit : Influence of the Work Environment With Nurse Productivity in Hospital Eki Maryo; Muflih, Muflih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.315 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1884

Abstract

Manajemen harus mengakui dan menerima bahwa sumber daya manusia merupakan elemen yang paling strategis dalam organisasi. Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan manusia. Produktivitas kerja adalah keinginan manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan di segala bidang. Produktivitas sangat penting bagi daya saing jangka panjang dalam organisasi. Setiap perusahaan memiliki karyawan yang bertugas melaksanakan kegiatan operasional. Mereka beraktivitas di lingkungan kerja yang kemungkinan berpengaruh pada produktivitas kerjanya. Lingkungan kerja yang kondusif mendukung produktivitas karyawan dalam bekerja. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh lingkungan kerja dengan produktivitas staf perawat di rumah sakit. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner/angket Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana berjumalah 123 orang dan cara pengambilan responden menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil dalam penelitian ini adalah mayoritas perawat merasakan lingkungan kerja dalam kategori baik yaitu sebanyak 120 responden (97,6%), tingkat produktivitas perawat terbanyak berada pada kategori cukup dengan jumlah 79 responden (64,2%) dan ada pengaruh antara lingkungan kerja dengan produktivitas staf perawat di rumah sakit dengan nilai probabilitasnya adalah 0,044 < α =0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu lingkungan kerja yang dirasakan perawat mayoritas adalah pada kategori baik, produktivitas perawat adalah dalam kategori cukup produktif dan ada pengaruh lingkungan kerja dengan produktivitas staf perawat di rumah sakit.