Claim Missing Document
Check
Articles

The Use of Conversational Implicature and Speech Acts in Tema Indonesia Youtube Channels Mulyani, Ani; Mubarok, Yasir; Nurhuda , Zamzam
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i4.15449

Abstract

This study aims to describe the use of conversational implicature and types of speech acts in informal conversations in five episodes of the Tema Indonesia YouTube channel, namely DPN, Comedy Buddy, Gegerrr, Sekolah Ngawur, and Pods Tema. This study uses a qualitative descriptive approach with an interactive model data analysis technique from Miles and Huberman (1994). The theories used are Searle's Speech Acts Theory (1969) and Grice's Conversational Implicature Theory (1975). The results of the study showed that 30 conversational implicature data were found, consisting of 53% particularized conversational implicature and 47% generalized conversational implicature. Most of the utterances are expressive speech acts that function to convey social criticism, emotional evaluation, and light satire. In addition, representative and directive speech acts were also found, although with a lower frequency, functioning to provide information and suggestions in a subtle manner. No commissive or declarative speech acts were found in the data. These findings suggest that communication in Tema Indonesia is reflective, critical, and entertaining, relying on humor and implicature to strengthen the audience's emotional engagement and encourage active interpretation of implied meanings. This research confirms that digital communication not only forms entertainment, but also a space for social and political discussion packaged in a light-hearted style.
Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 6-7 Tahun Mubarok, Yasir; Sudana, Dadang; Nurhuda, Zamzam
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5555

Abstract

Evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran membaca oleh pendidik memerlukan pengkajian ulang. Proses pembelajaran yang ditandai dengan dominannya teknik ceramah dan ketergantungan pada papan tulis sebagai perangkat pengajaran utama menyebabkan hasil belajar yang kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak penggunaan media gambar terhadap keterampilan membaca siswa usia 6 dan 7 tahun. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 33 anak usia 6-7 tahun yang terdaftar di SD Mater Dei Pamulang, Tangerang, Banten. Strategi pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media visual berpotensi meningkatkan kemampuan membaca siswa di SD Mater Dei Pamulang. Pemanfaatan media visual memungkinkan anak memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan baru.
Pembentukan Karakter melalui Metode Dongeng di TK Lab School FIP - UMJ Yanti, Dewi; Mubarok, Yasir
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14436

Abstract

Background: Pendidikan karakter merupakan metode pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan sifat-sifat yang diperlukan untuk menumbuhkan karakter moral yang kuat. Pendidikan karakter dipandang sebagai nilai yang krusial untuk ditanamkan pada anak usia dini. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah membentuk karakter anak melalui dongeng dalam pembelajaran di sekolah. Metode: Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada 22 Januari – 26 Januari 2024 yang diikuti oleh 23 orang siswa dan 4 orang guru dari TK Lab School FIP – UMJ melalui tiga tahap. Pertama, tahap perencanaan yaitu tim pelaksana berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal kegiatan. Selain itu, tim PkM menyiapkan seluruh materi dan modul yang diperlukan untuk presentasi. Kedua adalah pelaksanaan kegiatan oleh tim PkM bekerjasama dengan guru TK Lab School FIP - UMJ. Tahap ketiga adalah evaluasi. Evaluasi dilakukan oleh tim PkM melalui serangkaian pertanyaan yang ditujukan kepada para guru. Hasil: Terdapat 77 persen peserta aktif mengikuti PkM ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah dan semangat individu yang terlibat dalam PkM ini. Kesimpulan: Pemanfaatan dongeng mempunyai kapasitas untuk meningkatkan kemampuan membaca dan membentuk anak-anak di TK Lab School FIP – UMJ.
Ujaran Kebencian Terhadap Artis pada Kolom Komentar Instagram Rostiawati, Tian; Aliyah, Riska Nashirotul; Mubarok, Yasir; Iskandari, Yuli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai ujaran kebencian yang ditujukan kepada Lesty Kejora (LK) di kolom komentar akun Instagram pribadinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kerangka teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur pragmatik Searle, sedangkan datanya berasal dari tangkapan layar komentar netizen di akun Instagram LK. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat tindak tutur ilokusi yang ditemukan pada 15 data ujaran kebencian di kolom komentar terdapat (7) data dengan tindak tutur ekspresif yang fungsinya mengkritik dan menyalahkan, (4) data dengan tindak tutur asertif dengan fungsi dua data fungsi menyindir, satu data berfungsi menyarankan, satu data berfungsi menyatakan, (2) data dengan tindak tutur deklaratif dengan fungsi yang berfungsi melarang, (2) data dengan tindak tutur direktif yang berfungsi memerintah dan menyuruh. Berdasarkan hasil temuan tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi sebagai mengkritik ditemukan paling dominan, hal ini terjadi karena banyaknya komentar di kolom Instagram @LK yang mengungkapkan ketidakpuasannya dengan mengkritisi LK karena mencabut laporan KDRT yang diterimanya.
Linguistic Landscape in Braga Street, Bandung: Multilingual Practices and Cultural Identity Mubarok, Yasir; Kurniawan, Muhammad Ardian; Nurhuda, Zamzam; Risnawati, Eris
Insaniyat: Journal of Islam and Humanities Vol. 10 No. 1 (2025): Insaniyat: Journal of Islam and Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/insaniyat.v10i1.46439

Abstract

This study investigates the linguistic landscape of Jalan Braga, Bandung, a heritage street rich in historical and cultural significance. Using a qualitative descriptive design, data were collected through photographic documentation, field observation, and secondary sources, resulting in 60 signage items analyzed. Findings reveal that monolingual signage dominates (68.3%), particularly in English and Indonesian, followed by bilingual (23.3%) and multilingual signs (8.4%). The results demonstrate that English functions both as a global lingua franca and a branding tool, while Indonesian serves as a marker of national identity. Dutch signage symbolizes colonial heritage, whereas Sundanese, though limited in number, reflects local cultural identity. Multilingual signs, though fewer, strategically integrate languages such as Japanese, Korean, and Mandarin to project cosmopolitanism and cultural hybridity. The study highlights how language use in Braga reflects not only practical communication but also symbolic functions tied to identity, history, and globalization. This research contributes to linguistic landscape studies by emphasizing the interplay of colonial, national, local, and global languages in urban heritage spaces.