Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 6-7 Tahun Mubarok, Yasir; Sudana, Dadang; Nurhuda, Zamzam
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5555

Abstract

Evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran membaca oleh pendidik memerlukan pengkajian ulang. Proses pembelajaran yang ditandai dengan dominannya teknik ceramah dan ketergantungan pada papan tulis sebagai perangkat pengajaran utama menyebabkan hasil belajar yang kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak penggunaan media gambar terhadap keterampilan membaca siswa usia 6 dan 7 tahun. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 33 anak usia 6-7 tahun yang terdaftar di SD Mater Dei Pamulang, Tangerang, Banten. Strategi pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media visual berpotensi meningkatkan kemampuan membaca siswa di SD Mater Dei Pamulang. Pemanfaatan media visual memungkinkan anak memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan baru.
Pembentukan Karakter melalui Metode Dongeng di TK Lab School FIP - UMJ Yanti, Dewi; Mubarok, Yasir
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14436

Abstract

Background: Pendidikan karakter merupakan metode pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan sifat-sifat yang diperlukan untuk menumbuhkan karakter moral yang kuat. Pendidikan karakter dipandang sebagai nilai yang krusial untuk ditanamkan pada anak usia dini. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah membentuk karakter anak melalui dongeng dalam pembelajaran di sekolah. Metode: Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada 22 Januari – 26 Januari 2024 yang diikuti oleh 23 orang siswa dan 4 orang guru dari TK Lab School FIP – UMJ melalui tiga tahap. Pertama, tahap perencanaan yaitu tim pelaksana berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal kegiatan. Selain itu, tim PkM menyiapkan seluruh materi dan modul yang diperlukan untuk presentasi. Kedua adalah pelaksanaan kegiatan oleh tim PkM bekerjasama dengan guru TK Lab School FIP - UMJ. Tahap ketiga adalah evaluasi. Evaluasi dilakukan oleh tim PkM melalui serangkaian pertanyaan yang ditujukan kepada para guru. Hasil: Terdapat 77 persen peserta aktif mengikuti PkM ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah dan semangat individu yang terlibat dalam PkM ini. Kesimpulan: Pemanfaatan dongeng mempunyai kapasitas untuk meningkatkan kemampuan membaca dan membentuk anak-anak di TK Lab School FIP – UMJ.
Ujaran Kebencian Terhadap Artis pada Kolom Komentar Instagram Rostiawati, Tian; Aliyah, Riska Nashirotul; Mubarok, Yasir; Iskandari, Yuli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai ujaran kebencian yang ditujukan kepada Lesty Kejora (LK) di kolom komentar akun Instagram pribadinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kerangka teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur pragmatik Searle, sedangkan datanya berasal dari tangkapan layar komentar netizen di akun Instagram LK. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat tindak tutur ilokusi yang ditemukan pada 15 data ujaran kebencian di kolom komentar terdapat (7) data dengan tindak tutur ekspresif yang fungsinya mengkritik dan menyalahkan, (4) data dengan tindak tutur asertif dengan fungsi dua data fungsi menyindir, satu data berfungsi menyarankan, satu data berfungsi menyatakan, (2) data dengan tindak tutur deklaratif dengan fungsi yang berfungsi melarang, (2) data dengan tindak tutur direktif yang berfungsi memerintah dan menyuruh. Berdasarkan hasil temuan tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi sebagai mengkritik ditemukan paling dominan, hal ini terjadi karena banyaknya komentar di kolom Instagram @LK yang mengungkapkan ketidakpuasannya dengan mengkritisi LK karena mencabut laporan KDRT yang diterimanya.
Linguistic Landscape in Braga Street, Bandung: Multilingual Practices and Cultural Identity Mubarok, Yasir; Kurniawan, Muhammad Ardian; Nurhuda, Zamzam; Risnawati, Eris
Insaniyat: Journal of Islam and Humanities Vol. 10 No. 1 (2025): Insaniyat: Journal of Islam and Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/insaniyat.v10i1.46439

Abstract

This study investigates the linguistic landscape of Jalan Braga, Bandung, a heritage street rich in historical and cultural significance. Using a qualitative descriptive design, data were collected through photographic documentation, field observation, and secondary sources, resulting in 60 signage items analyzed. Findings reveal that monolingual signage dominates (68.3%), particularly in English and Indonesian, followed by bilingual (23.3%) and multilingual signs (8.4%). The results demonstrate that English functions both as a global lingua franca and a branding tool, while Indonesian serves as a marker of national identity. Dutch signage symbolizes colonial heritage, whereas Sundanese, though limited in number, reflects local cultural identity. Multilingual signs, though fewer, strategically integrate languages such as Japanese, Korean, and Mandarin to project cosmopolitanism and cultural hybridity. The study highlights how language use in Braga reflects not only practical communication but also symbolic functions tied to identity, history, and globalization. This research contributes to linguistic landscape studies by emphasizing the interplay of colonial, national, local, and global languages in urban heritage spaces.
Meningkatkan Ekspresi Diri dengan Monolog di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat Sugiyo, Sugiyo; Koebanu, Sabri; Mubarok, Yasir
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20775

Abstract

Background: Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks, ditandai oleh kebutuhan untuk mengekspresikan identitas diri, mengelola emosi, dan menghadapi tekanan sosial. Monolog sebagai seni pertunjukan berbasis sastra lisan dapat menjadi media untuk menyalurkan ekspresi diri sekaligus berfungsi sebagai art therapy. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi sastra, kreativitas, dan keterampilan komunikasi remaja melalui praktik menulis dan membawakan monolog. Metode: Program dilaksanakan oleh Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat dengan melibatkan siswa kelas XI sebagai peserta. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengenalan konsep monolog, penulisan naskah berbasis pengalaman pribadi, pementasan monolog, serta pemberian apresiasi dan motivasi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi aktif hingga 89%, kemampuan mengekspresikan emosi, kepercayaan diri, dan literasi emosional siswa. Selama kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahap. PKM ini menciptakan lingkungan suportif yang mendorong ekspresi diri, pengelolaan emosi, dan penguatan keterampilan sosial, sekaligus mendukung pengembangan karakter, kreativitas, dan apresiasi sastra di kalangan remaja. Kesimpulan: Kegiatan PKM ini berhasil menyediakan wadah ekspresi diri yang konstruktif bagi remaja melalui seni monolog.  Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari pengembangan diri siswa di lingkungan sekolah.
INTERPRETASI WACANA HUMOR MEME MELALUI KAJIAN TEORI RELEVANSI Floranti, Astri Dwi; Mubarok, Yasir; Saifullah, Aceng Ruhendi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i2.%p

Abstract

Meme (dibaca: mim) dikenal sebagai wacana humor kekinian yang tercipta dan tersebar melalui media-media sosial. Interpretasi humor meme tentu berbeda dengan interpretasi humor verbal mengingat meme berbentuk item digital berupa foto dengan perpaduan aspek verbal dan visual. Studi ini merupakan studi lanjutan dari Floranti dan Saifullah (2016) yang diharapkan mampu melengkapi strategi penciptaan humor meme melalui perspektif teori relevansi Sperber dan Wilson (1986) serta bantuan dari teori multimodalitas Kress dan Van Leeweun (2006). Model ingcongruity – resolution dan teori relevansi menempatkan peranan kognisi pembaca sebagai modal utama dalam menemukan intensi komunikatif kreator dan meraih efek humor. Pembaca harus menggali efek kontekstual dan berusaha menyelesaikan ketidaksejajaran interpretasi sehingga implikasinya ialah usaha pemrosesan akan semakin besar. Berkaitan dengan konsep teori relevansi, meme dapat diinterpretasikan dengan berbagai cara dan tingkatan oleh setiap pembaca yang berbeda.
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lirik Lagu “Di Akhir Perang” Karya Nadin Amizah Sudarti, Zulva; Adilah, Zalimah; Mubarok, Yasir
GERAM Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ekspresi perasaan dan pengalaman batin pengarang dalam lirik lagu Di Akhir Perang karya Nadin Amizah dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek kajian berupa teks lirik lagu. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung unsur ekspresif, yang dikumpulkan melalui teknik dengar, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan lirik lagu berdasarkan pendekatan ekspresif untuk memahami hubungan antara pengalaman batin pengarang dan makna yang dibangun melalui bahasa lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Di Akhir Perang merepresentasikan proses penyembuhan emosional, penerimaan diri, dan upaya berdamai dengan konflik batin. Metafora “perang” digunakan sebagai simbol pergulatan emosional yang berat, sementara diksi seperti perlahan, mewarnai, menerima, dan pulang menggambarkan proses pemulihan yang berlangsung secara bertahap dan membutuhkan kesabaran serta dukungan emosional. Lirik lagu tidak hanya menampilkan emosi sesaat, tetapi juga menunjukkan perubahan batin pengarang dari kondisi terluka menuju kedewasaan emosional dan ketenangan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan ekspresif efektif digunakan untuk menganalisis lirik lagu sebagai teks sastra lirik karena mampu mengungkap hubungan antara pengalaman personal pengarang, simbolisasi bahasa, dan makna lirik. Dengan demikian, lirik lagu dapat diposisikan sebagai karya sastra yang memiliki kedalaman makna dan kekuatan ekspresif setara dengan genre sastra lainnya.
Negosiasi Identitas Lokal, Global, dan Religius dalam Lanskap Linguistik Toko Busana di Pamulang Yasir Mubarok; Sabri Koebanu
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.2588

Abstract

Ruang publik merupakan arena sosial yang tidak netral, tempat relasi kuasa, identitas, dan ideologi dinegosiasikan melalui praktik kebahasaan. Penelitian ini mengkaji lanskap linguistik papan nama toko busana di Pamulang, Tangerang Selatan, untuk memetakan sebaran bahasa serta menafsirkan negosiasi identitas lokal–nasional, global, dan religius dalam ruang komersial suburban. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan dua kategori utama monolingual (53,4%) dan bilingual (46,6%). Pada kategori monolingual, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris muncul seimbang (26,7%), dengan perbedaan fungsi Bahasa Indonesia dominan secara informasional dan menegaskan identitas lokal–nasional, sedangkan Bahasa Inggris cenderung simbolik untuk membangun citra modern dan prestisius. Pada kategori bilingual, kombinasi Inggris–Indonesia paling dominan (40%), diikuti Indonesia–Inggris (3,3%) dan Arab–Inggris (3,3%). Pola bilingual memperlihatkan strategi glokalisasi. Bahasa Inggris sebagai penanda global/komersial dan Bahasa Indonesia sebagai penopang keterpahaman lokal, sementara Bahasa Arab menegaskan identitas religius yang dinegosiasikan bersama simbol modernitas. Temuan ini menegaskan bahwa ruang komersial suburban merupakan arena aktif negosiasi identitas global–lokal–religius, serta memperluas kajian lanskap linguistik di luar konteks metropolitan.
THE USE OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS APPROACHES ON ENGLISH TEXTBOOK STUDIES FOR ENGLISH LANGUAGE TEACHING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW FROM 2012 TO 2021 Yasir Mubarok; Astri Dwi Floranti; Wawan Gunawan
Epigram Vol 23 No 1 (2026): Vol. 23 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v23i1.8268

Abstract

While scholars have widely acknowledged the value of integrating Critical Discourse Analysis (CDA) into educational research as a means of understanding the relationship between pedagogical practices and social contexts, this study presents a decade-long systematic literature review of English textbook studies conducted within the CDA framework in the field of English Language Teaching (ELT). The data comprised 41 journal articles published between 2012 and 2021, which were retrieved using the Publish or Perish (PoP) software and analyzed through an open-coding approach. The findings reveal a gradual increase in publication trends, particularly from 2018 onward. The reviewed studies were predominantly conducted in expanding-circle countries, with Indonesia and Iran emerging as the most frequently represented contexts. Consequently, a large proportion of the research focused on English textbooks used at the upper secondary education level. Gender inequality and its representation emerged as the most extensively examined topic. Other prominent research themes included ideology construction, educational values, racism, identity and citizenship, multimodality, and CDA-based textbook evaluation. Finally, this study contributes to the advancement of the CDA framework in English textbook research and offers directions for future studies in this field.
The Existence and Social Functions of Sabeni Jawara from Tanah Abang in Contemporary Betawi Society Velayati Khairiah Akbar; Yasir Mubarok
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i2.2633

Abstract

Amid the pressures of globalization and the growing dominance of transnational popular culture in Jakarta, the continuity of local oral traditions has become increasingly contested. This study investigates the existence and social functions of Betawi folklore through an analysis of Sabeni Jawara from Tanah Abang. Employing a qualitative descriptive design grounded in ethnolinguistics and dialogical ethnography, data were collected through field observations, in-depth interviews with Betawi cultural figures, and documentary analysis of folklore texts and related cultural sources. The findings reveal that Betawi folklore remains socially relevant not because it survives solely as an oral narrative, but because it has been institutionalized and recontextualized within contemporary cultural domains, including the Jakarta Local Culture and Environment Education curriculum (PLBJ), Lenong performances, and the Palang Pintu tradition. Functionally, the story of Sabeni Jawara operates as a vehicle for transmitting religious and moral values, fostering character education, and sustaining performative entertainment rooted in Betawi cultural aesthetics. More importantly, the study demonstrates that folklore functions as a dynamic mechanism for reproducing cultural identity, social memory, and collective values within a rapidly changing metropolitan environment. These findings contribute to folklore studies by showing how traditional narratives endure through processes of institutionalization, cultural performance, and identity reproduction, thereby positioning folklore not as a relic of the past but as an adaptive system of local knowledge that supports cultural sustainability in contemporary urban society.