Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Implementation of Media Richness Theory in the Use of Microsoft Teams Applications Yasindy Risma Hani; Dewi Maria Herawati
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5727

Abstract

This journal article reviews the literature on the implementation of communication theory in the use of Microsoft Teams applications which aims to see the user's perspective in communicating through Microsoft's flagship application, Microsoft Teams. This study aims to determine the implementation of media richness theory in the use of Microsoft Teams applications. Which includes the experience of informants when using the Microsoft Teams application in their daily lives. This study uses qualitative research methods, using the theory of media richness which looks at the stages or the highest level of communication, namely directly (face-to-face). Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Based on researcher interviews with informants, the Microsoft Teams application can be a media solution or media support for work productivity and education, especially in terms of interaction and communication with other users. However, Microsoft Teams also has some drawbacks that make this video conferencing application not equivalent to face-to-face communication.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENYELAMATAN LINGKUNGAN DI KAMPUNG BARU NELAYAN CILINCING, JAKARTA UTARA Vidya Kusumawardani; Iqbal Aidar Idrus; Ummi Zakiyah; Dewi Maria Herawati
BERDIKARI Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.869 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v5i1.5538

Abstract

 Masyarakat Kampung Baru Nelayan Cilincing, mayoritasnya hidup berada dibawah garis kemisinan, dengan rata-rata mata pencaharian mereka adalah buruh nelayan. Dengan penghasilan yang tidak menentu dari hasil laut mereka. Kondisi ini diperburuk dengan kondisi laut yang sudah tercemar dengan air limbah industri dan berbagai sampah rumah tangga yang membuat para nelayan semakin sulit untuk menambah hasil tangkapan laut mereka. Masyarakat yang belum perduli dengan penyelamatan lingkungan. Salah satuya dapat dilihat dari banyaknya sampah-sampah yang berserakan disekitar tempat tinggal mereka. Belum teredukasinya pemanfaatan sampah daur ulang agar dapat bernilai ekonomis untuk membantu perekonomian keluarga. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu sosialisasi kegiatan penyelamatan lingkungan dan pelatihan pemanfaatan sampah daur ulang serta strategi pemasarannya melalui media online. Temuan yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan masyarakat di Kampung Nelayan Baru masih rendah. Mereka juga belum mengetahui bagaimana cara menyelamatkan dan menjaga lingkungan disekitar tempat tinggal mereka. Kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan juga masih rendah sehingga lingkungan disana terkesan sangat kumuh dan kotor. Setelah dilakukan kegiatan ini, masyarakat perlahan mulai sadar terhadap lingkungan dan bahayanya perncemaran lingkungan dari sampah plastik. Mereka juga sudah menyadari bahwa lingkungan tempat tinggal meraka saat ini ternyata sudah tercemar dan sudah mengetahui juga betapa bahayanya pencemaran lingkungan jika tidak segera diatasi dan dicari solusinya. Kemudian kegiatan pelatihan ini juga memberikan pengetahuan yang baru sampah plastik masih bisa dimanfaatkan dan bahkan bisa menjadi penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan sosialisasi penyelamatan lingkungan dan pemanfaatan sampah daur ulang yang telah membuka pikiran masyarakat di wilayah Kampung Baru Nelayan Cilincing untuk mulai memperhatikan kebersihan lingkungan dengan cara pemanfaatan sampah plastik atau sampah rumah tangga di sekitar tempat mereka tingga sebagai upaya untuk menambah penghasilan. 
CONSUMPTIVE BEHAVIOR IN ONLINE SHOPPING ON BEAUTIFUL DATES THROUGH SHOPEE’SSITE Dewi Maria Herawati; Fitriana Pangesti
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2022: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumptive behavior that occurs in society occurs because of increasingly rapid technological advances and the many kinds of marketplaces. The trend of usage and penetration rate of e-commerce in Indonesia in 2017-2023 grew very significantly in recent years, especially during the last pandemic. With activity restrictions, people shop online once a month. Based on the results of research by Harbolnas.com, it shows that the National Online Shopping Day Transaction (Harbolnas), a three-day internet shopping event, recorded transactions of Rp. 4.7 trillion, up 42 percent (Rp. 1.4 trillion) from last year's event. From this background, this study aims to find out how consumptive behavior is in shopping online on beautiful dates through the Shopee site. The research method used is descriptive qualitative, while the data collection technique in this study uses Snowball and is obtained through interviews. The results of this study found that the occurrence of consumptive behavior in society was motivated by factors, namely external factors, including culture, family. And internal factors include motivation and economic conditions. Online shopping activities are carried out to meet needs and buy products based on discount shopping vouchers in the form of free shipping vouchers and cashback on beautiful dates given by Shopee. Thus, people become consumptive because they buy goods not based on needs but desires.Keywords: Consumptive Behaviour; Online Shopping; E-Commerce
Representasi Cantik Dalam Iklan Video Digital Dove “Rambut Aku Kata Aku” Dewi Maria Herawati; Dian Risma Dara
Hybrid Advertising Journal: Publication for Advertising Studies Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.099 KB)

Abstract

Konsep kecantikan yang berkembang dalam kebudayaan masyarakat Indonesia saat ini adalah konsep kecantikan yang telah dikonstruksi oleh media. Sebagaimana cantik adalah perempuan yang memiliki kulit putih bersih, rambut hitam panjang, memiliki tubuh yang langsing, dan wajah yang bebas dari kerutan, flek dan sebagainya. Padahal konsep kecantikan tidak lagi bersandar pada konsep yang relatif melainkan kultural dan geografis. Munculnya stereotip ini mengakibatkan perempuan kehilangan rasa percaya diri (self esteem) dalam kehidupan sehari-hari. Bergerak dari isu tesebut, Dove sebagai brand yang mendukung pemberdayaan perempuan dalam iklan merepresentasikan kecantikannya secara beragam dalam hal mengekspresikan gaya rambut melalui rangkaian iklan Rambut Aku Kata Aku. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana representasi kecantikan perempuan dalam iklan Dove versi Rambut Aku Kata Aku?”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif dengan pendekatan lima unit femvertising untuk menganalisis iklan video digital serta tampilan kecantikan (inner dan outer). Penelitian representasi perempuan pada iklan Dove ini ditemukan bahwa konsep femvertising muncul dengan beragam cerita yang memiliki satu tujuan, yaitu memberdayakan perempuan, dimulai dari penggunaan talent atau model dalam iklan hingga pesan yang dibawakan. Femvertising membawakan representasi akan perempuan yang lebih beragam, dari kepemilikan aspek fisik dari berbagai macam sisi (ras, bentuk tubuh, usia dan gaya rambut).
Penyuluhan Strategi Membangun Brand Awarness Produk pada Anggota PKK di Warakas Dinar Ayu Chandra Agustin; Vidya Kusumawardhani; Indrawati Indrawati; Dewi Maria Herawati; Sugeng Wahjudi; Danang Trijayanto
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): PANDAWA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v2i1.6961

Abstract

Perkembangan teknologi mengubah gaya hidup masyarakat salah satunya adalah kegiatan pemasaran yang awalnya dilaksankan secara konvensional kini beralih menjadi digital. Pemasaran digital adalah kegiatan pemasaran yang memanfaatkan internet untuk dapat menjangkau pasar yang luas. Salah satu strategi digital marketing adalah dengan membentuk, mempertahankan dan meningkatkan brand awareness pada calon konsumen. Namun sayangnya masih banyak pelaku usaha yang telah melakukan digital marketing dalam usaha atau produknya tetapi kurang memahami fungsi dan peran brand awareness, sehingga hasil dari pemasaran yang dilakukan kurang memuaskan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan strategi membangun brand awareness bagi masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai pedangang, yakni di kelurahan warakas, kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Metode yang digunakan yakni, observasi, ceramah, diskusi dan evaluasi kuantitatif. Dari hasil kegiatan diperoleh bahwa 93,3% peserta menjadi lebih memahami menganai brand awareness, keuntungan apasaja yang didapatkan ketika menerapkan brand awareness pada produk dan mengetahui cara-cara untuk membentuk brand awareness.
HIDUP SEHAT TANPA HOAX DI MASA PANDEMI COVID-19 Dewi Maria Herawati; Danang Trijayanto; Agung Yudhistira Nugroho; Indrawati Indrawati; Yansen Marajohan Tambun
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): PANDAWA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v1i1.5679

Abstract

ABSTRAK Penyebaran hoax di masa pandemi Covid-19 menjadi persoalan yang besar dikarenakan banyak orang yang percaya pada hoax sehingga menyebabkan penanganan Covid-19 lambat dan banyak memakan korban jiwa. Hoax sendiri merupakan salah satu kejahatan yang paling massif di dunia maya saat ini. Penyebaran hoax yang beredar di masyarakat melibatkan banyak media, baik mulai dari media sosial hingga media massa online. Sedangkan berdasarkan penggunanya, usia 18-24 tahun merupakan pengguna media sosial tertinggi kedua di Indonesia. Sosialisasi dan pengetahuan terhadap tanggap hoax diperlukan dalam masyarakat agar masyarakat dapat memilah informasi yang didapat dan dapat menimbulkan optimisme baru terhadap upaya pencegahan virus ini. Oleh sebab itu, sosialisasi terhadap hoax di masa pandemi ini sangat diperlukan untuk segala lapisan masyarakat. Melihat dari data yang dijabarkan dalam latar belakang diatas, maka pemilihan mitra yang berasal dari usia remaja merupakan prioritas kegiatan ini. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi, serta sosialisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul Hidup Sehat Tanpa Hoax di Masa Pandemi ini diadakan selama dua hari yakni hari Kamis dan Minggu tanggal 29 Juli dan 1 Agustus 2021. Rangkaian kegiatan abdimas ini dilakukan dalam beberapa tahapan dan koordinasi dari empat orang dosen FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dengan tugas pokok masing-masing. Hasil dari kegiatan ini adalah Selama ini mereka hanya mengetahui tanpa tahu harus berbuat apa namun setelah sosialisasi ini dilakukan mereka antusias. Oleh karena itu, mereka semangat dalam menggunakan tools seperti fact-checker yang ada di laman Mafindo dan sejenisnya. Setelah acara tanya jawab dilakukan, maka kegiatan berikutnya adalah serah terima piagam penghargaan untuk pembicara dan foto bersama. Berdasarkan hasil analisa dari post-test yang diambil paska acara tersebut, sebanyak 93,8% sudah mengetahui cara melawan dan mencegah penyebaran hoax. Kata Kunci: Hoax, Covid-19 , Media sosial
Komunikasi Musik: Hubungan Erat Antara Komunikasi dengan Musik Sihabuddin, Sihabuddin; Itasari, Andri Astuti; Herawati, Dewi Maria; Aji, Haryo Kusumo
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 12 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/translitera.v12i1.2679

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hubungan erat antara komunikasi dan musik dengan menggunakan metode penelitian studi pustaka yang mana peneliti menelaah, mengeksplorasi dan mengolah berbagai pustaka yang terkait dengan komunikasi dan musik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya musik adalah bagian dari komunikasi karena salah satu fungsi musik sebagai media komunikasi dan bisa dikatakan pula bahwasanya komunikasi bagian dari musik karena tujuan orang menyajikan musik untuk berkomunikasi dengan orang lain. Beberapa contoh hubungan erat antara komunikasi dengan musik di antaranya; Pertama,saat seseorang sedang menyanyikan sebuah lagu maka orang tersebut berperan sebagai komunikator yang menginformasikan perasaanya kepada pendengarnya sebagai komunikan. Kedua, penggunaan musik sebagai media komunikasi terkadang memberikan kesan tersendiri di hati pendengarnya sehingga komunikasi menjadi lebih bermakna. Ketiga, musik menjadi identitas budaya karena dibawakan oleh penyanyi populer yang merepresentasikan budayanya.
Analisis Implementasi Program Hatinya pada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelompok Kerja III Kelurahan Tugu Utara Jakarta Utara Tahun 2019-2020: Analysis of The Implementation of Hatinya Program in The Movement Team for Family Empowerment and Welfare (PKK) Working Group III Tugu Utara Kelurahan Jakarta Utara 2019-2020 Ode, Samsul; Sihombing, Ginesta Monra Jelis; Firman, Firman; Herawati, Dewi Maria
Jurnal Riset Jakarta Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v15i1.60

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam rangka untuk memajukan kualitas sumber daya manusia. Salah satu kelompok yang menjadi sasaran dalam pemberdayaan masrakat adalah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemanfaatan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA) pada Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelompok Kerja (POKJA) III di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data penelitian diambil menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Implementasi dari George Edward III dengan pengukuran 4 (empat) indikator yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Program HATINYA Pada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Tugu Utara memberikan pembelajaran bahwa masyarakat perlu disadarkan dimulai dari kegiatan-kegiatan produktif khususnya dimasa pandemi ini agar bisa lebih memanfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk ditanami berbagai jenis pohon buah maupun tanaman obat. Perjalanan program ini di Tugu Utara penuh perjuangan untuk meningkatkan partisipasi masyarakatnya. Hal tersebut juga tidak terlepas dari beberapa faktor pendukung yaitu dukungan berupa bantuan pot tanaman oleh pihak Lurah, Dinas terkait dan keaktifan tim pengurus utama penggerak PKK. Selain itu, terdapat pula faktor penghambat diantaranya adalah tingkat pengelolaan dan pengetahuan sumber daya manusia yang masih lemah serta rasa ketidakpercayaan kepada wilayah yang kurang aktif.
Analysis Of BEM Unisri's Publik Opinion Regarding Political Advertising Billhots "Kepak Sayap Kebhinekaan" Herawati, Dewi Maria; Azhari, Wulan Ayu; Supuasari, Rahmatika Putri
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7519

Abstract

Puan Maharani's billboard advertisement with the theme " Kepak Sayap Kebhinnekaan" raises many pros and cons in society. Many people think positively, but quite a few people sneer at the ad. This research wants to see the public opinion of a group of BEM Activists from Slamet Riyadi University, Surakrta regarding the billboard " Kepak Sayap Kebhinnekaan" as a political advertisement belonging to Puan Maharani. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this research are the responses given from several informants as BEM Activists at Slamet Riyadi University, Surakarta, which were variously positive, negative, and even neutral. There are those who openly do not support Puan Maharani to lead, but have a positive response to the message conveyed on Puan Maharani's political advertising billboards. Everyone who sees the political advertising billboard "Kepak Sayap Kebhinnekaan" of course has their own responses and opinions. Keywords: Public Opinion, Politic, Communication
Strategi Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar Hastuti, Nurnawati Hindra; Herawati, Dewi Maria; Itasari, Andri Astuti
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7286

Abstract

AbstractThe revival of tourism after the COVID-19 pandemic is one of the main agendas for accelerating the Indonesian economy. This program began with the opening of tourism doors in Bali and the creation of the slogan work from Bali by the Minister of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia, Sandiaga Uno in May 2021. This tourism revival will also begin to be carried out in various tourist attractions in Indonesia in 2022. Starting from the place tourism areas that are already well-known to tourist areas that are still young or newly formed, such as tourist villages. One of them is a tourist village in Susukan District, Semarang Regency, Central Java, namely Ngidam Muncar Tourism Village. The existence of this tourist village was initiated in 2019. Then the existence of the Ngidam Muncar Tourism Village was inaugurated in early 2020. However, this tourism program could not be carried out optimally because the COVID-19 virus broke out in 2020. The pandemic affected tourism activities and program marketing strategies. tourism in this village has been hampered. Therefore, this research wants to see how the marketing communication strategy carried out by the local village government can then provide new input so that it can increase the village's income. The stages of this research method are starting from conducting an initial survey of the research object to see and determine the focus of the research, namely the marketing communication strategy of the Ngidam Muncar Tourism Village. Then, to dissect and answer this research problem, marketing communication strategy theory, SWOT analysis theory and marketing mix theory were used. This research method uses descriptive qualitative. The process of collecting data uses literature review methods, observation, and interviews with several sources who are directly related to the problem.Keywords: Marketing Communication, SWOT, Tourism Village  Abstraksi Kebangkitan pariwisata pasca pandemi COVID-19 merupakan salah satu agenda utama percepatan ekonomi Indonesia. Program ini diawali dengan mulai dibukanya pintu pariwisata di Bali dan dibentuknya slogan work from Bali oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno pada Mei 2021. Kebangkitan pariwisata ini juga mulai dilakukan di berbagai tempat wisata di Indonesia pada tahun 2022. Mulai dari tempat wisaata yang sudah terkenal hingga kawasan wisata yang masih muda atau baru terbentuk seperti desa wisata. Salah satunya seperti desa wisata yang ada di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu Desa Wisata Ngidam Muncar. Keberadaan desa wisata tersebut mulai diinisiasikan pada tahun 2019.  Kemudian keberadaan Desa Wisata Ngidam Muncar diresmikan pada awal tahun 2020. Namun program pariwisata ini tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan virus COVID-19 mewabah pada tahun 2020. Pandemi tersebut mengakibatkan kegiatan wisata dan strategi pemasaran program pariwisata desa ini jadi terhambat. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat yang kemudian dapat memberikan masukan baru sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa tersebut. Tahapan metode penelitian ini adalah mulai dari melakukan survei awal ke objek penelitian untuk melihat dan menentukan fokus penelitian, yaitu strategi komunikasi pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar. Kemudian untuk membedah dan menjawab permasalahan penelitian ini, digunakan teori strategi komunikasi pemasaran, teori analsis SWOT dan teori marketing mix. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Proses mengumpulkan data menggunakan metode literature review, observasi, dan wawancara beberapa narasumber yang berkaitan langsung dengan permasalahan.Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, SWOT, Desa wisata