Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pidana Mati Bagi Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 86/Pid.Sus/2022/PT Bdg) Br Sembiring, Sintia Klara; Muslim, Ikhwanul; Sunariyo, Sunariyo
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5460

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 86/Pid.Sus/2022/PT Bdg yang menjatuhkan hukuman mati terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah putusan tersebut mencerminkan prinsip keadilan bagi korban, pelaku, dan masyarakat serta kesesuaiannya dengan prinsip hak asasi manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim mempertimbangkan aspek pembuktian, keadilan retributif, efek jera, serta dampak sosial. Namun, penerapan hukuman mati masih menuai perdebatan terkait efektivitasnya dalam pencegahan kejahatan seksual dan perlindungan hak asasi manusia. Kesimpulannya, meskipun putusan ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi korban, diperlukan pendekatan lebih komprehensif dalam pemulihan korban dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
Implementasi Pidana Mati Bagi Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 86/Pid.Sus/2022/PT Bdg) Br Sembiring, Sintia Klara; Muslim, Ikhwanul; Sunariyo, Sunariyo
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5460

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 86/Pid.Sus/2022/PT Bdg yang menjatuhkan hukuman mati terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah putusan tersebut mencerminkan prinsip keadilan bagi korban, pelaku, dan masyarakat serta kesesuaiannya dengan prinsip hak asasi manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim mempertimbangkan aspek pembuktian, keadilan retributif, efek jera, serta dampak sosial. Namun, penerapan hukuman mati masih menuai perdebatan terkait efektivitasnya dalam pencegahan kejahatan seksual dan perlindungan hak asasi manusia. Kesimpulannya, meskipun putusan ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi korban, diperlukan pendekatan lebih komprehensif dalam pemulihan korban dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
Sosialisasi Pembuktian Cyber Crime dalam KUHAP dan UU ITE Sunariyo, Sunariyo; Elviandri, Elviandri; Rahayuningsih, Uut; Prasetyo, Bayu
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/s6yw8h91

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan mahasiswa mengenai sistem pembuktian tindak pidana siber di Indonesia. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pemahaman terkait validitas alat bukti elektronik dan disharmoni antara Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang berakibat pada lemahnya tindak lanjut hukum terhadap laporan kejahatan siber. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Kelurahan Sidodadi, Samarinda, diikuti oleh 30 orang mahasiswa dan 20 orang dari mayarakat umum dengan metode ceramah normatif-yuridis, diskusi interaktif, dan studi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman tentang validitas alat bukti digital dari sisi formil dan materiil, serta pentingnya dokumentasi forensik dalam proses penyidikan. Diskusi juga menyoroti perlunya harmonisasi regulasi dan pendampingan hukum bagi korban kejahatan siber agar proses pelaporan tidak terhambat karena kekurangan alat bukti. Kesimpulannya, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kesadaran hukum, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi cybercrime, dan mendorong reformasi hukum acara pidana yang responsif terhadap perkembangan teknologi informasi.
An Independent and Dignified Criminal Justice System: The Path Toward Substantive Justice Rahayuningsih, Uut; Sunariyo, Sunariyo; Hamid, Muhammad Qodri; Fajar, Ira Fadia
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2307

Abstract

The enforcement of criminal law in Indonesia plays a vital role in realizing a state based on law, as mandated by the 1945 Constitution. However, the criminal justice system, which should operate independently and with authority, still faces various serious challenges—ranging from political power intervention, unequal access to justice, to the weak integrity of law enforcement officials. This study aims to analyze the structure and dynamics of Indonesia’s criminal justice system within the framework of national legal politics, using a socio-legal approach that combines normative analysis and empirical field data. The main focus is directed at the integration of three aspects of the legal system: substance (legislation), structure (law enforcement institutions), and legal culture (awareness and behavior of both society and legal officials).The findings reveal that synchronization among the sub-systems of the criminal justice system—namely the police, prosecution, courts, and correctional institutions—is still suboptimal. This is exacerbated by low public trust in law enforcement, the criminalization of vulnerable groups, and the dominance of a formalistic approach that neglects substantive justice. In this context, progressive legal theory becomes highly relevant as a foundation for reforming the criminal justice system toward one that is more humane, just, and people-centered. Improving the quality of human resources in law enforcement is needed through legal education that is not only oriented toward legal certainty but also instills the values of justice and social utility. Therefore, an independent and dignified criminal justice system can only be realized if all legal elements work in an integrated manner and place substantive justice as the main orientation in every law enforcement process.
Criminal Liability of Children as Perpetrators of Physical Violence Maharani, Puan; Sunariyo, Sunariyo
Bacarita Law Journal Vol 6 No 1 (2025): August (2025) BACARITA Law Journal
Publisher : Programs Study Outside the Main Campus in Law Pattimura University ARU Islands Regency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bacarita.v6i1.18322

Abstract

Cases of child abuse are increasingly in the public spotlight. In some cases, children can also be perpetrators of violence against other individuals. This phenomenon raises various questions related to legal responsibility, justice approaches, and appropriate treatment of children as perpetrators of criminal acts. This study aims to analyze the criminal responsibility of children as perpetrators of violence and how the Judge's considerations in sentencing in Decision Number 5 / Pid.Sus-Anak / 2022 / PN.Smr and Decision 10 / Pid.Sus-Anak / 2023 / PN.Bpp. This study uses a normative legal research method, with three data sources, namely primary, secondary, and tertiary. Data were obtained through literature study collection techniques, and a legislative approach method with qualitative descriptive analysis, and drawing conclusions using inductive and deductive methods. The results of this study indicate that both Decisions have considered the legal, social, and psychological aspects of children as perpetrators of criminal acts. However, there are several things that are not in line with the principles of child protection and the restorative justice approach mandated by the Child Criminal Justice System Law.
Edukasi Jaga Jejak Digital, Lindungi Masa Depan A, Clerine Clarisa; Sukmawati, Olivia; Sunariyo, Sunariyo; Apriliyanti, Reva; Rafli, Jhonatan; Ariiqoh, Rofi Adhiatul
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.12593

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada peningkatan literasi digital pelajar guna menghadapi tantangan era teknologi informasi. Program dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, pada tanggal 9 Oktober 2025, dengan melibatkan 36 siswa/i berusia 16–17 tahun. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelajar mengenai pengelolaan jejak digital, etika bermedia sosial, perlindungan data pribadi, serta pencegahan kejahatan siber (cybercrime). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi kasus digital. Materi yang diberikan mencakup literasi digital dasar, pengenalan berbagai bentuk kejahatan siber seperti penipuan daring, peretasan, penyalahgunaan data pribadi, dan cyberbullying, serta strategi pencegahannya. Secara teoretik, kegiatan ini berlandaskan pada Teori Literasi Digital (Paul Gilster), yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan etis dalam memanfaatkan teknologi, Teori Pembelajaran Sosial (Albert Bandura), yang menjelaskan pembentukan perilaku digital melalui observasi dan interaksi sosial, serta Teori Tanggung Jawab Hukum (Legal Liability Theory), yang menegaskan bahwa setiap individu yang melakukan perbuatan melawan hukum wajib bertanggung jawab atas akibat perbuatannya. Dalam konteks hukum pidana siber, tanggung jawab ini dapat muncul dari tindakan seperti penyebaran konten hoaks, doxing, pencurian data, atau ujaran kebencian.
Menjaga Hak Remaja: Penyuluhan HAM dan Pengurangan Kenakalan Remaja A, Clerine Clarisa; Sukmawati, Olivia; Sunariyo, Sunariyo; Apriliyanti, Reva; Anggoro, Wylldan; Thahirah, Berliana Ath
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.12594

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisi menuju kedewasaan, yang rentan terhadap pelanggaran hak dan pengaruh negatif lingkungan sosial. Rendahnya pemahaman terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan minimnya bimbingan moral kerap menjadi faktor yang memicu munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai hak-hak remaja dalam perspektif HAM, sekaligus mendorong pencegahan kenakalan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di MAN 1 Samarinda, dengan partisipasi 36 siswa berusia 16–17 tahun, menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan studi kasus. Landasan teoretik kegiatan ini mencakup Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg, Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura, serta Teori Hak Asasi Manusia (Human Rights Theory) yang berpijak pada gagasan John Locke, yang menyatakan bahwa setiap individu sejak lahir memiliki hak-hak alami (natural rights) yang melekat dan tidak dapat dicabut, termasuk hak hidup, hak atas kebebasan, dan hak memperoleh pendidikan. Dalam kerangka hukum modern, hak-hak ini diakui dan dijamin melalui berbagai instrumen nasional maupun internasional, sehingga menekankan pentingnya perlakuan adil, manusiawi, dan sesuai dengan tahap perkembangan bagi remaja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai HAM, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial dalam berperilaku. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam pembentukan karakter remaja yang sadar hukum, berintegritas, dan mampu berperan aktif secara positif dalam kehidupan sosial.
Edukasi Hukum Pidana Anak: Kenali Hakmu, Patuhi Aturannya A, Clerine Clarisa; Sukmawati, Olivia; Sunariyo, Sunariyo; Apriliyanti, Reva; Rafli, Jhonatan; Ariiqoh, Rofi Adhiatul
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.12595

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Kenali Hakmu, Patuhi Aturannya” dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai Hukum Pidana Anak dan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum sejak dini serta membentuk karakter generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya dalam konteks hukum. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di MTs Sulaiman Yasin dengan jumlah peserta sebanyak 25 siswa berusia rata-rata 13 tahun. Metode yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik tingkat madrasah tsanawiyah.. Secara teoritik, kegiatan ini berlandaskan pada Teori Keadilan Restoratif yang menjadi dasar dalam pelaksanaan SPPA sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012. Teori ini menekankan bahwa penyelesaian perkara anak tidak hanya berorientasi pada penghukuman, melainkan pada pemulihan hubungan sosial antara pelaku, korban, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap hak dan kewajiban hukum anak, serta tumbuhnya kesadaran untuk menaati aturan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap reflektif, empati, dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa, sesuai dengan prinsip pembinaan dan perlindungan anak dalam SPPA. Kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya edukasi hukum sejak dini sebagai sarana pembentukan karakter hukum yang konstruktif, guna melahirkan generasi muda yang sadar hukum, berempati, serta mampu berpikir kritis sebelum bertindak.
ANALISIS YURIDIS DISPARITAS PUTUSAN PIDANA NARKOTIKA PADA JUDEX JURIST DAN JUDEX FACTIE (Studi Putusan Nomor 179/Pid.Sus/2020/PN.Trg., Nomor 207/Pid.Sus/2020/PNTrg dan 389/Pid.Sus/2021/PN Trg ) Sunariyo, Sunariyo
JOURNAL EQUITABLE Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v9i3.8006

Abstract

Disparity in criminal decisions is the imposition of different criminal sanctions at each stage of legal action, both Judex Factie and Judex Jurist, so the aim of this research is to find out the judge's considerations in imposing a crime in each decision and to find out the causes of disparities in the decisions of Judex Factie judges and judges. Judex Jurist. This research method is juridical-normative with a statutory regulation approach and a case approach. The data collection technique is by analyzing laws and judge's decisions related to this research. The results of this research show that the judge's considerations in the Judex Factie decision were based on: a. Fulfillment of the elements of intentionally or without any legal right to offer for sale, selling, purchasing, receiving, being an intermediary in buying and selling, exchanging or handing over Category I Narcotics. In the Judex Juris judge's decision, it was based on the fulfillment of the more subsidiary elements of the indictment, namely each drug abuser and himself. And the cause of the disparity in the Judex Facti and Judex Juris decisions is caused by the judge himself because of the existence of freedom and independence of the judge as well as from the law itself, namely the absence of guidelines in sentencing so that the Judex Factie and Judex Jurist decisions are different, namely in Judex Jurist with a lighter decision
Pengembangan Aplikasi Identifikasi Lagu Berbasis Kognitif Menggunakan Model Prototype Subarkah, Asep; Laksono, Agung Rizal Suryo; Syahrulloh, Syahrulloh; Sunariyo, Sunariyo; Yulianti, Yulianti
Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Now with the application of Snap videos or short videos, both those obtained from social media such as Instagram, Twitter, and Facebook, there are many pieces of audio and video files of short duration which contain songs that have meaning. When we are interested in knowing a song, we have a hard time finding out the title of the song or the source. We designed an application to identify cognitive-based songs using a prototype method to overcome these problems. The method we use is a prototype model, this method is a paradigm in software creation and development, we chose this method because the process is relatively faster because it uses mock ups in its application. From the test results, the song identification application that we made is very effective for identifying the types of songs with slow genres such as jazz, blues, and acoustic but less effective for hard rock and RnB songs.
Co-Authors A, Clerine Clarisa Abdul Mukti Adzana, Ananda Syukria Ali, Nurul Fatwa Andini, Delpi Yasmine Anggoro, Wylldan Anggreini, Trisna Apriliyanti, Reva Aprilyani Ikra, Putri Ariiqoh, Rofi Adhiatul Asiaka, Fandi K.P Ayu Wulandari Ahmad Azizah, Arum Bayu Prasetyo, Bayu Br Sembiring, Sintia Klara Choirunnisa, Illa Danny Sumardi Danuarta, Surya Indra Dhea Shaberina Dila Diana Safitri Effendie , Rizzal Elviandri, Elviandri Fajar, Ira Fadia Falasifah, Nihlatul Fauzan, Abdurrahman Fazilla, Della Finly, Shella Firdausi, Rizal Zubad Gabriella Shalisha Mualim Gunawan, Muhammad Ridho Hakim, Erza Ahnaf Hamid, Muhammad Qodri Haryanto Haryanto Hidayati, Niswatin Nurul Ikhwanul Muslim Imro’atul Azizah Isrofil, Muhammad Jeane Shania Putri W Julpano, Andre Khoiriah, Nur Laksono, Agung Rizal Suryo Lesi, Kristisia Maharani Galuh Pratiwi Maharani, Miranda Maharani, Puan Melky, Andrio Muhammad Nurcholis Alhadi Nabihah, Evita Zuhnun Nila Maulida Ni’mah, Alfiyatun Nur Aida, Nur Nur Rahmayani Mukhlis Nuralifah Tasya Nurhikma Resky Rahmadani Pordamantra, Pordamantra Pradiza, Daffin Ramadhan Qasmah, Noor Ismiyati Al R, Citra Dewi Angraeni Rafli, Jhonatan Ramadhan, Akhmad Qadar Reno Mandala Putra Rizky Amelia Rosilda, Audy Rosnila Nur Ramadhannia Rosyda, Fatya Nur Salmadan, Erika Khairunnisa Subarkah, Asep Sukmawati, Olivia Syahira Oktiva Syahrulloh, Syahrulloh Syaroh, Nisaatu Umay Tasya, Nuralifah Thahirah, Berliana Ath Uut Rahayuningsih Yamani, Ahmad Zaki Yulianingrum, Aullia Vivi Yulianti Yulianti Yuprin, Yuprin Yusup, Syamsuri Zakin, Kevin Okta