Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester II Dengan Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi Di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Sri Hennyati A; Haidir Syafrullah; Gita Sri Andriani
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v10i2.13

Abstract

Latar Belakang Zat besi adalah suatu mineral penting yang diperlukan selama kehamilan, bukan hanya untuk bayi tetapi juga untuk ibu hamil. Selama hamil ibu harus mengkonsumsi tablet zat besi minimal 90 tablet. Dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi diperlukan juga pengetahuan yang baik. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Periode 2016. Jenis penelitiannya ialah deskripsi korelatif. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 42 ibu hamil trimester II. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Juni 2016. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi dan kuesioner kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat uji chi square. Hasil Data hasil penelitian dengan uji analisis univariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil trimester II di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung, sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik (71,4%), sedangkan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung dari responden (54.8%) dinyatakan memiliki tingkan kepatuhan tinggi. Dari hasil analisis bivariat uji chi square dengan p-value (0,000) ≤ a (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil trimester II dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung.
Hubungan Antara Ibu Hamil Usia Muda Dengan Anemia Di Bpm “T” Cikutra Kota Bandung Haidir Syafrullah; Yasmin Widad Chabellalia
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 1 (2019): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i1.79

Abstract

Pregnancy at too young maternal age is a pregnancy in adolescents under 20 years of age who are not ready enough to get pregnant. Risk factors that may occur are miscarriage, premature delivery, low birth weight, congenital abnormalities, easy to contract the infection, anemia in pregnancy, and death. Adolescence is also a risky time to get pregnant. This study aims to determine the relation between a young age pregnant women with anemia at BPM “T” Cikutra, Bandung 2015. The research methodology used in this study is the correlation obtained from secondary data in the medical record book ANC in 2015 with bivariate techniques. Samples technique used in the study a total of sampling as many as 64 people. The results showed the majority of pregnant women (56.25%) are in the middle of adolescence (15-18 years old). The majority of pregnant women (51.56%) had moderate anemia. There is a relation between middle adolescence with moderate anemia (61.11%) with a p-value (0.003). As a suggestion, health promotion is expected to be held on the age of the mother at risk for pregnant and carry out safe motherhood to reduce 4 overly conditions (overly young, overly aged, overly close, and overly often get pregnant). Hopefully health providers can inform reproductive health to adolescents and the elderly.
Hubungan Konsumsi Asam Folat dengan Preeklamsia di RSUD Subang Tahun 2022 Silvia Sandra Gunawan; Dyah Triwidiyantari; Haidir Syafrullah
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.408

Abstract

Preeklamsia adalah penyakit kehamilan yang disebabkan yang spesifik pada manusia. Kondisi yang terjadi dan akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan proteinuria pada ibu hamil pada kehamilan 20 minggu. Plasentasi yang baik memerlukan invasi trofoblas ekstravilus sempurna ke dalam arteri spiralis uterus ibu Perubahan arteri spiralis dari pembuluh darah yang berkapasitas rendah dengan resistensi tinggi menjadi berkapasitas tinggi dengan resistensi rendah memungkinkan transportasi sejumlah besar darah ke ruangan intervilus. Pada usia kehamilan 8 – 12 minggu, sumbatan trofoblas yang berakumulasi pada arteri spiralis dilepaskan sehingga merusak sel endotel selanjutnya terjadi apoptosis, invasi dan modifikasi lapisan tunika muskularis media. Perfusi tiba-tiba vilus plasenta saat awal sirkulasi maternal-plasental berhubungan dengan timbulnya stres oksidatif. Asam folat mempunyai aktivitas antioksidan lokal pada sel endotel dan secara langsung mampu menangkap radikal bebas dan meningkatkan bioavailabilitas nitrat oksida. Masalah yang kerap terjadi di RSUD subang yaitu preeklamsia pada ibu hamil. Sekitar 30% ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di poli kandungan RSUD Subang mengalami preeklamsia. 0-2 % kematian terjadi pada ibu hamil yang disebabkan oleh preeklamisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi asam folat dengan ibu hami di RSUD Subang. Jenis penelitian yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 40 orang, dan sampel yang didapat 35 sampel dengan menggunakan uji korelasi chi square. Instrumen yang digunakan 35 rekam medis ibu hamil dengan preeklamsia dan menggunakan teks wawancara. Preeklamsia berat cenderung terjadi pada ibu hamil yang kurang mengonsumsi asam folat, hal ini terlihat pada hasil penelitian di peroleh hasil 20 responden (57,1%) Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melakukan pemberian sumber informasi atau pendidikan pada ibu hamil tentang bahayanya kejadian preeklamsia pada ibu hami dan pentingnya mengonsumsi asam folat.
Hubungan Konsumsi Asam Folat dengan Preeklamsia di RSUD Subang Tahun 2022 Sandra Gunawan, Silvia; Triwidiyantari, Dyah; Syafrullah, Haidir
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.408

Abstract

Preeklamsia adalah penyakit kehamilan yang disebabkan yang spesifik pada manusia. Kondisi yang terjadi dan akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan proteinuria pada ibu hamil pada kehamilan 20 minggu. Plasentasi yang baik memerlukan invasi trofoblas ekstravilus sempurna ke dalam arteri spiralis uterus ibu Perubahan arteri spiralis dari pembuluh darah yang berkapasitas rendah dengan resistensi tinggi menjadi berkapasitas tinggi dengan resistensi rendah memungkinkan transportasi sejumlah besar darah ke ruangan intervilus. Pada usia kehamilan 8 – 12 minggu, sumbatan trofoblas yang berakumulasi pada arteri spiralis dilepaskan sehingga merusak sel endotel selanjutnya terjadi apoptosis, invasi dan modifikasi lapisan tunika muskularis media. Perfusi tiba-tiba vilus plasenta saat awal sirkulasi maternal-plasental berhubungan dengan timbulnya stres oksidatif. Asam folat mempunyai aktivitas antioksidan lokal pada sel endotel dan secara langsung mampu menangkap radikal bebas dan meningkatkan bioavailabilitas nitrat oksida. Masalah yang kerap terjadi di RSUD subang yaitu preeklamsia pada ibu hamil. Sekitar 30% ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di poli kandungan RSUD Subang mengalami preeklamsia. 0-2 % kematian terjadi pada ibu hamil yang disebabkan oleh preeklamisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi asam folat dengan ibu hami di RSUD Subang. Jenis penelitian yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 40 orang, dan sampel yang didapat 35 sampel dengan menggunakan uji korelasi chi square. Instrumen yang digunakan 35 rekam medis ibu hamil dengan preeklamsia dan menggunakan teks wawancara. Preeklamsia berat cenderung terjadi pada ibu hamil yang kurang mengonsumsi asam folat, hal ini terlihat pada hasil penelitian di peroleh hasil 20 responden (57,1%) Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melakukan pemberian sumber informasi atau pendidikan pada ibu hamil tentang bahayanya kejadian preeklamsia pada ibu hami dan pentingnya mengonsumsi asam folat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PUBERTAS DI SDN PASIRLUHUR KABUPATEN BANDUNG Meliyanti, Mira; Aisah, Aisah; Syafrullah, Haidir; Rosita, Rosita
Sehat MasadaJurnal Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A lack of knowledge about puberty can lead to discomfort, emotional instability, and risky behaviors such as dating, casual sex, and early pregnancy. According to the World Health Organization (WHO), adolescents make up 18% of the global population. Puberty typical early occurring between the ages of 9 and 13. Report from the Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) shows that 13.3% of adolescent girls are unaware of the physical changes that occur during puberty. This study aims to examine the effect of health education delivered through animated video media on students’ knowledge about puberty at SDN Pasirluhur, Bandung Regency. The research uses a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a pretest-posttest nonequivalent group design. The sample consists of 170 respondents, with 85 students in the animated video intervention group and 85 in the control group without intervention. Findings reveal that before the intervention, only 8.2% of students in the intervention group had good knowledge, which increased to 44.7% afterward. In contrast, in the control group, 84% of students initially had poor knowledge, and after the posttest without intervention, 80.0% still showed no improvement. An Independent T-test analysis produced a p-value of 0.000 at a 0.05 significance level, indicating a statistically significant difference. In conclusion, the study demonstrates that health education using animated video media significantly improves students’ knowledge about puberty.