Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

TAFSIR TEMATIK TENTANG MOTIVASI DALAM PENDIDIKAN Tri Sukitman
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Elementary School Teacher Education (PGSD), STKIP PGRI Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.686 KB) | DOI: 10.36379/autentik.v2i1.19

Abstract

Motivasi merupakan salah satu terminologi yang penting dalam Ilmu Pendidikan, dan lebih khusus lagi dalam Psikologi Pendidikan. Dalam proses pembelajaran, motivasi bahkan merupakan tahapan atau fase pertama dari sejumlah tahapan yang berujung pada fase umpan balik. Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. Dorongan ini akan memberikan dampak yang positif dalam proses pembentukan prestasi belajar siswa. Seperti agama Islam dimana selalu menganjurkan umatnya untuk belajar. Fungsi utama motivasi adalah sebagai pendorong dalam memenuhi berbagai ragam kebutuhan manusia, yang mencakup kebutuhan fisik, psikis, bahkan spiritual-transendental. Fungsi lainnya yang saling berkorelasi satu sama lain ialah menggerakkan, mengarahkan, menjaga, menopang, dan menyeleksi tingkah laku manusia. Berdasar fungsi-fungsi tersebut, Baharuddin sampai kepada kesimpulan bahwa motivasi menjadi kunci utama dalam menafsirkan dan melahirkan perbuatan manusia, yang dalam konsep Islam disebut niyyah dan ‘ibadah. Niyyah merupakan pendorong utama manusia untuk berbuat atau beramal, sedangkan ‘ibadah merupakan tujuan manusia berbuat atau beramal. Maka perbuatan manusia menurutnya, berada pada lingkaran niyyah dan ‘ibadah.
The Use of Differentiated Digital Learning Models to Enhance Science Problem-Solving in Elementary Schools Framz Hardiansyah; Tri Sukitman; Agus Wahdian; Hodairiyah Hodairiyah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5087

Abstract

Differentiated learning is a way to identify talents and teach according to students' different learning styles. Digital-based differentiated learning is an innovation in elementary school teaching and learning processes. This research aims to determine the use of digital-based differentiated learning models in improving science problem-solving in elementary schools because students tend to experience difficulties understanding the material taught in science subjects, and students are still lacking in developing the ability to solve science questions. This research method used quantitative research methods with the Pre-Experimental Design One Group Pretest-Posttest research model. The research sample consisted of 29 grade IV students who had a learning style of 76% visual, 14% auditory, and 10% kinesthetic. Data collection techniques used tests and questionnaires. Data analysis techniques used the Z test and the Mann-Whitney U test. The research results for the Mann-Whitney test obtained a significance value of 0.001, meaning 0.001 0.05, so Ho was rejected, and Ha was accepted. Thus, the use of digital-based differentiated learning models can improve science problem-solving in elementary schools. The research findings indicate that digital-based differentiated learning models significantly enhance science problem-solving abilities.
DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA SMART BOOK TO IMPROVE UNDERSTANDING OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN SCIENCE LEARNING Hardiansyah, Framz; Zainuddin, Zainuddin; Sukitman, Tri; Astutik, Choli
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 1 (2023): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n1i7

Abstract

This research is motivated by the problems in elementary schools, namely learning media that are not yet varied and the limitations of tools and materials in the learning process. The of this research development to (a) determine the attractiveness of this smart book media in the learning process on animal life cycle material and (b) determine the level of students' understanding after using the smart book media. This research method the Research and Development (R&D) type of ADDIE development model, which has five stages: analyze, design, development, implementation, and evaluation. The research design was a one-group pre-test and post-test design, with before-after experiments. The research was carried out at SDN Baban 1 Sumenep, with 30 fourth-grade students as tested subjects. The instruments used to obtain data were observation, questionnaires and achievement tests of learning outcomes. The results of the development carried out (a) The results of the trial to determine the level of attractiveness of smart book media in fourth-grade students obtained a percentage of 96.8%. (b) The level of students' understanding increasing, as seen from the average pre-test score of 60.3% and the post-test average value of 84.2%; it can be inferred that students effectively used the smart book media. The results of the t-test with a significance level of 0.05 obtained t-count = 5,542 > t-table = 1,699, which means t-count > t-table. These results prove that there were differences in students' understanding before and after using the smart book media for animal life cycle material (metamorphosis). Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi pada masalah yang ditemukan di sekolah dasar yaitu media pembelajaran yang belum bervariatif, serta keterbatasan alat dan bahan dalam proses pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (a) mengetahui daya tarik media smart book ini dalam proses pembelajaran materi daur hidup hewan dan (b) mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah menggunakan media smart book. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE tipe Research and Development (R&D), yang memiliki lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Desain penelitian ini adalah one group pre-test post-test design, dengan sebelum-sesudah eksperimen. Penelitian dilaksanakan di SDN Baban 1 Sumenep dengan subjek uji coba 30 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data menggunakan observasi, angket dan tes ketercapaian hasil belajar. Hasil pengembangan yang dilakukan adalah (a) Hasil uji coba untuk mengetahui tingkat daya tarik media smart book pada siswa kelas IV diperoleh persentase sebesar 96,8%. (b) Tingkat pemahaman siswa meningkat, terlihat dari nilai rata-rata pre-test 60,3% dan nilai rata-rata post-test 84,2%; dapat dikatakan bahwa siswa efektif menggunakan media smart book. Hasil uji-t dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh t-hitung = 5,542 > t-tabel = 1,699 yang berarti t-hitung > t-tabel. Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan sesudah menggunakan media smart book pada materi daur hidup hewan (metamorfosis).
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II DI SDN JULUK II Wahyuni, Sri; Jamilah, Jamilah; Sukitman, Tri
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 15 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v15i2.5939

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami kegunaan serta manfaat media pembelajaran Wordwall dalam pengajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas II di SDN Juluk II. Variabel yang diteliti berfokus pada penggunaan media pembelajaran Wordwall sebagai variabel tunggal. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa kelas II, baik laki-laki maupun perempuan, serta guru wali kelas II. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat manfaat yang signifikan dalam penggunaan media pembelajaran Wordwall, terutama dalam pengajaran materi kalimat fakta dan opini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media Wordwall merupakan alat yang interaktif dan efektif. Penggunaannya mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mengurangi rasa takut dalam menjawab pertanyaan, sehingga mereka merasa lebih rileks dan tidak terbebani. Selain itu, media ini mudah diakses dan ekonomis, meskipun penggunaannya memerlukan koneksi jaringan yang stabil serta kemampuan siswa dalam mengoperasikan gadget dan perangkat lainnya dengan baik.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN EDUCAPLAY DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV SD NEGERI BUNDER II Ridho, Anan Nurir; Sukitman, Tri; Wahdian, Agus
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.6248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran interaktif Educaplay dalam pembelajaran IPAS di kelas 4 SD Negeri Bunder 2. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Educaplay secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Siswa lebih aktif dalam diskusi, antusias dalam menjawab pertanyaan, serta lebih mudah memahami konsep-konsep IPAS yang bersifat abstrak. Selain itu, suasana kelas menjadi lebih interaktif dan menyenangkan dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Namun, ditemukan beberapa kendala dalam implementasi, seperti keterbatasan perangkat serta kesiapan guru dalam mengelola teknologi digital. Oleh karena itu, optimalisasi penggunaan Educaplay memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai serta pelatihan bagi guru. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Educaplay dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, asalkan didukung dengan kesiapan teknologi dan kompetensi pendidik yang memadai.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE 3D ASSEMBLR EDU PADA MATERI TATA SURYA MATA PELAJARAN IPAS KELAS 6 DI SDN BUNDER 2 Ramli, Zulfikar Januarga; Sukitman, Tri; Zainuddin, Zainuddin
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.6235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media pembelajaran berbasis website 3D Assemblr Edu pada materi tata surya di kelas 6 SDN Bunder 2. Latar belakang penelitian ini adalah tantangan dalam pembelajaran materi tata surya yang bersifat abstrak dan sulit dipahami oleh siswa. Media pembelajaran konvensional seperti buku teks dan gambar statis dinilai kurang efektif dalam membantu siswa memahami konsep-konsep tata surya. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan media pembelajaran 3D Assemblr Edu yang memungkinkan siswa untuk melihat dan berinteraksi dengan model 3D secara interaktif, termasuk fitur Augmented Reality (AR). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 6 dan guru mata pelajaran IPAS di SDN Bunder 2. Setiap kelompok siswa diperbolehkan menggunakan satu handphone untuk mengakses platform Assemblr Edu, sehingga siswa dapat berkolaborasi dalam menggunakan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran 3D Assemblr Edu memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan motivasi belajar siswa. Siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam memahami konsep-konsep tata surya, seperti posisi planet, orbit, dan karakteristik benda langit. Selain itu, siswa juga lebih antusias dan aktif dalam proses pembelajaran, serta menunjukkan kreativitas dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan keterampilan guru dalam menggunakan platform tersebut. Solusi yang diterapkan meliputi peningkatan infrastruktur, pelatihan guru, dan pendampingan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media pembelajaran berbasis website 3D Assemblr Edu efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa pada materi tata surya. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi sekolah dan guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, serta meningkatkan infrastruktur dan keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif di masa depan
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK CROSS LINE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DI KELAS 3 SDN PINGGIRPAPAS II Qoyyimah, Siti Ayu Nurul; Sukitman, Tri; M. Ridwan, M. Ridwan
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.6234

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengatasi berbagai kendala yang ada khususnya pada saat proses pembelajaran matematika materi perkalian, yang mana tak sedikit permasalahan yang ditemui di bangku sekolah dasar siswa yang masih dalam kesulitan menghitung khususnya dalam perkalian.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah akan terdapat pengaruh penggunaan teknik cross line dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa pada mata pelajaran matematika materi perkalian di kelas 3 SDN Pinggirpapas II. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengatasi berbagai kendala yang ada khususnya pada saat proses pembelajaran matematika materi perkalian, yang mana tak sedikit permasalahan yang ditemui di bangku sekolah dasar siswa yang masih dalam kesulitan menghitung khususnya dalam perkalian. Teknik cross line merupakan suatu cara berhitung dalam perkalian yang melibatkan garis-garis, dikatakan seperti itu karna teknik cross line dalam penggunaannya adalah mengubah simbol angka yang terdapat pada soal perkalian menjadi simbol garis. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan desain penelitian one-grub pretest-posttest. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas III sekolah dasar di SDN Pinggirpapas II Kecamatan Kalianget dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan tes berupa soal isian singkat pretest-posttest. Hasil nilai rata-rata yang diperoleh dari pelaksanaan pretest adalah 39, sedanglan nilai rata-rata yang diperoleh dari pelaksanaan posttest adalah 79. Hasil penelitian pada uji hipotesis menggunakan uji statistik paired samples test, diperoleh nilai signifikan < 0,05 yaitu 0,014 maka dapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Teknik Cross Line Dapat Berpengaruh Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Perkalian Di Kelas 3 SDN Pinggirpapas II.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA NEARPOD TERHADAP PEMAHAMAN MATERI IPA GERAK BENDA PADA SISWA KELAS 3 SDN PADELEGAN 1 Uswatun Hasanah; Jamilah; Sukitman, Tri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23744

Abstract

This study examines the impact of Nearpod as an instructional medium on third-grade students’ understanding of object motion. Utilizing a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group, this study involved 40 students from SDN Padelegan 1, divided into an experimental group utilizing Nearpod and a control group employing traditional teaching methods. Data were gathered through pretest-posttest assessments and classroom observations. The findings indicate reveal a significant difference in posttest scores, with the experimental group scoring higher (M = 85.50, SD = 2.52) than the control group (M = 72.00, SD = 2.00). N-Gain analysis classified the experimental group’s improvement as high (0.684), while the control group remained in the moderate category (0.406). An independent t-test (t = 13.05, p < 0.001) confirmed that Nearpod significantly enhanced students’ conceptual understanding. Nearpod’s interactive features helped students visualize abstract concepts, increase engagement, and improve learning effectiveness in elementary science education. This study supports the integration of Nearpod in classrooms to optimize learning outcomes. Further research should explore its effectiveness in other subjects and its long-term impact on students' comprehension.
Analisis Bentuk Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah Dasar Pada SDN PANDIAN 1 Rofiqi, Ahmad Zaki; Zainuddin, Zainuddin; Sukitman, Tri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8640

Abstract

Sexsual violence is an act that violates moral and legal norms and has a negative impact on the victim, both physically and psychologically. This study aims to understand the phenomenon of sexual violence that occurs in elementary school environments, especially at SDN Pandian 1. Based on observations, it was found that sexual violence in verbal and non-verbal forms still often occurs, both by fellow students and other parties in the school environment. This study uses a qualitative method with observation, interview, and documentation approaches. The results of the study showed that verbal sexual violence, such as insults and derogatory remarks, often occurred among students. Meanwhile, non-verbal sexual violence, including inappropriate touching, was also found in some cases involving students and external parties. Cases Sexual violence in elementary schools does not only occur at SDN Pandian 1 but also in various other regions in Indonesia, as recorded in several previous studies. Psychological and environmental factors are the main causes of these actions. Therefore, more systematic prevention efforts are needed, including the active role of teachers, schools, and the community in increasing awareness and providing protection for children in the educational environment.
Improve The Numeracy Skills of Fifth-Grade Students Through Self-Efficacy in Elementary Schools M Ridwan; Muhammad Misbahudholam AR; Fajar Budiyono; Tri Sukitman
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 7 No 3 (2023): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v7i3.58660

Abstract

Numerical ability is the basis for students in working on solving math problems and is one of the indicators for assessing the Minimum Competency Assessment. Based on the PISA results released by the OECD, Indonesia's numeracy literacy level was ranked 74th out of 79 countries, this shows that Indonesia's numeracy literacy level is still very low. This study aims to analyze the numeracy skills of fifth-grade students through self-efficacy in elementary schools. The type of research used is causal-comparative research, also known as ex-post facto research with a quantitative approach. Respondents in this study were 32 grade 5 students. The research instruments used were self-efficacy questionnaires, and numeracy skills test questions. Data analysis in this study used descriptive and inferential statistics in simple linear regression analysis. The research results show that students' self-efficacy can significantly improve their numeracy skills. Students' numeracy skills are influenced by student self-efficacy by 51.2%. Meanwhile, 48.8% is influenced by other factors besides self-efficacy. The results of this study also show that the better the students' self-efficacy, the better their numeracy literacy skills will be.