Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Immersive Virtual Reality in Primary Education: A Systematic Literature Review on 21st Century Learning Integration Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Salimi, Moh; Hidayah, Ratna; Agusdianita, Neza; Adi, Banu Setyo; Tarma, Tarma; Zainurri, Hasan
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v4i1.2641

Abstract

Purpose of the study: This study aims to review recent empirical studies on the use of Virtual Reality (VR) in primary education, with particular attention to how different levels of immersion contribute to 21st-century learning. Methodology: This study followed PRISMA guidelines for a systematic literature review. Searches were conducted in Scopus, Web of Science, ERIC, ScienceDirect, and Google Scholar using the keywords (“Virtual Reality” OR “VR”) AND (“Primary Education” OR “Elementary School”). A total of 124 records were identified, 12 duplicates were removed, 34 records were screened, and 21 studies were included for final synthesis based on the eligibility criteria (peer-reviewed, 2019–2025, English, primary education context, full text accessible). Data were synthesized through qualitative content analysis by categorizing studies according to VR types (non-immersive, semi-immersive, fully immersive) and reported learning outcomes related to 21st-century skills. Main Findings: The research results indicate that: (1) Non-Immersive VR provides ease of access and use with a learning experience that is still limited to basic interactions; (2) Semi-immersive VR offers a more interactive and immersive learning experience through the use of more realistic simulations and visualizations; and (3) Fully immersive VR was most frequently reported in the reviewed studies and was associated with deeper multisensory engagement, enhanced conceptual understanding, and the development of 21st-century skills in primary education. Novelty/Originality of this study: This study offers a comparative synthesis of non-immersive, semi-immersive, and fully immersive VR in primary education and highlights the pedagogical factors that shape their educational contribution.
The Development of Augmented Reality to Improve Critical Thinking and Digital Literacy Skills of Elementary School Students Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Meilisa, Ranny
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 6, No 3 (2022): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.908 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v6i3.65687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis augmented reality untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan literasi digital siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Adapun hasil penelitian menunjukkan: (1) tahap analysis dilaksanakan dengan analisis media, analisis kurikulum dan analisis materi sebagai pedoman perancangan media yang efisien dan efektif; (2) tahap design dilaksanakan dengan merancang kerangka media augmented reality serta pembuatan instrumen penelitian; (3) tahap development dilaksanakan dengan mengembangkan rancangan media pembelajaran dan instrumen penelitian, penilaian dari para ahli dengan hasil sangat layak serta merevisi media berdasarkan kritik dan saran; (4) tahap implementation dilaksanakan melalui uji coba pengembangan media AR serta analisis pretest-posttest keterampilan berpikir kritis dan literasi digital menggunakan uji normalitas, N-gain score dan uji independent t-test; (5) tahap evaluasi dilaksanakan dengan revisi akhir dan analisis angket respon siswa yang menunjukkan bahwa tingkat kepraktisan produk dikategorikan sangat praktis. Simpulan penelitian ini adalah media AR efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan literasi digital siswa sekolah dasar.
Telaah Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Terhadap Siswa Sebuah Studi Kasus Kualitatif Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Umalihayati, Umalihayati; Atfaliyah, Khodikotul; Nuraini, Alvi; Safitri, Eti Nurhayati; Amelia, Nurul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91791

Abstract

Kesulitan belajar merupakan masalah yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran, yang ditunjukkan dengan hasil belajar yang rendah atau tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi 1 guru dan 6 siswa kelas V di sekolah dasar. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti teori Miles dan Huberman (2014), yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa disebabkan oleh faktor eksternal. Faktor eksternal tersebut meliputi: (1) lingkungan keluarga, di mana siswa tidak mengalami kesulitan belajar di rumah; (2) lingkungan sekolah, di mana siswa tidak mengalami kesulitan belajar di sekolah, tetapi ada beberapa aspek yang mengganggu fokus dan menyebabkan kesulitan belajar; dan (3) lingkungan masyarakat, di mana masyarakat tidak berperan dalam pembelajaran siswa.
Analisis Kesulitan Belajar Muatan IPA Kelas 5 di Sekolah Dasar Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Melianda, Selly; Aisyi, Khalda Rahadatul; Afifah, Lailatul; Salim, Andi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92177

Abstract

Kesulitan belajar adalah ketika siswa menghadapi rintangan yang menghalangi mereka dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan, sehingga mereka tidak dapat belajar secara efektif seperti seharusnya. Penelitian tersebut bertujuan Untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan dan konsekuensi dari kesulitan belajar dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari guru kelas 5 dan siswa kelas 5 yang menghadapi kesulitan belajar dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Temuan penelitian menunjukkan adanya siswa yang menghadapi kesulitan dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kesulitan dalam memahami konsep IPA oleh peserta didik disebabkan oleh respon yang kurang efektif terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru mereka. Kesulitan ini dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran IPA di kelas tinggi sekolah dasar bisa diatasi dengan mengimplementasikan media pembelajaran yang inovatif dan menerapkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Siswa menghadapi beberapa tantangan dalam belajar IPA, termasuk kesulitan emosional saat memecahkan masalah praktik, kesulitan mengingat instruksi soal yang diberikan oleh guru sehingga mengerjakan soal secara tidak terstruktur, dan kesulitan dalam memahami konsep baru dan berpikir kritis ketika belajar di lingkungan yang bising atau kurang kondusif.
Telaah kesulitan belajar Bahasa Indonesia siswa sekolah dasar: A Case Study Qualitative Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Umalihayati, Umalihayati; Ningsih, Puji Rahayu; Lestari, Icha Tantri; Sihombing, Milawaty; Adawiyah, Salma Rodiyatul; Hanifatunnufus, Fera
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91793

Abstract

Bahasa Indonesia pada hakikatnya mengajarkan manusia tentang keterampilan bahasa yang baik dan benar sesuai fungsi dan tujuannya. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kesulitan belajar bahasa Indonesia dan upaya guru mengatasi kesulitan belajar bahasa Indonesia pada siswa. Metode penelitian menggunakan kualitatif studi kasus dengan subjek penelitian guru dan 4 siswa kelas 5 yang berkesulitan belajar melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan 4 tahapan meliputi mengumpulkan data, reduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan permasalahan kesulitan belajar bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar yang meliputi kesulitan belajar membaca, menulis, berbicara dan menyimak yang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. (1) Kesulitan membaca disebabkan karena faktor internal yaitu siswa sakit/ kurang fokus pada isi bacaan yang terlalu formal. (2) Kesulitan belajar menulis disebabkan karena faktor internal kesulitan dalam memegang pensin/pena sedangkan faktor ekternal kurangnya motivasi dari guru maupun orangtua. (3) Kesulitan belajar berbicara disebabkan karena faktor internal kurang percaya diri. (4) Kesulitan belajar menyimak disebabkan karena faktor internal tidak fokus pada isi bacaan. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kurangnya fokus pada mata pelajaran tertentu. Faktor eksternal meliputi kurangnya motivasi dari orang tua atau teman sebaya.
Analisis Bibliometrik Tren Penelitian terkait Kreativitas dan Inovasi (6Cs Skills from Golinkoff & Hirsh-Pasek) Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Sopandi, Wahyu; Budimansyah, Dasim; Wahyudin, Wahyudin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.81101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren penelitian terkait kreativitas dan inovasi dari konsep 6Cs skills yang diperkenalkan oleh Golinkoff & Hirsh-Pasek. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif bibliometric. Eligibility criteria artikel penelitian yang dikaji dalam penelitian ini diantaranya: (1) dipublikasikan dalam rentang tahun 2013-2023; (2) terdapat dalam Google Scholar; serta (3) berkaitan dengan kreativitas dan inovasi. Pencarian artikel kajian penelitian ini menggunakan software Publish or Perish sedangkan analisis metadata penelitian ini menggunakan software VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 4 klaster pembahasan kreativitas dan inovasi; (2) topik yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta sering dibahas adalah economy, effect, performance, product innovation, business model innovation, employee, dll.; (3) topik berkenaan dengan kreativitas dan inovasi yang jarang dibahas yaitu innovation policy, creative class, creative city, creative self-efficacy, creative performance, education, creative work, project, dll. Berdasarkan temuan ini, penelitian terkait kreativitas dan inovasi direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut pada topik yang masih jarang dibahas.
Analisis Faktor Internal Penyebab Kesulitan Belajar : Ditinjau Dari Prespektif Gaya Belajar Siswa Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Umalihayati, Umalihayati; Putri, Intan Chania; Saadah, Anisah; Aisah, Siti; Munawaroh, Munawaroh; Biamrillah, Mu’tasim
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92650

Abstract

Gaya belajar adalah cara yang dipakai dan lebih disukai sehingga menjadi kebiasaan dalam proses belajar, yaitu bagaimana menangkap, mengatur, serta mengolah informasi yang diterima sehingga pembelajaran menjadi efektif. Penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor internal penyebab  kesulitan gaya belajar  pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan kualitatif pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan analisa dokumentasi. Subjek penelitian  guru dan 10 siswa kelas 5, teknik yang dipilih adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data melalui tahapan mengumpulkan data, reduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan (1). Gaya belajar visual kurangnya kreatifitas guru dalam pembelajaran di kelas yang dapat menyebabkan siswa mudah bosan; (2). Gaya  auditorial yang dipengaruhi oleh faktor internal gaya mengajar guru yang kurang efektif dan kurang memperhatikan gaya belajar siswa; (3) Serta gaya belajar kinestetik kurangnya aktivitas demonstrasi, eksperimen, praktikum hingga luar kelas.
Pengaruh Penerapan Modul Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Karakter Cinta Damai Siswa Sekolah Dasar Aini, Syarifah; Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Sa'diyah, Halimatus; Fajrudin, Lili
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 1 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i1.71786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penerapan modul cetak dan modul elektronik berbasis kearifan lokal untuk melihat indikator karakter Cinta Damai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 44 siswa kelas VA dan kelas VB di SD Negeri 2 Kota Serang. Dari analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Karakter cinta damai siswa dapat dilihat pada penerapan modul elektronik dan modul cetak. Dari kedua bahan ajar tersebut, karakter cinta damai siswa dengan penerapan E-Module dominan pada kategori sangat baik, sedangkan karakter cinta damai siswa dengan penerapan modul cetak dominan baik.