Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Inklusi untuk Anak dengan Speech Delay melalui Pendekatan Visual dan Taktil Rayani, Dewi; Garnika, Eneng; Rohiyatun, Baiq
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gv446r83

Abstract

Anak dengan keterlambatan bicara di kelas inklusif sering menghadapi kesulitan dalam memahami instruksi verbal dan mengekspresikan diri, yang dapat menghambat perkembangan akademik dan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan efektivitas strategi pembelajaran berbasis pendekatan visual dan taktil bagi anak dengan keterlambatan bicara. Pendekatan ini dirancang untuk memanfaatkan gaya belajar visual-kinestetik yang dominan pada anak-anak tersebut, yang masih jarang dieksplorasi dalam pendidikan inklusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilakukan di TK Permata Bangsa, Mataram. Data dikumpulkan melalui triangulasi observasi, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan visual dan taktil secara signifikan meningkatkan pemahaman bahasa, kosakata, dan komunikasi anak. Pendekatan taktil juga mendukung perkembangan psikomotor dan pemrosesan sensorik yang esensial untuk kemampuan bicara. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang fleksibel dan guru yang responsif. Secara keseluruhan, strategi pembelajaran visual-taktil yang berpusat pada anak terbukti efektif dalam mendukung perkembangan anak dengan keterlambatan bicara dalam konteks pendidikan inklusif. Inclusive Learning Strategies for Children with Speech Delay through Visual and Tactile Approaches Abstract Children with speech delay in inclusive classrooms often face difficulties in understanding verbal instructions and expressing themselves, which can hinder their academic and social development. This study aims to describe the implementation and effectiveness of a visual and tactile-based learning strategy for children with speech delays. This approach is designed to leverage the dominant visual-kinesthetic learning styles of these children, which has been rarely explored in inclusive education in Indonesia. The study employs a qualitative approach with a case study design, conducted at Permata Bangsa Kindergarten, Mataram. Data were collected through triangulation of observation, in-depth interviews with teachers, and document analysis. The results show that the combination of visual and tactile approaches significantly improves language comprehension, vocabulary, and communication skills in children. The tactile approach also supports psychomotor development and sensory processing, which are essential for speech development. This success is influenced by a flexible learning environment and responsive teachers. Overall, the child-centered visual-tactile learning strategy proves effective in supporting the development of children with speech delay in the context of inclusive education.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH Ningsih, Murtiana; Rayani, Dewi; Ali, Nurain Abdurrahman; Kardi, Kardi; Astawan, Wanda Januar; Angelica, Zona; Hairunisa, Hairunisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8851

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community. ABSTRAK Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual power point, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai p < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.
Penyuluhan Pada Kelas Orang Tua Untuk Mendukung Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Dini Ni Made Sulastri; Rayani, Dewi; Sarilah; Sri Wahyuni
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Dedikasi Madani, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v4i2.18532

Abstract

Anak usia dini pada masa pra sekolah merupakan masa periode yang paling potensial bagi anak dalam mengembangkan seluruh aspek perkembangannya, aspek perkembangan anak meliputi aspek kognitif, motorik, sosial emosional, bahasa, moral dan agama. Anak merupakan pribadi yang unik dalam setiap perkembangannya akan memilki ciri khas yang membedakan mereka dengan anak laninnya sehinnga dalam proses tahapan usia anak perlu mendapat dukungan dan fasilitas dari orang dewasa terutama oraang tua. Namun pada kenyataanya banyak orang tua memliki kendala dalam memfasilitasi dan menstrimulasi aspek perkembangan anak dengan maslah kurangnya pengetahuan tentang perkembangan anak, keterbatasan informasi dan edukasi dari berbagai pihak yang paham terhadap perkembangan anak, permasalahan dari orang tua tersebut mengakibatkan masalah pada berbagai aspek perkembangan anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan penyuluhan pada kelas orang tua terkait optimalisasi perkembangan anak usia dini. Metode kegiatan dalam bentuk tatap muka pada kelas orang tua, angket untuk mengukur karakteristik responden pada tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah pelaksanaan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan mencakup pemaparan materi, stimulasi aspek perkembangan, solusi masalah perkembangan anak dan evaluasi dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan (1) pemahaman orang tua dalam hal perkembangan anak, (2) pola pengasuhan yang tepat dan posotif dari orang tua (3)terjalin kerjasama pihak sekolah dan orang tua terhadap pengasuhan yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Asam Urat melalui Program Edukasi dan Aktivitas Fisik ‘ASIK’ di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur Mardiana, Laila; Rohmatillah, Laila Mardiana; Ningsih, Murtiana; Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu; Rayani, Dewi; Ali, Nur Aini Abdurrahman; Alifariani, Aulia; Astawan, Wanda Januar; Herawati, Yunita; Sahrun, Lia; Mayani, Evi; Sinar, Wahyuni; Nuari, Iin Erlisa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a1dh5c94

Abstract

Penyakit Asam Urat (Gout) adalah salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami kenaikan setiap tahun. Data Puskesmas Mujur menunjukkan peningkatan kasus sebesar 304 dari tahun sebelumnya, hal ini dipicu oleh pola makan tinggi purin dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Mujur terhadap pencegahan dan penanganan asam urat melalui intervensi terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Pendem, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, dengan melibatkan 10 orang sasaran. Intervensi dilakukan melalui program ASIK (Asam Urat Sehat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan) yang meliputi penyuluhan kesehatan, aktivitas fisik berupa senam bersama, dan demonstrasi pembuatan jus sehat berbahan nanas, timun, dan jahe. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan instrumen berbentuk kuesioner berupa pre-test dan post-test yang berisi 10 butir pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran setelah intervensi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan kurang pada saat sebelum intervensi menjadi cukup dan baik pada saat setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya terkait penyakit asam urat. Model intervensi yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, dan promosi diet sehat merupakan pendekatan yang efektif dan direkomendasikan untuk mendukung program promotif-preventif di tingkat komunitas. Enhancing Community Knowledge of Gout through Integrated Education and Physical Activity in Mujur Village Abstract Gout is a non-communicable disease that continues to rise every year. Data from the Mujur Health Center shows an increase of 304 cases compared to the previous year, triggered by a high purine diet and low public awareness. This community service activity aims to increase knowledge and awareness among the people of Mujur Village about the prevention and management of gout through integrated interventions. The activity was held in Pendem Hamlet, Mujur Village, East Praya District, Central Lombok, involving 10 participants. The intervention was carried out through the ASIK program (Healthy Gout with Exercise and Health Information), which included health counseling, physical activities such as group exercise, and a demonstration of making healthy juice with pineapple, cucumber, and ginger. Evaluation was conducted quantitatively using a pre-test and post-test questionnaire containing 10 questions to measure the participants' level of knowledge. The results showed an increase in knowledge after the intervention, indicated by a shift in knowledge categories from predominantly low before the intervention to sufficient and good after the intervention. These findings suggest that health education, accompanied by direct practice, is effective in improving public understanding, particularly regarding gout. The intervention model that integrates education, physical activity, and the promotion of a healthy diet is an effective approach and is recommended to support promotive-preventive programs at the community level.
HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATION DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA SISWA KELAS XI SMA Armilyana, Yanti; Astuti, Farida Herna; Rayani, Dewi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9824

Abstract

ABSTRACT The use of social media in daily life can have both positive and negative impacts on students, one of which is the emergence of the fear of missing out (FOMO) phenomenon, which refers to the feeling of anxiety when someone feels left behind from the activities of others on social media. One factor that is assumed to minimize this feeling is self regulation ability. This study aims to determine the relationship between self regulation and fear of missing out among eleventh-grade students at SMA Nurul Falah Perina in the 2023/2024 academic year. This research used a quantitative approach with a correlational method. The population as well as the research sample consisted of 20 students. Data collection techniques used questionnaires as the main method, while observation, documentation, and interviews were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the Product Moment correlation formula. The results of the study showed that there was a significant negative relationship between self regulation and fear of missing out, with a correlation coefficient value of r = -0.746 at a significance level of 5%. These findings indicate that the higher the students’ self regulation ability, the lower the level of fear of missing out experienced. Conversely, lower self regulation ability is associated with higher levels of fear of missing out in social media use. ABSTRAK Penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi siswa, salah satunya adalah munculnya fenomena fear of missing out (FOMO), yaitu perasaan cemas ketika seseorang merasa tertinggal dari aktivitas orang lain di media sosial. Salah satu faktor yang diduga dapat meminimalkan perasaan tersebut adalah kemampuan regulasi diri (self regulation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulation dengan fear of missing out pada siswa kelas XI di SMA Nurul Falah Perina Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama, sedangkan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan sebagai metode pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self regulation dengan fear of missing out dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,746 pada taraf signifikansi 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri siswa, maka semakin rendah tingkat fear of missing out yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan regulasi diri, maka semakin tinggi kecenderungan siswa mengalami fear of missing out dalam penggunaan media sosial.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA BROKEN HOME DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Jauhari, Ali; Rayani, Dewi; Mustakim, Ichwanul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9808

Abstract

ABSTRACT Family is the primary environment that plays an important role in an individual's psychological development. Family conflicts that end in divorce can lead to a broken home condition which affects children's emotional well-being, such as feelings of sadness, lack of attention, and loss of parental support. These conditions may reduce students’ self-confidence, causing difficulties in social interaction and participation in learning activities. This issue highlights the importance of guidance and counseling services as an effort to help students improve their self-confidence. This study aims to examine the effectiveness of group counseling in improving the self-confidence of tenth-grade students at SMKN 1 Mataram who come from broken home families. The study employed a quantitative approach with a One Group Pre-test and Post-test experimental design. Data were collected through questionnaires as the main instrument, supported by observation, interviews, and documentation. The sample consisted of 8 students selected through purposive sampling from a population of 85 students based on the lowest self-confidence scores. Data were analyzed using the t-test. The results showed that the t-count value of 15.439 was greater than the t-table value of 2.365 at a significance level of 5% (df = 7), indicating that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. These findings indicate that group counseling is effective in improving the self-confidence of students from broken home families. ABSTRAK Keluarga merupakan lingkungan utama dalam perkembangan psikologis individu. Konflik keluarga yang berujung pada perceraian dapat menimbulkan kondisi broken home yang berdampak pada kondisi emosional anak, seperti perasaan sedih, kurang perhatian, serta hilangnya dukungan dari orang tua. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan diri sehingga siswa mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Permasalahan ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X SMKN 1 Mataram yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pre-test and Post-test. Data dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen utama, serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai data pendukung. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 85 siswa berdasarkan skor kepercayaan diri terendah. Analisis data menggunakan uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai t-hitung sebesar 15,439 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% (db = 7), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri (self-confidence) siswa dari keluarga broken home.
PERAN KONSELING BEHAVIOR DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGENDALIKAN PERILAKU KECANDUAN GAME ONLINE SISWA Walla, Dominikus; Rayani, Dewi; Mustakim, Ichwanul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9810

Abstract

ABSTRACT Online games can provide cognitive benefits such as enhancing strategic thinking and problem-solving skills; however, excessive use may lead to addictive behaviors that negatively affect students’ psychological and social conditions. The phenomenon of online game addiction in schools reveals a gap between the need for effective counseling services and the limited availability of empirically tested behavior-based interventions, thereby requiring structured intervention efforts. This study aims to determine the effect of behavioral counseling on online game addiction among eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari in the 2023/2024 academic year. The research employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest experimental design. The sample consisted of eight students identified as having online game addiction tendencies based on pretest results and selected through purposive sampling. The intervention was conducted through group counseling sessions using the Assertive Training technique to help students improve self-control over excessive gaming behavior. Data were analyzed using the Paired Sample t-test. The results showed that the calculated t-value (27.149) was greater than the t-table value (2.365) at α = 0.05 (df = 7), indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings confirm that behavioral counseling with the Assertive Training technique is effective in reducing online game addiction and provides practical contributions to strengthening school guidance and counseling services. ABSTRAK Game online dapat memberikan manfaat kognitif seperti melatih strategi dan pemecahan masalah, namun penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan perilaku adiktif yang berdampak pada aspek psikologis dan sosial siswa. Fenomena kecanduan game online di sekolah menunjukkan kesenjangan antara kebutuhan layanan konseling yang efektif dan masih terbatasnya intervensi berbasis pendekatan behavior yang teruji secara empiris, sehingga diperlukan upaya intervensi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling behavior terhadap kecanduan game online pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsari Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 8 siswa yang terindikasi kecanduan berdasarkan hasil pretest dan dipilih melalui purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk konseling kelompok menggunakan teknik Assertive Training untuk membantu siswa meningkatkan kontrol diri terhadap perilaku bermain game. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan nilai t-hitung 27,149 > t-tabel 2,365 (α = 0,05; db = 7), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa konseling behavior dengan teknik Assertive Training efektif menurunkan tingkat kecanduan game online serta memberikan kontribusi praktis bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
KETERKAITAN SELF REGULATION DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH Armilyana, Yanti; Astuti, Farida Herna; Rayani, Dewi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9811

Abstract

ABSTRACT The use of social media in daily life has psychological impacts on students, one of which is Fear of Missing Out (FOMO), defined as the feeling of anxiety about missing information or activities experienced by others on social media. This condition has the potential to increase anxiety, making strong self-regulation skills necessary for students to control their social media usage behavior. This study aims to analyze the relationship between self-regulation and Fear of Missing Out among eleventh-grade students of SMA Nurul Falah Perina in the 2023/2024 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 20 students selected using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire as the primary instrument and analyzed using the Product Moment correlation formula. The results of the analysis showed a negative relationship between self-regulation and FOMO, with a correlation coefficient (r) of -0.746 at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the higher the students' self-regulation ability, the lower the level of FOMO experienced. Therefore, self-regulation plays an important role in minimizing students' tendency toward FOMO. ABSTRAK Penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak psikologis bagi siswa, salah satunya adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal informasi atau aktivitas orang lain di media sosial. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecemasan sehingga diperlukan kemampuan self regulation yang baik agar siswa mampu mengendalikan perilaku penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self regulation dengan Fear of Missing Out pada siswa kelas XI SMA Nurul Falah Perina Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen utama dan dianalisis menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara self regulation dan FOMO dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,746 pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri siswa, semakin rendah tingkat FOMO yang dialami. Dengan demikian, self regulation berperan penting dalam meminimalkan kecenderungan FOMO pada siswa.
Peningkatan Kapasitas Pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) melalui Pelatihan Penyusunan Menu Berbasis Gizi Seimbang di Kecamatan Sandubaya: Improving the Competence of Childcare Center Providers Through Training on Balanced Nutrition–Based Menu Planning in Sandubaya District Rohmatillah, Laila Mardiana; Rayani, Dewi; Alifariani, Aulia; Oktora, Yenni; Arista, Novia; Nurjaitun, Nurjaitun
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.994

Abstract

Pemenuhan gizi yang optimal pada anak usia dini (usia 0-5 tahun) merupakan faktor penentu penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak karena masa ini sebut sebagai masa Golden Age. Asupan gizi yang tidak seimbang atau tidak mencukupi pada masa ini dapat berdampak buruk terhadap status kesehatan anak, termasuk meningkatkan risiko stunting, anemia, infeksi berulang, serta gangguan perkembangan kognitif dan motorik. Tempat Penitipan Anak (TPA) sebagai salah satu lembaga pengasuhan anak memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak selama orang tua bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan pengelola dalam menyusun menu makan siang berdasarkan pedoman gizi seimbang di Tempat Penitipan Anak (TPA) Anak Soleh, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Edukasi dan pendampingan ini menjadi salah satu bagian kegiatan dari program Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Mandalika. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan mampu memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan guru dan pengelola tentang pembuatan menu makan siang berdasarkan pedoman gizi seimbang. Guru dan pengelola diharapkan mampu untuk membuat menu makan siang dengan berpedoman pada prinsip gizi seimbang
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ORANGTUA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA ABK SLB PELANGI YAYASAN LOMBOK CARE Savitri, Ervin Ramadhani; Suarti, Ni Ketut Alit; Rayani, Dewi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.10344

Abstract

ABSTRACT Emotional intelligence in Children with Special Needs (CSN) is an important aspect in supporting children’s ability to manage emotions, interact, and adapt within special education environments. At SLB Pelangi Yayasan Lombok Care, it was found that some parents have not fully provided optimal emotional and material support, which is assumed to influence the development of children’s emotional intelligence. This study aims to examine the relationship between parental support and emotional intelligence among CSN students at SLB Pelangi Yayasan Lombok Care. The research uses a quantitative approach with a correlational design. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results show a significant relationship between parental support and emotional intelligence of CSN students with a correlation value of r = 0.845 and significance level of p = 0.017 (p < 0.05). This value indicates that the relationship between the two variables is in the strong to very strong category based on correlation interpretation criteria. Theoretically, parental support is closely related to the development of emotional intelligence in CSN, particularly in the ability to regulate emotions and interact socially. The higher the parental support provided, the more optimal the development of children’s emotional intelligence in daily life. Thus, family support is an important factor in building emotional stability in children with special needs. ABSTRAK Kecerdasan emosional pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan aspek penting dalam mendukung kemampuan anak dalam mengelola emosi, berinteraksi, dan menyesuaikan diri di lingkungan pendidikan khusus. Di SLB Pelangi Yayasan Lombok Care, masih ditemukan bahwa sebagian orang tua belum optimal dalam memberikan dukungan emosional maupun material, sehingga kondisi ini diduga berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan kecerdasan emosional pada siswa ABK di SLB Pelangi Yayasan Lombok Care. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dan kecerdasan emosional siswa ABK dengan nilai korelasi r = 0,845 dan signifikansi p = 0,017 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel berada pada kategori kuat hingga sangat tinggi berdasarkan interpretasi korelasi. Secara teoritis, dukungan orang tua memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan kecerdasan emosional anak ABK, khususnya dalam kemampuan mengelola emosi dan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Semakin tinggi dukungan yang diberikan orang tua, semakin optimal pula perkembangan kecerdasan emosional anak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam pembentukan stabilitas emosional anak berkebutuhan khusus.