Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Evaluasi Program Latihan Atlet E-Sport PELATDA NTB Menuju PON XXI: Pendekatan CIPP Abdullah, Baharuddin Lopa; Kesumah, Dadang Warta Chandra Wira; Muliyani, Sri Erny
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20527

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program latihan atlet E-Sport Pelatda NTB menuju PON XXI Sumut-Aceh 2024 dengan model CIPP (context, input, process, product). Masalah utama penelitian berangkat dari kebutuhan pembinaan e-sport daerah yang lebih sistematis, terukur, dan sesuai karakter kompetisi digital yang menuntut koordinasi tim, keterampilan teknis, pengambilan keputusan cepat, manajemen stres, kualitas perangkat, serta pemulihan fisik dan psikologis. Penelitian menggunakan desain evaluatif deskriptif kuantitatif dengan dukungan observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas dua pelatih dan enam atlet E-Sport Pelatda NTB. Instrumen berupa kuesioner skala empat pilihan yang disusun berdasarkan dimensi CIPP dan divalidasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan persentase capaian, kategori konversi, rerata, dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian pelatih terhadap komponen context, input, process, dan product masing-masing mencapai 96,8%, 90,6%, 92,9%, dan 96,8%, seluruhnya berada pada kategori sangat baik. Penilaian atlet masing-masing mencapai 79,1%, 65,4%, 76,4%, dan 79,1%, yang berada pada kategori baik, dengan komponen input sebagai capaian relatif terendah. Temuan ini menjawab hipotesis bahwa program latihan yang disiapkan pelatih berkontribusi positif terhadap proses latihan dan kesiapan performa atlet, tetapi masih terdapat kesenjangan persepsi antara pelatih dan atlet terutama pada pemanfaatan sarana, variasi latihan, latihan motorik-refleks, dan pemerataan pengalaman latihan. Novelty penelitian ini terletak pada adaptasi model CIPP untuk mengevaluasi program latihan e-sport daerah menuju multievent nasional, sehingga menghasilkan rekomendasi praktis berbasis data untuk penguatan input, monitoring proses, dan evaluasi performa berkelanjutan. Kata Kunci: CIPP; e-sport; evaluasi program; latihan atlet; PON XXI.
Integrated Pedagogical Roles of Biology Teachers in Addressing Learning Barriers in a Pesantren-Based Secondary School Ikhsan, Muhamad; Muliyani, Sri Erny
Multi Discere Journal Vol. 4 No. 1 (2025): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mj.v4i1.3211

Abstract

This study examines how biology teachers at SMAS Darul Falah Mataram address learning challenges in a pesantren-based secondary school environment marked by religious routines and resource limitations. It identifies critical gaps in instructional approaches and emphasizes the need for holistic teacher roles. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews, observations, and document analysis. Thematic findings reveal three primary roles enacted by teachers: (1) educators who model discipline and ethics, (2) instructors who use contextualized and remedial teaching, and (3) mentors who foster emotional and cognitive engagement. These roles collectively address both academic deficiencies and character development. The study’s implications underscore the importance of embedding multidimensional teaching strategies in teacher training and school policy frameworks, particularly for religious or high-pressure educational contexts.
Tingkat Keterampilan Dasar Bola Voli Peserta Ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Selong Sani, Nurpiani; Muliyani, Sri Erny; Kuswoyo, Dilli Dwi
Sportify Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i1.5046

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya pengukuran keterampilan dasar bola voli pada peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 2 Selong, sehingga program latihan belum sepenuhnya berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar bola voli siswa, meliputi passing bawah, servis atas, dan smash. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan tes keterampilan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli yang berjumlah 20 orang dan seluruhnya dijadikan sampel melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui tes passing bawah, servis atas, dan smash, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor minimum, maksimum, rata-rata, standar deviasi, frekuensi, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa passing bawah relatif lebih baik, servis atas paling rendah, sedangkan smash berada pada kategori sedang hingga tinggi. Penelitian menyimpulkan bahwa keterampilan siswa belum merata. Basic Volleyball Skill Levels of Extracurricular Participants at SMK Negeri 2 Selong Abstract This study was motivated by the absence of basic volleyball skill assessment among extracurricular participants at SMK Negeri 2 Selong, causing the training program to be insufficiently data-based. This study aimed to determine students’ basic volleyball skill levels, including underhand passing, overhand service, and smash. The research used a descriptive quantitative method with a skill-test approach. The population consisted of all 20 male students participating in the volleyball extracurricular program, and all were selected as samples using total sampling. Data were collected through underhand passing, overhand service, and smash tests, then analyzed using descriptive statistics, including minimum score, maximum score, mean, standard deviation, frequency, and percentage. The results showed that underhand passing was relatively better, overhand service was the lowest skill, while smash tended to be in the moderate to high categories. The study concludes that students’ basic volleyball skills were uneven.
Pemetaan Keterampilan Gerak Dasar Lokomotor Anak Usia 4–6 Tahun Menggunakan TGMD-2 di TK Bina Anaprasa Aulia, Nurrahmatun; Bausad, Andi Anshari; Muliyani, Sri Erny
Sportify Journal Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i2.5060

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat keterampilan gerak dasar lokomotor anak usia 4–6 tahun di TK Bina Anaprasa menggunakan subtes lokomotor Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif berbasis tes keterampilan. Sampel berjumlah 35 anak yang dipilih melalui total sampling. Instrumen mencakup enam keterampilan lokomotor, yaitu run, gallop, hop, horizontal jump, leap, dan slide, dengan skor performa 1 jika indikator gerak muncul dan 0 jika tidak muncul. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, rerata, simpangan baku, nilai minimum, dan nilai maksimum. Hasil menunjukkan 60,0% anak berada pada kategori rata-rata, 25,7% di bawah rata-rata, 8,6% di atas rata-rata, dan 5,7% buruk. Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan lokomotor anak umumnya berada pada tingkat rata-rata, tetapi sebagian anak masih membutuhkan stimulasi gerak yang lebih terarah. Guru disarankan melaksanakan asesmen berkala dan permainan lokomotor terstruktur. Mapping Locomotor Fundamental Movement Skills among Children Aged 4–6 Years Using TGMD-2 at TK Bina Anaprasa Abstract This study aimed to map the level of locomotor fundamental movement skills among children aged 4–6 years at TK Bina Anaprasa using the locomotor subtest of the Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2). A quantitative descriptive skill-test design was applied. The sample consisted of 35 children selected through total sampling. The instrument assessed six locomotor skills: run, gallop, hop, horizontal jump, leap, and slide, using performance scoring of 1 when a movement criterion was demonstrated and 0 when it was not. Data were analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, standard deviation, minimum score, and maximum score. The findings showed that 60.0% of children were in the average category, 25.7% below average, 8.6% above average, and 5.7% poor. These results indicate that most children’s locomotor skills were average, while some still required targeted motor stimulation. Teachers are advised to conduct periodic assessment and structured locomotor play activities.
Perbandingan Latihan Lob Shoot dan Lob Stop-Shoot terhadap Ketepatan Shooting Pemain Futsal Ihsan, M. Zainul; Maulidin, Maulidin; Muliyani, Sri Erny
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5085

Abstract

Rendahnya ketepatan shooting pemain Stangkas FC Desa Pringgasela menjadi masalah utama karena tembakan yang tidak tepat sasaran dapat mengurangi peluang mencetak gol dan meningkatkan risiko serangan balik lawan. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh latihan lob shoot dan lob stop-shoot terhadap ketepatan shooting pemain futsal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain two-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pemain yang dibagi menjadi kelompok lob shoot dan lob stop-shoot melalui ordinal pairing berdasarkan skor pretest. Instrumen penelitian berupa tes ketepatan shooting ke sasaran gawang futsal. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil menunjukkan rerata skor kedua kelompok meningkat secara deskriptif, tetapi peningkatan tidak signifikan pada kelompok lob shoot maupun lob stop-shoot. Uji antarkelompok juga menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan. Disimpulkan bahwa kedua latihan dapat digunakan sebagai variasi latihan, tetapi belum terbukti lebih efektif secara statistik. Comparison of Lob Shoot and Lob Stop-Shoot Training on Futsal Players’ Shooting Accuracy Abstract Low shooting accuracy among Stangkas FC players in Pringgasela Village is a major performance issue because inaccurate shots reduce scoring opportunities and may increase the risk of opponent counterattacks. This study aimed to compare the effects of lob shoot and lob stop-shoot training on futsal players’ shooting accuracy. A quantitative approach with a two-group pretest-posttest design was used. The sample consisted of 20 players divided into lob shoot and lob stop-shoot groups through ordinal pairing based on pretest scores. The research instrument was a futsal goal-target shooting accuracy test. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and independent sample t-test. The results showed that the mean scores of both groups increased descriptively, but the improvements were not statistically significant in either group. The between-group test also showed no significant difference. Therefore, both training methods can be used as shooting variations, but neither was statistically proven superior.
Pengaruh Program Usaha Kesehatan Sekolah terhadap Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Muhazzab, Ahmad; Muhaimin, Ali; Muliyani, Sri Erny
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5087

Abstract

Personal hygiene siswa sekolah dasar masih menjadi masalah karena sebagian siswa belum konsisten mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, pakaian, tubuh, dan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terhadap personal hygiene siswa kelas IV dan V SDN 2 Kalijaga. Penelitian menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel utama adalah seluruh siswa kelas IV dan V sebanyak 64 orang yang dipilih menggunakan total sampling, sedangkan kepala sekolah dan pengelola UKS/PJOK digunakan sebagai responden pendukung. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program UKS berpengaruh positif dan signifikan terhadap personal hygiene siswa dengan koefisien regresi 0,482, nilai t 4,151, signifikansi 0,000, dan R Square 0,217. Penelitian menyimpulkan bahwa UKS berkontribusi terhadap peningkatan personal hygiene siswa. The Effect of the School Health Program on Elementary Students’ Personal Hygiene Abstract Personal hygiene among elementary students remains a concern because some students do not consistently practice handwashing, nail care, clean clothing, body hygiene, and environmental cleanliness. This study aimed to examine the effect of the School Health Program (UKS) on the personal hygiene of fourth- and fifth-grade students at SDN 2 Kalijaga. This study used an associative quantitative design with a cross-sectional approach. The main sample consisted of all 64 fourth- and fifth-grade students selected through total sampling, while the principal and UKS/PJOK manager served as supporting respondents. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using descriptive statistics, normality testing, and simple linear regression. The results showed that the School Health Program had a positive and significant effect on students’ personal hygiene, with a regression coefficient of 0.482, t-value of 4.151, significance value of 0.000, and R Square of 0.217. The study concludes that UKS contributes to improving students’ personal hygiene.
Hubungan Kepercayaan Diri dan Kecemasan Bertanding dengan Mental Toughness Pemain Futsal Madrasah Anugrah, Rendi Diski; Kesumah, Dadang Warta Chanra Wira; Muliyani, Sri Erny; Irmansyah, Johan; Wasa, Carolus
Discourse of Physical Education Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dpe.v5i1.5382

Abstract

School and madrasah futsal players often face match pressure, spectator reactions, and performance demands that may influence their mental toughness. This study aimed to examine the relationship of self-confidence and competitive anxiety with mental toughness among MA NW Gonjong futsal players. A quantitative correlational approach was used, involving 20 players selected through total sampling. The instruments consisted of self-confidence, competitive anxiety, and mental toughness scales. Data were analyzed using descriptive statistics, assumption tests, correlation, and multiple regression. The results showed that self-confidence and competitive anxiety simultaneously had a significant relationship with mental toughness (F = 4.457; p = 0.028), with the model contributing 34.4%. However, partial tests showed that self-confidence (p = 0.068) and competitive anxiety (p = 0.718) were not significant predictors. In conclusion, the combination of both variables is related to mental toughness, but their partial relationships were not statistically strong.