Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SIKAP BAHASA PENUTUR BAHASA SELARU DI PULAU SELARU KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR Lerebulan, Vista Marlina; da Costa, Romilda Arivina
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol5no1hlm819-834

Abstract

Dari berbagai jenis bahasa daerah yang tumbuh subur di Indonesia, cukup banyak yang digunakan di Maluku. Di antara puluhan bahasa tersebut, ada bahasa Selaru (BSL) yang dituturkan di Pulau Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saat ini, Pulau Selaru menjadi prioritas pemerintah karena statusnya sebagai kawasan perbatasan negara dari 111 pulau-pulau kecil terluar (PPKT) yang Berpenghuni. Di pulau tersebut berdiam kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda bahasa, yakni kelompok migran yang berbahasa Yamdena, dan kelompok masyarakat setempat yang berbahasa Selaru. Para migran menempati pusat kecamatan, dan secara kuantitas lebih dominan. Berdasarkan dinamika yang unik itulah, perlunya penelitian sikap bahasa penutur BSL. Dari tujuh desa yang menuturkan BSL, dipilih Desa Kandar dan Desa Lingat sebagai lokasi penelitian dengan mengacu pada jarak kedua desa dengan pusat kecamatan, latar belakang historis, dan potensi desa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan survei. Data utama diperoleh dari kuesioner survei yang dibagikan kepada para responden penutur BSL yang meliputi generasi muda (GM), generasi transisi (GT), dan generasi lansia (GL). Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap penutur terhadap BSL di Desa Kandar tergolong sangat tinggi, yakni 86,8% meskipun GM sudah kurang mahir menggunakannya. Selanjutnya, di Desa Lingat kebanggaan penutur terhadap BSL sangat tinggi, dan mencapai angka 96,4% karena semua generasi kerap berkomunikasi dengan BSL.
BENTUK MORFOLOGIS SLOGAN-SLOGAN DI LINGKUNGAN KOTA AMBON da Costa, Romilda Arivina; Tasane, Mersy
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol5no2hlm917-928

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengkaji bentuk morfologis pada slogan-slogan yang terdapat di lingkungan Kota Ambon. Ada yang ditulis pada spanduk, juga stiker tempel, tetapi kebanyakan slogan tertulis pada papan. Slogan-slogan tersebut tergolong sebagai slogan keamanan, peduli lingkungan, kesehatan, motivasi, dan pendidikan, yang dapat dijumpai di lapangan, halaman sekolah dan kampus, pinggiran sungai, pinggiran jalan, pusat keramaian, juga di pintu angkot. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian. Hasil analisis memperlihatkan bahwa lima bentuk morfologis yang dimanfaatkan pada slogan-slogan adalah bentuk derivasi zero atau perubahan tanwujud, bentuk berafiks, bentuk kata ulang, bentuk akronim dan singkatan, bentuk derivasi balik. Kelima bentuk tersebut muncul secara random, dan ditulis dengan dua ragam bahasa, yakni ragam bahasa Indonesia, dan ragam bahasa Indonesia dialek Ambon atau bahasa Melayu Ambon. Bahkan, ada slogan yang ditulis dengan memadukan kedua ragam itu.
PENGGUNAAN BAHASA YAMDENA DI PULAU YAMDENA BAGIAN TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR PROVINSI MALUKU Samangun, Isak; da Costa, Romilda Arivina; Latupeirissa, Elsa
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2020): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol1no1hlm73-92

Abstract

Berdasarkan penelusuran dokumentasi yang ditemukan ada lima bahasa di Kepulauan Tanimbar, di antaranya bahasa Yamdena, Selaru, Fordata, Makatian dan Seluasan. Namun, yang dibahas oleh peneliti adalah penggunaan bahasa Yamdena di Pulau Yamdena Bagian Timur. Yamdena Bagian Timur terdapat enam belas desa, namun peneliti hanya memilih empat lokasi sebagai tempat penelitian yaitu, Desa Arma, Arui Bab, Arui Das dan Sifnana. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kontak bahasa dan pergeseran bahasa. Ada pun hasil yang ditemukan yaitu secara umum penggunaan bahasa Yamdena di Pulau Yamdena Bagian Timur sudah bergeser karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu, faktor lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi serta faktor pemukiman penduduk yang begitu padat.
PENGGUNAAN BAHASA BUTON CIA-CIA DI DUSUN TAENO BAWAH DESA RUMAH TIGA KECAMATAN TELUK AMBON PROVINSI MALUKU Kouwe, Saharia; da Costa, Romilda Arivina; Somelok, Grace
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2020): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol1no2hlm205-226

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada karakteristik penelitian kualitatif yang juga menggunakan beberapa aspek kuantitatif, seperti umur, pendidikan, dan pekerjaan. Sumber penelitian ini adalah ranah keluarga, ketetangaan, keakraban, pekerjaan dan pendidikan penggunaan kekerapan BC pada kelompok GM sudah mengalami pergeseran, sedangkan kekerapan penggunaan BC pada kelompok GT masih berimbang antara BC dan BIDA dan kelompok GL BC masih tetap dipertahankan. Penggunaan BC di Dusun Taeno Bawah menunjukan pergeseran yang relatif meningkat. Dengan demikian, hasil penelitian ini telah menjawab tujuan penelitian, yakni untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Buton Cia-Cia di Dusun Taeno Bawah.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANTARANGGOTA KOMUNITAS MERAH SAGA DI KOTA AMBON Nurlela, Andi; da Costa, Romilda Arivina; Latupeirissa, Elsa
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2020): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol1no2hlm227-246

Abstract

Penelitian implikatur percakapan ini berbentuk deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasi, wawancara, dan perekaman untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori implikatur, tindak tutur, prinsip kerja sama, dan prinsip kesopanan. Hasil penelitian menunjukan adanya kehadiran implikatur baik dalam tuturan representatif, direktif, ekspresif, komisif, deklaratif, bahkan ada tuturan yang mengandung lebih dari satu implikatur pada satu konteks percakapan. Kehadiran implikatur pada tuturan menyebabkan sejumlah pelanggaran terhadap prinsip kerja sama. Pelanggaran dilakukan justru untuk memenuhi prinsip-prinsip kesopanan, terutama maksim relevansi.
The Maintenance of Marsela West Language in Nura Village Wakim, Yohana Lolita; Rumalean, Iwan; da Costa, Romilda Arivina
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2023): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol4no2hlm47-52

Abstract

This study examines the preservation of the West Marsela language in Nura Village, Masela District, Southwest Maluku Regency. This study is a post-positivist descriptive qualitative research. The study was carried out at Nura Village, Masela District, Southwest Maluku Regency. The physical boundaries are as follows: to the west, Babar Island; to the east, the Tanimbar Islands; to the north, Dawelor Island; and to the south, the Australian Sea. The research was carried out from January 23, 2023, until February 23, 2023. This study's data includes verbal expressions in the vocabulary of the West Marsela language, utilized by the inhabitants of Nura Village, Masela District, West Southeast Maluku Regency. The data collection techniques employed included field notes, interviews, and documentation. The researcher serves as the instrument in this study, supported by a job analysis table. The findings of this study suggest that the preservation of the West Marsela language is confined to familial and religious contexts, with minimal utilization among children and adolescents. The percentage data reveals that in the family domain, the maintenance of the West Marsela language is 10% for children, 10% for adolescents, 40% for adults, and 100% for the elderly. In the religious domain, usage is 0% for children, 33% for adolescents, 67% for adults, and 67% for the elderly. The utilization of the West Marsela language among children and adolescents is significantly constrained, as they predominantly employ Ambon Malay.
Preservation of the Selwasa Language in Batu Putih Village Fenanlabir, Ursula Margarita; da costa, Romilda Arivina; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2023): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol4no1hlm6-9

Abstract

The preservation of the Selwasa language in Batu Putih Village, Wermaktian District, Tanimbar Islands Regency. This study seeks to elucidate the social phenomena of language maintenance in Batu Putih Village, Wermaktian District, Tanimbar Islands Regency. This research employs a qualitative methodology centred on language maintenance, assessed through language usage in the domains of family, neighbours, employment, religion, customs, and education. The methods employed for data collection included observation, interviews, questionnaires, and documentation. The research findings indicate that in Batu Putih Village, the predominant usage of the Selwasa language is evident in the domains of family and customs, with additional support from the domain of neighbours. Ambon Malay exhibits the lowest prevalence relative to the Selwasa language across the three domains. According to the speakers' ages, GL speakers constitute the biggest percentage, followed by GT, with GM having the lowest percentage. Conversely, farmers exhibit the largest percentage of Selwasa language usage compared to other professions. Consequently, it can be asserted that the Selwasa language remains well-preserved in Batu Putih Village.
Artikulasi Budi Pekerti dalam Pembelajaran Pantun di SMP Negeri 1 SBB Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Lewier, Mariana; da Costa, Romilda Arivina
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3103

Abstract

Pantun merupakan salah satu bentuk sastra daerah di Indonesia, termasuk di Maluku, yang tersebar, baik secara lisan maupun tertulis. Penggunaan bahasa Melayu Ambon sebagai media penyampaian memungkinkan persebaran pantun ini ke seluruh pelosok Maluku. Bahasa Melayu Ambon sebagai basantara dalam komunikasi sehari-hari masyarakat Maluku membuat pantun berbahasa Melayu Ambon dikenal dengan baik hingga saat ini. Penggunaan pantun Melayu Ambon dalam berbagai acara formal dan nonformal juga sangat beragam. Berkaitan dengan persebaran dan penggunan pantun Melayu Ambon di Maluku, penelitian ini hendak memfokuskan pada aspek artikulasi pantun dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP. Pantun merupakan salah satu materi pembelajaran sastra klasik yang terdapat dalam Kurikulum SMP yang disesuaikan pula dengan karakteristik pendidikan karakter. Oleh karena itu, penelitian ini akan melihat bagaimana model pembelajaran multiliterasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis pantun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pra-Eksprerimental One group Pretest-Postest yang digunakan untuk memahami pantun dan artikulasi budi pekerti dalam kaitannya dengan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kecamatan Kairatu. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan pembelajaran multiliterasi dalam menulis pantun, khususnya artikulasi pantun yang mengandung budi pekerti lewat pantun berjenis nasihat. Hal ini terbukti dari nilaihasil tes akhir yang memenuhi KKM, yakni 71,75.6