Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Puspa Harum Sejahtera Tegal Harum dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar Cahyani, Kadek Chandra; Wijaya, Komang Adi Sastra; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.117

Abstract

This research aims to assess the strategic management of BUMDes Puspa Harum Sejahtera in enhancing the PADes of Tegal Harum Village. The research methodology involves descriptive qualitative analysis through interviews and documentation. Findings are analyzed using the Wheelen and Hunger theory as well as SWOT analysis. Results indicate that BUMDes' management strategy to improve PADes of Tegal Harum Village is very effective, as seen from the increased contribution based on the percentage distribution of remaining BUMDes Business Results for PADes of Tegal Harum Village. However, BUMDes needs to refine its strategies. Looking at the SWOT matrix, several recommendations can be made, such as imposing sanctions on street vendors, increasing the number of parking spots, promoting service utilization, and hiring more workers to enhance payment intensity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen strategi BUMDes Puspa Harum Sejahtera Tegal Harum dalam meningkatkan PADes Desa Tegal Harum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil temuan menggunakan teori Wheelen dan Hunger serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi BUMDes untuk meningkatkan PADes Desa Tegal Harum sangat baik, terlihat dari peningkatan kontribusi berdasarkan persentase pembagian Sisa Hasil Usaha BUMDes untuk PADes Desa Tegal Harum. Namun, BUMDes perlu melakukan beberapa penyempurnaan strategi. Apabila dilihat dari matriks SWOT, adapun beberapa rekomendasi yang dapat diberikan seperti memberlakukan sanksi bagi pedagang asongan, meningkatkan jumlah titik parkir, menggencarkan pemanfaatan jasa, dan menyerap tenaga kerja lebih banyak untuk intensifitas pembayaran.
Strategi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat Usia Produktif Pada Pemilu Serentak Tahun 2024 (Studi Kasus : Kecamatan Kuta Selatan, Badung) Gracella, Eugenia Fernanda; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.121

Abstract

This study aims to analyze the efforts made by the Badung Regency General Election Commission to increase public participation in South Kuta District. The research uses a descriptive qualitative method, collecting data from observations, interviews, and documentation based on five indicators: goals, environment, guidance, action, and learning. Researchers conduct interviews with informants who meet the qualifications of this research topic. The results of this study show that the strategies used by the Badung Regency General Election Commission have been successful, as evidenced by the increased political participation in Badung Regency compared to the 2019 elections. The people of South Kuta District understand the elections; however, some residents from outside the South Kuta area are still reluctant to change polling stations. Recommendations from this study include the Badung Regency General Election Commission promoting campaigns focused on relevant issues for the community, providing training for the PPS and KPPS officials, evaluating the systems used during vote counting, and ensuring transparency in the election stages to enhance public trust in the General Election Commission and elections. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap upaya yang dikerahkan kpu kabupaten badung untuk meningkatkan minat partisipasi masyarakat kecamatan kuta selatan. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sehingga peneliti mengumpulkan data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi berdasarkan lima indikator yaitu tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran. peneliti melakukan wawancara dengan informan yang memenuhi kualifikasi topik penelitian ini. hasil dari penelitian ini ialah strategi yang digunakan kpu kabupaten badung menunjukkan keberhasilan yang dibuktikan dengan meningkatnya partisipasi politik di kabupaten badung jika dibandingkan dengan pemilu tahun 2019. masyarakat kecamatan kuta selatan telah memahami tentang pemilu hanya saja untuk masyarakat yang berasal dari luar wilayah kuta selatan beberapa masih enggan untuk mengurus perpindahan tps. rekomendasi dari penelitian ini adalah kpu kabupaten badung dapat mempromosikan kampanye yang berfokus pada isu relevan bagi masyarakat, lalu memberikan pelatihan untuk jajaran pps dan kpps, melakukan evaluasi sistem yang digunakan saat penghitungan suara, dan memastikan transparansi tahapan pemilu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pada kpu dan pemilu.
Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dalam Mewujudkan Good Governance (Studi Kasus: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi) Ardiana, Nabilla Novia; Prabawati, Ni Putu Anik; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.135

Abstract

The 2018-2023 Bekasi City Revised Medium-Term Development Plan (RPJMD) refers to the policy direction of improving governance including institutional arrangements, government administration and the provision of infrastructure facilities carried out to improve the performance of regional government administration including the Bekasi City Regional Disaster Management Agency. This study aims to determine the application of SAKIP in realizing good governance at the Bekasi City Regional Disaster Management Agency. The indicators of good governance used are indicators according to Sedarmayanti (2013), namely accountability, transparency, participation, and the rule of law. This research is descriptive qualitative research, with a case study research type. The research was conducted at the Bekasi City Regional Disaster Management Agency. The results showed that in the accountability indicator, BPBD Bekasi City in implementing SAKIP has been responsible with the existence of LAKIP. The BPBD transparency indicator in implementing SAKIP has been running well and all data can be accessed through the official BPBD Bekasi City website. The participation indicator shows that BPBD in SAKIP planning is assisted by parties from outside the agency. The rule of law indicator shows that SAKIP planning is in accordance with standard operating procedures. Abstrak Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Perubahan Kota Bekasi 2018-2023 mengacu pada arah kebijakan peningkatan tata kelola pemerintahan meliputi penataan kelembagaan, administrasi pemerintahan dan penyediaan sarana prasarana dilakukan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SAKIP dalam mewujudkan good governance di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi. Indikator good governance yang digunakan adalah indikator menurut Sedarmayanti (2013) yaitu akuntabilitas, transparansi, partisipasi, dan supremasi hukum. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan pada indikator akuntabilitas, BPBD Kota Bekasi dalam menerapkan SAKIP telah bertanggung jawab dengan adanya LAKIP. Indikator transparansi BPBD dalam penerapan SAKIP sudah berjalan dengan baik dan semua data dapat diakses melalui laman resmi BPBD Kota Bekasi. Indikator partisipasi menunjukkan bahwa BPBD dalam perencanaan SAKIP dibantu oleh pihak-pihak dari luar instansi. Indikator supremasi hukum menunjukkan jika perencanaan SAKIP telah sesuai dengan standar operasional prosedur.
Penerapan (SPBE) Melalui Aplikasi Sm@Rt247 di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem Cahyana, I Wayan Dharma; Wijaya, Komang Adi Sastra; Supriliyani, Ni Wayan
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.144

Abstract

The village government is an agency that interacts directly with the community in providing public services. Duda Timur Village in providing services to the community utilizes the Sm@rt247 application in order to realize the concept of a digital village. Through this application, it is expected that the services provided to the community can run more optimally. In its services, this application provides many service features designed to meet the needs of the community in Duda Timur Village. This study aims to determine the Implementation of Electronic-Based Government Systems (SPBE) in Improving Services through the Sm@rt247 Application in East Duda Village, Selat District, Karangasem Regency. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Interviews were conducted using semi-structured techniques. The result of the discussion of this research is that services through the Sm@rt247 application have provided fast and easy services for the community because of its flexible service access that can be accessed anywhere and anytime. However, the services provided still cannot run optimally and need to be improved on the reliability indicator because there are features that are underutilized and indicators of community support because there are still people who are less concerned or do not understand the services in the application. ABSTRAK Pemerintahan desa menjadi instansi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan public. Desa Duda Timur dalam memberikan pelayanan ke masyarakat memanfaatkan aplikasi Sm@rt247 dalam rangka mewujudkan konsep desa digital. Melalui aplikasi ini, diharapkan pelayanan yang diberikan ke masyarakat bisa berjalan lebih optimal. Dalam pelayanannya, aplikasi ini memberikan banyak fitur pelayanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat di Desa Duda Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam Peningkatan Pelayanan melalui Aplikasi Sm@rt247 di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan menggunakan teknik semi terstruktur. Hasil pembahasan dari penelitian ini adalah pelayanan melalui aplikasi Sm@rt247 sudah memberikan pelayanan yang cepat dan mudah untuk masyarakat karna akses pelayanannya yang fleksibel bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Namun, pelayanan yang diberikan masih belum bisa berjalan optimal dan perlu peningkatan pada indikator reliabilitas karena terdapat fitur yang kurang dimanfaatkan dan indikator dukungan masyarakat.karena masih ada Masyarakat yang kurang peduli ataupun kurang paham terkait pelayanan pada aplikasi. Kata Kunci : Pelayanan, efisien, desa, aplikasi
Analisis Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar dalam Upaya Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kawasan Jl. Pulau Nias, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar Mahardika, I Gede Bayu; Prabawati, Ni Putu Anik; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.149

Abstract

This study aims to determine the performance of the Denpasar City Civil Service Police Unit in efforts to curb street vendors in the Jl. Pulau Nias area, West Denpasar District, Denpasar City. This research is a qualitative type of research, descriptive explanation is also presented in this study in order to provide an overview of the circumstances and events that occur in the field in detail. Denpasar City Satpol PP's performance in efforts to curb street vendors in the Jl. Pulau Nias area shows a tendency to improve performance towards a better direction but there are still tips needed to improve and optimize performance in order to achieve the desired goals. This is mainly related to indicators of independence and initiative. This statement is based on the results of observations made in the field which are then analyzed by researchers who are adjusted to the indicators contained in the performance theory by Mondy, Noe, Permeaux using indicators of work quality, work quantity, timeliness, independence, initiative, and cooperation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar dalam upaya penertiban pedagang kaki lima di kawasan Jl. Pulau Nias, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis kualitatif, pemaparan secara deskriptif juga turut ditampilkan dalam penelitian ini guna memberikan gambaran tentang keadaan serta peristiwa yang terjadi di lapangan secara terperinci. kinerja Satpol PP Kota Denpasar dalam upaya penertiban PKL di kawasan Jl. Pulau Nias menunjukan adanya kecenderungan peningkatan kinerja kea rah yang lebih baik namun masih diperlukan adanya kiat-kiat peningkatan dan pengoptimalan kinerja guna mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini terutama beraitan dengan indikator kemandirian dan inisiatif. Pernyataan ini didasarkan pada hasil observasi yang dilakukan di lapangan yang kemudian di analisis oleh peneliti yang disesuaikan dengan indikatr-indikator yang terdapat dalam teori kinerja oleh Mondy, Noe, Permeaux dengan menggunakan indikator kualitas pekerjaan, kuantitas pekerjaan, ketepatan waktu, kemandirian, inisiatif, dan kerjasama. kata kunci: kinerja, polisi pamong praja, pedagang kaki lima.
Efektivitas Penggunaan Media Sosial dalam Penyebaran Informasi Publik guna Mencegah Penyebaran Berita Hoax oleh DISKOMINFOS Kota Denpasar Devi, Komang Triananda Kurnia; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 5 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.171

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of using social media as a means of public information disclosure services in preventing the spread of hoax news by DISKOMINFOS Denpasar City. The focus of the research is social media managed by the Denpasar City Communication, Information and Statistics Office which consists of 3 indicators, namely goal achievement, integration, and adaptation. This type of research uses descriptive methods with a qualitative approach. Data collection techniques were conducted through interviews, observation and documentation. The results showed that in the indicator of achieving goals, it has been running quite well because it is in accordance with the legal basis and applicable SOPs, good achievement time and community targets as recipients of information. The Integration indicator is not yet said to be optimal because there are still problems such as two-way interaction that has not been maximized, lack of digital literacy and public interest in the information provided. Finally, the Adaptation Indicator can also be said to be quite good in terms of facilities and infrastructure and preparation from employees, but this still has to be improved. The recommendations given aim to optimize the use of social media in disseminating public information such as increasing social interaction and improving the quality of information submitted by the government. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media sosial sebagai sarana pelayanan keterbukaan informasi publik dalam mencegah penyebaran berita hoax oleh DISKOMINFOS Kota Denpasar. Fokus penelitian adalah media sosial yang dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar yang terdiri dari 3 indikator yakni pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam indikator pencapaian tujuan, sudah berjalan cukup baik karena sesuai dengan landasan hukum serta SOP yang berlaku, waktu pencapaian yang baik serta sasaran masyarakat sebagi penerima informasi. Indikator Integrasi belum dikatakan optimal karena masih ada permasalahan seperti interaksi dua arah yang belum maksimal, kurangnya literasi digital dan minat masyarakat terhadap infomasi yang diberikan. Terakhir Indikator Adaptasi juga dapat dikatakan cukup baik dari segi sarana dan prasana serta persiapan dari pegawai, namun hal ini masih harus ditingkatkan. Rekomendasi yang diberikan bertujuan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan media sosial dalam penyebaran informasi publik seperti peningkatan interaksi sosial dan peningkatan kualitas informasi yang disampaikan oleh pemerintah. Kata Kunci: Efektivitas, Media Sosial, Keterbukaan Informasi Publik, Berita Hoax
Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya Melalui Collaborative Governance di Desa Wisata Penglipuran Savitri, Anak Agung Diah; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 5 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.173

Abstract

One of the tourist destinations in Bali that is prioritizing cultural tourism is Penglipuran Tourism Village. In its tourism activities, it implements local wisdom as a form of tourism through its cultural, tradition and environmental potential. By having various awards, tourist visits are increasing, causing over tourism in Penglipuan Village, especially in people's home gardens. This research aims to determine the model for implementing collaborative governance in developing quality and dignified cultural tourism in the Penglipuran Tourism Village. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results obtained in the implementation of Collaborative Governance in developing cultural tourism in Penglipuran Village are the use of the pentahelix concept resulting in the creation of bamboo forest tourist destinations, bamboo cafes, the Pelipur Lara traditional market and the Penglipuran Village Festival. However, from this collaboration, there needs to be development and promotion carried out, it is hoped that tourism in Penglipuran Village can be carried out well in a quality and dignified manner, without reducing the meaning of cultural preservation itself. Abstrak Salah satu destinasi wisata di Bali yang sedang mengedepankan pariwisata budayanya yaitu Desa Wisata Penglipuran. Dalam kegiatan pariwisatanya mengimplementasikan kearifan lokal sebagai wujud pariwisata melalui potensi budaya, tradisi dan lingkungan yang dimiliki. Dengan memiliki berbagai penghargaan, kunjungan wisatawan pun makin meningkat sehingga menyebabkan terjadinya over tourism di Desa Penglipuan khususnya di area pekarangan rumah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pelaksanaan collaborative governance dalam pengembangan pariwisata budaya yang berkualitas dan bermartabat di Desa Wisata Penglipuran dengan menggunakan indikator model collaborative governance. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Adapun hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan Collaborative Governance dalam pengembangan pariwisata budaya di Desa Penglipuran yaitu adanya penggunaan konsep pentahelix sehingga terciptanya destinasi wisata hutan bambu, café bambu, Pasar tradisional Pelipur Lara dan adanya Penglipuran Village Festival. Namun dari adnaya kolaborasi tersebut, perlu adanya suatu pengembangan dan promosi yang dilakukan diharapkan pariwisata di Desa Penglipuran dapat terlaksana dengan baik secara berkualitas dan bermartabat, tanpa mengurangi makna dari pelestarian budaya itu sendiri. Kata Kunci: Collaborative governance; Desa Wisata Penglipuran; Pengembangan Pariwisata.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Masyarakat di UPTD Puskesmas Klungkung I Pradipta, Wayan Bagastia; Wijaya, Komang Adi Sastra; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 6 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.176

Abstract

This study aims to examine the influence of healthcare service quality on community satisfaction at UPTD Puskesmas Klungkung I. This study utilizes the theory by Parasuraman, Zeithaml, and Berry on service quality (X), comprising five indicators: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. Community satisfaction (Y) is measured through indicators such as Service, Service Quality and Facilities, and Actual Performance. The research adopts a quantitative method by distributing questionnaires to 100 respondents from the community. Data collection techniques include observation, documentation, and questionnaires analyzed using simple linear regression. The results show that healthcare service quality has a positive and significant influence on community satisfaction. The R² value of 0.517 indicates that 51.7% of the variance in community satisfaction is influenced by healthcare service quality. Regression analysis reveals a t-value of 8.956, which is higher than the t-table value of 1.660, with a significance level of 0.000. The highest-scoring indicator is Responsiveness, reflecting the ability of staff to respond promptly and accurately to community complaints. Conversely, the Tangible indicator has the lowest score, highlighting the need to improve physical facilities and equipment availability. Keywords: Healthcare Service Quality, Community Satisfaction, UPTD Puskesmas Klungkung I. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan masyarakat di UPTD Puskesmas Klungkung I. Penelitian ini menggunakan teori Parasuraman, Zeithaml, dan Berry terkait kualitas pelayanan (X) dengan lima indikator, yaitu Bukti Fisik (Tangible), Keandalan (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), dan Empati (Empathy). Kepuasan masyarakat (Y) diukur berdasarkan indikator Jasa/Pelayanan, Kualitas Pelayanan dan Fasilitas, serta Kinerja Aktual. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Nilai R² sebesar 0,517 menunjukkan bahwa 51,7% variasi kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan uji regresi, diperoleh nilai t hitung sebesar 8,956, lebih besar dari t tabel sebesar 1,660, dengan tingkat signifikansi 0,000. Indikator dengan skor tertinggi adalah Daya Tanggap (Responsiveness), menunjukkan bahwa pegawai mampu merespons keluhan masyarakat dengan cepat dan tepat. Sebaliknya, indikator Bukti Fisik (Tangible) memiliki skor terendah, menandakan perlunya peningkatan fasilitas fisik dan kelengkapan alat. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Masyarakat, UPTD Puskesmas Klungkung I.
Efektivitas Pelayanan E-KTP melalui Sistem Jemput Bola (Sijebol) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gianyar Mariani, Desy; Supriliyani, Ni Wayan; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.193

Abstract

This study aims to determine the Effectiveness of e-KTP Services Through the Pick-up Ball System (Sijebol) at the Population and Civil Registration Service of Gianyar Regency. The research method used is descriptive qualitative. Informants in the study were selected using purposive and snowball techniques. Data were collected through observation, interviews, and documentation then analyzed using the Miles and Huberman model. The problem assessment used Duncan’s program effectiveness theory in Steers. The results of the study show that the effectiveness of e-KTP services through the Pick-up Ball System (Sijebol) at the Population and Civil Registration Service of Gianyar Regency is effective in increasing ownership of population documents, then seen from the indicators of goal achievement, integration, and adaptation, it has been running quite well, but is the integration indicator, especially the socialization process, it has not run optimally because the implementation of socialization is less effective and the community is less responsive so that information about services is not optimal. The policy recommendations offered are in the from of the need to increase cooperation in socialization between the regional government and the village, direct supervision, and procurement of facilities and infrastructure. Keywords : Service Effectiveness, e-KTP Service, Pick-up Ball System (Sijebol) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Efektivitas Pelayanan e-KTP Melalui Sistem Jemput Bola (Sijebol) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gianyar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan model Miles and Huberman. Pengkajian masalah menggunakan teori efektivitas program dari Duncan dalam Steers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan e-KTP melalui Sistem Jemput Bola (Sijebol) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gianyar terbukti efektif dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan kemudian ditinjau dari indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi sudah berjalan cukup baik, tetapi dalam indikator integrasi khususnya proses sosialisasi belum berjalan secara optimal karena pelaksanaan sosialisasi kurang efektif dan masyarakat kurang responsive sehingga informasi tentang pelayanan belum maksimal. Rekomendasi kebijakan yang ditawarkan berupa perlu peningkatan kerjasama sosialisasi antara pemerintah daerah dengan desa, pengadaan pengawasan secara langsung, dan pengadaan sarana maupun prasarana. Kata Kunci : Efektivitas Pelayanan, Pelayanan e-KTP, Sistem Jemput Bola (Sijebol)
Sinergitas Intelijen dan Penindakan Keimigrasian dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar dalam Pengawasan Wisatawan Asing Darmayanti, Ni Kadek Paramita; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.209

Abstract

The purpose of this study is to determine the synergy of intelligence and immigration action with Denpasar City Police in supervising foreign tourists. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Based on the results of field research, it is studied using the Synergy theory from Najiyati and Rahmat, which consists of: (1) Communication with 3 sub-indicators, namely Specific, Measurable, and Result-oriented, (2) coordination with sub-indicators, namely opportunity and commitment, competence, awareness, and continuity. The results of the study indicate that the synergy between Intelligence and Immigration Enforcement with the Denpasar City Police in Supervising Foreign Tourists has been implemented quite well. However, there are still some shortcomings in its implementation. Communication is still not optimal and needs to be improved in terms of response speed and more proactive communication strategies to prevent violations by foreign tourists. Coordination also needs to be improved, especially in making official agreements so that performance is more optimal. Recommendations for these problems include optimizing human resources and technology, increasing coordination and more intensive communication, simplifying bureaucratic procedures for quick response, and increasing socialization for foreign tourists. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sinergitas intelijen dan penindakan keimigrasian dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar dalam pengawasan wisatawan asing. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, obsrvasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian lapangan dikaji menggunakan teori Sinergitas dari Najiyati dan Rahmat, yang terdiri dari: (1) Komunikasi dengan 3 sub indikator yaitu Spesific, Measurable, dan Result-orientated, (2) koordinasi dengan sub indikator yaitu kesempatan dan komitmen, kompetensi, kesadaran, dan kontinuitas. Hasil penelitian penunjukkan bahwa sinergitas antara Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar Dalam Pengawasan Wisatawan Asing telah terlaksana dengan cukup baik. Walaupun demikian masih ditemukan beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya. Dalam komunikasi masih belum optimal dan perlu ditingkatkan dalam aspek kecepatan respons serta strategi komunikasi yang lebih proaktif untuk mencegah pelanggaran wisatawan asing. Dalam koordinasi juga perlu ditingkatkan terutama dalam pembuatan perjanjian resmi agar kinerja lebih optimal. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi optimalisasi sumber daya manusia dan teknologi, peningkatan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensi, penyederhanaan prosedur birokrasi untuk respon cepat, dan peningkatan sosialisasi bagi wisatawan asing. Kata Kunci: Sinergitas, Pengawasan, Wisatawan Asing, Kota Denpasar, Pelanggaran