Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program Desa Bersinar Dari Badan Narkotika Nasional (Bnn) Kota Denpasar Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan Tinida, Nadine Theresya; Wijaya, Komang Adi Sastra; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.212

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of the Desa Bersinar program from the National Narcotics Agency (BNN) of Denpasar City in Preventing Drug Abuse in Sidakarya Village, South Denpasar. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was studied using the program implementation theory by Charles O. Jones which consists of 3 (three) indicators, namely (1) Organization, (2) Interpretation, and (3) Application. The results of the study indicate that the organizational indicator cannot be said to be optimal due to limitations in financial resources and infrastructure resources. The interpretation indicator cannot be said to be optimal because the socialization activities have not touched all elements of society. While the application indicator cannot be said to be optimal because there is no routine activity schedule and there are obstacles. The organizational and application indicators need to be improved. Recommendations for the above problems are to increase the number and quality of drug counseling teams, increase socialization of the Desa Bersinar program, search for sources of funds or budgets, and innovation from the village (Pokja and IBM Siwa Berana) in designing other activities in the Desa Bersinar program. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi program Desa Bersinar dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dikaji menggunakan teori implementasi program oleh Charles O. Jones yang terdiri dari 3 (tiga) indikator, yaitu (1) Organisasi, (2) Interpretasi, dan (3) Aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator organisasi belum dapat dikatakan optimal dikarenakan adanya keterbatasan dalam sumber daya finansial dan sumber daya sarana prasarana. Indikator interpretasi belum dapat dikatakan optimal dikarenakan kegiatan sosialisasi belum menyentuh seluruh elemen masyarakat. Sedangkan indikator aplikasi juga belum dapat dikatakan optimal dikarenakan tidak adanya jadwal kegiatan yang rutin serta terdapat hambatan. Indikator organisasi dan aplikasi perlu untuk ditingkatkan. Rekomendasi atas permasalahan diatas, yaitu peningkatan jumlah dan kualitas tim penyuluh narkoba, peningkatan sosialisasi program Desa Bersinar, pencarian sumber dana atau anggaran,dan inovasi pihak desa (Pokja dan IBM Siwa Berana) dalam merancangkan kegiatan lain pada program Desa Bersinar. Kata Kunci: Implementasi Program, Desa Bersinar, BNN Kota Denpasar, Narkoba, Desa Sidakarya
Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gianyar Dalam Mengoptimalisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) Pada Pemilihan Umum Tahun 2024 Pradnyaswari, Tjok Istri Agung Anandita; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.217

Abstract

In the 2024 simultaneous General Election, the General Election Commission (KPU) of Indonesia implemented the SIREKAP application to facilitate the process of recapitulation and dissemination of election results to the public digitally. This application aims to enhance transparency and accuracy in vote counting. This study aims to evaluate the performance of the Gianyar Regency KPU in optimizing the use of SIREKAP. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The analysis is based on performance theory by Stefen P. Robbins (dalam Gloriasnismus dkk, 2023), which consists of five indicators: work quality, quantity, effectiveness, timeliness, and independence. The results of this study indicate that the performance of the Gianyar Regency KPU in utilizing SIREKAP has been relatively good. However, several issues were identified, such as an imbalance between the quantity of human resources (HR) and workload, a 24-hour working system, and limited training conducted. Therefore, it is necessary to conduct workload analysis, job analysis, and provide more in-depth training for KPU staff and election ad hoc bodies such as PPK, PPS, and KPPS. By addressing these challenges, the use of SIREKAP can be further optimized to improve the performance and integrity of elections. Abstrak Pada Pemilihan Umum serentak tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengimplementasikan penggunaan aplikasi SIREKAP untuk memudahkan proses rekapitulasi dan penyebaran informasi hasil pemilu kepada publik secara digital. Aplikasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akurasi dalam penghitungan suara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam mengoptimalkan penggunaan SIREKAP. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam mengoptimalisasi penggunaan aplikasi SIREKAP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori kinerja oleh Stefen P. Robbins (dalam Gloriasnismus dkk, 2023), yang mencakup lima indikator: kualitas kerja, kuantitas, efektivitas, ketepatan waktu, dan kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam menggunakan SIREKAP sudah cukup baik. Namun, terdapat beberapa permasalahan seperti ketidakseimbangan antara kuantitas sumber daya manusia (SDM) dan beban pekerjaan, sistem kerja yang beroperasi 24 jam, serta minimnya pelatihan yang dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan analisis beban kerja, analisis jabatan, dan pemberian pelatihan yang lebih mendalam bagi pegawai KPU dan badan adhoc kepemiluan seperti PPK, PPS, dan KPPS. Dengan demikian, penggunaan SIREKAP dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja dan integritas pemilu. Kata kunci: Aplikasi SIREKAP, Kinerja, Pemilihan Umum
Implementasi Sistem Computer Assisted Test (CAT) Pada Penerimaan Calon Pegawai Aparatur Sipil Negara Sebagai Inovasi Transparansi Dari Badan Kepegawaian Negara Regional X Anggitayani, Ni Putu Dea; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.222

Abstract

This study aims to determine how the implementation of the computer assisted test (CAT) system in the recruitment of prospective state civil apparatus employees as a transparency innovation from Regional State Personnel Agency X. The research method used is descriptive qualitative through data collection techniques with interviews, observations, and documentation. The analysis in this study uses the theory of policy implementation put forward by Edward III, through indicators used including communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results of this study indicate that the implementation of the computer assisted test (CAT) system has not been running optimally according to the indicators used. In the communication indicator, there were obstacles to miscommunication between the giver and receiver of information, and it is necessary to pay attention to the use of words so that they are easily understood by the community. especially in remote areas. Resource indicators show constraints in infrastructure in the form of diverse computer devices, unstable networks, and electricity. Finally, the bureaucratic structure indicator found constraints in the provision of infrastructure that still does not meet operational standards. Thus, the recommendation that can be given by the researcher is the creation of a more effective and transparent CAT system implementation so that it can improve the quality of ASN in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem computer assisted test (CAT) pada penerimaan calon pegawai aparatur sipil negara sebagai inovasi transparansi dari Badan Kepegawaian Negara Regional X. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edward III, melalui indikator yang digunakan antara lain komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi sistem computer assisted test (CAT) belum berjalan secara optimal sepenuhnya sesuai indikator yang digunakan. Pada indikator komunikasi ditemukan kendala miskomunikasi antara pemberi dan penerima informasi, serta perlu memperhatikan penggunaan kata – kata agar mudah dipahami oleh masyarakat. terutama pada daerah terpencil. Indikator sumber daya menunjukan kendala diinfrastruktur berupa perangkat komputer yang beragam, jaringan yang kurang stabil, dan listrik. Terakhir, indikator struktur birokrasi ditemukan kendala pada penyediaan infrastruktur yang masih belum memenuhi standar operasional. Dengan demikian, rekomendasi yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu terciptanya penerapan sistem CAT yang lebih efektif dan transparan sehingga mampu meningkatkan kualitas ASN dimasa mendatang. Kata Kunci: Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Negara, Computer Assisted Test, Implementasi, Transparansi
Optimalisasi Kinerja KPU Kabupaten Bangli Dalam Rangka Menjamin Adanya Hak Pilih Bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Pada Pemilu Tahun 2024 (Studi Kasus: Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali) Ekayanti, Ni Putu Dian; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.226

Abstract

This research aims to get an overview of the Optimization of the Performance of the Bangli Regency KPU in the Context of Guaranteeing the Voting Rights for People with Mental Disorders in the 2024 Election in Bali Province. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The data sources used are primary and secondary data. Regarding the technique of determining informants in this study using purposive sampling technique. This study uses performance measurement indicators by Agus Dwiyanto and the concept of optimization by Bastian. The results showed that the performance of the Bangli Regency KPU in ensuring the right to vote for ODGJ in Bali Province Mental Hospital was not optimal because there were still optimization indicators that had not been fulfilled in the human resource productivity section and also the quality of organizational services. Recommendations that researchers can provide are the organization of training and the formation of a special team of election organizers in Bali Province Mental Hospital. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran mengenai Optimalisasi Kinerja KPU Kabupaten Bangli Dalam Rangka Menjamin Adanya Hak Pilih Bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Pada Pemilu Tahun 2024 Di Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Mengenai teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan indikator pengukuran kinerja oleh Agus Dwiyanto dan konsep optimalisasi oleh Bastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kinerja KPU Kabupaten Bangli dalam menjamin adanya hak pilih bagi para ODGJ di RSJ Provinsi Bali adalah belum optimal dikarenakan masih terdapat indikator optimalisasi yang belum terpenuhi pada bagian produktivitas sumber daya manusia dan juga kualitas pelayanan organisasi. Rekomendasi yang dapat peneliti berikan adalah penyelenggaraan pelatihan dan pembentukan tim khusus penyelenggara pemilihan umum di RSJ Provinsi Bali. Kata Kunci: Kinerja, Optimalisasi, KPU Kabupaten Bangli, ODGJ, Hak Pilih, Pemilu 2024
Implementasi Kebijakan Program Puspa Aman Dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. Pradnyani, Ni Putu Maya Gita; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.228

Abstract

This research examines the implementation of the Puspa Aman policy program aimed at enhancing food security in Tulikup Village, Gianyar Regency. The primary concerns mentioned include the efficacy of program execution, community engagement, and the obstacles encountered in its deployment. This research seeks to evaluate the degree to which the Puspa Aman program enhances food security in the hamlet. The research method used is a descriptive qualitative approach, using data gathering methods such as observation, in-depth interviews, and document analysis. The study used Miles and Huberman's interactive paradigm, including data gathering, reduction, presentation, and conclusion formulation. The study's findings demonstrate that the Puspa Aman program has been effectively executed in several dimensions, including the administration of local food resources and the empowerment of the community via food product creation. Nevertheless, other impediments obstruct the program's optimization, such as inadequate inter-agency cooperation, constrained resources, and little community engagement in the program. This research concludes that the efficacy of the Puspa Aman program's execution is mostly contingent upon the collaboration of the government, the community, and other stakeholders. Consequently, it is advisable to improve program socialization, bolster inter-agency collaboration, and provide incentives for community engagement in support of the program. Abstrak Penelitian ini mengkaji pelaksanaan kebijakan Program Puspa Aman yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Tulikup Kabupaten Gianyar. Permasalahan utama yang ditemukan adalah efektivitas pelaksanaan program, keterlibatan masyarakat, dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Studi ini berupaya mengevaluasi sejauh mana Program Puspa Aman meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Puspa Aman telah efektif di beberapa bidang, termasuk pengelolaan sumber daya pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan produk pangan. Meskipun demikian, terdapat hambatan lain yang menghambat optimalisasi program, seperti kurangnya kerja sama antarlembaga, terbatasnya sumber daya, dan rendahnya keterlibatan masyarakat dalam inisiatif ini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pelaksanaan Program Puspa Aman sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan sosialisasi program, memperkuat kolaborasi antar lembaga, dan memberikan insentif untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung inisiatif ini. Kata kunci: Implementasi kebijakan, Puspa Aman, ketahanan pangan, Desa Tulikup, Gianyar.
Efektivitas Program Bus Sekolah Oleh Dinas Perhubungan Dalam Menunjang Transportasi Umum Di Kota Denpasar Setiawan, Felisitas Marelda Syalom Foralla; Wijaya, Komang Adi Sastra; Lukman, Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.229

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of the school bus program implemented by the Department of Transportation in supporting the public transportation system in Denpasar City. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques including direct observation, semi-structured interviews, and documentation. Research locations include the Denpasar Transportation Department and the Land Transportation Technical Implementation Unit of the Denpasar Transportation Department. The results of this study indicate that the School Bus Program has been quite effective based on five effectiveness indicators according to Sutrisno: 1) Program understanding is good through comprehensive socialization, although it has not reached all areas of Denpasar; 2) Target accuracy is fulfilled with clear beneficiary criteria, but still limited to certain gathering points; 3) Timeliness is maintained with an effective communication system through WhatsApp groups; 4) Achievement of objectives shows an increase in load factor from 15% in 2021 to 83% in 2024; 5) Real changes are seen in the reduction of family transportation costs, increased student discipline, and changes in public perception about public transportation. The main constraints of the program are still related to the limited fleet of 13 units from the ideal requirement of 46 units and service coverage that has not yet reached West and South Denpasar. Based on these findings, this research recommends that the Denpasar City Transportation Department systematically develop the school bus fleet with a target of adding 23 bus units in the next two years through various funding schemes, and optimize integration with the Trans Metro Dewata service, which now operates with 6 corridors and 76 bus units, through route coordination, bus allocation during school hours, and development of a special student ticket system. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas program bus sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan dalam menunjang sistem transportasi umum di Kota Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Lokasi penelitian meliputi Dinas Perhubungan Denpasar dan UPT Transportasi Darat Dinas Perhubungan Denpasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Bus Sekolah telah berjalan dengan cukup efektif berdasarkan lima indikator efektivitas menurut Sutrisno yaitu 1) Pemahaman program sudah baik melalui sosialisasi komprehensif, meskipun belum menjangkau seluruh wilayah Denpasar; 2) Ketepatan sasaran terpenuhi dengan kriteria penerima manfaat yang jelas, namun masih terbatas pada titik kumpul tertentu; 3) Ketepatan waktu terjaga dengan sistem komunikasi yang efektif melalui grup WhatsApp; 4) Pencapaian tujuan menunjukkan peningkatan load factor dari 15% di tahun 2021 menjadi 83% di tahun 2024 ; 5) Perubahan nyata terlihat pada pengurangan biaya transportasi keluarga, peningkatan kedisiplinan siswa, dan perubahan persepsi masyarakat tentang transportasi umum. Kendala utama program masih terkait keterbatasan armada 13 unit dari kebutuhan ideal 46 unit dan cakupan layanan yang belum menjangkau Denpasar Barat dan Selatan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan Dinas Perhubungan Kota Denpasar untuk mengembangkan armada bus sekolah secara sistematis dengan target penambahan 23 unit bus dalam dua tahun ke depan melalui berbagai skema pendanaan, serta mengoptimalkan integrasi dengan layanan Trans Metro Dewata yang kini beroperasi dengan 6 koridor dan 76 unit bus, melalui koordinasi rute, alokasi bus pada jam sekolah, dan pengembangan sistem tiket khusus pelajar. Kata Kunci : Efektivitas Program, Bus Sekolah, Transportasi Umum, Rekomendasi, Dinas Perhubungan, Kota Denpasar
Inovasi Pelayanan Perizinan Melalui Website Perizinan Berusaha Cerdas Untuk Krama Bangli (PUCUK BANG) (Studi Kasus; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangli) Putra, I Made Agus Widiantara; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.232

Abstract

This study examines the innovation in licensing services through the "Perizinan Berusaha Cerdas untuk Krama Bangli" (PUCUK BANG) website implemented by the Investment and One-Stop Integrated Services Office (DPMPTSP) of Bangli Regency. This innovation is a response to the challenges of slow bureaucracy and the public's need for fast, efficient, and transparent services. The PUCUK BANG website simplifies the licensing process by providing online access to two main types of licenses, namely advertising permits and research permits, which were previously only accessible manually. This research uses a qualitative approach with a case study method and analyzes this innovation using the innovation success theory from Bugge et al. (2018), focusing on six main indicators: governance and innovation, sources of ideas, innovation culture, capabilities and tools, objectives and barriers, and innovation data collection. The findings indicate that PUCUK BANG has facilitated public access and increased service efficiency. However, there are several challenges, such as technical disruptions in the system, limited supporting facilities, and suboptimal socialization. To enhance the effectiveness and sustainability of this innovation, improvements in technology infrastructure, human resource (HR) training, and the strengthening of public communication strategies are needed to ensure wider public understanding and participation. Abstrak Penelitian ini mengkaji inovasi pelayanan perizinan melalui website Perizinan Berusaha Cerdas untuk Krama Bangli (PUCUK BANG) yang diterapkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangli. Inovasi ini merupakan respons terhadap tantangan birokrasi yang lambat serta kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, efisien, dan transparan. Website PUCUK BANG menyederhanakan proses perizinan dengan memberikan akses daring untuk dua jenis perizinan utama, yaitu izin reklame dan surat izin penelitian, yang sebelumnya hanya dapat diakses secara manual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta menganalisis inovasi ini menggunakan teori keberhasilan inovasi dari Bugge dkk. (2018), dengan fokus pada enam indikator utama: tata kelola dan inovasi, sumber ide, budaya inovasi, kemampuan dan alat, tujuan dan hambatan, serta pengumpulan data inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUCUK BANG telah mempermudah akses masyarakat dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Namun, terdapat beberapa hambatan, seperti gangguan teknis pada sistem, keterbatasan fasilitas pendukung, dan sosialisasi yang belum maksimal. Untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan inovasi ini, diperlukan perbaikan infrastruktur teknologi, pelatihan sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan strategi komunikasi publik untuk memastikan pemahaman dan partisipasi masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci: inovasi pelayanan publik, perizinan online, PUCUK BANG, pelayanan digital, DPMPTSP Bangli.
Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka dalam Mewujudkan Pemerataan Pendidikan Tinggi (Studi Kasus: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana) Putri, Ni Kadek Bella Akmilia; Wijaya, Komang Adi Sastra; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.233

Abstract

This study aims to determine the extent to which the implementation of this program is in realizing equitable higher education. This study applies a qualitative type with a descriptive approach. The analysis uses the Program Implementation theory from Charles O. Jones. The findings show that the implementation of the KIP Merdeka College Program is very significant in realizing equitable higher education at the Faculty of Social and Political Sciences, Udayana University. However, there are several obstacles in the interpretation dimension such as lack of socialization, for example socialization related to the technical and procedures for filling in monitoring and evaluation which results in many students experiencing errors and confusion. In addition, there is minimal socialization regarding the accountability of the use of living expenses to students receiving the KIP Kuliah Merdeka program, as well as limited transparency of information regarding the time of disbursement of funds and the technical amount of living expenses assistance. However, in terms of organization and application, the implementation of this program is running optimally. In terms of organization, there is a clear organizational structure and implementation of tasks. Meanwhile, in the application, the results obtained showed that this program was positively accepted by students and could provide assistance in the form of open access and opportunities to pursue higher education, up to the beginning of equalizing higher education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program ini dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi. Penelitian ini menerapkan tipe kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis menggunakan teori Implementasi Program dari Charles O. Jones. Hasil temuan menunjukkan bahwa implementasi Program KIP Kuliah Merdeka sangat signifikan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi di Fisip Universitas Udayana. Namun terdapat beberapa kendala dalam dimensi interpretasi seperti kurangnya sosialisasi, misalnya sosialisasi terkait teknis dan prosedur pengisian, monitoring dan evaluasi yang mengakibatkan banyak siswa mengalami kesalahan dan kebingungan. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai pertanggungjawaban penggunaan biaya hidup kepada mahasiswa penerima program KIP Kuliah Merdeka, serta keterbatasan keterbukaan informasi waktu terkait pencairan dana dan teknis besaran bantuan biaya hidup. Meskipun demikian dari segi organisasi dan aplikasi, implementasi program ini berjalan optimal. Dari segi organisasi terdapat susunan organisasi dan pelaksanaan tugas yang jelas. Sedangkan dalam aplikasi diperoleh hasil bahwa program ini mampu diterima secara positif oleh siswa dan dapat memberikan bantuan berupa keterbukaan akses dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, hingga permulaan pemerataan pendidikan tinggi. Kata Kunci: Implementasi Program, KIP Kuliah Merdeka, Pemerataan Pendidikan Tinggi, Fisip Universitas Udayana
Evaluasi Program Layanan Antar Jemput Pasien dan Jenazah Dalam Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Karangasem Candrika, Ni Putu; Yudartha , ⁠I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.234

Abstract

This study aims to evaluate the Patient and Corpses Pickup Service Program (AJP) in improving the accessibility of health services for the community in Karangasem Regency. The AJP program was launched in response to the geographical and socio-economic challenges faced by underprivileged communities, especially in remote areas that are difficult to reach. The research method used is qualitative with a descriptive approach, involving interviews with key informants from the Health Office and community members who use the service. The results of the study indicate that the AJP program has successfully increased the accessibility of health services for underprivileged communities, with an increase in the number of service users from year to year. However, there are still obstacles in the implementation of the program, such as limited transportation facilities, lack of socialization, and issues in the service usage process. The evaluation is conducted based on six criteria: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. From the evaluation results, it is concluded that although the AJP program is effective in providing services, improvements are still needed in terms of socialization and resource management to ensure that services can be accessed equitably by the entire community. Recommendations include enhancing socialization, optimizing human resources, and increasing facilities and infrastructure to support the smooth operation of the program.
Analisis Kebijakan Penyederhanaan Birokrasi pada Biro Organisasi Setda Provinsi Bali: Urgensi dan Dampaknya terhadap Efektivitas Kerja Sidanthi, Ni Luh Putu Ayu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.241

Abstract

The transformation from structural to functional positions is a strategic step in the bureaucratic simplification planned by the Provincial Government of Bali to establish a more effective and efficient governance system. This study aims to analyze the policy of position transformation within the scope of the Institutional and Job Analysis Division, Bureau of Organization, Regional Secretariat of the Province of Bali, and to examine the urgency and its impact on employee work effectiveness. Using a qualitative approach through literature review and documentation, the study reveals that this policy is urgent to implement in order to enhance employee capabilities, professional capacity, and competency-based performance, thereby opening up greater opportunities for innovative idea development and career advancement. However, challenges such as changes in work culture and employee mindset from structural to functional orientation remain obstacles in the transformation process. Therefore, an adaptive policy communication strategy and capacity building for human resources are needed to optimally achieve the goals of bureaucratic reform within the Bureau of Organization, Regional Secretariat of the Province of Bali Abstrak Transformasi jabatan struktural ke jabatan fungsional merupakan langkah strategis dalam penyederhanaan birokrasi yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan transformasi jabatan pada lingkup Bidang Kelembagaan dan Analisis Jabatan, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Bali serta mengkaji urgensi dan dampaknya terhadap efektivitas kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan studi kepustakaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Penyederhanaan Struktur Organisasi dan Transformasi jabatan khususnya di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Bali tidak terlalu berdampak pada kinerja pegawainya. Selain hal diatas dengan adanya Penyederhanaan Birokrasi yang berdampak pada banyaknya jabatan struktural yang hilang secara otomatis jenjang karir bagi Pegawai yang ingin berkarir di jabatan struktural menjadi terhambat dikarenakan minimnya jenjang jabatan yang ada saat ini. Oleh sebab itu, diperlukan strategi kebijakan yang adaptif serta peningkatan kapasitas sumber daya aparatur agar tujuan reformasi birokrasi dapat tercapai secara optimal di lingkup Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Bali. Kata Kunci: transformasi jabatan, kebijakan organisasi, jabatan fungsional, efektivitas kerja, reformasi birokrasi.