Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Masjid Melalui Urban Aquaculture Untuk Mewujudkan Ecopreneur Mosque Di Masjid Al Iman Rajabasa Bandar Lampung Hudaidah, Siti; Fidyandini, Hilma Putri; Setyawan, Agus; Arif, Mas Achmad Syamsul; Dwiki, Elba; Prasetyo, Agung
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7880

Abstract

Salah satu pemberdayaan remaja masjid yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan wirausaha di Majid, misalnya dengan wirausaha di bidang perikanan.  Wirausaha di bidang perikanan disamping untuk meningkatkan keuangan juga dapat menambah gizi bagi makanan sehari-hari. Salah satunya adalah budidaya ikan dan tanaman dengan pemanfaataan lahan pekarangan masjid serta penggunaan biaya yang murah dan tentu mudah dalam aplikasinya dapat melalui kegiatan budikdamber (budidaya ikan dan tanaman dalam ember).  Budi daya ikan di perkotaa juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar, limbah budi daya perlu dikontrol dengan baik. Salah satu cara untuk mengontrol limbah budi daya adalah dengan penggunaan probiotik. Mekanisme kerja probiotik yang dapat mendegradasi ammonia dapat meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan sekitar budi daya.  Penggunaan probiotik dalam budikdamber juga perlu dilakukan untuk guna menciptakan budidaya yang ramah lingkungan Metode yang digunakan pada kegiatan PkM ini antara lain metode pra kondisi, ceramah dan diskusi, anjangsana dan anjangkarya, serta evaluasi.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Remaja Masjid Al Iman dalam pelaksanaan urban aquaculture melalui teknologi probiotik dalam budikdamber yang memperhatikan kelestarian Lingkungan untuk mewujudkan ecopreuner mosque. PkM telah dilakukan selama 4 bulan, dengan luaran yang dihasilkan yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan risma tentang budikdamber yang dapat diihat dari hasil pretest dan posttes.
APLIKASI TEKNOLOGI FLOATING RAFT AQUAPONIC SYSTEM PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN DI KECAMATAN PRINGSEWU, LAMPUNG Susanti, Oktora Susanti,; Yuliana, Darma; Fidyandini, Hilma Putri; Caesario, Rachmad; Elisdiana, Yeni; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.9244

Abstract

Kegiatan akuakultur harus dapat meminimalisir limbah, agar tercipta lingkungan budidaya yang nyaman. Akuaponik merupakan solusi untuk meminimalisir limbah budidaya dan dapat meningkatkan hasil produksi.Mitra dari kegiatan ini adalah Kelompok Pembudidaya ikan Mina Rumpun Cahaya, yang memiliki permasalahan dalam pengelolaan air budidaya. Tujuan dari program ini yaitu; (1) meningkatkan keterampilan mitra, (2) meningkatkan produktivitas hasil budidaya ikan dengan pengelolaan air yang baik dan ramah lingkungan, (3) model pengembangan lahan produktif di Kecamatan Pringsewu, (4)membangun kemitraan dan kerjasama yang efektif antara perguruan tinggi dengan kelompok-kelompok masyarakat di Keamatan Pringsewu. Metode yang digunakan yaitu survei, sosialisasi, pelatihan pembuatan instalasi akuaponik, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah; (1)peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam penerapan teknologi akuaponik hingga 76,47%, (2) peningkatan hasil panen kelompok mitra yang sebelumnya hanya berupa ikan, meningkat dengan ditambah dari hasil panen berupa sayuran organik.(3)terbentuknya landscape akuaponik floating raft, dan (4) terciptanya kemitraan dan kerjasama yang efektif antara Perguruan Tinggi dengan kelompok mitra Mina Rumpun Cahaya di Kecamatan Pringsewu, Lampung.
Mitigasi Penyakit Mikrosporidia Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP) Pada Tambak Masyarakat Di Desa Purworejo, Pasir Sakti, Lampung Timur Fidyandini, Hilma Putri; Elisdiana, Yeni; Sarida, Munti; Utomo, Deny Sapto Chondro; Viani, Dwi Okta
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9753

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul "Mitigasi Penyakit Mikrosporidia Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP) pada Tambak Masyarakat di Desa Purworejo, Pasir Sakti, Lampung Timur" bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petambak dalam menangani penyakit EHP yang mengancam produktivitas tambak. Kegiatan ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi materi tentang identifikasi gejala, teknik pencegahan, dan pengelolaan tambak yang baik. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest yang melibatkan 30 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana nilai pretest yaitu 23,33, kemudian hasil postest sebesar 71,67 dimana peserta memiliki pemahaman yang baik setelah pelatihan. Umpan balik dari peserta menunjukkan antusiasme dan keinginan untuk menerapkan pengetahuan baru dalam praktik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan tambak di desa, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
The Effectiveness of Cuscuta sp. Crude Extract as an Antibacterial of Streptococcus agalactiae in Tilapia Fry Oreochromis niloticus Fidyandini, Hilma Putri; Setyawan, Agus; Noor, Huriyatul Fitriyah; Sakti, Doni Bilga Komara
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.7148

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus) is a leading freshwater fishery commodity in Indonesia. However, aquaculture has an obstacle, namely the lack of healthy fish seeds due to Streptococcus disease caused by the bacteria Streptococcus agalactiae. One natural ingredient that is known to have antibacterial properties is dodder (Cuscuta sp.). At the Fisheries Cultivation Laboratory at the University of Lampung, the aim of the research was to determine the efficacy of dodder extract in controlling bacterial infections caused by S. agalactiae in tilapia fry. CE was attempted on an in vitro scale against the microorganism S. agalactiae using a circle dispersion strategy. Then, CE on the dodder was tried for Least Inhibitory Focus (MIC) with a convergence of 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm and 700 ppm. Poisoning test on tilapia seeds with focus referring to the MIC test. The research results revealed that the yield of tali putri extract was 1146 percent. Steroids, flavonoids, alkaloids, saponins and tannins are the components of the active compound content of dodder extract in phytochemical tests. The results of the separate GC-MS dodder test produced the compound 9-octadecenoate with a maintenance area of 10.38%. Dodder removal can withstand S. agalactiae from a concentration of 100 ppm with an inhibition zone of 6.64 mm to thickness without weakening with an inhibition zone of 7.50 mm. The MIC test results show that 100 ppm is the optimal concentration for wound healing. The results of the damage test (LC50) at a concentration of 100 ppm showed that the death rate of tilapia fry was the smallest compared to other fixations. It is possible that CE dodder can be made as an antibacterial against S. agalactiae.  
Environmental Effect on the Growth and Enzyme Activity of Fucoidanase-Producing Bacteria Cytobacillus kochii GSD Setyawan, Agus; Amiin, Muhammad Kholiqul; Fidyandini, Hilma Putri; Lahay, Almira Fardani; Yusup, Maulid Wahid; Nurhalisa, Alifia Adibila; Saputra, Rizqy Hadi; Putri, Wanda Andella; Ratna Juliasih, Ni Luh Gede; Rivaie, Arief Rahman; Saputra, Suryadi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i2.69263

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research 1. Sargassum polycystum has been extracted and analyzed. 2. Cytobacillus kochii GSD in response to fucoidanase-producing enzyme activity was analyzed. 3. Optimum temperature, pH, and salinity can suppress the activity of the fucoidanase enzyme through the inhibition test. 4. Cytobacillus kochii GSD can produce fucoidanase enzyme with low molecular weight.     Abstract Extensive research has shown that low molecular weight fucoidan exhibits significantly greater biological activity than its high molecular weight. C. kochi GSD, a Sargassum symbiont bacterium, is proven to have the activity of hydrolyze fucoidan. This study proposes the growth optimization and fucoidanase enzymatic activity of C. kochii GSD bacteria under varying environmental conditions (temperature, pH, and salinity) cultured in basic liquid medium (BLM) for 48 hours. Based on Response Surface Methodology (RSM), the range of temperature, pH, and salinity for the growth optimization test of C. kochi GSD bacteria were 26.591, 30, 35, 40, and 43.49oC, the pH used starts from 3.636, 5, 7, 9, and 10.363, while the salinity to be used starts from 3.522, 5, 17.5, 30, and 38.522 ppt, respectively. The best conditions for growth of each environment were then continued with the test of fucoidanase enzyme activity in vitro. The results showed that C. kochii GSD bacteria grew optimally at temperature, pH, and salinity of 35oC, 7, and 30 ppt, respectively. The optimum enzyme activity of C. kochii GSD is at 72 hours with the forming of clear zones on media containing fucoidan and given Cetylpyridinium chloride (CPC) solution with clear zone diameters of 31.17 mm (temperature), 25.9 mm (pH), and 20.97 mm (salinity), respectively. The conclusion of this study is a high novelty finding to produce low molecular weight fucoidan enzymatically with C. kochii GSD bacteria to be used as an immunostimulant.
Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Gabus (Channa striata), serta Manajemen Usaha dan Pemasaran Produk Budidaya pada Pokdakan Maju Bersama Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung Sarida, Munti; Yuliansyah, Ari; Fidyandini, Hilma Putri; Pandjaitan, Dorothy Rouly Haratua
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.1.85-93

Abstract

The purpose of this community service activity is to improve the knowledge and skills of snakehead fish farmers in Sungai Badak Village, Mesuji District, Mesuji Regency, concerning the production of fish feed based on non-fishmeal ingredients, as well as business management and business planning in fish farming. The implementation method of the activity consists of several stages: preparation and coordination, implementation, monitoring, evaluation, and follow-up assistance. A focus group discussion (FGD) activity is conducted in the preparation and coordination stage. The implementation involves delivering materials and hands-on practice in independently producing snakehead fish feed using distillers, dried grains with solubles (DDGS) and taurine, and business management and marketing strategies for cultivation results. The monitoring stage involves technical guidance on using the feed produced in their business. Finally, the evaluation stage is conducted by filling out a questionnaire related to the technology transfer provided in the community service activity and following up with assistance in processing fisheries' products and water quality management to maintain continuous and high-quality production. The evaluation results indicate an improvement in the knowledge and skills of Pokdakan members regarding the materials provided during the community service activity, with an average increase of 30%. It is noted that Pokdakan members can independently produce fish feed and plan for further fish farming business. The hope is that Pokdakan members can continue the sustainability of the counseling and training results to produce snakehead fish with self-made feed. This activity aims to stimulate Pokdakan members to improve family economics. Additionally, in the future, it aims to establish Mesuji as a center for fish farming and establish a snakehead fish village in Sungai Badak Village, supporting food availability in Mesuji Regency.
PELATIHAN PENGGUNAAN PROBIOTIK DAN IMUNOSTIMULAN UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT IKAN LELE PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN ULAM ADI JAYA KABUPATEN MESUJI Fidyandini, Hilma Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i2.265

Abstract

Usaha budidaya ikan menunjukkan perkembangan yang pesat dari tahun ketahun. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. Salah satu usaha budidaya yang banyak dilakukan masayarakat indunesia adalah budidaya ikan konsumsi air tawar. Teknologi budidaya ikan konsumsi air tawar yang saat ini banyak digunakan di Indonesia adalah sistem budi daya intensif dengan padat tebar yang tinggi. Sama seperti usaha budidaya perikanan lainnya, masalah utama dalam budidaya ikan air tawar adalah serangan penyakit. Untuk menghindari keadaan ini, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit secara tepat. Pencegahan penyakit ikan dapat dilakukan dengan cara peningkatan daya tahan tubuh ikan dengan pemberian imunostimulan alami. Imunostimulan alami yang mudah didapat di lingkungan sekitar antara lain kunyit, bawang putih, meniran, dan masih banyak lagi. Pencegahan penyakit juga dapat dilakukan dengan cara mengontrol kualitas air, baik dari suhu, kandungan oksigen terlarut, derajat keasaman, dan mengontrol jumlah bakteri pathogen dalam perairan. Kontrol jumlah bakteri dalam perairan biasanya dilakukan dengan pemberian probiotik. Sedangkan untuk pengobatan penyakit ikan dapat dilakukan dengan cara karantina ikan atau memisahkan ikan yang sakit dengan yang sehat dan juga pemberian obat-obatan alami. Aplikasi pemberian probiotik dan imunostimulan pada media budidaya dan pakan ikan lele mampu mencegah dan mengobati penyakit pada ikan lele sehingga mampu meningkatkan produksi ikan lele. Kendala yang dihadapi dalam budidaya ikan lele di Pokdakan Ulam Adi Jaya adalah kurangnya sarana dan prasarana budidaya terutama aerator.
PELATIHAN PEMANFAATAN IKAN PASCA KEMATIAN MASSAL MENJADI PRODUK NON PANGAN PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN KARAMBA JARING APUNG DANAU RANAU, LAMPUNG BARAT Fidyandini, Hilma Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i1.321

Abstract

Sistem budidaya ikan dalam karamba jaring apung (KJA) terus berkembang pesat di perairan danau, salah satunya di Danau Ranau. Eksistensi Danau Ranau saat ini berkembang pesat dengan adanya kegiatan budidaya perikanan sistem Karamba Jaring Apung (KJA). Sebanyak 600 unit KJA menjadikan daya tingkat ekonomi sangat signifikan. Jenis ikan yang dibudidayakan sebagian besar adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan mas (Cyprinus carpio). Permasalahan sektor budidaya adalah banyaknya praktek budidaya yang tidak ramah lingkungan yang berorientasi pada peningkatan produksi tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan perairan sehingga dapat menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar. Upaya pemanfaatan ikan pasca kematian massal di Danau Ranau belum dilakukan, bahkan sering menimbulkan masalah pencemaran lingkungan karena tidak ditangani dengan baik. Kejadian kematian massal memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai tambah sesuai dengan kondisi dan mutu ikannya. Beberapa alternatif pemanfaatan ikan dari kematian massal yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi adalah menjadi tepung ikan, silase, pupuk organik dan media budidaya magot. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cara mengolah ikan yang mati menjadi produk non pangan yang dapat dimanfaatkan.