Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Fiberglass Paint Coating on the Shear and Flexural Strength of Concrete Blocks Juliafad, Eka; Restu, Lisyana Junelin; Yusmar, Fajri; Sandra, Nevy; Putra, Rusnardi Rahmat
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 12 (2025): December
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-12-04

Abstract

This study uses an experimental method to investigate the behavior of concrete blocks coated with fiber paint, focusing on their shear and flexural strength, ductility, stiffness, and energy dissipation to enhance their mechanical performance. The fiber paint coatings used in this study were applied in different thicknesses, namely 1 mm, 2 mm, and 3 mm. The results show that a 3 mm coating provided the highest improvement, with shear and flexural strengths increasing by 47.36% and 66.06%, respectively. Flexural ductility improved by up to 32%, while stiffness increased by 12% in flexure and 13% in shear. Energy dissipation also showed significant enhancement; total flexural energy increased from 1.38 kNmm to 10.76 kNmm at 3 mm, and shear energy dissipation reached 50.72 kNmm at 3 mm. These results confirm that fiber paint can enhance the shear and flexural strength, ductility, stiffness, and energy dissipation of concrete blocks. This study introduces fiber paint as a practical reinforcement method for concrete block materials, offering a simple, easy-to-apply, and cost-effective alternative that improves both mechanical and aesthetic performance.
Analisis Komparatif Penilaian Risiko Konstruksi: AS/NZS 4360 vs PUPR No. 10 Tahun 2021 dalam Penerapan IBPRP pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Fakultas Teknik (Gedung B, C dan D) Universitas Negeri Padang Ferdyansyah, Rahmat; Eka Juliafad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13874

Abstract

Sektor konstruksi di Indonesia memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga diperlukan sistem penilaian risiko yang konsisten dan terstandar. Kecelakaan kerja yang umumnya terjadi di lingkungan konstruksi seperti terpeleset, terluka terhirup debu dan kecelakaan kerja lainnya. Meskipun banyak proyek masih menggunakan standar internasional seperti AS/NZS dalam penyusunan IBPRP, regulasi nasional mewajibkan penggunaan matriks penilaian risiko 5×5 sesuai Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Salah satu contoh proyek konstruksi yang menggunakan standar internasional AS/NZS adalah Proyek Pembangunan Gedung Kuliah (Gedung B, C dan D) Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Penelitian ini bertujuan mengkonversi hasil penilaian risiko berbasis AS/NZS ke dalam format evaluasi PUPR dan menganalisis perubahan tingkat risiko setelah pemetaan skala dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis JSA/IBPRP yang telah tersedia, observasi lapangan, dan teknik equivalent mapping. Dari total 107 data penilaian risiko, diperoleh 38 data (35,51%) mengalami kenaikan tingkat risiko, 9 data (8,41%) mengalami penurunan, dan 60 data (56,07%) tetap sama setelah dikonversi. Perubahan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan definisi probabilitas dan rentang kategori keparahan antara kedua standar. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi metode penilaian risiko agar pelaksanaan K3 lebih konsisten dengan regulasi nasional.