Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : HUMANIKA

KONSTRUKSI FEMININITAS DALAM CERITA PENDEK “FATAMORGANA” KARYA AAM AMILIA Rani, Seni Melia; Priyatna, Aquarini; Muhtadin, Teddi
HUMANIKA Vol 24, No 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.76 KB) | DOI: 10.14710/humanika.v24i1.13658

Abstract

The thesis aims to describe the construction of femininity in Aam Amilia’s short story entitled “Fatamorgana”. Aam Amilia is the most productive woman author in Sundanese literature. In this short story, Aam shows the construction of femininity of Sundanese woman through the relationship between men and women in everyday life, especially in marriage. The short story “Fatamorgana” shows two characters of Sundanese women tend to be contradictory, that is the women that stay at home as housewives and women that have full time career outside. It is through the narrative and vocalization in short story thatboth of the figures are appearead to have different opinions in defining the position of mother. Nevertheless, this short story takes side to ideal femininity that is concieved from men assumptions.
REPRESENTASI DRAG QUEEN PADA TOKOH AMBU DALAM UPACARA ADAT MAPAG PANGANTEN SUNDA kurniawan, Adi; Priyatna, Aquarini; Muhtadin, Teddi
HUMANIKA Vol 26, No 2 (2019): Desember
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.278 KB) | DOI: 10.14710/humanika.v26i2.23940

Abstract

 Artikel ini berjudul representasi drag queen pada tokoh ambu dalam upacara adat mapag panganten Sunda. Artikel ini membicarakan bagaimana tubuh laki-laki menampilkan diri sebagai perempuan dalam sosok tokoh ambu ditampilkan dalam upacara adat mapag panganten Sunda dan bagaimana praktik drag queen dalam upacara adat mapag panganten mewujud dalam berbagai sosok tokoh ambu. Praktik ini juga dapat diargumentasikan sebagai upaya mengekspresikan hasrat gender non-normatif para pelaku ambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif terhadap lima pelaku ambu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Penelitian ini berargumentasi bahwa tokoh ambu yang dimanifestasi oleh tubuh laki-laki menampilkan bentuk-bentuk ekspresi gender yang lebih beragam dan melintasi konstruksi gender yang normatif. Selain itu, penelitian ini juga mengkategorisasi wujud tokoh ambu dalam upacara adat mapag panganten dalam tiga kelompok: karakter cantik, karakter nenek-nenek dan karakter fantasi. Kata kunci : Drag queen;  upacara adat; pelaku ambu