Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Nyoman Kardana; Anak Agung Gede Raka; Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 4 (2021): August Pages 725-1020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i4.354

Abstract

Bahasa tidak dapat dilepaskan dari budaya sebagai cikal bakal bahasa itu sendiri. Dalam pembelajaran bahasa asing khususnya Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau mungkin bahasa ketiga yang dikuasai, maka sangat penting untuk tetap menjaga kearifan lokal untuk keberlangsungannya. Pengabdian ini berfokus pada pembelajaran Bahasa Inggris berbasis budaya yang diberikan kepada siswa pada jenjang sekolah menengah pertama. Adapun metode yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan metode komunikatif. Selain menggunakan metode komunikatif, pengajaran juga diberikan dengan menggunakan video ajar dengan harapan siswa dapat menonton video yang diberikan kapanpun dan dimanapun. Hasil dari pembelajaran bahasa Inggris komunikatif berbasis budaya adalah siswa yang awalnya kurang memahami kosakata yang mengandung unsur budaya ataupun kearifan lokal Bali menjadi lebih mengerti dan memahami setelah diberikan pembelajaran tersebut. Melalui pembelajaran Bahasa Inggris yang bersifat komunikatif siswa merasa lebih senang dan dapat memahami materi yang diajarkan dengan baik meskipun tidak bertemu atau bertatap muka secara langsung. Bahkan kegiatan ini memberikan nilai plus kepada siswa mengenai budaya Bali.
Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya kepada Sekaa Teruna-Teruni Desa Tenganan Dauh Tukad Ni Nyoman Kertiasih; I Nyoman Kardana; Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.416

Abstract

Sekaaa teruna-teruni adalah generasi penerus yang akan mewarisi budaya yang ada. Pengetahuan umum tentang budaya akan sangat penting, begitu juga bagi generasi muda di Desa Tenganan Dauh Tukad. Desa ini merupakan desa wisata yang dikenal dengan budaya yang unik. Pariwisata dan budaya merupakan komponen fundamental penyokong ekonomi desa ini, tentunya kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan. Bahasa merupakan komponen utama dalam komunikasi yang diperlukan dalam bidang pariwisata dan budaya yang unik dijadikan daya tarik utama wisata di desa ini. Pengabdian ini berkofus pada pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Budaya yang ditujukan untuk generasi muda atau sekaa teruna-teruni di Desa Tenganan Dauh Tukad. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode pembelajaran komunikatif. Selain itu kegiatan ini juga didukung dengan video pembelajaran, power point, dan penjelasan materi. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta yang kurang percaya diri dan kurang paham akan Bahasa Inggris menjadi percaya diri dan mampu menyampaikan penjelasan mengenai kebudayaan yang dimiliki dalam Bahasa Inggris dengan baik. Dengan pengajaran bahasa Inggris yang komuikatif rasa percaya diri peserta dapat ditingkatkan sehingga tidak takut salah dalam menggunakan Bahasa Inggris saat berhadapan dengan wisatawan secara langsung nantinya.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Truna di Desa Bongkasa Pertiwi Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Nyoman Kardana; Anak Agung Gede Raka; Ni Wayan Diah Ayu Dharmayanti
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.652

Abstract

Sekaa truna merupakan salah satu organisasi pemuda di Bali yang dapat ditemukan pada tingkat banjar sampai dengan desa. Memberikan pendampingan berupa pengajaran bahasa Inggris yang berbasis pada budaya merupakan salah satu hal penting untuk diperoleh sekaa truna, khususnya yang ada di Desa Bongkasa Pertiwi Badung. Desa tersebut merupakan salah satu desa wisata di Bali yang memiliki sumber idaya alam yang indah. Potensi tersebut menjadikan dibangunnya beberapa objek wisata, yang menjadi identitas utama dari desa wisata tersebut adalah objek wisata arum jeramnya. Pengajaran bahasa Inggris komunikatif berbasis budaya diharapkan mampu untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan sekaa truna dalam berbahasa Inggris. Metode komunikatif menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan kemampuan dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Menyisipkan unsur-unsur budaya diharapkan sekaa truna juga mampu untuk melestarikan budaya yang mereka miliki. Memberikan pendampingan kepada sekaa truna diharapkan mampu memberikan manfaat untuk sumber daya manusia di desa tersebut sebagai dukungan dalam menunjang keberlanjutan desa wisata. Walaupun belum diketahui kapan pariwisata Bali pulih, namun mempersiapkan lebih awal lebih baik.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Teruna Teruni Desa Penarungan, Badung, Bali Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Suarjaya; Anak Agung Gede Raka; I Wayan Pranata Putra
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.817

Abstract

Desa wisata memiliki arti sebuah area atau pedesaan yang memiliki daya tarik khusus yang dapat menjadi daerah tujuan wisata. Desa Wisata dalam konteks pedesaan merupakan aset kepariwisataan yang berbasis pada potensi pedesaan dengan segala keunikan dan daya tariknya yang dapat diberdayakan dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke lokasi desa tersebut. Di provinsi Bali, desa wisata menjadi salah satu sektor pariwisata binaan pemerintah karenanya hampir seluruh daerah di Bali memiliki desa wisata. Salah satu desa wisata yang mulai diminati wisatawan mancanegara ialah Desa Wisata Penarungan. Banyak potensi desa yang menjadikan desa ini sebagai desa wisata seperti; Taman Anyar Village, Lazy Rizer, Jogging Track, dan Pancoran Solas. Metode komunikatif dengan disisipkannya unsur-unsur budaya dan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka diharapkan akan mampu mendoring peserta untuk melestarikan budaya serta mengelola pariwisata di Desa Penarungan. Sebanyak 11 peserta dari 11 banjar terlibat berhasil mengikuti pengajaran ini dengan sangat baik. Peningkatkan kemampuan peserta dalam berbahasa Inggris juga dapat terlihat dari semakin lancar dan baiknya peserta dalam menjelaskan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka.
Plutuk Banten Pura Paibon Dalem Tangkeban Banjar Anyar Kelod Desa Adat Kerobokan Kabupaten Badung Anak Agung Gede Raka; Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Tresna; Gek Ayu Siska Ardiani Putri
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.824

Abstract

Bali memiliki banyak sebutan dan salah satunya adalah Bali pulau seribu pura. Pemberian sebutan Bali pulau seribu pura tidak terlepas dari banyaknya pura yang ada di Bali. Namun Berapapun jumlah pura yang ada, pada garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Pengelompokkan tersebut berdasarkan atas karakternya, yakni: Pura Umum (Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, Dang Kahnyangan) dan pemujanya seluruh warga masyarakat beragama Hindu; Pura Teritorial (Kahyangan Tiga), tempat suci yang penyungsung (pemuja)nya berdasarkan ikatan wilayah desa adat; Pura Fungsioanal (Swagina), tempat suci yang para pemujanya berdasarkan ikatan kepentingan profesi, yakni: Pura Melanting, Pura Bedugul, Pura Ulun Suwi, Pura Masceti; dan Pura Genealogis, tempat suci yang para pemujanya berdasarkan ikatan keturunan  darah. Dengan demikian, Pura Paibon Banjar Anyar Kelod, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara Badung, termasuk ke dalam kelompok pura genealogis. Tetapi Selama ini, bagi warga penyungsung pura, mereka hanya mengetahui tempat suci pujaannya terbatas pada sebagai Pura Ibu. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, permasalahannya tampak pada pemahaman asal-usul sejarah dan karakter pura, serta bentuk upakara persembahan pada setiap upacara piodalan belum memiliki pedoman akurat. Untuk semua itu, ditemukan solusi dengan memberlakukan rencana kegiatan yang dilakukan di antaranya: pencerahan, dharma wacana, dan dharmatula, sebagai solusi. Penerbitan buku Plutuk Banten yang berisikan selain berkenaan dengan upakara dan upacara, juga dijelaskan selintas tentang sejarah, struktur, dan fungsi pelinggih pura serta berupa berita pada salah satu media online dengan harapan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat setempat.
Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Wisata Budaya untuk English Club SMA Negeri 1 Abiansemal Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Susini, Made; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Ni , Rai Ayu Putri Aryaningsih; Aryaningsih, Ni Rai Ayu Putri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1185

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode komunikatif dalam pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada wisata budaya lokal pada para siswa SMA Negeri 1 Abiansemal. Program ini melibatkan siswa-siswi yang tergabung dalam English Club di SMA Negeri 1 Abiansemal untuk melakukan kunjungan ke kawasan wisata Sangeh Monkey Forest. Selama kunjungan tersebut, setiap siswa diminta untuk membuat vlog berbahasa Inggris guna mempromosikan daya tarik wisata, sejarah, serta nilai-nilai budaya yang ada di lokasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa dalam bahasa Inggris, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan budaya serta keterampilan literasi digital dan public speaking. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman mampu meningkatkan motivasi, keberanian, serta kemampuan komunikasi siswa secara signifikan. Selain itu, proyek ini menunjukkan potensi besar untuk menjembatani dunia pendidikan dengan sektor pariwisata lokal. Dengan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa, pariwisata, dan budaya, program ini menjadi model pendidikan yang relevan, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar pendekatan serupa diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas ke lokasi wisata lain sebagai bagian dari inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Teruna Teruni Desa Pejeng Kawan, Gianyar, Bali Subur, Made; Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Laksmi, Anak Agung Rai Sita; Dharmayanti, Ni Wayan Diah Ayu; Aryaningsih, Ni Rai Ayu Putri
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.997

Abstract

Desa Pejeng Kawan merupakan salah satu desa di Kabupaten Gianyar yang menyimpan beragam keindahan panorama alam, seni, dan budaya yang dimiliki. Potensi Desa Pejeng Kawan dapat dilihat dari destinasi wisata yang dimiliki, diantaranya: obyek wisata agrobisnis, sungai Petanu, serta 2 objek wisata cagar budaya yang memiliki nilai sejarah ialah Candi Tebing Kelebutan dan Pura Pancoran Bun. Terdapat pula sanggar seni, khusunya seni kerawitan. Potensi wisata maupun daya tarik yang dimiliki setiap daerah tentu didukung pula dengan keberadaan sumber daya manusia yang memadai.  Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penyebab kemajuan dalam pengembangan sebuah desa wisata. Peran Sekaa Teruna Teruni (STT) Desa Pejeng Kawan sebagai penerus turut serta dalam pengoptimalisasian daya tarik desa menuju desa wisata.  Maka, pendampingan berupa pembelajaran bahasa Inggris perlu diberikan, khususnya pembelajaran bahasa Inggris komunikatif berbasis budaya. Hal tersebut dikarenakan bahasa Inggris merupakan alat komunikasi sekaligus penghubung antara masyarakat dengan dunia pariwisata. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah metode komunikatif dengan menitikberatkan pada pelatihan komunikasi verbal. Dengan tujuan dapat membantu peserta untuk meningkatkan serta melatih kemampuan berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. Materi kebudayaan menjadi aspek dasar dari pengabdian ini dengan harapan agar sekaa teruna teruni desa mampu menjaga serta melestarikan budaya yang dimiliki. Dengan adanya pendampingan berupan pengajaran bahasa Inggris ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi desa khususunya kepada sekaa teruna teruni sebagai generasi penerus agar mampu mempertahaankan serta melanjutkan potensi desa yang sudah dimiliki menuju kea rah yang lebih baik dan maju.
Upaya Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Bahasa Bali Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Sentra Pengrajin Gerabah, Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Dewi, I Gusti Ayu Agung Istri Sari; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Yuliasih, Ni Luh Made Manik; Kusuma, I Made Angga
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.1011

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan bagian dari sektor perekonomian yang mengandalkan keterampilan, ide, maupun inovasi dalam menghasilkan produk barang dan jasa. Di pulau Bali, keberadaan ekonomi kreatif menjadi salah satu point penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Tercatat sejumlah 4.998 usaha bidang ekonomi kreatif pada tahun 2023 dengan jenis yang paling dominan ialah usaha kriya sejumlah 3.745 usaha. Br. Binoh, Desa Ubung Kaja merupakan salah satu daerah di Kota Denpasar yang memiliki potensi usaha kriya yakni gerabah. Namun, potensi yang dimiliki tidak berjalan selaras dengan antusiasme generasi dalam melestarikan kerajinan gerabah. Hal tersebut terlihat dari karyawan gerabah yang justru cenderung telah berusia lanjut. Maka, dalam rangka mendukung perkembangan potensi ekonomi lokal, pendampingan berupa pelatihan keterampilan pembuatan gerabah perlu dilakukan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ialah pembelajaran berbasis praktik, sehingga serangkaian kegiatan menitikberatkan pada pelatihan keterampilan serta kreativitas peserta dalam berkarya. Pengabdian ini menyasar kepada ibu-ibu PKK Br. Dharma Santi, Desa Ubung Kaja. Dengan adanya pelatihan pembuatan gerabah, diharapkan mampu melatih keterampilan serta dapat dijadikan bekal ilmu yang dapat dibagikan kemBali kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Bahkan mampu menjadi peluang usaha di masa mendatang. Selain mendapat ilmu dan keterampilan membuat gerabah, peserta juga memperoleh output lainnya yakni penambahan kosakata bahasa Bali yang cenderung digunakan selama proses pembuatan gerabah. Output lainnya yang diberikan kepada pengrajin ialah bantuan berupa pembuatan akun sosial media Instagram terkait usaha gerabah di Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja.