Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Analysis of Code Mixing Used on Livy Renata's Vlog I Gusti Ayu Venisa Ramayani Venisa Ramayani; Anak Agung Istri Manik Warmadewi
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 20 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v20i1.816

Abstract

The objective of this research is to: 1) analyze the type of code mixing used on Livy Renata’s Vlog on YouTube channel, 2) analyze the factors caused code mixing uses Livy Renata’s Vlog. This research applied Muysken's code mixing theory as well as JU's code mixing factors. Descriptive qualitative employed in this research. The data of this research consists of Livy’s phrase on her vlog that contain a code mixing. There were 56 code mixingfound in this research. The categorization of the data analysis's findings was used to insertion, alternation, and congruent lexicalization. The findings revealed that the most typical style of code mixing was insertion (67,8%), it was followed by alternation (17,85%), and congruent lexicalization (14,28%). There are four factors of caused use code mixing in this research they are language dominance, language attitude, psycholinguistics motivation, and mixing in highly accessible word or phrase.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Teruna Teruni Desa Penarungan, Badung, Bali Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Suarjaya; Anak Agung Gede Raka; I Wayan Pranata Putra
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.817

Abstract

Desa wisata memiliki arti sebuah area atau pedesaan yang memiliki daya tarik khusus yang dapat menjadi daerah tujuan wisata. Desa Wisata dalam konteks pedesaan merupakan aset kepariwisataan yang berbasis pada potensi pedesaan dengan segala keunikan dan daya tariknya yang dapat diberdayakan dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke lokasi desa tersebut. Di provinsi Bali, desa wisata menjadi salah satu sektor pariwisata binaan pemerintah karenanya hampir seluruh daerah di Bali memiliki desa wisata. Salah satu desa wisata yang mulai diminati wisatawan mancanegara ialah Desa Wisata Penarungan. Banyak potensi desa yang menjadikan desa ini sebagai desa wisata seperti; Taman Anyar Village, Lazy Rizer, Jogging Track, dan Pancoran Solas. Metode komunikatif dengan disisipkannya unsur-unsur budaya dan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka diharapkan akan mampu mendoring peserta untuk melestarikan budaya serta mengelola pariwisata di Desa Penarungan. Sebanyak 11 peserta dari 11 banjar terlibat berhasil mengikuti pengajaran ini dengan sangat baik. Peningkatkan kemampuan peserta dalam berbahasa Inggris juga dapat terlihat dari semakin lancar dan baiknya peserta dalam menjelaskan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka.
Plutuk Banten Pura Paibon Dalem Tangkeban Banjar Anyar Kelod Desa Adat Kerobokan Kabupaten Badung Anak Agung Gede Raka; Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Tresna; Gek Ayu Siska Ardiani Putri
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.824

Abstract

Bali memiliki banyak sebutan dan salah satunya adalah Bali pulau seribu pura. Pemberian sebutan Bali pulau seribu pura tidak terlepas dari banyaknya pura yang ada di Bali. Namun Berapapun jumlah pura yang ada, pada garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Pengelompokkan tersebut berdasarkan atas karakternya, yakni: Pura Umum (Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, Dang Kahnyangan) dan pemujanya seluruh warga masyarakat beragama Hindu; Pura Teritorial (Kahyangan Tiga), tempat suci yang penyungsung (pemuja)nya berdasarkan ikatan wilayah desa adat; Pura Fungsioanal (Swagina), tempat suci yang para pemujanya berdasarkan ikatan kepentingan profesi, yakni: Pura Melanting, Pura Bedugul, Pura Ulun Suwi, Pura Masceti; dan Pura Genealogis, tempat suci yang para pemujanya berdasarkan ikatan keturunan  darah. Dengan demikian, Pura Paibon Banjar Anyar Kelod, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara Badung, termasuk ke dalam kelompok pura genealogis. Tetapi Selama ini, bagi warga penyungsung pura, mereka hanya mengetahui tempat suci pujaannya terbatas pada sebagai Pura Ibu. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, permasalahannya tampak pada pemahaman asal-usul sejarah dan karakter pura, serta bentuk upakara persembahan pada setiap upacara piodalan belum memiliki pedoman akurat. Untuk semua itu, ditemukan solusi dengan memberlakukan rencana kegiatan yang dilakukan di antaranya: pencerahan, dharma wacana, dan dharmatula, sebagai solusi. Penerbitan buku Plutuk Banten yang berisikan selain berkenaan dengan upakara dan upacara, juga dijelaskan selintas tentang sejarah, struktur, dan fungsi pelinggih pura serta berupa berita pada salah satu media online dengan harapan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat setempat.
Campur Kode pada Konten Selebgram Bali Manik Warmadewi Anak Agung Istri; Anak Agung Gede Suarjaya; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Wayan Pranata Putra
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 20 No. 2 (2023): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v20i2.854

Abstract

The code-mixing discussed in this research is focused on the use of two or more languages in code-mixing in the speech of Balinese celebrities/influencers. The purpose of this research is to find out what forms of code mixing occur in the speech of Balinese celebrities and what elements are mixed in code mixing by Balinese celebrities. This research is based on the theory of code-mixing by Muysken (2000). Qualitative method is applied in this research. The data collection techniques used in this research are listening, note-taking, and documentation methods. Qualitative method is used to analyze the data in this study. The results of the analysis are presented using informal method where each data will be presented with explanatory sentences below it regarding the results of data analysis in a detailed and structured manner. The results show that all types of code-mixing (insertion, alternation, and congruent lexicalization) are found in Balinese Selebgram utterances; The elements mixed in Balinese Selebgram utterances are words, phrases, and clauses in all types of code-mixing.
The Sign Found in The Movie “Mr Harrigan’s Phone” Ni Nyoman Puteri Antari; I Gusti Ngurah Adi Rajistha; A.A Istri Manik Warmadewi
PRAGMATICA : Journal of Linguistics and Literature Vol. 1 No. 1 (2023): PRAGMATICA: Journal of Linguistics and Literature
Publisher : CV. Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/pragmatica.v1i1.15

Abstract

The title of this research is “The Sign Found in The Movie Mr Harrigan’s Phone”. This research has difference with the other previous. Previous research was analyzing kind and function. This research analyzes types and meaning by Peirce and Barthes. Previous research used action, adventure, and fantasy movie genres. This reseach used horror and drama genres. The purpose of this research are observe and provide information to readers about the types and inform the meanings contained in the movie "Mr. Harrigan's Phone". Therefore this research can inform the reader's about sign systems contained in the movie “Mr. Harrigan's Phone” and this research can be expected a reference for readers as to learn the sign. This research used qualitative method by Creswell to analyze the data. This research has 2 problems. The first is type used Peirce's theory. Peirce has three types of signs namely icon, index, and symbol. The results of the identification in the Mr Harrigan's Phone movie get 5 icons, 5 indexes and 5 symbols. The second is the meaning. This study used Barthes' theory to identifying meaning. Barthes has 3 system namely denotation, connotation, and myth.
Social Deixis Found In Balinese Selebgram Content On Instagram Subur, Made; Susanthi, I Gusti Ayu Agung Dian; Manik Warmadewi , Anak Agung Istri; Manik Yuliasih, Ni Luh Made
LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 21 No. 2 (2024): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v21i2.968

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan deiksis sosial dalam konten Instagram seorang selebgram asal Bali, Gek Cantik, yang dikenal konsisten mempromosikan budaya dan bahasa Bali dalam unggahannya. Deiksis sosial merupakan unsur pragmatik yang menunjukkan perbedaan status sosial antara penutur dan lawan tutur dalam sebuah interaksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan transkripsi dua video promosi di akun Instagram Gek Cantik. Data dianalisis dengan menggunakan teknik kategorisasi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk deiksis sosial, seperti kata “meme” untuk merujuk pada ibu dan “bli” dalam percakapan ini, yang merujuk pada panggilan untuk suami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis sosial dalam konten tersebut mencerminkan hubungan keluarga dan hirarki sosial yang khas dalam budaya Bali. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa Bali, dalam konteks media sosial, mempertahankan kompleksitas dan nuansa sosial yang kuat meskipun digunakan pada platform digital modern. Meskipun penelitian ini terbatas pada analisis konten Instagram dari satu selebgram, hasilnya memberikan wawasan penting tentang bagaimana media sosial dapat berfungsi sebagai media untuk memperkuat identitas budaya dan sosial melalui penggunaan Bahasa.
Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Wisata Budaya untuk English Club SMA Negeri 1 Abiansemal Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Susini, Made; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Ni , Rai Ayu Putri Aryaningsih; Aryaningsih, Ni Rai Ayu Putri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1185

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode komunikatif dalam pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada wisata budaya lokal pada para siswa SMA Negeri 1 Abiansemal. Program ini melibatkan siswa-siswi yang tergabung dalam English Club di SMA Negeri 1 Abiansemal untuk melakukan kunjungan ke kawasan wisata Sangeh Monkey Forest. Selama kunjungan tersebut, setiap siswa diminta untuk membuat vlog berbahasa Inggris guna mempromosikan daya tarik wisata, sejarah, serta nilai-nilai budaya yang ada di lokasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa dalam bahasa Inggris, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan budaya serta keterampilan literasi digital dan public speaking. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman mampu meningkatkan motivasi, keberanian, serta kemampuan komunikasi siswa secara signifikan. Selain itu, proyek ini menunjukkan potensi besar untuk menjembatani dunia pendidikan dengan sektor pariwisata lokal. Dengan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa, pariwisata, dan budaya, program ini menjadi model pendidikan yang relevan, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar pendekatan serupa diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas ke lokasi wisata lain sebagai bagian dari inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Teruna Teruni Desa Pejeng Kawan, Gianyar, Bali Subur, Made; Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Laksmi, Anak Agung Rai Sita; Dharmayanti, Ni Wayan Diah Ayu; Aryaningsih, Ni Rai Ayu Putri
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.997

Abstract

Desa Pejeng Kawan merupakan salah satu desa di Kabupaten Gianyar yang menyimpan beragam keindahan panorama alam, seni, dan budaya yang dimiliki. Potensi Desa Pejeng Kawan dapat dilihat dari destinasi wisata yang dimiliki, diantaranya: obyek wisata agrobisnis, sungai Petanu, serta 2 objek wisata cagar budaya yang memiliki nilai sejarah ialah Candi Tebing Kelebutan dan Pura Pancoran Bun. Terdapat pula sanggar seni, khusunya seni kerawitan. Potensi wisata maupun daya tarik yang dimiliki setiap daerah tentu didukung pula dengan keberadaan sumber daya manusia yang memadai.  Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penyebab kemajuan dalam pengembangan sebuah desa wisata. Peran Sekaa Teruna Teruni (STT) Desa Pejeng Kawan sebagai penerus turut serta dalam pengoptimalisasian daya tarik desa menuju desa wisata.  Maka, pendampingan berupa pembelajaran bahasa Inggris perlu diberikan, khususnya pembelajaran bahasa Inggris komunikatif berbasis budaya. Hal tersebut dikarenakan bahasa Inggris merupakan alat komunikasi sekaligus penghubung antara masyarakat dengan dunia pariwisata. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah metode komunikatif dengan menitikberatkan pada pelatihan komunikasi verbal. Dengan tujuan dapat membantu peserta untuk meningkatkan serta melatih kemampuan berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. Materi kebudayaan menjadi aspek dasar dari pengabdian ini dengan harapan agar sekaa teruna teruni desa mampu menjaga serta melestarikan budaya yang dimiliki. Dengan adanya pendampingan berupan pengajaran bahasa Inggris ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi desa khususunya kepada sekaa teruna teruni sebagai generasi penerus agar mampu mempertahaankan serta melanjutkan potensi desa yang sudah dimiliki menuju kea rah yang lebih baik dan maju.
Upaya Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Bahasa Bali Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Sentra Pengrajin Gerabah, Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Dewi, I Gusti Ayu Agung Istri Sari; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Yuliasih, Ni Luh Made Manik; Kusuma, I Made Angga
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.1011

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan bagian dari sektor perekonomian yang mengandalkan keterampilan, ide, maupun inovasi dalam menghasilkan produk barang dan jasa. Di pulau Bali, keberadaan ekonomi kreatif menjadi salah satu point penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Tercatat sejumlah 4.998 usaha bidang ekonomi kreatif pada tahun 2023 dengan jenis yang paling dominan ialah usaha kriya sejumlah 3.745 usaha. Br. Binoh, Desa Ubung Kaja merupakan salah satu daerah di Kota Denpasar yang memiliki potensi usaha kriya yakni gerabah. Namun, potensi yang dimiliki tidak berjalan selaras dengan antusiasme generasi dalam melestarikan kerajinan gerabah. Hal tersebut terlihat dari karyawan gerabah yang justru cenderung telah berusia lanjut. Maka, dalam rangka mendukung perkembangan potensi ekonomi lokal, pendampingan berupa pelatihan keterampilan pembuatan gerabah perlu dilakukan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ialah pembelajaran berbasis praktik, sehingga serangkaian kegiatan menitikberatkan pada pelatihan keterampilan serta kreativitas peserta dalam berkarya. Pengabdian ini menyasar kepada ibu-ibu PKK Br. Dharma Santi, Desa Ubung Kaja. Dengan adanya pelatihan pembuatan gerabah, diharapkan mampu melatih keterampilan serta dapat dijadikan bekal ilmu yang dapat dibagikan kemBali kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Bahkan mampu menjadi peluang usaha di masa mendatang. Selain mendapat ilmu dan keterampilan membuat gerabah, peserta juga memperoleh output lainnya yakni penambahan kosakata bahasa Bali yang cenderung digunakan selama proses pembuatan gerabah. Output lainnya yang diberikan kepada pengrajin ialah bantuan berupa pembuatan akun sosial media Instagram terkait usaha gerabah di Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja.
A Pragmatic Study of the Structure of Polite Language in Aviation Staff Communication Susanthi, I Gusti Ayu Agung Dian; Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Kurnianto, Yohanes Tresno
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1611

Abstract

This study examines the politeness strategies used by aviation staff when interacting with passengers at critical service points. Using a qualitative descriptive method with a relational pragmatic approach, data were collected from purposively selected YouTube videos showing interactions at immigration, security, and check-in counters. The videos were transcribed verbatim and analyzed using Brown and Levinson’s politeness theory, Searle’s speech act classification, and Locher and Watts’ relational work framework. The analysis focused on identifying interaction units, classifying speech acts, and examining politeness strategies and relational work. The findings show that aviation staff combine positive politeness (greetings, empathy), negative politeness (indirect requests, modals, hedges), and bald-on-record strategies (direct instructions) to balance institutional demands with interpersonal rapport. These strategies enhance passenger comfort, procedural clarity, and professional service identity. The study contributes to contextual pragmatics and provides practical guidance for developing culturally sensitive communication in aviation services. AbstrakPenelitian ini mengkaji strategi kesantunan yang digunakan staf penerbangan dalam berinteraksi dengan penumpang pada titik layanan kritis. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik relasional, data diperoleh dari video YouTube yang dipilih secara purposif yang menampilkan interaksi di bagian imigrasi, keamanan, dan check-in. Video ditranskripsi secara verbatim dan dianalisis menggunakan teori kesantunan Brown dan Levinson, klasifikasi tindak tutur Searle, serta kerangka kerja relasional Locher dan Watts. Analisis dilakukan melalui identifikasi unit interaksi, klasifikasi tindak tutur, dan pemeriksaan strategi kesantunan serta kerja relasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa staf penerbangan memadukan strategi kesantunan positif (sapaan, empati), kesantunan negatif (permintaan tidak langsung, modal, peredam), dan strategi langsung (instruksi tegas) untuk menyeimbangkan tuntutan institusional dengan hubungan interpersonal. Strategi tersebut meningkatkan kenyamanan penumpang, kejelasan prosedur, dan citra layanan profesional. Temuan ini berkontribusi pada kajian pragmatik kontekstual dan memberikan panduan komunikasi sensitif budaya dalam layanan penerbangan.