Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

BUDAYA PELAYANAN PUBLIK DESA WISATA TRADISIONAL PANGLIPURAN KELURAHAN KUBU BANGLI A.A Gde Raka; Anak Agung Istri Manik Warmadewi
Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.2.2017.76-80

Abstract

Pelayanan yang prima menjadi kata kunci keberhasilan suatu destinasi wisata dalam menarik minat wisatawan. Pola-pola pelayanan publik seringkali dihubungkan dengan model pelayanan modern. Padahal system pelayanan tradisional berbasis budaya local boleh jadi menjadi ciri tersendiri dalam menunjang animo wisatawan untuk datang berkunjung. Artikel ini berupaya mencermati budaya pelayanan publik desa wisata tradisional penglipuran Kelurahan Kubu Bangli dalam menjaga citra wisata Bali sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) dunia. Masalah yang dikaji mencakup: (1) bagaimanakan bentuk-bentuk pelayanan publik yang diterapkan, dan (2) apa implikasinya terhadap perkembangan desa wisata tradisional Penglipuran. Metode yang digunakan dalam mengungkapkan budaya pelayanan publik adalah melalui wawancara mendalam kepada sejumlah pengelola desa wisata Penglipuran. Data yang terhimpun dianalisis dengan metode hermeneutik. Hasil kajian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan publik yang diterapkan oleh pengelola destinasi wisata bersumber dari budaya lokal yang ternyata tidak jauh berbeda dengan prinsip-prinsip pelayanan modern. Model pelayanan di Desa Wisata Tradisional Penglipuran mampu mendongkrat citra daya Tarik wisata yang ada sehingga menjadi salah satu desa wisata yang terkenal di Bali.
Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa Kedua Pemandu Wisata Lokal di Desa Bongkasa Pertiwi: Hipotesis Krashen Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Made Astu Mahayana
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 18 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v18i1.692

Abstract

Tourism development has had a tremendous influence on the life of Balinese people. Apart from a large number of tourist destinations opened, human resources also need to be considered in order to provide good service for the tourist who visits Bali. The main thing is how to communicate in English fluently. Mastered English as a second language can not be separated from the theory of language acquisition. Mastered in a second language can be as an acquiring, on the other hand, it can be as learning. The aim of this research is to explain how the local guide in Bongkasa Pertiwi Village mastered English as a second language. The data were collected through interviewing, distributing questionnaires to the local guide or the other tourist actors who lived in that village. A mixed method (quantitative and qualitative) was used for solving the problem. By using the Krashen hypothesis, the results obtained are some informants mastered English as a second language naturally and the other informants mastered English by learning.
Kesantunan Berbahasa dalam Bahasa Bali oleh Selebgram pada Media Sosial Instagram Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Suarjaya; I.G.A.A. Dian Susanthi; Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 18 No. 2 (2021): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v18i2.713

Abstract

Many studies related to language politeness have been carried out. However, research related to politeness in Balinese is still very rare. There is a phenomenon of Instagram celebrities or celebrities that are currently on the rise, so that the existence of the Balinese language as one of Balinese local wisdom can be maintained, especially among young people who are indeed the most users of Instagram social media. This study uses the theory presented by Leech to answer questions about a form of politeness in the Balinese language by Balinese celebrities. The purpose of this research is to describe politeness in the Balinese language which is carried out by Balinese celebrities. The celebrities used as data sources are @haipuja and @taksu.north.bali. The research was conducted using a qualitative method. The theory used was the theory presented by Leech. The result is found 5 forms of maxims in accordance with what was conveyed by Leech.
Development of Visual Media Products for Children with Special Needs at the Denpasar Autism Center Gde Bagus Andhika Wicaksana; Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.923 KB)

Abstract

The Special Needs Child Development Group is an educational service center for children with autism located in the PLA (Autism Service Center) Denpasar City. In the learning process, children with autism have special characteristics and characteristics in observing and responding to something and tend to capture information or learn faster by using visualization. One of the interesting ways to improve children's storytelling skills is to provide picture books. Because picture books have a visualization effect that can stimulate the eyes to enjoy the picture and understand the text that explains the picture. There are several important problems regarding visual media which consist of the need for alternative visual media products to train children's sensory which is still limited to seeing sensory stimuli, media that can train other sensory types such as audio, taste, and touch, Adjustment of Visual Media Products to psychological growth and development are needed. autistic children and locality characteristics of the types of visual media objects that are used as teaching materials do not characterize the regional environment in Indonesia because some of the visual media come from abroad. Visual media products for learning media can be in the form of books and types of interactive games with the aim of providing cognitive and motoric impact, with content that will be adapted to the psychological condition of the child, of course, by highlighting elements of local characteristics in the object design to facilitate the learning process for children with autism. In developing visual media products that are intended as learning media for autistic children, the method used is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) which is a learning model based on which each phase of the implementation process produces learning stages designed with specific objectives The sustainability aspect of this PKM program is the development of advanced visual media products and the design of special facilities for autistic children. So that gradually the needs and access to better education can be obtained by all children with special needs on a city and regional scale.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Truna di Desa Bongkasa Pertiwi Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Nyoman Kardana; Anak Agung Gede Raka; Ni Wayan Diah Ayu Dharmayanti
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.652

Abstract

Sekaa truna merupakan salah satu organisasi pemuda di Bali yang dapat ditemukan pada tingkat banjar sampai dengan desa. Memberikan pendampingan berupa pengajaran bahasa Inggris yang berbasis pada budaya merupakan salah satu hal penting untuk diperoleh sekaa truna, khususnya yang ada di Desa Bongkasa Pertiwi Badung. Desa tersebut merupakan salah satu desa wisata di Bali yang memiliki sumber idaya alam yang indah. Potensi tersebut menjadikan dibangunnya beberapa objek wisata, yang menjadi identitas utama dari desa wisata tersebut adalah objek wisata arum jeramnya. Pengajaran bahasa Inggris komunikatif berbasis budaya diharapkan mampu untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan sekaa truna dalam berbahasa Inggris. Metode komunikatif menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan kemampuan dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Menyisipkan unsur-unsur budaya diharapkan sekaa truna juga mampu untuk melestarikan budaya yang mereka miliki. Memberikan pendampingan kepada sekaa truna diharapkan mampu memberikan manfaat untuk sumber daya manusia di desa tersebut sebagai dukungan dalam menunjang keberlanjutan desa wisata. Walaupun belum diketahui kapan pariwisata Bali pulih, namun mempersiapkan lebih awal lebih baik.
THE TRANSLATION SHIFTS AND TRANSLATION PROCEDURES OCCURRED IN GARUDA INDONESIA’S MAGAZINE: COLOURS I Wayan Budiarta; Kasni Ni Wayan; Anak Agung Istri Manik Warmadewi
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 19 No. 2 (2022): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v19i2.767

Abstract

This study aimed at identifying and analyzing the types of translation shifts and translation procedures in the Garuda Indonesia: Colors magazine and its translations. The theory used was the theory of translation shift by Catford (1965) and the theory of translation procedures The results showed that in the Colors: Quiet Seoul magazine article, two categories of shifts were come across. Meanwhile, in the Colors: Explore Banyuwangi magazine article there were only Category Shifts found, namely structure shift, class shift, unit shift and intra-system shift. In terms of translation procedures, this research indicated that in the Colors: Quiet Seoul magazine article, there were two translation procedures detected, namely: Adaptation and Borrowing. Meanwhile, in the Colors: Explore Banyuwangi magazine article (pp. 96-104), there were 11 translation procedures found, namely: Adaptation, Amplification, Borrowing, Calque, Compensation, Generalization, Literal Translation, Modulation, Particularization, Reduction, and Transposition.
Penggunaan Video Ajar Dalam Proses Pembelajaran Online Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Nyoman Kardana; Anak Agung Gede Raka
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.144 KB)

Abstract

Bahasa dan budaya merupakan suatu hal penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu tempat tujuan wisata di dunia, Bali terkenal dengan berbagai keunikan budayanya. Dengan demikian, sangat penting bagi masyarakat Bali untuk bisa menjaga dan melestarikan budayanya. Selain itu, dengan perkembangan zaman, masyarakat Bali setidaknya juga harus bisa menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan wisatawan asing. Hal tersebut yang menjadikan bahasa Inggris diberikan kepada siswa dari tingkat taman kanak-kanak. Pada tingkat sekolah dasar, siswa dapat diberikan pembelajaran bahasa Inggris dengan menyisipkan beberapa unsur budaya Bali. Pandemi covid-19 tidak menjadi halangan untuk memberikan pembelajaran bahasa Inggris. Memberikan video pembelajaran melalui Whatsapp Grup merupakan salah satu cara pembelajaran secara online. Dengan keterbatasan device ataupun kuota, maka hal tersebut masih bisa jalan, dan lebih efektif, karena video dapat diputar kapanpun dan dimanapun.
The Analysis of Code Mixing Used on Livy Renata's Vlog I Gusti Ayu Venisa Ramayani Venisa Ramayani; Anak Agung Istri Manik Warmadewi
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 20 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v20i1.816

Abstract

The objective of this research is to: 1) analyze the type of code mixing used on Livy Renata’s Vlog on YouTube channel, 2) analyze the factors caused code mixing uses Livy Renata’s Vlog. This research applied Muysken's code mixing theory as well as JU's code mixing factors. Descriptive qualitative employed in this research. The data of this research consists of Livy’s phrase on her vlog that contain a code mixing. There were 56 code mixingfound in this research. The categorization of the data analysis's findings was used to insertion, alternation, and congruent lexicalization. The findings revealed that the most typical style of code mixing was insertion (67,8%), it was followed by alternation (17,85%), and congruent lexicalization (14,28%). There are four factors of caused use code mixing in this research they are language dominance, language attitude, psycholinguistics motivation, and mixing in highly accessible word or phrase.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Teruna Teruni Desa Penarungan, Badung, Bali Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Suarjaya; Anak Agung Gede Raka; I Wayan Pranata Putra
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.817

Abstract

Desa wisata memiliki arti sebuah area atau pedesaan yang memiliki daya tarik khusus yang dapat menjadi daerah tujuan wisata. Desa Wisata dalam konteks pedesaan merupakan aset kepariwisataan yang berbasis pada potensi pedesaan dengan segala keunikan dan daya tariknya yang dapat diberdayakan dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke lokasi desa tersebut. Di provinsi Bali, desa wisata menjadi salah satu sektor pariwisata binaan pemerintah karenanya hampir seluruh daerah di Bali memiliki desa wisata. Salah satu desa wisata yang mulai diminati wisatawan mancanegara ialah Desa Wisata Penarungan. Banyak potensi desa yang menjadikan desa ini sebagai desa wisata seperti; Taman Anyar Village, Lazy Rizer, Jogging Track, dan Pancoran Solas. Metode komunikatif dengan disisipkannya unsur-unsur budaya dan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka diharapkan akan mampu mendoring peserta untuk melestarikan budaya serta mengelola pariwisata di Desa Penarungan. Sebanyak 11 peserta dari 11 banjar terlibat berhasil mengikuti pengajaran ini dengan sangat baik. Peningkatkan kemampuan peserta dalam berbahasa Inggris juga dapat terlihat dari semakin lancar dan baiknya peserta dalam menjelaskan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka.
Plutuk Banten Pura Paibon Dalem Tangkeban Banjar Anyar Kelod Desa Adat Kerobokan Kabupaten Badung Anak Agung Gede Raka; Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Tresna; Gek Ayu Siska Ardiani Putri
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.824

Abstract

Bali memiliki banyak sebutan dan salah satunya adalah Bali pulau seribu pura. Pemberian sebutan Bali pulau seribu pura tidak terlepas dari banyaknya pura yang ada di Bali. Namun Berapapun jumlah pura yang ada, pada garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Pengelompokkan tersebut berdasarkan atas karakternya, yakni: Pura Umum (Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, Dang Kahnyangan) dan pemujanya seluruh warga masyarakat beragama Hindu; Pura Teritorial (Kahyangan Tiga), tempat suci yang penyungsung (pemuja)nya berdasarkan ikatan wilayah desa adat; Pura Fungsioanal (Swagina), tempat suci yang para pemujanya berdasarkan ikatan kepentingan profesi, yakni: Pura Melanting, Pura Bedugul, Pura Ulun Suwi, Pura Masceti; dan Pura Genealogis, tempat suci yang para pemujanya berdasarkan ikatan keturunan  darah. Dengan demikian, Pura Paibon Banjar Anyar Kelod, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara Badung, termasuk ke dalam kelompok pura genealogis. Tetapi Selama ini, bagi warga penyungsung pura, mereka hanya mengetahui tempat suci pujaannya terbatas pada sebagai Pura Ibu. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, permasalahannya tampak pada pemahaman asal-usul sejarah dan karakter pura, serta bentuk upakara persembahan pada setiap upacara piodalan belum memiliki pedoman akurat. Untuk semua itu, ditemukan solusi dengan memberlakukan rencana kegiatan yang dilakukan di antaranya: pencerahan, dharma wacana, dan dharmatula, sebagai solusi. Penerbitan buku Plutuk Banten yang berisikan selain berkenaan dengan upakara dan upacara, juga dijelaskan selintas tentang sejarah, struktur, dan fungsi pelinggih pura serta berupa berita pada salah satu media online dengan harapan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat setempat.