Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN DAN PEMBUATAN ALAT PRESS SANTAN KELAPA HENDRIK PILIP LAIM; YOLANDA J. LEWERISSA
Jurnal Voering Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Voering - Desember 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i2.301

Abstract

Alat press santan kelapa yang tanpa menggunakan bahan bakar ataupun tenaga listrik yang khususnya di peruntukan pada daerah-daerah terpencil bisa dapat membantu meringankan ataupun mempersingkat pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses desain dan pembuatan alat press santan kelapa. Hasil dari desain dan pembuatan alat press santan kelapa ini setelah selesai maka dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah alat sudah sesuai dengan yang direncanakan serta diharapkan atau tidak. Pengujian alat dilakukan dengan cara mengepress kelapa parut yang dicampur air, kelapa dapat dipress dengan baik dan menghasilkan santan. Jadi dapat disimpulkan alat dapat berfungsi dengan baik. Adapun alat press santan kelapa yang di desain dan dibuat ini memiliki keterbatasan diantaranya, panci yang digunakan dan pressure gauge.
ANALISIS PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DIESEL AKIBAT PENGARUH OVERSIZE MESIN MITSUBISHI 6D16-OA PADA KAPAL SPOB LATJINTA MARLON HETHARIA; YOLANDA J. LEWERISSA; VALERIAN VALESKA
Jurnal Voering Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Voering - Juli 2019
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v4i1.327

Abstract

Sistem penggerak kapal terbagi menjadi tiga sistem, yang merupakan sistem paling utama dalam penggerak kapal, yaitu mesin penggerak utama (main engine), sistem transmisi dan alat gerak (propulsor). Sistem transmisi dalam kapal berfungsi untuk menyambungkan gerakan dari mesin penggerak utama (main engine) ke alat gerak kapal (propulsor). Mesin diesel masih menjadi pilihan utama. Mesin diesel Mitsubishi adalah salah satu mesin diesel 4 tak 6 silinder dengan daya 185 HP yang digunakan oleh kapal spob latjinta sebagai mesin penggerak utamanya. Kapal SPOB LATJINTA adalah sebuah kapal milik PT. Klasaman Permai yang mana berfungsi sebagai kapal suplai bahan bakar ke daerah-daerah terpencil di kawasan Papua Barat. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah observasi lapangan untuk memperoleh data primer, dan didukung dengan data sekunder yang diperoleh dari wawancara. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa perhitungan pemakaian bahan bakar (B) diperoleh pemakaian bahan bakar pada mesin Mitsubishi 6D16 adalah sebesar 42.262 kg/jam.
ANALISIS PEMAKAIAN BAHAN BAKAR JETSKI BERTENAGA MOTOR MATIC 115 CC MARIA R. IMKO; YOLANDA J. LEWERISSA; TYAS AGUNG SAPUTRA
Jurnal Voering Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Voering - Juli 2019
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v4i1.331

Abstract

Perkembangan dunia otomotif sekarang ini sangatlah pesat, terutama pada sepeda motor yang banyak diminati oleh masyarakat sebagai sarana transportasi. Permainan jetski sekarang hanya dimiliki oleh orang-orang kalangan atas, Tentu sangat memprihatinkan dengan geogfrafis Indonesia merupakan negara kepulauan dan mempunyai pantai terpanjang dan terindah. Jetski merupakan suatu permainan wisata tirta atau perairan yang menggunakan boat bertenaga motor. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik melakukan pengujian pemakaian bahan bakar dari modifikasi mesin Jetski bertenaga motor matic mio soul guna mengetahui pemakaian bahan bakar pada putaran rendah, sedang dan tinggi. Dari hasil perhitungan pengujian pemakaian bahan dapat disimpulkan bahwa semakin besar putaran mesin maka semakin besar pula pemakaian bahan bakar yang terkonsumsikan oleh kerja mesin jetski bertenaga motor matic mio soul 115 CC, yaitu pada putaran rendah fuel consumption 1,55928 Kg/Jam sedangkan pada putaran tinggi besar fuel consumption 5,24724 Kg/Jam hal ini disebabkan karena jumlah putaran yang diperbesar berdasarkan pengunaan gas, oleh mesin jetski bertenaga motor matic.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR ALAT PENGGEMBUR TANAH DENGAN PENGGERAK MOTOR 160cc Yolanda Jacqueline Lewerissa; Adam Mustamu
Jurnal Voering Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Voering - Juli 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i1.374

Abstract

All Terrain Vehicle (ATV) adalah sebuah kendaraan dengan penggerak mesin menggunakan motor bakar, mengunakan pula rangka khusus yang dirancang sedemikian rupa untuk dapat melintas di segala medan. ATV merupakan perpaduan antara motor roda dua dan mobil yang keduanya memiliki kelebihan masing-masing pada saat melintas di medan sulit. Pada mulanya ATV hanya digunakan oleh para pemilik perkebunan untuk alat transportasi mereka, tapi seiring dengan perkembangan jaman ATV dapat digunakan untuk banyak kegiatan di dunia otomotif seperti balap, motor penjelajah alam, kendaraan operasional tim SAR atau di Indonesia banyak disewakan untuk kegiatan lintas alam ditempat wisata. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui besar konsumsi bahan bakar pada alat penggembur tanah dengan jenis tanah yang berbeda pada kondisi kering dan basah. Semakin besar putaran mesin dengan beban yang semakin besar maka konsumsi bahan bakar akan semakin meningkat. Dimana konsumsi bahan bakar yang paling banyak terdapat pada tanah basah dimana pada putaran 3000 dengan beban 30 dan menggunakan bahan bakar 0.938 m/l sedangkan konsumsi bahan bakar paling sedikit terlihat pada pengujian tanah kering pada putaran mesin 1000 dengan tanpa beban menggunakan 0.678 ml/s. Sedangkan konsumsi bahan bakar yang paling besar terjadi pada putaran 3000 dengan beban 30 dan menggunakan bahan bakar 0.903 m/l.
Pengaruh Campuran Bahan Bakar Bensin Dan Etanol Terhadap Prestasi Mesin Bensin Yolanda J. Lewerissa
ARIKA Vol 5 No 2 (2011)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2176.297 KB)

Abstract

This research done is to know engine performance at benzine fuel mixture and ethanol yielded by engine Enduro XL. To know engine performance hence done [by] calculation effective power, fuel usage, usage of specific fuel, mass flow rate actually, theoretical mass flow rate, comparison of fuel atmosphere, volumetric efficiency, thermal efficiency. As well as research done at condition of five various revolution with constant payload and fuel applied only one types that is premium ( benzine) with ethanol 0%, 5%, 10%, 15% and 20%. From result of assaying that average of energy? power for mixture fuel bigger than pure premium, existence of increase of usage of fuel along with the increasing of revolution because bigger benzine fuel mixture octane number and ethanol compared to pure benzine so that inflammable, fuel mixture excelsior hence increasingly low comparison of atmosphere with fuel material hence baking happened unable to perfect admission into combustion chamber, efficiency thermal yielded by mixture fuel average of lower than except to pure premium of mixture 5 %. For the purpose engine performance using higher mixture fuel from engine performance using premium fuel. consumption of Fuel for bigger mixture fuel compared to pure premium fuel.
Criminal Policy of The Exploitation of Flying Fish Eggs in Outheast Maluku Waters Yanti Amelia Lewerissa; Abd Asis
JURNAL BELO Vol 8 No 1 (2022): Volume 8 Nomor 1, Februari Tahun 2022
Publisher : Criminal of Law Department, Faculty of Law, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/belovol8issue1page16-24

Abstract

Illegal retrieval of flying fish eggs in the waters of Southeast Maluku has a negative impact on sustainable capture fisheries activities. This study aims to analyze the criminal policy of using flying fish eggs in the waters of Southeast Maluku. The research method used is normative juridical research. Assisted with a social legal approach. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data was collected by means of a literature study, then analyzed qualitatively. The exploitation of flying fish eggs carried out by fishermen from the provinces of South Sulawesi and Southeast Sulawesi is illegal. There has been a memorandum of understanding (MoU) between the Maluku government and the South Sulawesi government but there has been no follow-up in the form of a cooperation agreement (PKS) between the two regional governments. As for the Regional Government of Southeast Sulawesi, there is no MoU and there is also no PKS with the Regional Government of Maluku. Likewise with the Regent and Mayor Regulations which essentially prohibit fishermen from outside from entering the surrounding area, due to the Covid-19 pandemic. There needs to be a policy to overcome the exploitation of flying fish eggs. Either by using penal means (criminal law) or by using non-penal means (non-criminal law). There needs to be community participation through Pokmaswas, outreach to the community, and guidance to fishermen who use flying fish eggs.
SOSIALISASI KORUPSI DAN DANA DESA DI DESA TAWIRI MALUKU TENGAH Erwin Ubwarin; Jacob Hattu; Yanti Amelia Lewerissa; Wilshen Leatemia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2977

Abstract

Salah satu komponen tridharma perguruan tinggi adalah pegabdian masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melakukan sosialisasi tentang dana desa dan korupsi, metode yang dipakai dengan Tahapan Pertama : Kami melakukan pengambilan data awal untuk mengetahui kebutuhan dari masyarakat Negeri Tawiri. Tahapan Kedua : Kami mengelola data awal tersebut kemudian disajikan nantinya dalam sosialisasi.Tahapan Ketiga : Kami memberikan sosialisasi baik kepada perangkat desa maupun masyarakat yang hadir Tahap Keempat : Kami melakukan pengambilan data terakhir untuk mengevaluasi sosialisasi yang kami lakukan. Hasilnya masyarakat sudah paham tentang peran masyarakat dalam mengawal dana desa, dan akibat hukum yang timbul jika aparat desa melakukan pembangunan atau alokasi dana desa yang tidak sesuai peruntukannya.
Kajian Yuridis Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Korupsi Jefta Ramschie; Reimon Supusepa; Yanti Amelia Lewerissa
TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum Vol 2, No 7 (2022): Volume 2 Nomor 7, September 2022
Publisher : Faculty of Law Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/tatohi.v2i7.1132

Abstract

Introduction: The improvement of society's social life, science and technology, has resulted in the growing of criminal acts. Purposes of the Research: The aim of this study is to analyze the criminal liability of the corruption perpetrators and the judges considerations in deciding the case. Methods of the Research: The type of research that used is "Juridicial Normative" research, which is descriptive analysis, statute approaches, Case Approaches, Conceptual Approaches. The technique of collecting law materials is through literature study, then the analysis of Law is qualitative.Results of the Research: The result of the research showed that The Judges of Ambon District Court, sentenced LI as the Head of Ambon City Environment and Waste. The primary consideration in imposing a criminal offense using Article 2 verse (1) is the End Year bonus payment started from 2019-2020. Therefore the Judges conclude that none of the elements of Article 2 verse (1) have been fulfilled. It’s proper to consider elements of the chapter against perpetrators of corruption, professional/office of the perpetrator should be considered.
Manfaat Pemidanaan Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika Milton Lilipory; John Dirk Pasalbessy; Yanti Amelia Lewerissa
TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum Vol 2, No 12 (2023): Volume 2 Nomor 12, Februari 2023
Publisher : Faculty of Law Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/tatohi.v2i12.1461

Abstract

Introduction: The criminalization of narcotics offenders is often subject to heavy penalties, but for potential perpetrators there is no deterrent effect, even recidivist or repeat offenders never feel deterred. Therefore, it is necessary to find alternative solutions to narcotics abuse more effectively so that it can have a deterrent effect on both the perpetrators and potential perpetrators.Purposes of the Research: The purpose of this study is to analyze and explain the meaning and purpose of imposing criminal sanctions against narcotics abuse, so that the perpetrators or potential perpetrators become deterrent, as well as to discuss the purpose of imposing heavy penalties for perpetrators of drug abuse in terms of the theories of the purpose of punishment that have been adopted in the development of criminal law. Methods of the Research: The method used in this study is a normative juridical method with a statutory approach, a conceptual approach and a case approach. The legal materials used are library law materials. Thus, the legal materials studied and analyzed in normative legal research consist of primary legal materials, such as legislation, secondary legal materials in the form of legal literature, consisting of books, scientific journals, legal documents and so on, as well as legal materials. tertiary in the form of legal dictionaries, encyclopedias and so on.Results of the Research: Based on the results of the study, it is shown that the imposition of serious crimes against narcotics traffickers is not always able to solve the problem of lawbreakers, both seen from the theories of classical criminal law, modern criminal law and new classical criminal law. This is reasonable because the prevention of crime lies not only in the model or duration of the punishment given and served later, but on the criminal system adopted in a country that it adheres to. The problem of whether or not a person is deterred is not determined by how much sanctions are given, because the provision of sanctions and whether or not a person is deterred depends on the attitude of people and society towards the crime he feels.
SOSIALISASI KEBIJAKAN KRIMINAL PERIKANAN MERUSAK (DESTRUCTIVE FISHING) PADA KAWASAN KONSERVASI PERIARAN: - Yanti Amelia Lewerissa; D. J. A. Hehanussa; Sherly Adam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17475

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian dari tiga komponen besar tri dharma perguruan tinggi, selain pendidikan/pengajaran dan penelitian. Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Desa Sawai tentang kebijakan criminal perikanan merusak (destructive fishing) pada kawasan konservasi perairan. Metode yang dipakai dengan Tahapan Pertama : kami melakukan pengambilan data awal untuk mengetahui kebutuhan dari masyarakat Desa Sawai. Tahapan Kedua : kami mengola data awal tersebut kemudian akan disajikan melalui kegiatan sosialisasi. Tahapan Ketiga: kami memberikan sosialisasi baik kepada perangkat desa maupun kepada masyarakat yang hadir. Tahapan Keempat : kami melakukan pengambilan data terakhir untuk mengevaluasi sosialisasi yang kami lakukan. Hasilnya masyarakat sudah paham tentang dampak perikanan tangkap yang merusak (destructive fishing) serta akibat hukum yang timbul jika masyarakat tetap melakukan aktivitas perikanan yang merusak.