Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN RANGKA UTAMA MESIN PENGURAI SABUT KELAPA SANJAYA, ASEP SURYA; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.482

Abstract

Mesin pengurai sabut kelapa adalah mesin yang dapat memisahkan serat sabut kelapa dari serbuk sabut kelapa. Mesin pengurai sabut kelapa ini dirancang dengan ukuran atau skala rumah tangga, yang dapat digerakan oleh 1 orang. Mesin pengurai sabut kelapa ini sangat bermanfaat jika ada di sekitar kehidupan bermasyarakat. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi bahan yang dapat diproduksi lagi. Mesin ini dapat didesain dan dibuat sendiri dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Mesin ini memiliki komponen antara lain rangka, pisau, bearing, saringan, pully dan mesin diesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses desain dan pembuatan salah satu bagian penting yaitu rangka utama dari mesin pengurai sabut kelapa. Rangka utama dari mesin pengurai ini harus didesain dan dibuat menggunakan jenis bahan yang baik Hasil desain dan pembuatan adalah spesifikasi rangka utama mesin pengurai sabut kelapa yaitu Panjang Rangka Dudukan Mata Pisau 1130 mm, Lebar Rangka Dudukan Mata Pisau 640 mm, Tinggi Rangka Dudukan Mata Pisau 940 mm, Panjang Rangka Dudukan Motor Penggerak 400 mm, Tinggi Rangka Dudukan Motor Penggerak 220 mm, Lebar Rangka Dudukan Motor Penggerak 640 mm dan Panjang Keseluruhan Alat 1530 mm.
ANALISIS EFISIENSI THERMAL MESIN DIESEL MENGGUNAKAN CYCLEPAD LEWERISSA, YOLANDA J.; HETHARIA, MARLON
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.584

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui besar efisiensi thermal mesin diesel. Untuk mengetahui besar efisiensi thermal mesin diesel dengan menggunakan cyclepad. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data praktis. Data pertama adalah data spesifikasi mesin Diesel tipe Volvo Penta D9-MH yang akan digunakan dalam perhitungan dengan menggunakan software cyclepad. Untuk memulai perhitungan diperlukan juga parameter awal yaitu proses setiap Langkah, Temperatur Awal (T), Tekanan Awal P (Tekanan Atmosfir), massa udara, nilai kalor bahan bakar dan nilai perbandingan udara dan bahan bakar. Dari hasil penelitian menggunakan sofware cyclepad yaitu efisiensi termal untuk mesin diesel tipe Volvo Penta D9-MH diperoleh sebesar 58,43%. Sedangkan efisiensi mekanis mesin sebesar 91,80%, Temperatur maksimum sebesar 3385 °C, Temperatur minimum sebesar 27 °C, Tekanan Efektif Rata-rata sebesar 1907 kPa, Tekanan maksimum sebesar 6722 kPa, Tekanan minimum sebesar 100 kPa, kalor masuk sebesar 42,17 kJ, kalor buang sebesar 17,53 kJ, kerja masuk sebesar 7,91 kJ dan kerja keluar 32,55 kJ.
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PROTOTIPE MESIN STIRLING TIPE ALPHA EUREPLEY, MUHAMMAD SAING; HERNOWO, SIGIT; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.585

Abstract

Krisis energi telah menjadikan mesin Stirling salah satu pilihan lagi, karena fleksibel terhadap bahan bakar. Mesin Stirling dapat memanfaatkan panas dari berbagai bahan bakar, termasuk biomassa, biogas, dan energi surya. Langkah pertama dalam membangun prototipe mesin Stirling adalah melakukan perhitungan berdasarkan teori Schmidt. Dari hasil perhitungan didapatkan Temperatur panas sebesar 245 °C atau 519 K, temperatur dingin sebesar 44 °C atau 317 K, sudut antara silinder panas dan dingin sebesar 90°, diameter piston ekspansi sebesar 15 mm, Panjang langkah piston ekspansi sebesar 20,06 mm, diameter piston kompresi sebesar 13 mm, Panjang langkah piston kompresi sebesar 20,06 mm, volume sisa pada piston kompresi sebesar dan volume sisa pada piston ekspansi sebesar Hasil dari pembuatan prototipe mesin Stirling dan dilakukan pengujian, mesin Stirling mampu berputar maksimal 250 rpm tanpa beban. Mesin mampu berputar selama sumber panas yang di berikan pada silinder sisi panas masih menyala. Hasil pengujian mesin dapat berputar selama 5 menit.
RANCANG BANGUN TRAINER FUEL INJECTION SIMULATOR SEPEDA MOTOR RIZKILAH, FUAD WAHYU; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.812

Abstract

Sistem injeksi bahan bakar elektronik dikembangkan untuk meningkatkan kinerja sistem bahan bakar pada motor bensin. Sistem injeksi bahan bakar elektronik adalah seperangkat alat untuk mensuplay bahan bakar yang diperlukan untuk pembakaran pada motor bensin. Sistim ini menggunakan beberapa sensor untuk mendeteksi kondisi mesin dan unit pengontrol (rangkaian elektronik). Untuk mempelajari lebih jauh tentang sistem ini maka Pendidikan tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan vokasi jurusan Teknik khususnya Teknik otomotif membutuhkan trainer fuel injection simulator sebagai media mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk merancang dan membuat trainer fuel injection simulator sepeda motor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat trainer fuel injection simulator sepeda motor yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, serta untuk mengetahui pengaruh malfungsi sensor terhadap sistem kerja EFI. Hasil perancangan dan pembuatan trainer fuel injection simulator sepeda motor menghasilkan sebuah alat yang dapat digunakan dalam menunjang proses pembelajaran dengan ukuran rangka tinggi panel 100 cm, tinggi meja 80 cm dan lebar 100 cm. Setelah dilakukan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa ketika terjadi malfungsi pada throttle body maka akan berpengaruh pada injector. Dimana injector akan menyemprotkan bahan bakar lebih sedikit daripada saat kondisi normal.
DESAIN DAN PEMBUATAN BIKE LIFT MAHULETTE, PAULO BETRANDO; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.815

Abstract

Pengangkat kendaraan sepeda motor atau sering disebut bike lift adalah alat yang berfungsi menaikan dan menurukan kendaraan sepeda motor untuk membantu, mempermudah mekanik dalam posisi berkerja sekaligus digunakan sebagai meja kerja seorang mekanik. Alat Pengangkat kendaraan sepeda motor dengan perancangan system hidrolik (manual) merupakan sistem pengerak dengan memanfaatkan tenaga pengerak berupa zat cair yang pada umumnya menggunakan zat minyak fluida yang dapat memunculkan daya angkat, sehingga dengan adanya bike lift dengan system hidrolik (manual) dapat memudahkan mekanik apabila bike lift dengan system pnuematic (otomatis) tidak dapat digunakan sewaktu-waktu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mendesain dan membuat alat bike lift dengan sistem hidrolik (manual). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah alat bike lift dengan bahan besi baja alloy UNP. Ukuran panjang 1800 mm, lebar 700 mm, tinggi 770 mm, bobot 60 kg dan kapasitas angkat 139 kg. Sistem penggerak hidrolik 5 Ton. Analisis kekuatan rangka bike lift dilakukan untuk mengangkat dan menahan kendaraan pada tiga posisi yaitu: posisi bawah dengan sudut 5°, Posisi Tengah dengan sudut 20°, dan posisi terakhir posisi atas sudut 28°, menghasilkan hitungan yang menyatakan bike lift dapat bekerja dengan baik untuk mengangkat dan menahan kendaraan dengan bobot maksimum 139 kg.
Upaya Penegakan Hukum Tindak Pidana Pemerasan Yang Dilakukan Dengan Modus Iuran Keamanan Di Pasar Mardika Mansur, Sahrul; Lewerissa, Yanti Amelia
SANISA: Jurnal Kreativitas Mahasiswa Hukum Vol 6, No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, April 2026
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/sanisa.v6i1.3913

Abstract

Introduction: Extortion, often disguised as security fees, is a pervasive legal issue, particularly at Mardika Market in Ambon City. This practice is carried out by certain individuals, claiming to provide security, but is accompanied by elements of coercion, threats, and violence, harming traders and creating a sense of insecurity. This situation indicates that law enforcement against this practice has not been optimal.Purposes of the Research: This study aims to analyze law enforcement efforts against the crime of extortion using the security fee method and to identify the obstacles faced by law enforcement officers in eradicating it.Methods of the Research: The research method used was empirical legal research with a qualitative approach. Data was obtained through interviews with relevant parties, direct observation at the research location, and literature review. The collected data was then analyzed descriptively and qualitatively.Results / Findings / Novelty of the Research: The research results show that extortion practices involving security fees are still common and tend to be organized. Law enforcement efforts have been implemented through preventive and repressive measures, but they have not been optimal. Obstacles include low public legal awareness, victims' fear of reporting, limited facilities and infrastructure, and a lack of coordination among law enforcement officials. Therefore, firmer and more comprehensive law enforcement and increased public legal awareness are needed to create a safe and orderly market environment.
ANALISIS EKSERGI PADA PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) DENGAN CYCLE TEMPO Marlon Hetharia; YOLANDA J. LEWERISSA
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/gcctab77

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk melakukan penelitian pada sistem pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menganalisis secara eksergi dengan menggunakan program Cycle Tempo. Data yang diambil adalah data kesetimbangan energi yang merupakan data penelitian sebelumnya, kemudian dilakukan analisis kesetimbangan eksergi. Kemudian Membuat pemodelan siklus uap (steam cycle) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan menggunakan program Cycle-Tempo untuk dapat mengetahui besarnya prestasi (eksergi). Berdasarkan hasil perhitungan maka kerugian eksergi atau eksergi destruksi terbesar terjadi pada boiler yaitu sebesar 56,86%, yang merupakan penyebab utamanya adalah reaksi pembakaran, perpindahan panas, dan gesekan. Ketiga penyebab utama tersebut terjadi pada ruang bakar, dimana reaksi kimia merupakan sumber kerugian eksergi yang paling signifikan, yang berhubungan dengan perpindahan panas dari aliran ke aliran.  Hasil perhitungan serupa juga dinyatakan pada beberapa referensi yaitu (Ehsan dkk., 2011) dalam analisis eksergi pada PLTU 240 MW di Turki, menyatakan bahwa kerugian eksergi terbesar adalah pada boiler yaitu sebesar 83,29%, (Ganapathy dkk., 2009) dalam analisis eksergi pada PLTU 50 MWe di India, menyatakan bahwa kerugian eksergi terbesar adalah pada boiler yaitu sebesar 42,73%, dan (Yong Li dkk., 2012) dalam analisis eksergi pada PLTU 300 MW, menyatakan bahwa kerugian eksergi terbesar adalah pada boiler dengan beban 100% sebesar 85,34%, beban 75% sebesar 85,77,2% , beban 50% sebesar 85,73% dan beban 30% sebesar 85,60%.
PERHITUNGAN ENERGI LISTRIK YANG DIGUNAKAN PADA KOMPRESOR BERKAPASITAS 0,15 m3 Yolanda Jacqueline Lewerissa
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/3jeq9k72

Abstract

Kompresor adalah suatu mesin mekanik yang berfungsi untuk menempatkan fludia gas atau meningkatkan takanan udara. Kompresor biasanya menggunakan mesin diesel/mesin bensin atau motor listrik sebagai tenaga pengeraknya. Udara yang dihasilkan dari kompresor mempunyai tekanan yang berbeda-beda. Tergantung dari spesifikasi Bar yang dimiliki kompresor itu sendiri. Udara yang tertekan itu biasanya digunakan untuk mengisi angin ban, pembersihan peralatan/perkakas, gerinda udara, pengecatan dengan teknik spray, medis (oilfree compressor) dan lain sebagainya. Secara umum diterima bahwa kompresor adalah pesawat yang memampatkan udara atau gas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui penggunaan energi listrik dan daya pada kompresor udara berkapasitas 0,15 m3 dengan tekanan 8 BAR dan mengetahui efisiensi dari motor induksi yang digunakan pada kompresor udara. Hasil dari penelitian ini adalah Penggunaan energi dan daya listrik pada kompresor udara dengan kapasitas 0,15 m3 berpenggerak motor induksi 1 fasa 5 HP didapati terjadi peningkatan penggunaan energi dan daya listrik ketika tekanan udara pada kompresor tinggi dan juga nilai arus  serta faktor daya meningkat dari arus 11,5 A pada tekanan 2 BAR naik menjadi 15,4 A pada tekanan 8 BAR. Nilai efisiensi dari motor induksi yang digunakan pada kompresor udara sebesar 84%.
ANALISIS KINERJA MESIN PENDINGIN AIR CONDITIONER 1/2 PK MENGGUNAKAN REFRIGRANT R32 Yolanda Jacqueline Lewerissa
Jurnal Voering Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Voering - Desember 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/xyn3jj53

Abstract

Kehidupan manusia sekarang ini membutuhkan sesuatu yang dapat membuat manusia dapat menjalani kehidupannya dengan baik dan tenang. Fasilitas yang baik dapat mendukung manusia untuk menciptakan suasana yang nyaman saat bekerja dan beraktifitas. Salah satu fasilitas yang sangat penting dan mendukung manusia dalam aktifitas adalah Air Conditioner (AC). Pendidikan Tinggi Vokasi juga membentuk peserta didik yang mulai memikirkan pentingnya berinovasi merancang dan membuat media-media belajar yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian besaran-besaran penting untuk mengukur kinerja sebuah mesin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja mesin pendingin sebuah trainer AC split ½ PK dengan jenis refrigeran R32.  Hasil dari penelitian ini adalah Nilai COP hasil penelitian pada AC Split dengan refrigeran R32 berkisar 4,87 – 7,50, yang menunjukkan kinerja AC dapat dikatakan sangat baik. Kinerja sistem AC ditunjukkan oleh nilai COP, nilai COP (Coefficient of Performance) pada AC split dapat berubah tergantung pada temperatur evaporator dan kondensor. Semakin besar nilai COP, maka semakin baik kinerja AC.
RANCANG BANGUN RANGKA TRAINER SISTEMBAHAN BAKAR MOTOR DIESEL TIPE IN LINE Yolanda Jacqueline Lewerissa
Jurnal Voering Vol. 10 No. 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025) : Jurnal Voering Juli 2025
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/xpzrxp50

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi, sehingga menuntut adanya penyesuaian sistem pendidikan yang selaras dengan tuntutan dunia kerja. Oleh karena itu dunia pendidikan tinggi membutuhkan peralatan yang memudahkan mahasiswa memahami cara kerja dan penyebab kerusakan sebuah mesin tanpa harus menggunakan mesin asli kendaraan. Trainer engine diesel adalah alat simulasi mesin yang memungkinkan mahasiswa untuk memahami komponen dan cara kerja mesin diesel tanpa harus menggunakan mesin asli kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat rangka trainer sistem bahan bakar motor diesel tipe in line dan menganalisis kekuatan rangka tersebut. Metode yang digunakan dalam analisis kekuatan rangka dengan software solidworks. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rangka trainer dengan spesifikasi rangka tinggi rangka 1730 mm; lebar rangka 1100 mm; lebar rangka tampak samping 680 mm; tinggi rangka dudukan boshpum 740 mm, tinggi rangka  dudukan motor penggerak 530 mm, lebar rangka dudukan motor penggerak 350 mm. Tegangan maksimum (von Mises) sebesar 7,80 MPa, jauh di bawah batas luluh material (220,6 MPa), artinya material tidak mengalami deformasi permanen. Perpindahan maksimum sebesar 1,108 mm, menunjukkan bahwa struktur cukup kaku dan tidak mengalami lendutan yang berlebihan. Faktor keamanan (Factor of Safety) terkecil adalah 3,4, menunjukkan bahwa struktur memiliki batas aman yang tinggi terhadap keruntuhan.