Claim Missing Document
Check
Articles

Found 56 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI DAN KEAMANAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSJ PROF. DR. V.L RATUMBUYSANG SARIO Gabriel, Rantung Natalia; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan salah satu indikator baik atau buruknya kualitas pelayanan di rumah sakit. Namun sering ditemukan keluhan berkaitan dengan kualitas pelayanan pada kinerja petugas kesehatan termasuk perawat.Kunci utama dalam peningkatan pelayanan kesehatan adalah perawat yang mempunyai kinerja baik. Pelaksanaan kinerja sangat dipengaruhi beberapa faktor yang bersumber dari individu atau dari organisasi itu sendiri. Pengarahan atau supervisi merupakan salah satu faktor untuk menghasilkan pelayanan yang prima dan bekualitas bagi perawat. Faktor keamanan kerja juga berpengaruh terhadap kenyamanan perawat dimana keadaan perawat pada saat bekerja bebas dari rasa takut dan bebas dari segala kemungkinan kecelakaan kerja yang berpengaruh terhadap kinerja kualitas pelayanan perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara supervisi dan keamana kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSJ prof. dr. V.L Ratumbuysang Sario. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, dan mengambil 90 perawat untuk menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara supervisi dengan kinerja perawat (p=0,007) dan terdapat hubungan antara keamanan kerja dengan kinerja perawat (p=0,004).Kata Kunci : Supervisi, Keamanan Kerja, Kinerja Perawat.ABSTRACTNurse is one indicator of good or bad quality of service in hospital. But often found complaints related to the quality of service on the performance of health workers including nurses. The main key in improving health services is a nurse who has good performance. Implementation of performance is strongly influenced by several factors that come from individuals or from the organization itself. Direction or supervision is one factor to produce excellent service and qualities for nurses. Job safety factors also affect the comfort of nurses where the state of the nurse while working freed from fear and free from any possibility of work accidents that affect the performance of service quality nurses. The purpose of this study to determine the relationship between supervision and job security with the performance of nurses in the inpatient room RSJ prof. dr. V.L Ratumbuysang Sario. This research uses analytic observational research method, using cross-sectional approach, and take 90 nurses to become respondents. The data were collected using questionnaires that had been tested for validity. The statistical test used is Chi Square test. The results of this study indicate the relationship between supervision with nurse performance (p = 0,007) and there is relationship between job security with nurse's performance (p = 0,004).Keywords: Supervision, Job Security, Nurse Performance
IDENTIFIKASI PANGAN FUNGSIONAL DAN OBAT TRADISIONAL YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT DAERAH PESISIR KABUPATEN SITARO Sanggelorang, Yulianty; Rahman, Asep; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap komunitas masyarakat tentunya memiliki pola konsumsi pangan yang sesuai dengan ketersediaan bahan pangan di tempat tinggalnya. Indonesia merupakan negara kepulauan dimana mayoritas penduduknya bermukim di pesisir pantai, sehingga pola konsumsi pangannya sangat tergantung dengan hasil alam di daerah pesisir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan alam yang dimanfaatkan sebagai pangan fungsional untuk memenuhi kebutuhan harian dan bermanfaat bagi kesehatan, serta tumbuhan alam yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat di Desa Dame Kecamatan Siau Timur Kabupaten Sitaro. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan melakukan diskusi kelompok terpimpin kepada tokoh masyarakat dan pemerintah yang ada di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bahan pangan lokal spesifik yang dijadikan pangan fungsional khas masyarakat sekitar. Tumbuhan alam yang digunakan sebagai obat tradisional sejumlah 23 jenis, baik yang penggunaannya tunggal atau dikombinasikan dengan tumbuhan lokal lainnya.  Kata kunci: pangan fungsional, obat tradisional, daerah pesisir ABSTRACTEach community must have a food consumption pattern that was following by the availability of food in their homes. Indonesia was an archipelagic country where the majority of the population live on the coastal area. So that the pattern of food consumption was highly dependent on natural products in the coastal areas. The purpose of this study was to examine the use of natural plants that were used as functional food to meet daily needs and benefit health, as well as those used as traditional medicine by the community in Dame Village, East Siau District, Sitaro Regency. The research method used was qualitative research by conducting a focus group discussion with the community leaders and the government at the research location. The results showed that there was no specific local food that used as functional foods, and for the use of traditional medicines 23 species were found that used single or combined with other local plants. Keyword: functional food, traditional medicine, coastal area 
ANALISIS REKRUTMEN TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT MANADO MEDICAL CENTER Bambuta, Rivana M.; Mandagi, Chreisye K. F.; Maramis, Franckie R.R
KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekrutmen pada prinsipnya adalah proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk menjadi karyawan, pada dan oleh organisasi tertentu. Proses rekrutmen dimulai pada waktu diambil langkah mencari pelamar, dan berakhir ketika para pelamar mengajukan lamarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa proses rekrutmen tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Manado Medical Center. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini di lakukan pada bulan Februari sampai Maret 2019. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang (enam). Data diperoleh dengan metode wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis konten terhadap hasil telaah dokumen. Hasil penelitian adalah pelaksanaan perekrutan di RSU.MMC belum memiliki acuan atau dasar yang dapat dijadikan suatu sasaran atau tujuan. Sehingga proses perekrutan yang dijalankan di RSU.MMC banyak melewati langkah-langkah perekrutan yang sebenarnya itu harus dilakukan, karena dengan beberapa langkah-langkah  itu pewawancara dapat menggali informasi lebih banyak mengenai pelamar dan membantu pihak perekrutan untuk lebih mudah menentukan pantas tidaknya pelamar tersebut diterima di RSU.MMC. Kata kunci: Perencanaan, SDM, Proses Rekrutmen, Rumah Sakit.  ABSTRACT Recruitment is principally a process of searching, finding and attracting job seekers to become employees, at and by particulars organizations. This process is initiated during the process of searching for applicants and finished when these applicants submit their resumes. This study aims to discover and analyze the process of recruiting health workers at Manado Medical Center General Hospital. Research design used in this study was qualitative research with descriptive approach. This research was carried out from February to March 2019. There were 6 research informants. Data was gained by intensive interviews guided by interview guidelines. Data analysis was implemented descriptively and content analysis towards document review results. Study findings indicate that recruitment implementation at Manado Medical Centre General Hospital have not yet possessed guidelines or fundamental which can be used as an objective or purpose.  Therefore, the process of recruiting executed in this hospital mostly neglects the basic principles of recruitment itself which are supposed to be mandatory. Because with these steps, interviewers can retrieve more information about the applicants and help recruiting team to simply enlist whether these candidates are qualified or not to be working at Manado Medical Centre General Hospital.  Keywords: Planning, Human Resources Development, Recruitment, Hospital
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETUGAS KEBERSIHAN DAN PERAWAT RUANG PERAWATAN KHUSUS DI RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA Makahanap, Johana Chrissty; Kawatu, Paul A.T; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK­Penggunaan APD sangat penting untuk melindungi mukosa - mulut, hidung dan mata dari tetesan dan cairan yang terkontaminasi. Penutup wajah, pelindung kaki, gaun atau baju, dan penutup kepala juga dianggap penting untuk mencegah penularan ke petugas kesehatan (WHO, 2014). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada petugas kebersihan dan perawat ruang perawatan khusus di RSUD Liun Kendage Tahuna. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional, dimana melakukan observasi atau pengukuran variabel sekali dan sekaligus di waktu yang bersamaan. Total responden yang diambil yaitu 80 orang dengan pembagian 32 responden petugas kebersihan dan 48 responden perawat ruang perawatan khusus. Kuesioner merupakan  alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil yang didapat dari penelitian ini memperlihatkan hubungan pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri pada petugas kebersihan dan perawat ruang perawatan khusus di RSUD Liun Kendage Tahuna, didapatkan hasil ρ value= 0,023 (ρ value>0,05) pada pengetahuan petugas kebersihan serta ρ value= 0,017 (ρ value>0,05) pada pengetahuan perawat ruang perawatan khusus, dan terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada petugas kebersihan dengan hasil ρ value= 0,010 (ρ value>0,05) dan perawat ruang perawatan khusus dengan hasil ρ value= 0,022 (ρ value>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunan APD, dan terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan APD pada petugas kebersihan dan perawat ruang perawatan khusus di RSUD Liun Kendage Tahuna.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Penggunaan Alat Pelindung Diri ABSTRACTThe use of PPE is very important to protect the mucosa - mouth, nose and eyes from droplets and contaminated fluids. Face coverings, gaiters, dresses or clothes, and headgear are also considered important to prevent transmission to health workers (WHO, 2014). The purpose of this research is to be able to find out the relationship between knowledge and attitude with the use of personal protective equipment for janitors and nurses of special care rooms at RSUD Liun Kendage Tahuna. The research method used was analytic survey with cross sectional design, which made observations or measurements of variables once and at the same time. Total respondents taken were 80 people with the division of 32 respondents janitor and 48 respondents special care room nurses. The questionnaire is a measuring tool used in this study using the chi square statistical test. The results obtained from this study show the relationship of knowledge with the use of personal protective equipment in cleaning staff and special care nurses in Liun Kendage Tahuna Regional Hospital, the results obtained ρ value = 0.023 (ρ value> 0.05) on the knowledge of janitors as well as ρ value = 0.017 (ρ value> 0.05) on the knowledge of special care room nurses, and there is a relationship between attitude and the use of personal protective equipment on cleaning workers with results ρ value = 0.010 (ρ value> 0.05) and special care room nurses with results ρ value = 0.022 (ρ value> 0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and the use of PPE, and there is a relationship between attitude and the use of PPE in cleaning staff and nurses in the special care room at Liun Kendage Tahuna Hospital.Keywords : Knowledge, Attitude,use of personal protective equipment
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN PENGETAHUAN TENTANG JAMINAN KESEHATAN NASIONAL-KARTU INDONESIA SEHAT (JKN-KIS) DENGAN STATUS KEPESERTAAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM JKN-KIS DI KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO Niha, Munawir Rizal; Korompis, Grace E. C.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status kepesertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dipengaruhi oleh faktor, diantara lain karakteristik individu yaitu pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan pengetahuan dengan status kepesertaan masyarakat dalam program JKN-KIS di Kecamatan Singkil, Kota Manado. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan rancangan potong lintang (Cross Sectional) dilaksanakan pada Bulan November 2018-Januari 2019. Sampel penelitian masyarakat berdomisili di Kecamatan Singkil Kota Manado berjumlah 200 responden. Teknik pengambilan  sampel secara Purposive Sampling. Metode pengumpulan data melakukan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data univariat dan Analisis bivariat dengan uji Chi-Square dengan nilai α = 0,05 Hasil penelitian menunjukkan hubungan pendidikan dengan status kepesertaan masyarakat dalam JKN-KIS (p-value=0,010), hubungan pekerjaan dengan status kepesertaan masyarakat dalam program JKN-KIS (p-value=0,048), dan hubungan pengetahuan dengan status kepesertaan masyarakat dalam program JKN-KIS pada masyarakat di Kecamatan Singkil, Kota Manado (p-value=0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan dengan status kepesertaan masyarakat dalam program JKN-KIS, terdapat hubungan antara pekerjaan dengan status kepesertaan masyarakat dalam program JKN-KIS, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status kepesertaan masyarakat dalam program JKN-KIS di Kecamatan Singkil, Kota Manado. Saran bagi instansi terkait BPJS Kesehatan Cabang Manado, agar meningkatkan sosialisasi mengenai JKN-KIS pada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Kota Manado, khususnya di Kecamatan Singkil. Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Status Kepesertaan ABSTRACTThe membership status of community in  Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) influenced by several factors, individual characteristics, education, employment, and knowledge. The purpose this study  to determine correlation between individual characteristics and knowledge with community participation status in JKN-KIS program Singkil District, Manado City. The type of this study was analytical survey with cross-sectional design conducted in November 2018-Januari 2019. The research sample people who live Singkil District, Manado City, amounting 200 respondents. Purposive Sampling retrieval technique. Methods collecting data using questionnaire. Data analysis performed univariate and.bivariate analysis using Chi-Square with α=0,05 The results the study showed correlation between education and community participation status in the JKN-KIS (p-value 0,010), the correlation between employment and community participation statu JKN-KIS (p-value 0,048), and correlation between knowledge with community participation status JKN-KIS in Singkil District, Manado City (p-value 0,023)  Conclusion this study, there is correlation between education and community participation status in JKN-KIS, there is correlation between employment and community participation status in JKN-KIS there is correlation between knowledge with community participation status in JKN-KIS in Singkil District, Manado City. Suggestions for relevant agencies in case BPJS Kesehatan Cabang Manao, in order to able  improve socialization regarding JKN-KIS to the community directly and indirectly in order to increase the knowledge people of Manado City, especially in Singkil District. Keywords : Jaminan Kesehatan Nasional, community participation
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PASIEN NON PEISERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL-KARTU INDONESIA SEHAT (JKN-KIS) DENGAN PEMENFAATAN PELAYANAN DI PUSKESMAS BENGKOL KOTA MANADO Frencelia, Derek Y; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayainan kesehatan yang menyeinlenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM), upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama (UKP), dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.. Peranan dan kedudukan Puskesmas yaitu sebagai ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. JKN-KIS adalah pelayanan kesehatan dengan menggunakan sistem asuransi. JKN-KIS merupakan program dari pelayanan kesehatan sedangkan BPJS kesehatan adalah badan yang menyelenggarakan JKN-KIS  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien non peserta jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat(JKN-KIS) dengan pemanfaatan pelayanan di Puskesmas Bengkol Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Waktu penelitian dilakukan dari Juni-September 2019. Jumlah sampel dalam peneilitian ini adalah pasien non peserta JKN-KIS di Puskesmas Bengkol dengan jumlah responden 80. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p unutk hubungan pendidikan deingan pemanfaatan pelayaanan puskesmas adalah 0,904, nilai p untiuk hubungan pekerjaan denigan pemanfaatan pelayanan puskesmas adalah 0,009, nilai p untuk hubungan pendaipatan dengan pemanfaaytan pelayanan puskesmas adalah 0,145. Berdasarkan penelitian yang dilakukan kesimpulannya yaitu tidaik teradapat hubungan antara pendidikan dengan pemanfaaitan pelayanan puskesmas, terdapat huybungan antara pekerijaan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas, tidaik terdapat hubungan antara pendapatan denigan pemanfaartan pelayanan puskesmas. Kata Kunci : Karakteristik Pasien, Peserta Non JKN-KIS, Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas ABSTRACT Puskesmas is a health service facility that organize a public health efforts, by prioritizing the promotive and presentive, to achieve the highest degree of public health at the working area.The role and the position of Puskesmas as the spearhead for health care system in Indonesia, the utilization of Puskesmas services is influenced by several factors as some points is patient characteristics. the role and position of the public health center is as the spearhead of the health service system in Indonesia. JKN-KIS is a health service using the insurance system. JKN-KIS is a program of health services while the Health BPJS is the body that organizes JKN-KIS.Type of this research is quantitative, with analytic survey design by Cross Sectional Study. This reasearch conducted from June to September 2019. The sample in this research are non JKN-KIS patients in Bengkol Puskesmas with 80 respondents.The results showed based on statistical tests, then the p is obtained for the relatioonship od education with the utilization of healtg services is 0.902, p for the employment relationship with utilitiez of health center services is 0.009, p for the relationship between income and utilization of health center services is 0.145. Based on research, the conclusion is there’s no connecttion between education and the utilization of health center services, there’s  a relationsship between work and utilization of health center services, and there’s no relationshiip between income and utilization of Puskesmas services. Keywords : Patient Characteristics, Utilization of Public Health Center
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA PENGHARGAAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM KOTA MANADO Duminggu, Febrita; Mandagi, Chreisye K.F; Kawatu, Paul A.K
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Rumah sakit sebagai salah satu jaringan pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam penyediaan dan pengembangan sumber  daya  tenaga  kesehatan  yang  diharapkan memiliki  kompetensi  yang  sesuai  dengan perkembangan  pengetahuan  dan  demand  konsumen.  Perawat  merupakan  sumber  daya  tenaga  kesehatan dirumah sakit yang paling banyak jumlahnya, untuk itu kinerja perawat menjadi hal penting untuk diperhatikan. Pendidikan dan pelatihan serta penghargaan merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara Pendidikan dan Pelatihan serta Penghargaan dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSU. Pancaran Kasih GMIM Kota Manado. : Jenis penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan rancangan Cross Sectional Study dengan melibatkan 61 perawat. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara Univariat dan Bivariat. Data primer didapatkan dari kuesioner dan data sekunder di dapatkan dari profil rumah sakit. Uji statistik yang digunakan  adalah uji Chi Square  dengan bantuan program komputer. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 61 responden bahwa sebesar 45,9% yang menilai Pendidikan dan Pelatihan baik dan kurang baik sebesar 54,1%, terdapat juga 47,5% yang menilai Penghargaan baik dan kurang baik sebesar 52,5% sementara sebesar 49,2% responden memiliki Kinerja baik dan sebesar 50,8% memiliki Kinerja kurang baik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara Pendidikan dan Pelatihan dengan Kinerja perawat yaitu p value 0,003 (p<0,05) dan tidak ada hubungan antara Penghargaan dengan Kinerja perawat yaitu p value 0.529 (p>0.05).     Kata Kunci : Kinerja Perawat, Penghargaan, Pendidikan dan Pelatihan         ABSTRACT Hospital as one of the health care networks has a  strategic role  in providing and development of health manpower resources which are expected to have appropriate competence and knowledge with the development of consumer demand. Nurse as a source of hospital health workers is the most numerous, so that the performance o f the nurse becomes important thing to note. Education and training as well as appreciation are some of the factors that can affect people's performance. The purpose of this study is to determine the relationship between education and training also appreciation with the Performance in Inpatient Room at Pancaran Kasih GMIM hospital, Manado. This type is an analytic study with cross sectional study design involving 61 nurses. The data has been collected and analyzed by univariate and Bivariate. Primary data obtained from questionnaires and secondary data is got from the hospital profile. The statistical test used Chi Square test with a computer program. The results shows that from 61 respondents there is 45.9% who value Education and training and less good is 54.1%, there is also 47.5% who value that appreciation is good and less good is 52.5% while there is 49.2% of respondents has good performance and of 50.8% has less good performance. The results shows there is a relationship between education and training with the nurses performance with p value= 0.003 (p <0.05) and there is no relationship between appreciation and nursses Performance with p value=0.529 (p> 0.05).     Keywords : Nurse Performance, Appreciation, Education and Training
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG PROVINSI SULAWESI UTARA Soeprodjo, Raden R. O. K.; Mandagi, Chreisye K. F.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LATAR BELAKANG : Salah satu faktor individual yang mempengaruhi kinerja adalah karakteristik jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan status perkawinan. RSJ Prof. Dr. V. L Ratumbuysang Sulawesi Utara merupakan rumah sakit jiwa pusat manado kelas A, sebagai unit pelaksana teknik direktorat jendral pelayanan medic departemen kesehatan RI yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas.. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan jenis kelamin dan motivasi kerja dengan kinerja perawat di RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi utaraMETODE PENELITIAN : Jenis penelitian ini survei analitik desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2016.Populasi penelitian ini adalah jumlah perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu 40 perawat, , cara pengambilan sampel dengan metode total sampling pada perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-suare.HASIL : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kinerja perawat (p = 0,917), dan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja perawat (p =0,003). KESIMPULAN :Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kinerja perawat, akan tetapi terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat. Sebagai saran agar terus mempertahankan serta meningkatkan Motivasi kerja pegawai Rumah sakit pegawai agar pelayanan kesehatan lebih optimal.Kata Kunci : Jenis Kelamin, Motivasi , KinerjaABSTRACTBACKROUND : One of the individual factors a influence performance is the characteristics of gender, age, education level, tenure, and marital status. RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang North Sulawesi is a mental hospital in the center of Manado Class A, as a unit of a medical engineering directorate general medic services of the health department of the Republic of Indonesia which is able to provide specialist and subspecialist medical services. The aim of the research is to know the relationship of gender and performance motivation with the performance nurses at the RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang North Sulawesi Province. RESEARCH METHODS : This research was a cross sectional design cross-sectional study. This research was conducted in September-October 2016. The population of this research is the nurses who work in the hospital that is 40 nurses, the research sampling with the method on the nurses. The research instrument used a questionarrie. Data analysis was performed using a chi-square test. RESULTS : The results showed that there was no significant relationship between gender and nurse performance (p= 0,0917), and there was a significant correlation between motivation and nurse performance (p= 0,003). CONCLUSSION : There is no relationship between gender and performance nurse, but there is a relationship between motivation and performance nurse. As a suggestion to continue to maintain and improve employee motivation employee hospital for healthy services more optimal.Keywords : Gender, Motivation, Performance
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAHWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI Sampel, Olvin L.; Mandagi, Chreisye K. F.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu adalah salah satu pelayanan kesehatan terutama untuk kesehatan ibu dan balita, serta memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan   pelayanan kesehatan bagi anak balita dan ibu. Keaktifan kader berperan penting dalam kegiatan posyandu balita. Pengetahuan merupakan faktor yang mempengaruhi keaktifan kader,karena pengetahuan kader tentang posyandu akan berpengaruh dalam kegiatan-kegiatan, dan menunjang setiap penyelenggaraan posyandu sehingga dapat terlaksananya program kerja posyandu dan sasaran keberhasilan bisa dicapai. Berdasarkan survei awal Puskesmas Tanawangko memiliki jumlah kader kesehatan adalah 57 orang, Kurangnya pengetahuan mengenai tugas dan fungsi, dan dukungan dari masing-masing kader serta keterlambatan pemberian insentif maka disebabkan ketidakaktifan kader pada saat kegiatan posyandu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan keaktifan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tanawangko  Kecamatan Tombariri. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study atau studi potong lintang. Sampel dalam penelitian ini semua kader posyandu yang ada di Kecamatan Tombariri berjumlah 57 kader. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan keaktifan kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tanawangko Kecamatan Tombariri dengan nilai masing-masing p=0,006 dan p=0,017Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan keaktifan kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tanawangko Kecamatan Tombariri. Saran agar supaya kader posyandu lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan posyandu. Kata Kunci; Dukungan Keluarga, Keaktifan Kader Posyandu, Pengetahuan ABSTRACTPosyandu is one of the health services, especially for the health of mothers and toddlers, as well as getting ease to get information and health services for toddlers and mothers. The activeness of the cadres plays an important role in the activities of the under-five Posyandu. Factors that influence the activeness of cadres in the delivery of knowledge about posyandu, cadre knowledge about posyandu will have a good effect if posyandu cadres are active, participate in activities, and support any Posyandu implementation so that it will affect the implementation of Posyandu work programs and success targets can be achieved. Based on the initial survey of the Tanawangko Health Center, the number of health cadres was 57 people, the lack of knowledge about the duties and functions, and support from each cadre as well as the delay in providing incentives was caused by the inactivity of cadres during posyandu activities. The purpose of this study was to determine what factors were associated with the activeness of posyandu cadres in the Work Area Tanawangko Health Center, Tombariri District. This research method is quantitative research that is analytic survey with cross sectional study approach. The sample in this study all posyandu cadres in Tombariri District totaled 57 cadres The results of the study there is a relationship between knowledge and family support with the activeness of Posyandu cadres in the work area of Tanawangko Health Center, Tombariri District with values of p = 0.006 and p = 0.017, respectively The conclusion is that there is a relationship between knowledge and family support and the activeness of Posyandu cadres in the area of Tanawangko Health Center, Tombariri District. Suggestions for Posyandu cadres to be more active in Posyandu activities. Keywords: Active Posyandu Cadres, Family Support, Knowledge
HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU DAN KINERJA KADER DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELING ATAS KOTA MANADO Kawulur, Arvionita; Tucunan, Ardiansa A. T.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat yang dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Salah satu indikasi pemanfaatan Posyandu yaitu kehadiran ibu di posyandu dengan membawa balitanya untuk memantau tumbuh kembang anak. Bila sikap ibu balita baik maka ibu akan membawa anaknya rutin ke Posyandu. Kinerja kader dapat dijadikan tolak ukur dalam menilai kepuasan pengunjung yaitu ibu balita yang merasakan pelayanan Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu dan kinerja kader dengan pemanfaatan Posyandu Balita di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini  yaitu ibu yang memiliki balita berusia 0-5 tahun yang mendapatkan pelayanan program Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Besar sampel berjumlah 81 responden, dengan pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara melalui pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan CI=95% dan = 0,05. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 65,5% responden dengan sikap baik dan memanfaatkan Posyandu dengan nilai p=0,000, dan 56,8% responden yang menilai kinerja kader baik dan memanfaatkan Posyandu dengan nilai p= 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara sikap ibu dan kinerja kader dengan pemanfaatan Posyandu Balita di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Kata Kunci: Sikap Ibu, Kinerja Kader, Pemanfaatan Posyandu Balita ABSTRACT Posyandu (Integrated Service Post) is one form of Community-sourced Health Effort that is managed from, by and for the community to empower the community and provide facilities to the community in obtaining basic health services. One indication of the use of Posyandu is the presence of mothers at the posyandu by bringing their babies to monitor the child's growth and development. If the mother's attitude of a toddler is good, the mother will take her child regularly to the Posyandu. Cadre performance can be used as a benchmark in assessing visitor satisfaction, namely mothers of toddlers who feel Posyandu services. The research is aimed to know the relation between mother’s attitudes and cadre performance with utilization of toddler Posyandu in the Working Area at the Public Health Center Teling Atas Manado City. This research is quantitative research with cross-sectional study design. This research was conducted in October-November 2018, the population in this study were mothers who had infants aged 0-5 years who received Posyandu program services in the working area at the Public Health Center in Manado City. Data analysis using univariate and bivariate with chi square test, CI=95% and α=0,05. The results obtained were 65.5% of respondents with good attitude and using Posyandu with a value of p = 0,000, and 56.8% of respondents who assessed the performance of cadres as good and using Posyandu with a value of p = 0,000. The conclusion from this study is that there is a relationship between the attitude of mothers and the performance of cadres with the use of Posyandu toddlers in the working area at the Public Health Center Teling Atas Manado City. Keywords: Mother Attitude’s, Cadre Performance, Utilization of Toddler Posyandu
Co-Authors A. J.M Rattu, A. J.M Adisti A. Rumayar, Adisti A. Ardhana, Reynandi Rifky Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Asrifudin, Afnal ATIKA RAHMAWATI Bambuta, Rivana M. Boway, Lucky J. Datu, Meri Meilani Dorothy Egeten, Esri Andrew Koresa Eman, Shearent D. P. Fauziah, Tria Febi Kornela Kolibu Febrita Duminggu, Febrita Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gerry V.A Terok, Gerry V.A Ghufron, Deisy Trihandayana Gobel, Sri Radhawati Grace Korompis Guit, Eka Gloria Haezer, Sepang Megel Eben Jacobus, Regina Mitha Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kawatu, Paul A.T Kawulur, Arvionita Khoirurrizza, Mohammad Kodoatie, Beatrix Y. Kohar, Marisco Laisina, Florencia M. Lomboan, Mourine V. Maddusa, Sri Seprianto Mailoor, Rinda Jeyssi Maino, Irny E. Makahanap, Johana Chrissty Mamonto, Sutria Manurung, Pebrina Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R.R. Maramis, Julio Victor Fredrik Melissa, Wenur T Mendila, Chasandra Mokalu, Gloria Mokobimbing, Vaykel Marshel Mokolomban, Citra Moniung, Flariana Rinjani Nelwan, Melisa M. Nibong, Clara Rosalia Niha, Munawir Rizal Pajow, Regina V. M. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.K Kawatu, Paul A.K Paul A.T. Kawatu Paul Kawatu Potabuga, Murdini Prastowo, Prully Diana Pratiwi, Cilvia Debi Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, A.J.M Rattu, Joy. A.M. Raule, Jean H. Ribka L. Wowor, Ribka L. Rumajar, Adisty Rumayar, Adisti Ruus, Andreas Aprilio Staygers Sahala, Indra Salensehe, Zardvita Octavia Sampel, Olvin L. Sekarini, Retno D. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Soeprodjo, Raden R. O. K. Sondakh, Inricka Cristy Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumangkut, Vena Isabela Sumangkut, Vena Isabela Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Syarifain, Abdul Toliaso, Cynthia Sisilia Walukow, Paskalino A. Wattimena, Cevin J.L. Waworundeng, Cendy B. Windy, Najoan Marcella Woodford B. S. Joseph WORANG, Regina M. T wowor, syalomita Tesalonika Yoseph, Asti Octavia Yulianty Sanggelorang