Mandagi, Chreisye K. F.
Unknown Affiliation

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA PEKERJA APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DI PT ANGKASA PURA I (PERSERO) BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Windy, Najoan Marcella; Suoth, Lery F.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan suatu suara yang tidak dikehendaki untuk didengar. Kebisingan dapat terjadi saat mesin melakukan produksi. Pada alat transportasi udara yaitu pesawat juga menghasilkan suara bising dengan frekuensi tinggi dan dapat menganggu pendengaran. Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukan penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas, 2,6% mengalami gangguan pendengaran. Pekerja Apron Movement Control (AMC) yang bertugas menentukan tempat parkir pesawat setelah menerima arahan dari Aerodrome Control (ADC) Tower. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis program pengendalian kebisingan pada pekerja AMC di PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 6 orang informan yang terdiri dari  2 Section Head, SMS & OSH,  Airlines Service Team Leader,  SMS & OSH officer, dan 2  AMC officer. Dari hasil wawancara yang didapatkan program pengendalian sebagai berikut, penggunaan APD ear muff dan ear plug, safety shoes,kacamata, rompi, pengukuran kebisingan, pemeriksaan audiometri, pelaksanaan sosialisasi, adanya kebijakan dan sanksi, standar operasional prosedur (SOP), adanya pengawasan, dilakukan evaluasi. Faktor yang menghambat, ketidakpatuhan penggunaan APD, kurangnya komunikasi, ketersedian APD pada pekerja groundhandling, pengawasan yang kurang. Faktor pendukung ketersediaan APD, sosialisasi, SOP, pengukuran kebisingan, pemeriksaan audiometri, kebijakan dan sanksi. Program yang ada sudah berjalan dengan baik namun perlunya kesadaran dari pekerja agar program yang sudah ada dapat berjalan dengan baik. Kata kunci : Pekerja Apron Movemenet Control (AMC) Bandar Udara, Program Kebisingan ABSTRACT Noise is an unwanted sound to be heard. Noise can occur when the machine are doing producing. In the air transportation means aircraft also produce noise with high frequency and can disturb hearing. The results of Basic Health Research in 2013 showed that Indonesian population aged 5 years , 2.6% had hearing loss. Apron Movement Control (AMC) workers are tasked with determining the aircraft's parking place after receiving directions from the Aerodrome Control (ADC) Tower. The purpose of this research is to analyze the noise control program in workers for Apron Movement Control (AMC) workers at PT Angkasa Pura I (Persero) Sam Ratulangi International Airport, Manado. This research used a qualitative method with in-depth interviews with 6 informants consisting of 2 Section Heads, 1 Airlines Service Team Leader, 1 Safety Management System and Occupational Safety Health (SMS and OSH) officer and 2 Apron Movement Control (AMC) officers. From the interview results obtained by the control program as follows, the use of Hearing Protecting Device (HPD) ear muffs and ear plugs, safety shoes, glasses, vests, noise measurements, audiometry examinations, implementation of socialization, the presence of policies and sanctions, standard operating procedures (SOP), the existence of supervision, carried out evaluation. Inhibiting factors, non-compliance with Hearing Protecting Devive (HPD), lack of communication, availability of HDP to groundhandling workers, lack of supervision. Supporting factors for HDP availability, socialization, SOP, noise measurement, audiometry inspection, policy and sanctions. The existing program is running well but the need for awareness of workers so that existing programs can run well. Keywords : Apron Movement Control (AMC) Worker Airport, Noise Program
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN KOHESI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DESA TAMBUN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Kodoatie, Beatrix Y.; Sekeon, Sekplin A. S.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk lansia merupakan penduduk yang berisiko terhadap berbagai penyakit, dimana proses penuaan membuat terjadinya penurunan fungsi tubuh pada lansia. Untuk menilai kesehatan suatu penduduk tidak hanya atas dasar menyelamatkan nyawa, tetapi juga dalam hal meningkatkan kualitas hidup, terutama pada penduduk lansia. Kualitas hidup adalah konsep multidimensi yang luas yang mencakup evaluasi subyektif baik aspek positif maupun negatif dalam kehidupan. Indeks kualitas hidup Negara Indonesia berada di urutan 48 dari 60 negara, yaitu dengan angka 112,89. Terdapat dua faktor sosial yang ikut berperan dalam menentukan kualitas hidup lansia, yaitu dukungan sosial dan kohesi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kohesi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. penelitian ini dilaksanakan di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Mei-Juli 2018. Penelitian ini mengambil total populasi lansia di Desa Tambun sebagai sampel. Sampel yang didapat sebanyak 76 lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji chi square antara variabel dukungan sosial dengan kualitas hidup didapatkan nilai p=0,045 (p<0,05). Hasil uji chi square antara variabel kohesi sosial dengan kualitas hidup didapatkan nilai p=0,266 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia, dan tidak terdapat hubungan antara kohesi sosial dengan kualitas hidup lansia di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kohesi Sosial, Kualitas Hidup, LansiaABSTRACTElderly population is a population that is at risk of various diseases, which the aging process makes a decreasing of elderly’s body function. To assess the health of a population is not only on the basis of saving lives, but also in terms of improving the quality of life, especially for elderly population. Quality of life is a broad multidimensional concept that includes a subjective evaluation of both positive and negative aspects of life. The Indonesian quality of life index is ranked 48th out of 60 countries, with the number 112.89. There are two social factors that determine the quality of life of elderly, i.e. social support and social cohesion. The purpose of this study was to determine the association between social support and social cohesion with the quality of life of the elderly in Tambun Village, Likupang Barat District, North Minahasa. This research was a quantitative study with a cross sectional study approach. This research was conducted in Tambun Village, West Likupang District, North Minahasa from May until July 2018. This study took the total elderly population in Tambun Village as the sample. The samples obtained were 76 elderly. The results of this study shows that the chi square test between variables of social support with quality of life obtained p value = 0.045 (p <0.05). The chi square test results between the variables of social cohesion and quality of life obtained p value = 0.266 (p> 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that there is a correlation between social support and the quality of life of the elderly, and there is no correlation between social cohesion and the quality of life of the elderly in Tambun Village, West Likupang District, North Minahasa.Key Words: Social Support, Social Cohesion, Quality of Life, Elderly
ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Nibong, Clara Rosalia; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan tahap yang penting dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan di suatu pelayanan kesehatan. Dari jenis permintaan obat yang dibutuhkan di bulan Juli dari 66 jenis obat yang diminta hanya terdapat 11 jenis obat dan alkes yang diterima sesuai permintaan, sisanya sebanyak 52 jenis obat yang tidak terpenuhi sesuai yang diminta dan sebanyak 3 jenis obat yang diberi berlebih jumlahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mendalam mengenai perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Sario Kota Manado.Jenis penelitian ini menggunakan metode Kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang proses pengadaan obat di Puskesmas Sario. Metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam dengan Informan penelitian yang dipilih menurut tanggung jawab yang bersangkutan dengan penelitian. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 (Empat) informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas Sario, Penanggung Jawab Gudang Obat di Puskesmas Sario, Kepala Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Manado, dan Staff Apotik di Puskesmas Sario. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode untuk perencanaan dan pengadaan obat yang digunakan oleh Dinas Kesehatan Kota Manado dan Puskesmas Sario berbeda, perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas Sario menggunakan metode Konsumsi. Sedangkan metode perencanaan dan pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kota Manado berbeda-beda sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsinya masing-masing. Masalah kekosongan obat di Puskesmas Sario disebabkan pendanaan yang tidak mencukupi dari pemerintah dan kurangnya respon dari PBF (Pedagang Besar Farmasi). Pengadaan obat JKN melalui e-katalog tidak dapat menyediakan sesuai dengan jumlah yang diminta, jadi ketika didistribusi ke Puskesmas mengalami kekurangan.Kata Kunci: Perencanaan, PengadaanABSTRACTMedicine planning and procurement are two important steps in fulfilling the need of medicines in a certain unit of health service. Looking at the drug demand in July,out of the 66 types of drug demanded, only 11 types of drug and medical devices met the demand. 52 types did not meet the demand while the other 3 excess the demanded amount. The objective of this research is to obtain a deeper information regarding the drug planning and procurement in Puskesmas Sario Manado. This research uses the qualitative method in order to obtain a deeper information regarding the process of drug procurement in Puskesmas Sario. The data collected by doing an interview with informants whose tasks are related to this research. The informants were chosen based on their resposibilities. There are 4 (four) informants, namely The Head of Puskesmas Sario, Penanggung Jawab Gudang Obat Puskesmas Sario, The Head of The Pharmacy Installation of Manado Health Department and a Staff of Puskesmas Ssrio Drugstore. The result of this research shows that the methods of drug planning and procurement used by both Manado Health Department and Puskesmas Sario are different to each other. The drug planning in Puskesmas Sario uses the Comsumptionmethod while the Manado Health Department uses various methods according to each officer's tasks and functions. The problem in drug supply in Puskesmas Sario is caused by the insufficient funding from the government and the lack of response from the PBF (Pedagang Besar Farmasi). The drug procurement via e-catalog is not able to provide the sufficient amount of drug demanded, causing the lack of drug distributed to the Puskesmas.Keywords: Planning, Procurement
HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MOPUYA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Pratiwi, Cilvia Debi; Rumayar, Adisti A.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas adalah suatu unit pelayanan kesehatan yang merupakan ujung tombak dalam bidang kesehatan dasar. Pelayanan Puskesmas yang berkualitas akan menjadi salah satu faktor penentu upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan antara kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Waktu penelitian ini bulan Oktober- Desember 2018. Penelitian dilakukan di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 responden rawat jalan di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data berupa univariat dan bivariat, uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan = 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas jasa pelayanan kesehatan yang terdiri dari lima dimensi yaitu kehandalan (Reliability) ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,016. Dimensi jaminan (Assurance)  ada hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,020. dimensi bukti fisik (Tangibles) ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,050. Dimensi empati (Empathy)  antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,052. Dimensi ketanggapan (Responsiveness) ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,03.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat  hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Bagi Puskesmas Mopuya diharapkan untuk  meningkatkan kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan melakukan survei kepuasan pasien.  Kata Kunci : Kualitas Jasa Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien  ABSTRACT Puskesmas is a health service unit that is the spearhead in the field of basic health. Quality Puskesmas services will be one of the determinants of efforts to improve public health status.The purpose of this study was to determine the relationship between service quality and patient satisfaction in Mopuya Health Center, Dumoga Utara Subdistrict, Bolaang Mongondow District. This study used an analytical survey method using a cross sectional study approach. The time of this study was from October to December 2018. The study was conducted at the Mopuya Health Center in North Dumoga District, Bolaang Mongondow District. The sample in this study were 89 respondents outpatient in Mopuya Health Center, Dumoga Utara Subdistrict, Bolaang Mongondow District. The research instrument used a questionnaire. Analysis of data in the form of univariate and bivariate, statistical tests using Chi-square test with a confidence level = 95%.The results showed that the quality of health services consisting of five dimensions, namely reliability, there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction with a value of p value = 0.016. The guarantee dimension (Assurance) has a relationship between the quality of health services and patient satisfaction with a p value = 0.020. physical evidence dimension (Tangibles) there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction with a p value = 0.050. Empathy dimension between the quality of health services and patient satisfaction with a p value = 0.052. The dimension of responsiveness (Responsiveness) has a relationship between the quality of health services and the satisfaction of patients with a p value = 0.03.The conclusion of this study is that there is a relationship between the quality of health services and patient satisfaction in Mopuya Health Center, Dumoga Utara District, Bolaang Mongondow District. Mopuya Health Center is expected to improve the quality of health services by conducting a patient satisfaction survey.  Keywords : Quality Of Health Services, Patient Satisfact
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN BEBAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KANTOR WILAYAH SATUAN PAMONG PRAJA KOTA MANADO TAHUN 2018 Soputan, Selly L.; Kawatu, Paul A. T.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja yaitu pekerjaan yang diberikan kepada petugas atau tenaga kerja yang melebihi dari kemampuan atau kapasitas bekerja seorang petugas satpolpp sehingga akan mengakibatkan suatu kesalahan dalam bekerja yang sama artinya dengan akan menurunnya produktivitas kerja dari seorang tenaga kerja atau satpolpp itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara umur dan beban kerja dengan produktivitas kerja pada satpolpp di kantor wilayah satuan polisi pamong praja Kota Manado. Jenis Penelitian yakni observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh petugas polisi pamong praja dengan jumlah sampel 96 responden yang menggunakan rumus lemeshow. Bertempat di kantor wilayah satuan polisi pamong praja kota manado pada bulan oktober-november 2018.Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas dan beban kerja tenaga kerja dan disertai pengisian kuesioner. Uji yang  digunakan yaitu uji chi square p=0,005. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa antara umur dengan produktivitas p value = 0,890. dan  beban kerja dengan produktivitas kerja p value = 0,000. Sehingga kesimpulannya yakni bahwa Tidak terdapat hubungan antara umur dengan produktivitas kerja dan Terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktivitas kerja petugas satuan polisi pamong praja di wilayah satuan polisi pamong praja kota manado Kata Kunci: Umur, Beban Kerja, Produktivitas kerja ABSTRACTThe workload that is the work that is given to the clerk or the workforce in excess of ability or capacity to work a satpolpp so that it will lead to an error in the work of the same meaning with will decrease in work productivity of a labor or satpolpp itself. The purpose of this research is to know there is a relationship between age and workload with work productivity at satpolpp at the Office police units area teachers ' praja Manado city. This type of research i.e. analytic observations with the approach of cross sectional. The subject is the entire teachers ' praja police officers with 96 total sample of respondents who used the formula lemeshow. Housed at the Office police units area teachers ' praja manado city in October-november 2018. Research done by observing the level of productivity of the workforce and workload and accompanied the filling of the questionnaire. Test used chi square test that is p = 0.005. From the data analysis that has been done can be known that between the age of productivity with p value = 0.890. and workload with work productivity p value = 0.000. So the conclusion is that there is no relationship between the aged with work productivity and there is a relationship between workload with a police unit officers working productivity teachers in the region police praja teachers ' praja manado. Keywords : Age, Workload, Work Productivity
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MINANGA Sumampow, Rine Debora Jhona; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu terpadu atau disebut juga Total Quality Management (TQM) dapat didefinisikan dari tiga kata yang dimilikinya yaitu: Total (keseluruhan), Quality (kualitas, derajat/tingkat keunggulan barang atau jasa), Management (tindakan, seni, cara menghendel, pengendalian, pengarahan). Dari ketiga kata yang dimilikinya, definisi TQM adalah: “sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan benar sekali (right first time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan memotivasi karyawan “. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerapan total quality management dengan kinerja pegawai di Puskesmas Minanga. metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan di Puskesmas Minanga dan waktu pelaksanaannya pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2020. Responden ialah pegawai yang berada di Puskesmas Minanga. penelitian ini adalah semua pegawai yang berada di Puskesmas Minanga yang berjumlah 40 pegawai. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji Chi Square test.  untuk tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan kinerja baik 62,5%, pendidikan dan pelatihan dilaksanakan 62,5%, kesatuan tujuan dilaksanakan 75.0%, pelibatan dan pemberdayaan pegawai dilaksanakan 50,0%. sehingga memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,023 < 0,05) adanya hubungan antara kesatuan tujuan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,024 < 0,05) dan adanya hubungan antara pelibatan dan pemberdayaan pegawai dengan kinerja pegawai (p-value = 0,000 < 0,05). Kata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan, Kesatujuan Tujuan, Pelibatan dan Pemberdayaan pegawai, Kinerja Pegawai ABSTRACTIntegrated quality or also called Total Quality Management (TQM) can be defined from the three words it has, namely: Total (overall), Quality (quality, degree / level of excellence of goods or services), Management (action, art, holding, controlling, directing ). Of the three words that it has, the definition of TQM is: "a management system oriented to customer satisfaction with activities that are pursued absolutely right (right first time), through continuous improvement and motivating employees". The research objective is to determine the relationship between the application of total quality management with employee performance at the Minanga Health Center. The research method is descriptive analytic with cross sectional study approach. The study was conducted at the Minanga Health Center and the time of its implementation was in January to February 2020. Respondents were employees who were at the Minanga Health Center. This study is all employees who are in Minanga Health Center, amounting to 40 employees. Analysis of the data usedin the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used was Chi Square test. for a significance level of 95% (α = 0.05). The results of the study showed good performance62.5%, education and training carried out 62.5%, unity of objectives carried out 75.0%, involvement and empowerment of employees carried out 50.0%. thus showing a significant relationship between education and training with employee performance (p-value = 0.023< 0.05) there is a relationship between unity of purpose and employee performance (p-value = 0.024 < 0.05) and the relationship between employee engagement and empowerment and employee performance (p-value = 0,000 < 0.05). Keywords: Education and Training, Unity of Purpose, Employee Engagement and Empowerment, Employee Performance
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN CARA PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES DI DESA PAKUWERU KECAMATAN TENGA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Egeten, Esri Andrew Koresa; Engkeng, Sulaemana; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian skabies di negara berkembang termasuk Indonesia terkait dengan kontak fisik antar individu, kepadatan hunian, kemiskinan dengan tingkat kebersihan yang rendah dan keterbatasan akses air bersih memudahkan transmisi dan infentasi tungau scabies. Pencegahan skabies pada manusia dapat dilakukan dengan cara mengindari kontak langsung dengan penderita dan mencegah penggunaan barang-barang penderita secara bersama-sama Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan skabies di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan Juli 2019. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah pengetahuan dan sikap sedangkan variable terikat adalah cara pencegahan penyakit. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan skabies dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan penyakit scabies. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Cara Pencegahan. ABSTRACTThe incidence of scabies in developing countries including Indonesia is related to physical contact between individuals, occupancy density, poverty with low levels of cleanliness and limited access to clean water facilitates the transmission and infabation of scabies mites. Prevention of scabies in humans can be done by avoiding direct contact with sufferers and preventing the use of patient items together. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge and attitudes by preventing scabies in Pakuweru Village, Tenga District, South Minahasa Regency. This research is an analytic observational study with cross sectional study design. This research was conducted in Pakuweru Village, Tenga District, South Minahasa Regency in July 2019. The independent variable in this study was knowledge and attitude, while the dependent variable was a way to prevent disease. To find out the relationship between knowledge and attitude with prevent of scabies using the Chi Square test. The results of this study shows that there is a relationship between knowledge and attitude with how to prevent scabies Keywords: Knowledge, Attitude, Prevent.
GAMBARAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 DI KELURAHAN TALIKURAN UTARA KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA Lomboan, Mourine V.; Rumayar, Adisti A.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus yang baru ditemukan. Untuk pencegahan terhadap Covid-19, maka perlu menerapkan protocol kesehatan dengan mencuci tangan, menghindari mneyentuh daerah wajah, menerapkan etika bersin dan batuk, pakai masker, Social Distancing/Physical Distancing, membersihkan perabot di dalam rumah dan mencuci bahan makanan sebelum dimasak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pencegahan Covid-19 di kelurahan kawangkoan utara kecamatan kawangkoan utara  menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam melalui online yang diambil dari 7 informan masyarakat talikuran utara kecamatan kawangkoan utara. Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian berdasarkan hasil wawancara mendalam, diperoleh persepsi masyarakat tentang pencegahan Covid-19 dalam menghindari menyentuh daerah wajah, menerapkan etika bersin dan batuk, pakai masker, social distancing/physical distancing dan mencuci bahan makanan sebelum dimasak sudah sesuai dengan protocol kesehatan. Namun untuk mencuci tangan dan membersihkan perabot didalam rumah beberapa informan belum memiliki persepsi tentang pencegahan Covid-19 sesuai protocol kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat kelurahan talikuran utara kecamatan kawangkoan utara belum memiliki persepsi pencegahan yang sesuai dengan protocol kesehatan . Saran sebaiknya masyarakat lebih lagi menaati peraturan pemerintah yang telah dibuat terkait protocol kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat dan secepatnya negara kita kembali normal.  Kata Kunci : covid-19, masyarakat kelurahan talikuran utara, Pencegahan, persepsi ABSTRACTCovid-19 is an infectious disease caused by a new type of corona virus. To prevent Covid-19, it is necessary to apply health protocols by washing hands, avoiding touching the face area, applying ethics to sneezing and coughing, wearing masks, Social Distancing / Physical Distancing, cleaning furniture inside the house and washing food before cooking.This study aims to determine public perceptions about the prevention of Covid-19 in the Kawangkoan Utara sub-district of Kawangkoan Utara sub-district using qualitative methods with in-depth online interviews taken from 7 informants from the North Talikuran community in the northern Kawangkoan sub-district. Checking or checking the validity of the data using the method triangulation.The results of the study based on the results of in-depth interviews, obtained public perception about the prevention of Covid-19 in avoiding touching the face area, applying ethics sneezing and coughing, washing hands, wearing masks, social distancing / physical distancing, cleaning furniture inside the house and washing food before cooking in accordance with the health protocol.The conclusion can be seen that the public is very worried about the Covid-19 outbreak. For that reason, with the government's suggestion about prevention of Covid-19, it can be seen that the public perception is good, the public understands the danger of Covid-19 and the public also understands the health protocol in the prevention of Covid-19. so that the community continues to implement government recommendations related to health protocols.Suggestions that the public and the government should work more together in this matter so that the community remains controlled in the prevention of co-19 and our country returns to normal. Keywords: covid-19, talikuran utara village community, prevention, perception
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KELURAHAN KOLONGAN MITUNG KABUPATEN SANGIHE Sahala, Indra; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkoba  merupakan zat/obat  yang didaptkan melalui tanamn atau bukan tanaman  baik itu secara sintesis atau  semi  sintetisi, narkotika sintetis adalah narkotika palsu yang dibuat dari bahan kimia sedangkan narkotika semi sintetis adalah narkotika alami yang diambil zat aktifnya (intisarinya) yang  dapat menyebabkan  penurunan  atau  perubahan kesadaran,  hilangnya  rasa,  mengurangi  atau menghilangkan  rasa  nyeri  dan  dapat menimbulkan  ketergantungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja di kelurahan kolongan mitung kabupaten sangihe dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di kelurahan kolongan mitung kabupaten sangihe dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden. Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari umur, jenis kelamin, tempat tinggal dan sumber informasi tentang narkoba. Hasil penelitian menunjukan umur paling banyak yaitu 19 tahun ( 25,7%) , jenis kelamin responden laki-laki (51,4%) lebih banyak dari perempuan, tempat tinggal responden bersama orang tua (98,6%) lebih banyak daripada bersama keluarga, sumber informasi tentang narkoba dari responden melalui internet (84,3%) lebih banyak daripada melalui orang tua. Pengetahuan remaja baik sebanyak (84,3%), sikap remaja positif sebanyak (97,1%), sedangkan untuk tindakan baik sebanyak (74,3%). Dan hasil dari uji chi square untuk variabel pengetahuan dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba menunjukan adanya hubungan yang bermakna ( p = 0,027), sedangkan untuk  variabel sikap dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba menunjukan tidak adanya hubungan yang bermakna ( p = 0,063). Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan pencegahan, Narkoba ABSTRACTNarcotics are substances / drugs that are obtained through planting or non-plants either synthetically or semi-synthetically, synthetic narcotics are fake narcotics made from chemicals while semi-synthetic narcotics are natural narcotics whose active substance is taken (in essence) which can cause decline or change. awareness, loss of taste, reduce or eliminate pain and can lead to dependence..This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with drug abuse prevention measures in adolescents in the sub-district of Kolongan Mitung, Sangihe district by using a quantitative approach with a cross sectional method. This research was conducted in the sub-district Kolongan Mitung, Sangihe district with a total sample of 70 respondents. The characteristics of the respondents in this study consisted of age, gender, place of residence and sources of information about drugs. The results showed that the age at most was 19 years (25.7%), the sex of male respondents (51.4%) was more than female, where the respondents lived with their parents (98.6%) was more than with their family. , the source of information about drugs from respondents through the internet (84.3%) is more than through parents. Good adolescent knowledge (84.3%), positive adolescent attitudes (97.1%), while for good action as much as (74.3%). And the results of the chi square test for the knowledge variable with drug abuse prevention measures showed a significant relationship (p = 0.027), while the attitude variable with drug abuse prevention measures showed no significant relationship (p = 0.063). Keywords: Knowledge, Attitude, Preventive action, Drugs
HUBUNGAN ANTARA UKURAN TUBUH DAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI PENGUPAS KELAPA DI KELURAHAN GUNUNG WOKA KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Guit, Eka Gloria; Joseph, Woodford B. S.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dirasakan mulai dari keluhan ringan sampai dengan keluhan berat yang dikarenakan bekerja secara berulang dalam waktu yang lama. Sikap kerja tidak alamiah seperti;pergerakan tangan terangkat, punggung terlalu membungkuk dan kepala terangkat dapat menyebabkan keluhan sistem muskuloskeletal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara ukuran tubuh dan sikap kerja dengan keluhan MSDs. Dilakukan dengan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pelaksanaan Penelitian di Kelurahan Gunung Woka Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung, dari bulan September sampai Desember 2019. Sampel penelitian berjumlah 68 responden. Pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan pengukuran menggunakan Metode The Rapid Entire Body Assessment, timbangan berat badan dan microtoise. dengan mengunakan uji korelasi spearman. Hasil uji statistik antara ukuran tubuh dengan keluhan muskuloskeletal menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan nilai p = 0,525 dan nilai r =0,097, dan ada hubungan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai r = 0,388 dan  p = 0,008 yang memiliki hubungan keeratan searah dan lemah. Kata kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Ukuran Tubuh, Sikap Kerja ABSTRACT Musculoskeletal complaints are felt ranging from minor complaints to serious complaints due to repeated work for a long time. Unnatural work attitudes such as; hand movements raised, back bent too much and head raised can cause complaints of the musculoskeletal system. This study aims to determine whether there is a relationship between body size and work attitude with MSDs complaints. Conducted by analytic survey research with a cross sectional approach. Research implementation in Gunung Woka Village, Lembeh Utara District, Bitung City, from September to December 2019. The research sample was 68 respondents. Collecting data through interviews using a Nordic Body Map questionnaire and measurement using The Rapid Entire Body Assessment Method, weight scales and microtoise. by using the Spearman correlation test. The results of statistical tests between body size and musculoskeletal complaints showed that there was no relationship with p = 0.525 and r = 0.097, and there was a relationship between work attitude and musculoskeletal complaints with a value of r = 0.388 and p = 0.008 which had a unidirectional and weak relationship. Keywords: Musculoskeletal Complaints, Body Size, Work Attitude