Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong Di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Supriyanto Bahuwa; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Susan Mokoolang; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan tersebut. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pengambilan data primer melalui observasi dan wawancara terhadap peternak. Variabel yang diamati meliputi umur induk, paritas, Body Condition Score (BCS) dan waktu inseminasi buatan sebagai variabel bebas, serta status kebuntingan sebagai variabel terikat. Tingkat keberhasilan IB dianalisis menggunakan indikator Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) dan Non Return Rate (NRR), sedangkan analisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan IB dilakukan menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C sebesar 2,77, CR sebesar 37,04% dan NRR sebesar 40,12%, yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan di lokasi penelitian berada pada kategori kurang baik. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa secara simultan variabel umur induk, paritas, BCS dan waktu inseminasi buatan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan kebuntingan. Secara parsial, variabel BCS dan waktu inseminasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan IB dengan nilai signifikansi < 0,05, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Variabel yang paling dominan memengaruhi keberhasilan IB adalah variabel BCS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan manajemen reproduksi, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui perbaikan kondisi ternak dan optimalisasi pelaksanaan inseminasi buatan.
Hubungan Body Condition Score Dengan Interval Beranak Pada Sapi Potong Pada Sistem Pemeliharaan Rakyat Di Desa Sukamakmur Kecamatan Tolangohula Miskam Miskam; Widiastuti Ardiansyah; Mohammad Ervandi; Susan Mokoolang; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Body Condition Score (BCS) dengan interval beranak pada sapi potong dalam sistem pemeliharaan rakyat di Desa Sukamakmur, Kecamatan Tolangohula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kondisi tubuh ternak untuk penilaian BCS serta wawancara dengan peternak untuk memperoleh data reproduksi, khususnya interval beranak. Sampel penelitian terdiri dari induk sapi potong yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Uji normalitas menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ternak memiliki BCS pada skor 3 (kondisi ideal) dan interval beranak berada pada kisaran 12 - 14 bulan (kategori efisien). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara BCS dan interval beranak dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,738 dan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai BCS diikuti dengan penurunan interval beranak, yang berarti kondisi tubuh ternak yang optimal berperan dalam meningkatkan efisiensi reproduksi. Dengan demikian BCS dapat digunakan sebagai indikator praktis dalam pengelolaan reproduksi sapi potong pada sistem pemeliharaan rakyat.
Hubungan Kualitas Pakan Dengan Intensitas Respon Estrus Sapi Potong Pada Sistem Peternakan Rakyat Di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo Wiwid Widianto; Widiastuti Ardiansyah; Susan Mokoolang; Tusaban Tusaban; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pakan dengan intensitas respon estrus sapi potong pada sistem peternakan rakyat di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan metode korelasional. Sampel penelitian sebanyak 57 ekor sapi potong betina yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu sapi dalam umur reproduktif, tidak bunting, sehat, dan dipelihara secara tradisional. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas pakan memiliki nilai rata-rata sebesar 2,3088 yang berada pada kategori sedang menuju baik, sedangkan intensitas respon estrus memiliki nilai rata-rata sebesar 2,4947 yang berada pada kategori sedang menuju kuat. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan analisis non-parametrik. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,080 dengan signifikansi sebesar 0,555 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pakan dengan intensitas respon estrus sapi potong. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pakan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap intensitas respon estrus sapi potong pada sistem peternakan rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas respon estrus dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang lebih kompleks, seperti kondisi fisiologis ternak, manajemen reproduksi, dan kemampuan deteksi estrus. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas reproduksi ternak memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan terpadu.