Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Body Condition Score Dengan Interval Beranak Pada Sapi Potong Pada Sistem Pemeliharaan Rakyat Di Desa Sukamakmur Kecamatan Tolangohula Miskam Miskam; Widiastuti Ardiansyah; Mohammad Ervandi; Susan Mokoolang; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Body Condition Score (BCS) dengan interval beranak pada sapi potong dalam sistem pemeliharaan rakyat di Desa Sukamakmur, Kecamatan Tolangohula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kondisi tubuh ternak untuk penilaian BCS serta wawancara dengan peternak untuk memperoleh data reproduksi, khususnya interval beranak. Sampel penelitian terdiri dari induk sapi potong yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Uji normalitas menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ternak memiliki BCS pada skor 3 (kondisi ideal) dan interval beranak berada pada kisaran 12 - 14 bulan (kategori efisien). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara BCS dan interval beranak dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,738 dan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai BCS diikuti dengan penurunan interval beranak, yang berarti kondisi tubuh ternak yang optimal berperan dalam meningkatkan efisiensi reproduksi. Dengan demikian BCS dapat digunakan sebagai indikator praktis dalam pengelolaan reproduksi sapi potong pada sistem pemeliharaan rakyat.
Hubungan Kualitas Pakan Dengan Intensitas Respon Estrus Sapi Potong Pada Sistem Peternakan Rakyat Di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo Wiwid Widianto; Widiastuti Ardiansyah; Susan Mokoolang; Tusaban Tusaban; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pakan dengan intensitas respon estrus sapi potong pada sistem peternakan rakyat di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan metode korelasional. Sampel penelitian sebanyak 57 ekor sapi potong betina yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu sapi dalam umur reproduktif, tidak bunting, sehat, dan dipelihara secara tradisional. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas pakan memiliki nilai rata-rata sebesar 2,3088 yang berada pada kategori sedang menuju baik, sedangkan intensitas respon estrus memiliki nilai rata-rata sebesar 2,4947 yang berada pada kategori sedang menuju kuat. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan analisis non-parametrik. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,080 dengan signifikansi sebesar 0,555 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pakan dengan intensitas respon estrus sapi potong. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pakan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap intensitas respon estrus sapi potong pada sistem peternakan rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas respon estrus dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang lebih kompleks, seperti kondisi fisiologis ternak, manajemen reproduksi, dan kemampuan deteksi estrus. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas reproduksi ternak memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan terpadu.
Pengaruh Pemberian Ransum Komersil Terhadap Pertambahan Berat Badan Ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB) Ramlan Pomolango; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Widiastuti Ardiansyah; Susan Mokoolang
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.71-76.2026

Abstract

This study aimed to determine the effect of commercial feed provision on body weight gain and mortality of Balitnak Superior Native Chickens (KUB). The materials used were 100 day-old chicks (DOC) of KUB chickens. The commercial feeds tested were Mark Sinta (SA), Malinau (MA), Sreeya (SR), and Gold Coin (GC), while a mixed ration consisting of concentrate, ground corn, and fine rice bran served as the control treatment; all feeds were obtained from local distributors in Gorontalo. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments, where T1 served as the control. The results showed that the highest feed consumption occurred in treatment T5, which received the GC commercial feed, while the lowest was observed in T1 (control ration). Mortality rates in descending order were T1 (3%), T2 (2%), T3 (2%), T4 (2%), and T5 (0%). The highest body weight gain was recorded in T5 with the GC commercial feed, whereas the lowest was found in the control treatment (T1). In ascending order, body weight gain ranked as T1, T2, T3, and T4. The findings indicate that commercial rations with clearly defined protein content exert a more pronounced effect on body weight gain in KUB chickensPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum komersil terhadap pertambahan berat badan serta mortalitas Ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB). Materi yang digunakan adalah 100 ekor DOC Ayam KUB.Ransum Komersil yang dipakai adalah Mark Sinta (SA), Malinau (MA),Sreeya (SR) dan Gold Coint (GC) serta ransum campuran konsentrat, jagung giling dan dedak halus sebagai perlakuan kontrol yang diperoleh dari distributor lokal Gorontalo. Model penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan sekaligus T1 sebagai kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan konsumsi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan T5 dengan pemberian ransum komersial GC dalam pakan, dan yang terendah pada perlakuan T1 (KJD). Kemudian mulai dari mortalitas tertinggi secara berturut-turut adalah T1 (3%), T2 (2%), T3 (2%), dan T4 (2%) dan T5(0%). Pertambahan berat badan tertinggi diperoleh pada perlakuan T5 dengan pemberian ransum komersial (GC), dan yang terendah pada kontrol T1. Selanjutnya mulai dari pertambahan berat badan yang terendah berturut-turut yaitu T1, T2, T3, dan T4. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ransum komersil yang telah jelas kandungan proteinnya memberikan pengaruh lebih nyata pada pertambahan berat badan ayam KUB.
Peran Inseminator terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Jufri Harun; Susan Mokoolang; Terri Repi; Ishak Korompot; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10061

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran inseminator dengan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 100 peternak peserta program IB. Peran inseminator diukur melalui empat dimensi, yaitu kompetensi teknis, intensitas dan frekuensi pelayanan, efektivitas edukasi dan komunikasi, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan. Keberhasilan IB dinilai menggunakan Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Non Return Rate (NRR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensi peran inseminator berada pada kategori sangat baik, dengan skor kompetensi teknis 0,9395, intensitas dan frekuensi pelayanan 0,9380, edukasi dan komunikasi 0,9420, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan 0,9340. Indikator keberhasilan reproduksi menunjukkan S/C sebesar 1,67, CR 54,55%, dan NRR 77,00%. Kompetensi teknis berhubungan positif dan signifikan dengan keberhasilan IB (ρ=0,461), demikian pula intensitas pelayanan (ρ=0,371), edukasi dan komunikasi (ρ=0,219), serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan (ρ=0,589). Dimensi terakhir memiliki hubungan paling kuat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keberhasilan IB memerlukan penguatan kompetensi inseminator, ketepatan pelayanan, edukasi peternak, dan sistem pencatatan reproduksi yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan dasar bagi instansi peternakan untuk menyusun pelayanan reproduksi berbasis data yang konsisten, terukur, dan mudah dievaluasi secara berkala.
Tingkat Pengetahuan Peternak tentang Deteksi Birahi pada Sapi Potong dalam Mendukung Keberhasilan Inseminasi Buatan di Kelurahan Dutulanaa Kecamatan Limboto Eliyas Kau; Ishak Korompot; Susan Mokoolang; Mohammad Ervandi; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10154

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan peternak sapi potong mengenai deteksi birahi dalam mendukung keberhasilan inseminasi buatan di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto. Aspek yang dikaji meliputi pemahaman tentang tanda-tanda birahi, waktu pengamatan, ketepatan pelaporan kepada inseminator, serta waktu pelaksanaan inseminasi buatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 33 peternak yang dipilih melalui purposive sampling dan simple random sampling berdasarkan kriteria memiliki sapi betina produktif, menggunakan ternak sebagai akseptor inseminasi buatan, dan bersedia menjadi responden. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berisi 15 pernyataan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Instrumen terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk skor dan persentase, kemudian dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan skor pengetahuan sebesar 360 dengan persentase 72,73%, sehingga tingkat pengetahuan peternak berada pada kategori cukup. Peternak umumnya telah mengenali sebagian tanda birahi dan memahami pentingnya inseminasi buatan, tetapi masih terdapat kelemahan dalam menentukan waktu birahi, melakukan pengamatan secara teratur, dan melaporkan kondisi ternak secara tepat kepada inseminator. Temuan ini menegaskan perlunya penyuluhan berulang, demonstrasi lapangan, media visual, pencatatan reproduksi, dan pendampingan teknis yang disesuaikan dengan karakteristik peternak. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan memperbaiki ketepatan waktu inseminasi, mengurangi kegagalan perkawinan, meningkatkan peluang kebuntingan, serta mendukung efisiensi reproduksi dan pengembangan populasi sapi potong secara berkelanjutan di wilayah penelitian, serta memperkuat layanan reproduksi ternak berbasis kebutuhan peternak setempat secara lebih terarah.
MODEL PERENCANAAN STRATEGIS PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO (Studi Kasus Pendekatan R-O-N) Wahyu Sulistyo; Indah Mustika Sari; Susan Mokoolang; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2533

Abstract

Peternakan sapi potong merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian yang penting dalam perekonomian Indonesia terutama dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan pendapatan masyarakat. Permintaan daging dalam negeri menunjukkan peningkatan seiring pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya protein asal hewani berupa daging. Berbagai kendala yang sering dihadapi oleh peternak sapi potong rakyat. Diperlukan suatu model perencanaan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong rakyat yang diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah sistematis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuan untuk menganalisis potensi yang ada pada Resources-Organization-Norms (R-O-N) dan merumuskan model perencanaan strategis untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Desa yang terpilih menjadi lokasi penelitian sebanyak delapan desa yaitu Desa Saripi, Karya Murni, Tangkobu, Bongo IV, Rejonegoro, Bongo Tua, Girisa dan Wonggahu. Pemilihan desa-desa tersebut didasarkan pada luas wilayah yang jumlahnya mencapai setidaknya 50% dari luas Kecamatan Paguyaman. Pemilihan sampel penelitian (responden) dilakukan dengan metode purposive sampling (sengaja) dengan teknik snowball sampling yang didasarkan pada pertimbangan yang terkait dengan tujuan penelitian dan diperoleh sebanyak 96 responden. Pendekatan menggunakan potensi R-O-N atau Sumberdaya-Kelembagaan- Norma dilakukan untuk mengetahui komponen yang harus diperbaiki dan didukung demi optimalisasi dan penguatan kelembagaan atau entitas usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman memiliki potensi yang ada pada komponen R-O-N sebagai berikut: (a) Komponen pada resources: kepemilikan lahan menurut luas belum ideal sebagai sumberdaya usaha peternakan sapi potong, lahan belum dimanfaatkan sebagai budidaya sumber hijauan pakan ternak dan manajemen dan fasilitas kandang belum memadai; (b) Komponen pada organization: peran dan keberadaan penyuluh peternakan belum optimal dan sulitnya akses ke lembaga keuangan; (c) Komponen pada norms: tingkat kesadaran berusaha (business awareness) untuk mengembangkan usaha peternakan masih perlu ditingkatkan; (2) Model perencanaan strategis untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman berdasarkan komponen R-O-N adalah sebagai berikut: (a) Pelatihan dan akses pembiayaan. Kegiatan ini dapat meliputi optimalisasi pemanfaatan lahan, bahan pakan lokal dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; (b) Penguatan kelembagaan dan jejaring, melalui revitalisasi kelompok ternak, peningkatan peran penyuluh dan pembentukan jejaring mitra ekonomi; (c) Edukasi kewirausahaan yaitu peningkatan kesadaran berorientasi usaha dan pemberdayaan nilai-nilai gotong royong. Secara keseluruhan model perencanaan strategis untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman adalan model berbasis komunitas. Implikasi penelitian ini adalah bahwa model R-O-N dapat digunakan sebagai pendekatan konseptual dan praktis untuk membangun strategi pengembangan peternakan rakyat berbasis potensi lokal. Penerapan model ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi peternak dan meningkatkan kontribusi terhadap penyediaan daging sapi nasional.