Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALYSIS OF CAPITAL SOURCES AND BUSINESS CAPITAL MANAGEMENT IN UMKM PASTRIES TO MAK NI NORTH ACEH Marbawi; Dwi Yana, Lisa; Authar, Nailul; Hervina, Hervina; Salsabila, Salsabila
Journal of Accounting Research, Utility Finance and Digital Assets Vol. 1 No. 3 (2023): January
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/jaruda.v1i3.34

Abstract

The purpose of this study is to find out and analysis where and how the source of capital and the management of business capital by Umkm.the object of this study is Umkm in makni. This research uses the technique of Participation Observation, and formal interviews as for the results of this study are Umkm get a source of capital from business accelerator cooperation with PT. Global energy development (PGE), and the way capital management is carried out in the form of business diversification activities which is also one of the ways of developing MSME businesses towards mak ni.
Coffee Shop as a Space for Learning English Speaking Skills for Underprivileged Students Authar, Nailul; Saputri, Tiyas; Djuwari, Djuwari; Fitriyah, Fifi Khoirul
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022293

Abstract

Take a look at from the current situation, drinking a cup of coffee in a coffee shop becomes a living style trend in society. Not only teenagers experience enjoyable and comfort there, but also adult people feel the same too. This phenomenon are happening right now. Seeing this situation, it would be better if the activity of drinking coffee that was liked by the general public could be a way to overcome boredom in learning English, especially in speaking skills. However, not all students can get these facilities due to economic factors. They are called "Underprivileged Students". So, with this activity, it is hoped that it can help disadvantaged students so that they can get additional English education. The ranking shows that the English ability of the people in Indonesia is in the very low category. Without exception, teenagers or students in Surabaya. Especially those who experience this problem are underprivileged students, because they only get education through formal schools which are only carried out in class or online so they are less effective. As stated in the sub-chapter description of partner problems, there are solutions to overcome problems with partners. One of the creative ideas that can be done is to learn English at the Coffee Shop. This activity will take place through 4 stages, the first is pre-activity, the second is the general stage which includes the inauguration of the activity, the third is the core of the activity, and the fourth is the evaluation of the activity.
Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Pendampingan Penyusunan RPP berorientasi Kecakapan Abad 21 Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Authar, Nailul
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022256

Abstract

Tidak dapat disangkal bahwa Revolusi Industri Keempat akan segera berlangsung (juga dikenal sebagai Industri 4.0). Bahkan pendidikan terpukul keras oleh angin puyuh revolusi. Sekolah memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam mempersiapkan anak-anak mereka untuk era digital. Bagi lembaga pendidikan, tuntutan akan pendidikan luar biasa dari mereka yang mempersiapkan generasi penerus siswa sangatlah besar. Pendidikan dipengaruhi oleh berbagai unsur, salah satunya adalah kualitas guru. Guru harus diizinkan untuk berpartisipasi dalam proses pendidikan untuk memajukan pengembangan profesional mereka sendiri. Untuk pengalaman pendidikan kelas dunia, penting untuk merencanakan ke depan. Setiap kelas perlu memadukan keterampilan dan informasi dari era modern ke dalam konten yang disajikan. Modifikasi kurikulum 2013 untuk 2018 menetapkan ini sebagai wajib. Penanaman keterampilan abad 21 ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi hari-hari revolusi industri 4.0 yang sudah berlangsung. Sebagai contoh, keterampilan abad 21 mencakup kemampuan untuk belajar dan berkembang, serta bagaimana berinteraksi dan berkolaborasi dengan orang lain. Berbagai macam keterampilan, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah dan komunikasi serta kreativitas dan membaca, diperlukan dalam setiap komponen. Guru perlu meningkatkan kemampuannya dalam mengajarkan keterampilan abad ke-21. Guru harus diberi instruksi tentang bagaimana merancang kelas yang menggabungkan keterampilan yang sesuai untuk abad kedua puluh satu.
Peningkatan Perekonomian Melalui Pemberdayaan UMKM dan Pemanfaatan Digital Marketing (di SMP Yamassa Surabaya) Adinugroho, Mukhtar; 'Arobi, Akhmad 'Izzul; Wulansari, Tri; Herlambang, Teguh; Yudianto, Firman; Authar, Nailul
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024903

Abstract

The development of technology and digitalization has drastically changed the marketing landscape. Today's consumers are more connected online and spend a lot of time on digital platforms. Digital marketing training provides an understanding of how to use data and analytics to identify and understand consumer behavior, allowing companies to send relevant and engaging messages to the right audience. This digital marketing training program is carried out with several approaches offered to solve the problem of limited knowledge and skills of Yamassa Surabaya Middle School students in marketing expertise using digital technology. These methods include lecture methods and practical demonstrations. The participants of this Community Service were all attended by 25 Yamassa Surabaya Middle School students and 1 accompanying class teacher. The implementation of the activity went smoothly, this was due to the participation and involvement of all parties, especially students, teachers, and the Unusa community service team. The results of the community service are expected to help participants maximize their knowledge and skills in the field of digital marketing which can support entrepreneurship for the younger generation.Abstrak. Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mengubah lanskap pemasaran secara drastis. Konsumen saat ini lebih terhubung secara online dan menghabiskan banyak waktu di platform digital. Pelatihan digital marketing memberikan pemahaman tentang cara menggunakan data dan analitik untuk mengidentifikasi dan memahami perilaku konsumen, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengirim pesan yang relevan dan menarik kepada audiens yang tepat. Program pelatihan digital marketing ini dilakukan dengan beberapa metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP Yamassa Surabaya dalam keahlian pemasaran menggunakan teknologi digital. Metode tersebut antara lain yaitu metode ceramah dan demonstrasi praktik. Peserta Pengabdian Masyarakat ini seluruhnya dihadiri oleh 25 siswa SMP Yamassa Surabaya dan 1 orang guru kelas pendamping. Pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan lancar, hal ini dikarenakan partisipasi dan keterkaitan semua pihak terutama para siswa, guru, dan tim pengabdian masyarakat Unusa. Hasil pengabdian masyarakat tersebut diharapkan dapat membantu para peserta untuk memaksimalkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang digital marketing yang dapat menunjang kewirausahaan bagi generasi muda.
Peningkatan Kompetensi Literasi Digital pada Virtual Leraning di Sekolah Dasar Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Authar, Nailul
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022257

Abstract

Penggunaan media sosial atau aplikasi konferensi di smartphone atau laptop untuk pembelajaran online membuat siswa lebih nyaman dengan teknologi digital, atau beberapa siswa sudah terbiasa dengannya karena waktu mereka di SDN Rowokangkung 1 Kabupaten Lumajang, dan proyek pengabdian masyarakat yang berfokus pada literasi digital kemudian dilakukan untuk mengajari siswa cara memanfaatkan internet dengan aman, sehat, dan berpengetahuan. Kegiatan selama tiga bulan, dimulai dengan sosialisasi dan perijinan dan diakhiri dengan evaluasi. Siswa yang berpartisipasi dalam proyek layanan ini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menggunakan internet dan teknologi elektronik seperti smartphone untuk kebaikan, serta bagaimana aman saat online dan menemukan situs web yang dapat dipercaya dengan konten yang sesuai dengan usia. 91 persen responden bersedia untuk bertanya, mengulang informasi yang mereka pelajari dari pendidik, dan mengulang isi yang mereka pelajari dari kegiatan, dan keefektifan kegiatan ditunjukkan dengan antusias partisipasi siswa. Aktivitas Siswa dapat menggunakan teknologi contohnya blog, media sosial, web, dan YouTube untuk menemukan materi, membaca, dan mendengarkan, dan mereka dapat melacak kemajuan setiap pembelajaran seperti yang diajarkan secara online.
Peningkatan TPACK melalui Pemanfaatan Microsoft Sway: Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Pedesaan Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Authar, Nailul
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022258

Abstract

Guru SD dengan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Instruksi online tersedia untuk siapa saja yang terkena dampak epidemi COVID-19. Guru harus mempelajari TPACK agar dapat secara efektif memasukkan teknologi ke dalam kelas. Anda juga dapat menggunakan sway.com untuk menonton video pelatihan sway.com, yang dapat diakses secara online. Proses pembelajaran online di SDN Bantaran 3 Kabupaten Probolinggo memiliki banyak kendala, menurut pengamatan yang dilakukan di sana: 1) proses pembelajaran hanya menggunakan grup Whatsapp, 2) pemahaman guru tentang platform pembelajaran online masih terbatas, dan 3) kapasitas guru untuk menangani teknologi masih kurang memadai. Guru di SDN Bantaran 3 Kabupaten Probolinggo akan mempelajari cara menggunakan fungsi goyang Microsoft Office365 sebagai akibat dari masalah ini. Ceramah dan diskusi, praktek, dan refleksi dan tindak lanjut adalah tiga teknik utama untuk menempatkan instruksi ke dalam tindakan. Komputer laptop dan akses ke internet adalah peralatan penting untuk kursus ini. Pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang muncul di lapangan, misalnya dengan menambah jumlah koneksi internet yang tersedia ke jaringan. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari, 29 Mei dan 5 Juni 2021. Menurut temuan PPM, guru sudah bisa menggunakan sway untuk membuat materi edukasi bagi murid-muridnya.
MORPHOLOGICAL AND SYNTACTICAL ERRORS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS WITH DIFFERENT SEX IN SPEECH PRODUCTION Zaniar, Savira -; Afandi, Mujad Didien; Authar, Nailul; Djuwari, Djuwari; Pramudita, Niken Ayu
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 13, No 2 (2024): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v13i2.14783

Abstract

There are differing opinions in the field of cognitive sciences when it comes to the role of sex in language acquisition. Men and women exhibit differences in their speaking and writing ability as a result of their distinct social roles throughout evolution. These disparities are equally, if not more, evident in students, both during normal and abnormal growth. In addition to the well-documented advantage that girls have in early language development, it is noteworthy that the majority of developmental problems that predominantly impact communication, speech, and language skills are more prevalent in boys. This article seeks to elucidate the disparities between sex regarding ordinary communication and language development, as well as the disparities in the occurrence of neurodevelopmental disorders connected to communication. Additionally, particular attention is given to data derived from the field of neuroscience, which may offer valuable insights into the neurological mechanisms that contribute to the comprehension of this event. We contend that the structural arrangement of the female brain confers women with an innate edge in developing communication and language systems compared to men. Divergent perspectives are present on the differentiation between sex within the field of cognitive sciences. The talks are founded upon clinical, social, and political perspectives. The evolutionary and biological perspectives have often emphasized arguments related to 'nature', whereas feminist and constructivist viewpoints have often emphasized arguments related to 'nurture' when discussing cognitive sex differences. This narrative review provides a comprehensive analysis of the origins and historical evolution of these arguments, as well as a summary of the findings in the field of sexually polymorphic cognition. By adopting multidisciplinary techniques, we aim to highlight the importance of interconnecting disciplines and gaining a more comprehensive knowledge of the precise factors that contribute to sex differences and gender diversity in cognitive capacities.
A Narrative Analysis on Teaching Performance of The English Pre-Service Teacher Aquariza, Novi Rahmania; Authar, Nailul; Asmara, Berda; Zaniar, Savira; Afandi, Mujad Didien
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v4i4.365

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kinerja mengajar calon guru bahasa Inggris melalui pendekatan analisis naratif. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana para guru ini membangun identitas dan praktik mengajar mereka di dalam kelas. Analisis naratif digunakan untuk memeriksa cerita dan pengalaman pribadi yang dibagikan oleh calon guru mengenai perjalanan mengajarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara semi-struktural dan jurnal reflektif sebagai alat pengumpulan data dari calon guru bahasa Inggris. Naratif dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema umum yang berkaitan dengan praktik mengajar, tantangan yang dihadapi, dan strategi yang digunakan guru untuk meningkatkan efektivitas mengajarnya. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa calon guru sering mengalami fase ketidakpastian dan pertumbuhan saat bertransisi dari mahasiswa menjadi seorang pendidik. Naratif menyoroti pengaruh pengalaman pribadi, pelatihan pedagogis, bimbingan, dan dinamika kelas terhadap praktik mengajar mereka. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya praktik reflektif dalam meningkatkan kinerja mengajar dan pengembangan profesional di kalangan calon guru.
Bullying at Aceh Modern Islamic Boarding Schools (Pesantrens): Teachers’ Perceptions and Interventions Marthunis, Marthunis; Authar, Nailul
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.839 KB) | DOI: 10.32533/01201.2017

Abstract

The study focused on obtaining substantial information of teachers’ perceptions and interventions in bullying cases in the environment of modern ‘pesantren’, Islamic boarding school that facilitates students with formal schooling and dormitory facilities. The study provided an analysis of how teachers at the pesantren conceptually perceive bullying behavior and their concrete actions to prevent the behavior. The study revealed that the pesantren’s teachers perceived bullying as dangerous behavior and therefore should be intervened. The study also discovered that the teachers intervened the behavior more reactively than proactively. However, their positive perceptions that bullying is detrimental as well as their concrete actions to prevent bullying on their pesantren could not reduce its occurrence significantly. Teasing, mocking or nick-name-calling, for instance, were still found in the researched pesantren.[Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan intervensi para guru di lingkungan pesantren modern terhadap perundungan. Pesantren terindikasi sebagai tempat yang cukup rentan terjadi perundungan karena interaksi yang terus menerus terjadi antar siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di asrama. Studi ini memberikan analisis bagaimana guru di pesantren secara konseptual memandang perilaku perundungan dan bagaimana tindakan nyata mereka untuk mencegah perilaku tersebut. Penelitian ini juga mencoba mengungkap bagaimana persepsi dan intervensi guru di pesantren terhadap masalah perundungan secara fenomenografi. Penelitian ini menemukan bahwa para guru di pesantren menganggap perundungan sebagai perilaku berbahaya yang perlu ditangani. Para guru di pesantren menggunakan beberapa intervensi dalam bentuk pendekatan reaktif daripada proaktif. Namun, persepsi positif mereka dan tindakan nyata mereka untuk mencegah terjadinya perundungan di dalam lingkungan pesantren tidak dapat mengurangi kemunculannya secara signifikan, terutama mengejek atau menyebut nama gelar tertentu sudah cenderung menjadi kebiasaan dan budaya di lingkungan pesantren.]
LEARNING MOTIVATION OF CHARACTERS IN LASKAR PELANGI BY ANDREA HIRATA Dariswanto, Suad Vandana; Kasiyun, Suharmono; Authar, Nailul
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 13 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v13i1.1078

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that aims to find out high motivation of student in learning in remote villages, Belitong. In the LaskarPelangi novel There are many implicit and explicit messages of high motivation and enthusiasm for learning ten students of SD Muhammadiyah, Belitong..Motivation has an important influence in learning. This is one of the factors that greatly determines student learning outcomes, in this case makes the behavior to work or learn with full of initiative, creative and directed. Students who have high motivation to learnwill always try to be better and want to be succeedin their environment.