Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Kapuas

Pemanfaatan Lahan Perkotaan Untuk Aplikasi Budidaya Ikan Gabus Dengan Sistem Akuaponik Farid Mudlofar; Rizal Akbar Hutagalung; Suparmin Suparmin; Agus Setiawan
Kapuas Vol 1 No 1 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i1.218

Abstract

The need for fish food is not in line with the increasing land of densely populated residential areas, especially in the capital city of West Kalimantan province, Pontianak City. The development of Snakehead fish culture is very promising, when assessing economically the selling price of snakehead fish has a good market potential to improve the community's economy Pontianak City. The acuponic system is very relevant to be carried out in urban areas with the availability of narrow land, because the acuponic cultivation system is more effective in land use. The implementation of community service activities in the snakehead fish culture community with an aquaponic system aims to provide solutions for fish cultivation communities in densely populated areas to utilize residential land to improve the economy. The method of science and technology transformation is carried out through theoretical training on the prospects of snakehead fish farming with an acuponic system, how to make an aquaponic system installation, good ways of fish farming, snakehead fish production and sustainable vegetable crops. Next is the application of snakehead fish enlargement by using the aquaponic system and analyzing the snakehead fish farming business with the aquaponic system. Monitoring of water quality, feed, and growth of fish and plants is carried out every day. Monitoring the growth of weight and survival rates of fish and plants is done every month and evaluated the success of activities carried out at the end of the activity. During the mentoring activities not only carried out in technical activities, but also in institutional fish cultivators, so that an established, independent and productive entrepreneurial group was formed. Keywords: channa striata, aquaponic, land, limited
Aplikasi Sistem Resirkulasi Filtrasi Pada Pendederan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) di Bak Terpal Bagi Kelompok Pembudidaya Ikan Tani Makmur Di Desa Punggur Kabupaten Kubu Raya Ridwan Salim; Farid Mudlofar; Rizal Akbar Hutagalung; M. Taufik
Kapuas Vol 1 No 1 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i1.223

Abstract

Sangkuriang catfish is one of the superior catfish strains that has high economic value by means of fish breeding which is relatively easy, but the availability of water has decreased quality in the cultivation process, so the necessity of the application of filtration recirculation system in order to maintain the quality and quantity of water in order to support the growth rate and survival rate in the nursery process of sangkuriang catfish. Problems faced by the Farmers Farmers' Group Makmur in the Punggur Kecil Village, especially in implementing sangkuriang catfish nursery with a recipe system, of course, technically the community does not master because they are accustomed to gardening even though there are some farmer groups that have pondered fish but the knowledge about fish farming is good and right of course the knowledge of knowledge is still limited, in order to overcome the problem, it is necessary to have counseling from universities to transfer fisheries cultivation technology by means of assistance so that the community can independently carry out fish farming activities with the reculation system. The activities in the application of science and technology include socialization activities, counseling, science and technology applications in fish culture to technical and business evaluations and assistance during the process of fish farming activities. The technical results obtained by fish farmers during sangkuriang catfish breeding with a filtration recirculation system are with a significant increase in growth rate and survival rate during maintenance reaching 86.15%, from the evaluation of the technical results based on the value of community welfare where profits are obtained the increasing business feasibility and feasibility in terms of the B / C ratio <1 so that it is expected to have an impact on increasing profits in raising sangkuriang catfish. Keywords: Breeding, Sangkuriang catfish , Recirculating, Filtration, Punggur Village
Teknik Pembesaran Ikan Baung (Mystus Nemurus) dengan Aplikasi Probiotik Guna Mendukung Produktifitas Budidaya Ikan Lokal Ramah Lingkungan (Suistanable Aquaculture) di Unit Pembenihan dan Pendederan Ikan Air Tawar (UPPIAT) Kota Pontianak Agus Setiawan; Farid Mudlofar; Rizal Akbar Hutagalung; Ridwan Salim; Sri Warastuti; Sarmila Sarmila; Susilawati Susilawati
Kapuas Vol 1 No 2 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i2.351

Abstract

Kalimantan Barat mempunyai peluang dan potensi besar dalam pengembangan ikan endemik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang dapat dimanfaatkan pembudidaya dalam mendongkrak pendapatan dan produktifitas budidaya ikan yang terus dikembangkan. Ikan Baung merupakan salah satu ikan lokal di Sungai Kapuas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. alah satu konsep budidaya ikan ramah lingkungan adalah memanfaatkan bahan alami (bakteri) guna meningkatkan produktifitas hasil budidaya, salah satu teknologi yang paling mudah diaplikasikan dan terbukti efektif adalah budidaya ikan dengan penambahan bakteri probiotik baik penambahan melalui pakan maupun intervensi bakteri pada perairan pemeliharaan. Tujuan spesifik dari kegaitan pengabdian masyarakat terkait dengan meningkatkan kompetensi dan kemampuan masyarakat pembudidaya ikan dalam menerapkan teknologi budidaya ikan baung dengan aplikasi probiotik secara berkelanjutan dan melakukan analisis usaha yang terukur selama kegiatan budidaya pada pembudidayaan ikan di Unit Pembenihan dan Pendederan Ikan Air Tawar (UPPIAT) Kota Pontianak dan diharapakan dapat menjadi contoh bagi pembudidaya ikan lain disekitarnya. Sedangkan manfaat dari kegaitan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan aspek eknomi dan peningkatan kompetensi pembudidaya ikan dalam megaplikasikan teknologi. Kegiatan PPM ini dilakukan di Kota Pontianak selama 8 bulan, dengan masa 5 bulan pemeliharan dan pemantaan sedangkan 1 bulan terkahir dilakukan evaluasi. Dimana dalam aplikasibya pembudidaya ikan melakukan budidaya ikan baung dengan menggunakan probiotik sebagai upaya budidaya ikan yang ramah lingkungan. Kegaitan PPM secara umum dibagi menjadi tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan mencakup FGD dan perencanaan kegiatan, Pelatihan dan penyuluhan proses pemeliharaan yang mencakup monitoring dan pendampingan hingga evaluasi kegiatan pemeliharaan. Selama kegaitan pendampingan dan proses pemelihaaraandilakukan terdapat beberapa parameter moniritong seperti laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, Konversi pakan hingga analisis usaha hasil panen yang dilakukan pembudidaya ikan. Disamping itu terdapat beberapa paramater pengamatan teknis pendukung seperti manajemen kualitas air, manajemen pakan hingga pengelolaan kesehatan ikan. Selama evaluasi berlangsung pembudidaya ikan didampingi untuk melakukan analisis usaha yang telah dilaksnakan dari hasil kegiatan PPM ini, dari hasil pendampingan dan analisis secara komperhensif, maka didapatkan keuntungan yang signifikan dari kegiatan budidaya ikna baung dengan pemanfaatan prodibiotik ini, dimana nila keuntungan bersih yang didapat pembudidaya ikan mencapai Rp. 1.250.000/Siklus. Setelah kegiaatan PPM ini diselenggarakan, maka diharapakan trasformasi terknologi yang dilakukan oleh tim PPM dapat menjadi salah satu acuan dalam teknis pelaksanaan budidaya ikan baung dan diharapakan secara umum menjadi percontohan bagi pembudiday ikan lain agar dapat meningkatkan produktifitas melalui budidaya ikan lokal yang ramah lngkungan dan mempunyai produktifitas yang tinggi baik dari segi hasil panen maupun finanasial. Kegaitan PPM ini dilaksnakan secara periodek sesuai jadwal yang direncanakan dan diharapakna kegaitan PPM ini dapat dilanjutkan dalam bentuk trasnformasi teknologi yang lebih modern sehingga pembudidaya ikan dapat mengaplikasikan teknologi aplikatif yang lebih menguntungkan.
A Teknik Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Monosex Sebagai Alternatif Dalam Meningkatkan Produktifitas Pembudidayan Ikan Pada Keramba Jaring Apung Di Dusun Buntut Limbung Desa Muara Baru Kec. Sungai Raya Kab. Kubu Raya Susilawati Susilawati; Slamet Tarno; agus Setiawan; Sarmila Sarmila; Farid Mudlofar; Sri Warastuti; Rizal Akbar Hutagalung; Hylda Khaiarah Putri
Kapuas Vol 2 No 1 (2022): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v2i1.362

Abstract

. Budidaya tunggal kelamin (monoseks) tepat untuk diterapkan sehingga diperoleh nila dengan pertumbuhan yang cepat seperti pada ikan berjenis kelamin jantan yang tumbuh lebih cepat dibandingkan ikan betina. Waktu panen pun lebih singkat, bibit jantan membutuhkan 4 bulan untuk mencapai bobot 450-500 gr/ekor, sedangkan betina selama 6 bulan. Sebagian masyarakat di Dusun Buntut Limbung kecamatan Sungai Raya selama ini memanfaatkan anak sungai Kapuas untuk membudidayakan ikan nila dengan menggunakan metode budidaya ikan nila secara multisex pada KJA. Metode ini menghasilkan panen yang masih belum memenuhi standar dalam hal produktivitasnya. Untuk itu perlu dilakukan cara terbaik yang mudah diterapkan dan memungkinkan terjadinya peningkatan hasil panen dengan waktu pemeliharaan yang relatif lebih singkat. Metode yang dianggap tepat menurut survey yang dilakukan oleh tim PPM prodi Budidaya Perikanan Politeknik Negeri Pontianak di tahun 2021 ini adalah dengan metode budidaya ikan nila secara monosex kultur. Tujuan kegiatan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) ini adalah : Meningkatkan produkstivitas usaha budidaya ikan nila dengan pemanfaatan sarana dan prasarana secara efektif dan efisien, Meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya ikan, dan menumbuhkan motivasi bagi masyarakat lainnya serta meningkatkan kemampuan atau kompetensi komunitas pembudidaya ikan di dusun Buntut Limbung dalam menerapkan teknologi budidaya ikan nila dengan sistem monosex kultur secara berkelanjutan. Sedangkan manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan PPM ini adalah meningkatnya penghasilan sebagai dampak peningkatan produkstivitas dari usaha yang dilakukan sebelumnya dan meningkatnya kompetensi komunitas pembudidaya ikan dalam penerapan teknologi produksi ikan Nila sistem monosex dengan pemanfaatan sarana produksi secara efektif dan efisien. Tahapan kegiatan PPM ini adalah: Sosialisasi kegiatan dengan cara memaparkan latar belakang, tujuan, dan manfaat iptek bagi para komunitas masyarakat pembudidaya ikan dan masyarakat lain di sekitarnya, penyuluhan membuka wawasan dan memberikan pengetahuan terkait dengan potensi atau prospek usaha budidaya ikan nila secara monosex di KJA, guna menjaga keberhasilan pola percontohan tersebut maka dilakukan kegiatan pendampingan. Penerapan teknologi Budidaya Ikan nila dengan sistem monosex kultur di KJA ini, meliputi : Menyiapkan sarana prasarna serta alat dan bahan lainnya, teknis budidaya meliputi : Persiapan wadah dan jaring, melakukan seleksi dan penebaran benih, benih ikan nila yang ditebar berukuran 5-8 cm dengan padat tebar 100 ekor/m3. Melakukan manajemen pakan, melakukan sampling populasi dan pertumbuhan per 2 minggu sekali, serta melakukan pengecekan kualitas air yang dilakukan setiap hari, melakukan pengamatan adanya kemungkinan serangan hama dan penyakit ikan. Melakukan tindakan pencegahan sesuai kaidah biosecurity serta dapat melakukan penanganan yang cepat dan tepat. Melakukan sortasi dan grading, serta melakukan pemanenan baik secara parsial maupun secara masal yang dilakukan oleh pembudidaya ikan serta mengevaluasi tingkat keberhasilan teknis dan ekonomis yang akan dijadikan acuan bagi siklus budidaya ikan nila berikutnya. Analisa usaha dilakukan pada akhir pemeliharaan dengan hasil pendapatan bersih Rp. 5.895.000/siklus,sedangkan dengan sistem konvensional mendapatkan hasil 1.038.000/siklus. Peningkatan perekenomian masyarakat melalui dengan menerapakan teknologi yang aplikatif adalah target sasaran yang diinginkan dalam kegaitan PKM ini, hal tersebut telah terealisasai dengan perhitungan analsisi ekonomi dengan estimasi keungungan yang lebih besar dibanding dengan budidaya ikan nila tanpa menerapkan teknologi benih ikan nila monosex. Kata Kunci: Budidaya, Ikan Nila Monosex, Keramaba Jaring Apung.
Penerapan Usaha Budidaya Arwana Brazil (Osteoglossum bicirhossum) Bagi Siswa SMKN 1 Sungai Raya Kubu Raya Setiawan, Agus; Mudlofar, Farid; Sarmila, Sarmila; Shilman, M. Idham; Susilawati, Susilawati; Warastuti, Sri; Putri, Hylda Khairah; Nurfahma, Nurfahma; Kusumawati, Dewi
Kapuas Vol. 3 No. 2 (2023): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v3i2.562

Abstract

Brazilian Arowana fish is one of the ornamental fish with high economic value that has the potential to be developed in Kubu Raya district. This fish is relatively easy to care for, but there are still many people who are not brave enough to maintain it due to a lack of knowledge. For this reason, it is necessary to adopt technology through PPM activities by utilizing collaboration with SMKs as well as upgrading the competencies that students currently have. With this activity can be an alternative to improve the community's economy. The purpose of this PPM activity is to improve the competence and abilities of students in applying environmentally friendly, efficient and effective Brazilian Arwana ornamental fish farming business technology in a sustainable manner and it is hoped that it can become an example for the surrounding ornamental fish cultivating community. The maintenance process for Brazilian Arowana during PPM activities went well. The time required for one maintenance cycle is 2 months. The containers used consist of 2 types, namely a tarpaulin tub as a container and an aquarium as a container for further maintenance. As many as 420 seeds were sown and given feed in the form of frozen worms and small shrimp. The SR level is 100% so that the harvest can be sold entirely with a profit of Rp. 5,130,000.- and the R/C ratio is 1.54. This PPM activity is expected to spur the community in developing Brazilian Arowana fish farming by applying appropriate technology that is applicable to increase the productivity of aquaculture products in a sustainable and environmentally friendly manner which will ultimately increase the economic level of the community.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perikanan Desa Sekabuk Melalui Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Putra, Yudha Perdana; Mudlofar, Farid
Kapuas Vol. 4 No. 1 (2024): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v4i1.645

Abstract

Sekabuk Village is located in Mempawah Regency of Kalimantan Barat Province which has social forestry areas managed by local community, proven by lawfully legal certificate. In vicinity of those social forestry areas lies river that host various endemic species and also area of ponds owned by community that are hugely potential to be developed for fish farming business, one of which is nile tilapia (Oreochromis niloticus). PPM activities purposes are to implement available technological inovation to build and develop independent economy of the community through transfer of aquaculture technology, especially nile tilapia farming in earthen ponds. Furthermore provide assistance in the process of farming until harvesting period. Also to financially analyze the feasibility of nile tilapia farming business continuation in Sekabuk Village. PPM activities were conducted for 5 months, from June through October 2023. The activities stages were survey, initial discussion with stakeholders, infrastructure preparation, aquaculture science and technological counseling, fry stocking, fish rearing with assistance until harvesting, marketing the product, and analyzing financially the feasibility of business continuation. As many as 2000 nile tilapia fry were stocked in the earthen pond and then rared for 4 months. The yields were 1630 fish (81,5%) where as many as 1050 fish have average weight of 200 gram each, with selling price at Rp. 25.000/kg to collectors and 210 kg of total production, and 580 fish with average weight of 150 gram each, with selling price at Rp. 20.000/kg to local community and 87 kg of total production. The financial analysis shows that the R/C value of the business amounted to 1,3 which indicate that the business continuation of nile tilapia farming in earthen pond is feasible.
Penerapan Pembesaran Ikan Lele (Clarias sp.) bagi Kelompok Perempuan Tusoi Desa Amawang Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah Suparmin, Suparmin; Setiawan, Agus; Putri, Hylda Khairah; Warastuti, Sri; Mudlofar, Farid; Purnamawati, Purnamawati; Tarno, Slamet; Budiman, Budiman; Susanti, Romi; Susilawati, Susilawati; Salim, Ridwan
Kapuas Vol. 4 No. 2 (2024): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v4i1.820

Abstract

Salah satu bidang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok perempuan Tusoi adalah pemanfaatan pekarangan termasuk pemanfaatan lahan desa dengan usaha budidaya ikan terutama bagi anggota kelompok yang telah memiliki kolam ikan. Luaran yang dihasilkan dari solusi yang ditawarkan adalah pembinaan perbaikan lahan yang telah beralih fungsi menjadi siap pakai bagi pembudidayaan ikan, serta penyuluhan teknik pembudidayaan ikan sebagai acuan bagi kelompok dalam mengelola usahanya. Metode yang dilakukan adalah identifikasi kondisi dan kelayakan lahan, sosial ekonomi, pembinaan serta pendampingan teknis kelompok perempuan Tusoi Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mendukung pemberdayaan ekonomi untuk kelompok masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar hutan dalam memanfaatkan sumbar daya hutan terutama dalam segmen budidaya ikan. Hal tersebut diharapkan dapat membantu kelompok masyarakat untuk mengembangkan praktik-praktik ekonomi lokal yang mempertimbangkan prinsip keberlanjutan Selama kegiatan berlangsung diketahui bahwa dengan memelihara ikan lele yang proses pemeliharaannya sudah sesuai dengan prinsip budidaya. Diketahui dari proses pendampingan dan monitoring bahwa pemeliharaan ikan lele selama proses dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 85 % dan berat rata-rata 180 gram. Kegiatan pengabdian Kepada masyarakat ini diharapkan dalam pelaksanaannya dapat meningkatkan dan memacu masyarakat dalam mengembangkan budidaya ikan dan penerapan teknologi tepat guna yang aplikatif dan dapat meningkatkan produktivitas hasil budidaya ikan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan sesuai dengan kebijakan pemerintah.