Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Wanita Usia Subur dalam Peningkatan Self-Awareness Kesehatan Payudara dengan Metode Hands-On Learning Nilakesuma, Nur Fadjri; Hesti, Novria; Muthia, Gina
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1419

Abstract

Nagari Barulak merupakan wilayah perdesaan di Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga. Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah ini memiliki potensi sebagai agen perubahan dalam kesehatan keluarga, namun masih menghadapi keterbatasan akses informasi dan edukasi kesehatan, khususnya terkait kanker payudara. Salah satu permasalahan utama adalah rendahnya pengetahuan dan kesadaran WUS mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Pembicaraan mengenai organ tubuh perempuan masih dianggap tabu, yang menyebabkan minimnya diskusi terbuka serta rendahnya praktik SADARI. Solusi yang ditawarkan adalah edukasi berbasis media audiovisual dan metode hands-on learning untuk meningkatkan self-awareness WUS terhadap kesehatan payudara. Metode Pelaksanaan dalam pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Peserta Pengabdian kepada masyarakat ini adalah 10 orang Wanita Usia Subur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2025 di Pustu Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru. Ketercapaian dalam pengabdian pengabdian ini menggunakan kuesioner pre dan post test yaitu 100 % peserta hadir dan mengikuti kegiatan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan (90%) peserta terkait pelaksanaan SADARI setelah dilakukan kegiatan edukasi berbasis media audiovisual dan metode hands-on learning.
Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Balita dan Anak Prasekolah Pada Masa Pandemi Covid–19 Dian Febrida Sari; Gina Muthia; Putri Nelly Syofiah; Eka Putri Primasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.125

Abstract

Pandemi Covid 19 membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan salah satu kebijakan di bidang pendidikan yaitu belajar dari rumah, termasuk pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak. Hal ini berdampak kepada kesiapan orangtua dan keluarga dalam mendampingi balita belajar dari rumah. Sebelum masa pandemi, balita dan anak prasekolah dapat belajar bersama dengan guru di sekolah, sehingga guru juga dapat membantu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak selama di sekolah. Saat pandemi ini, orangtua dan keluarga harus siap mendampingi anak usia 3-6 tahun belajar dari rumah. Posyandu sebagai salah satu wadah untuk pemantauan tumbuh kembang, saat pandemi ini tidak beroperasi ssperti biasa. Hal ini dilakukan agar mencegah kerumunan sesuai dengan himbauan dari pemerintah kota Padang dan Dinas Kesehatan kota Padang. Informasi dari salah seorang kader kasehatan mengatakan bahwa di Kelurahan Anduring terdapat 1 orang balita dengan status gizi Bawah Garis Merah (gizi buruk). Salah seorang ibu balita menyampaikan bahwa sejak diberlakukan kebijakan Belajar Dari rumah (BDR) balitanya menjadi lebih sering menggunakan gadget, sehingga sebagai orangtua tidak optimal dalam memberikan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan di rumah. Oleh karena itu, penting rasanya untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar anak tetap mendapatkan stimulus pertumbuhan dan perkembangan dari orangtua maupun keluarga selama menjalankan proses belajar dari rumah. Solusi Dan target Luaran yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah Penyuluhan tentang stimulasi tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun dengan memberikan modul stimulasi tumbuh kembang anak dan Pemberian konseling pada balita yang dicurigai memiliki masalah pertumbuhan dan perkembangan.