p-Index From 2021 - 2026
8.967
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Informatics for Educators and Professional : Journal of Informatics JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Komputer) METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer JURNAL TEKNOLOGI DAN ILMU KOMPUTER PRIMA (JUTIKOMP) Jurnal Tekno Kompak bit-Tech Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Tekinkom (Teknik Informasi dan Komputer) BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Aiti: Jurnal Teknologi Informasi Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKOMSI) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Community Empowerment Inspirasi Ekonomi : Jurnal Ekonomi Manajemen Journal Of Information And Technology Unimor (JITU) Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Jurnal Saintekom : Sains, Teknologi, Komputer dan Manajemen Jurnal Sisfotek Global Indonesian Community Journal Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Jurnal Atma Inovasia Digital Transformation Technology (Digitech) Jurnal Manajemen Bisnis dan Organisasi Smart Techno (Smart Technology, Informatic and Technopreneurship) Journal of Informatics and Computing Jurnal Krisnadana Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat (JUPEMAS) Jurnal Komputer dan Teknologi (JUKOMTEK) Glow: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sains Sistem Informasi Journal of Mathematics, Computation and Statistics (JMATHCOS)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kelompok Taruna Tani Jabalfarm Milenial melalui Teknologi Irigasi Tetes Otomatis Berbasis IoT pada Pertanian Lahan Kering Baso, Budiman; Risald; Lestari, Anastasia Kadek Dety
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i4.10769

Abstract

Pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara menghadapi tantangan besar terkait kekurangan air dan efisiensi sistem irigasi konvensional. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pengabdian masyarakat dengan penerapan teknologi irigasi tetes otomatis berbasis IoT dan digital marketing pada Kelompok Taruna Tani (KTT) Jabalfarm Milenial. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa teknologi ini mengurangi penggunaan air hingga 50% dan meningkatkan hasil panen cabai sebesar 25%. Tantangan utamanya adalah adaptasi masyarakat terhadap teknologi baru, yang memerlukan dukungan teknis berkelanjutan. Pengembangan pemasaran digital juga diperlukan untuk meningkatkan penjualan. Teknologi ini efektif dalam meningkatkan efisiensi pertanian dan produktivitas dengan dukungan yang tepat.
Pemberdayaan Kelompok Tani Unggas Jaya Melalui Teknologi Monitoring Gas Amonia Dan Suhu Kandang Otomatis Berbasis IoT Risald, Risald; Baso, Budiman; Ullu, Hevi Herlina; Lisnahan, Charles Venirius
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i1.2844

Abstract

The Poultry Jaya farmer group is in the city of Kefamenanu, the native chicken farming system of the Jaya Poultry Group is still conventional. One of the main problems faced by this group is the lack of monitoring and controlling the temperature of the cage as well as monitoring the ammonia gas produced by chicken droppings. Temperature and ammonia gas levels have a major impact on chicken growth and health. To overcome this problem, it is necessary to implement Internet of Things (IoT) technology integrated with Android applications. This technology allows automatic and periodic monitoring of cage temperature and ammonia gas levels. Farmers can access information via the Android app and take necessary action if significant changes occur. This community service aims to build tools and systems for automatic temperature control and IoT-based ammonia levels integrated with Android, as well as introducing technology and providing training and assistance to the Unggas Jaya farmer group regarding IoT technology in chicken coop management. With the existence of IoT technology, it is hoped that the behavior patterns of farmers will change to become more modern and efficient. This technology can help improve poultry farming performance, reduce risks, and provide convenience in cage management so that it will bring positive changes to the productivity and welfare of farmers. Keywords: Poultry Jaya farmer group; chicken coop; Internet of Things (IoT)
Pemberdayaan KTT Jabal Farm Milenial Melalui Teknologi IOT Pemantauan Kolam dan Pakan Ikan Otomatis Baso, Budiman; Risald, Risald; Ullu, Hevi Herlina; Manek, Patricia G.
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3479

Abstract

The Jabal Farm Millennial Taruna Tani Group is located in Kefamenanu City, focusing on freshwater fish farming and agriculture. The conventional fish farming system faces challenges in terms of monitoring pond conditions and efficient feeding. One of the main problems faced by the group is the difficulty in maintaining optimal water temperature and quality as well as manual feeding management. To overcome this problem, it is necessary to implement Internet of Things (IoT) technology integrated with an Android application. This technology allows monitoring of pond conditions such as water temperature and pH automatically, as well as periodic fish feeding settings. This community service aims to build IoT-based automatic monitoring tools and systems, as well as provide training and mentoring to members of the Jabal Farm Taruna Tani Group in using IoT technology for fish pond management. The implementation method in this activity uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach that emphasizes active community participation in all stages of the activity, from problem identification to evaluation and follow-up. With IoT technology, it is expected that fish pond management patterns will become more modern and efficient. This technology can help improve fish farming performance, reduce risks, and facilitate management, thus having a positive impact on the productivity and welfare of farmers.Keywords: kelompok taruna tani jabal farm milenial; fish farming; internet of things (IoT) Abstrak: Kelompok Taruna Tani Jabal Farm Milenial berada di Kota Kefamenanu, dengan fokus pada budidaya ikan air tawar dan pertanian. Sistem budidaya ikan yang masih konvensional menghadapi tantangan dalam hal pemantauan kondisi kolam dan pemberian pakan yang efisien. Salah satu masalah utama yang dihadapi kelompok ini adalah kesulitan dalam menjaga suhu dan kualitas air yang optimal serta pengelolaan pemberian pakan secara manual. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan implementasi teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Android. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi kolam seperti suhu dan pH air secara otomatis, serta pengaturan pemberian pakan ikan secara berkala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun alat dan sistem pemantauan otomatis berbasis IoT, serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Taruna Tani Jabal Farm dalam menggunakan teknologi IoT untuk manajemen kolam ikan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dan tindak lanjut. Dengan adanya teknologi IoT, diharapkan pola pengelolaan kolam ikan akan menjadi lebih modern dan efisien. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan performa budidaya ikan, mengurangi risiko, dan memudahkan manajemen, sehingga memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.Kata kunci: kelompok taruna tani jabal farm milenial; budidaya ikan; internet of things (IoT)
Sistem Pendukung Keputusan Diagnosa Stunting Pada Balita Menggunakan Metode AHP Di Puskesmas Maubesi Eli , Maria Yuliana; Kelen, Yoseph Pius Kurniawan; Rizald; Baso, Budiman
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 2 (2023): Artikel Periode September 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i2.2926

Abstract

Stunting merupakan status gizi yang terjadi pada balita dimana dilihat dari tinggi badan dan berat badan dalam standar antropometri penilaian yaitu < 2 SD sampai dengan – 3 SD (pendek / stunted) dan < -3 SD (sangat pendek/ severely stunted). Hasil pengukuran stunting di indonesia cukup tinggi yang terdapat di banyak daerah – daerah di indonesia salah satunya di daerah Kabupaten Timor Tengah Utara yaitu Kecamatan Insana Tengah, dimana Kecamatan Insana Tengah menjadi salah satu kecamatan dari Kabupetan Timor Tengah Utara yang dilihat dari prevalensi stuntingnya berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) masih cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mempermudah pihak penanganan dalam mendiagnosa stunting pada balita di Puskesmas Maubesi. Metode yang digunakan dalam mendiagnosa stunting pada Puskesmas Maubesi dalam metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan menggunakan 9 kriteria dalam mendiagnosa stunting yaitu usia balita, tinggi balita, berat balita, lingkar lengan atas, lingkar lengan bawah, lingkar dada, lingkar perut, lingkar kepala dan gizi. Hasil penelitian ini berdasarkan 6 desa yang termasuk dalam kawasan puskesmas Maubesi yaitu Desa Maubesi terdapat 1 balita stunting, Desa Letmafo dan Desa Sone terdapat 3 balita stunting, Desa Letmafo Timur, Desa Lanaus dan Desa Oehalo terdapat 4 balita stunting.
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Wisata Rumah Adat Suku Dawan Berbasis Website Yeremia, Elfira; Kelen, Yoseph P.K; Baso, Budiman
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Periode Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i1.3422

Abstract

Pengembangan pariwisata di kabupaten Timor Tengah Utara atau yang biasa disebut kabupaten TTU masih dikatakan sangat minim dan akses menuju lokasi pariwisata sering terkendala oleh lokasi yang belum diketahui dan jalur perjalanan yang ingin dilewati. Selama ini, jika ingin mengunjungi tempat pariwisata yang ada di kabupaten TTU, seorang calon wisatawan dapat bertanya pada orang lain maupun browsing di internet. Tujuan dari pembuatan website peemetaan ini adalah untuk Membangun suatu aplikasi sistem informasi geografis (SIG) dengan mengolah peta google map yang terhubung melalui internet. Untuk membuat model penyajian informasi pariwisata di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Untuk memberikan informasi pada masyarakat dan wisatawan mengenai keberadaan lokasi obyek wisata yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan dalam mengembangkan sistem ini adalah metode waterfall, tahapan yang harus dilalui diantaranya: Identifikasi Masalah dan Tujuan Penelitian, Perumusan Masalah, Analisis Kebutuhan Sistem, Perancangan Sistem, Implementasi Sistem, Pengujian Sistem. Hasil dari pengembangan sistem ini yaitu Sistem informasi geografis pemetaan wisata rumah adat di kabupaten Timor Tengah Utara ini dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui tempat-tempat wisata rumah adat suku dawan. Sistem ini bisa memetakan tempat-tempat wisata rumah adat yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Segmentasi Pola Pembatalan Pemesanan Layanan di Salon Nail Art XYZ Menggunakan K-Means Clustering dan Evaluasi dengan Davies-Bouldin Index Banusu, Junita Gregoria; Banusu, Junita; Crisintha, Debora; Baso, Budiman; Herlina Ullu, Hevi
Komputika : Jurnal Sistem Komputer Vol. 14 No. 2 (2025): Komputika: Jurnal Sistem Komputer
Publisher : Computer Engineering Departement, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/komputika.v14i2.15937

Abstract

The beauty industry, particularly nail art, is experiencing rapid growth as consumer demand for nail care services increases. However, the high booking cancellation rate is a challenge that can reduce operational efficiency and customer loyalty. This research focuses on segmenting XYZ Nail Art Salon customers based on cancellation patterns by applying the K-Means algorithm and evaluating using the Davies-Bouldin Index (DBI). In contrast to previous research which is generally conducted in e-commerce, hotels, and retail, this research focuses on the beauty service industry which is still rarely explored. The data used comes from the Kaggle platform with 400 order data. The analysis process includes pre-processing, key feature selection (Cancel Description and Days), and K-Means implementation. The clustering results showed two main segments: 288 customers with planned cancellation patterns and 112 customers with spontaneous cancellation patterns. Evaluation using DBI yielded a value of 0.399 indicating good clustering quality. This segment distinction has practical implications, such as automatic reminder strategies for customers with planned cancellations, as well as providing schedule flexibility or special promotions for customers with spontaneous cancellations. This research contributes to providing data-driven insights for salon management to devise more targeted marketing strategies, reducing the level of customer churn.
Hybrid Algoritma Convolutional Neural Network dengan Support Vector Machine untuk Klasifikasi Jenis Tenun Timor Baso, Budiman; Risald; Huda, Nurul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 6: Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2025126

Abstract

Setiap wilayah di Pulau Timor memiliki motif khas pada tenunnya yang mencerminkan keberagaman budaya setempat, penelitian ini mendalami keragaman motif kain tenun di Pulau Timor, di mana setiap wilayah memiliki karakteristik motif yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Motif dan proses pembuatan tenun menjadi cerminan dari jenis dan asal usul setiap kain tenun di pulau ini. Terdapat tantangan dalam membedakan kain tenun Timor yang sangat bervariasi, terutama karena kemiripan motif yang bisa muncul di wilayah yang berbeda. Dengan menyadari kompleksitas ini, penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan tersebut dengan mengusulkan penggunaan Pendekatan hybrid algoritma memadukan keunggulan ekstraksi fitur Convolutional Neural Network (CNN) dalam mengidentifikasi corak motif atau tekstur kain tenun dengan keahlian Support Vector Machine (SVM) dalam klasifikasi. Dengan demikian, SVM dapat membantu mengurangi risiko overfitting yang mungkin terjadi pada model CNN, sambil meningkatkan akurasi klasifikasi pada dataset kain tenun. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pendekatan hybrid ini melampaui kinerja algoritma klasifikasi CNN secara mandiri. Metode SVM multi class One Vs One (OVO) dengan kernel RBF pada model hybrid mencapai performa terbaik dengan tingkat akurasi mencapai 98,95%, presisi 99,03%, recall 98,95%, dan F1-Score 98,99%. Selain itu, waktu komputasi yang lebih efisien, menunjukkan keunggulan pendekatan ini dalam menangani masalah klasifikasi multi class pada dataset citra tenun Timor.   Abstract Each region on Timor Island has a distinctive motif in its weaving that reflects the diversity of local culture, this research explores the diversity of woven fabric motifs on Timor Island, where each region has a characteristic motif that reflects the richness of local culture. The motifs and weaving process are a reflection of the type and origin of each woven fabric on the island. There are challenges in distinguishing Timor's highly varied woven fabrics, especially due to the similarity of motifs that can appear in different regions. Recognising this complexity, this research aims to overcome this difficulty by proposing the use of a hybrid approach that combines the advantages of Convolutional Neural Network (CNN) feature extraction in identifying the motif pattern or texture of woven fabrics with the expertise of Support Vector Machine (SVM) in classification. Thus, SVM can help reduce the risk of overfitting that may occur in CNN models, while improving classification accuracy on woven fabric datasets. Experimental results show that this hybrid approach surpasses the performance of the CNN classification algorithm independently. The SVM multi-class One Vs One (OVO) method with RBF kernel in the hybrid model achieves the best performance with 98.95% accuracy, 99.03% precision, 98.95% recall, and 98.99% F1-Score. In addition, the computation time is more efficient, showing the superiority of this approach in handling multi-class classification problems on ci datasets.  
Implementasi Metode Rapid Application Development dalam Pembuatan Aplikasi Bahasa Isyarat Bagi Penyandang Tunarungu Berbasis Android (Studi Kasus : SLB Negeri Benpasi Kefamenanu) Priska Vianey Bukifan; Yasinta O. L Rema; Risald; Budiman Baso
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 9 No 2 (2025): APRIL-JUNE 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v9i2.3282

Abstract

Sign language applications are designed to facilitate deaf people in communicating. Deaf people experience hearing impairment or loss of hearing function that is congenital or appears due to certain factors, such as infection or long-term exposure to loud noises. As a result of hearing limitations, they experience difficulties in speaking or hearing, so they are taught sign language in schools which makes it easier for them to communicate. Sign language is a means of communication that uses lip movements, body movements or facial expressions in order to convey communication messages quickly. Sign language applications are built using the RAD (Rapid Application Development) method because in the process of making applications, it can be done in a short and fast time and ensures adjustment of features from users. Android is used in the process of making this application, because of its wide use and easy access. This application provides a sign language translation feature in the form of videos so that it is easy to understand for deaf people.
Pembuatan dan Deploy API di Google Cloud Platform Menggunakan Cloud Run Services Oswaldo Da Conceicao; Yasinta O. L. Rema; Budiman Baso; Guido Adolfus Suni
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 9 No 3 (2025): JULI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v9i3.3524

Abstract

This research discusses the development, testing, and deployment of a backend API using Google Cloud Platform (GCP), with Firestore as the database and Cloud Storage for storing user profile photos. The API was developed using Express.js, integrated with Firestore and Cloud Storage, and tested for functionality using Postman. Deployment is done to Cloud Run via creating a Dockerfile and building a Docker image. Test results showed that the API was able to handle 7,875 requests in five minutes, with an average of 25.64 requests per second and an average response time of 97 ms. All endpoints are stable, responsive, and error-free. This research focuses on the application of cloud technology to the development of sign language applications, and shows that the use of GCP services can produce efficient and scalable API solutions. These results are significant in supporting the development of cloud-based applications to meet user needs effectively, especially in mobile applications that require reliable backend services.
Pelatihan dan Pendampingan Teknik Akuaponik Kelompok Tani Ani’fu Desa Fatuneno Lukas Pardosi; Welsiliana; I Gede Arya Wiguna; Kamaluddin; Dira Asri Pramita; Desta Gloria Siahaan; Charles Venirius Lisnahan; Didi Prasetyo Benu; Cindy Claudia Christanti; Florian Mayesti P.R. Makin; Budiman Baso; Risald; Dimas Agustian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i3.13190

Abstract

Aquaponics is an agricultural system that combines fish farming (aquaculture) with soilless plant cultivation (hydroponics), which mutually support each other and provide dual benefits. When compared to conventional agricultural cultivation, aquaponics offers advantages in terms of efficient water use, minimal use of chemical fertilizers, and high yield productivity. The purpose of this community service is to provide training and mentoring in aquaponic cultivation systems to the Ani'fu farmer group in Fatuneno Village. The activity methods include site observation, preparation (aquaponic tools and materials), training, mentoring, and evaluation. The results obtained after the activity are that partners become aware of aquaponic technology, meet community needs, and provide economic impacts (savings on food expenditure or additional income from harvests). The application of aquaponic cultivation provides tangible results in increasing the knowledge and skills of partners, thereby greatly supporting food independence and enabling the development of new businesses for the local community.
Co-Authors Achmad Fariz Akhyar, Ramaulvi Muhammad Alfonsus Jefri Oematan Alfonsus Jefri Oematan Anastasia Kadek Dety Lestari Arisandi, Diki Avin Nahak Ayaq, Siriakus Lalang L Aziz, Syaefudin Banusu, Junita Banusu, Junita Gregoria Benu, Didi Prasetyo Benu, Luky Wandika Bere, Mery Ernawati Biandina Meidyani Bukifan, Priska Vianey Chrisinta, Debora Christanti, Cindy Claudia Crisintha, Debora Dimas Agustian Dira Asri Pramita Egas De Jesus Martins Corbafo Eko, Yulita Eli , Maria Yuliana Elisabeth Lusyanti Mudjur Ernes Josias Blegur Fetronela Rambu Bobu Fetronela Rambu Bobu Florian Mayesti P.R. Makin Fransiska Pasinia Bele Bau Gelu, Leonard Peter Gelu, Leonard Peter Getrudis Mali, Matilde Guido Adolfus Suni Haeruddin Handrianus Vianey Melin Wula Herlina Ullu, Hevi Hernur Yoga Priyambodo Hevi Herlina Ullu Hevi Herlina Ullu I Gede Arya Wiguna Irit Maulana Sapta Josep Antonius Ufi Kabut, Stefanus Kamaluddin Kamaluddin Kolo, Yesualda Rogeria Korbaffo, Yesus Armiro Kristoforus Fallo Leonard P. Gelu Leonard Piter Gelu Lestari, Anastasia Kadek Dety Lisnahan, Charles V. Lukas Pardosi Luky Wandika Benu Manane, Desmon R. Manane, Desmon Redikson Manek, Patricia G. Maneno, Regolinda Maria Yuliana Eli Muhammad Akhyar, Ramaulvi Nababan, Darsono Nanik Suciati Nurul Huda Nurul Huda Oswaldo Da Conceicao Patricia Gertrudis Manek Patricia Gertudis Manek Priska Vianey Bukifan Ramaulvi Muhammad Akhyar Renaldi Yulvengki Kolloh Risald Rizald Rya Wardani Saniyatul Mawaddah Siahaan, Desta Gloria Siprianus Septian Manek Sitorus, Detson Ray Halomoan Sutal, Dominika Muti Syaefudin Aziz Tey Seran, Krisantus Jumarto Ullu, Hevi Herlina Usfinit, Katarina D.M Valeriano Fajar Alexandro Nipu Welsiliana Willy Sucipto Willy Sucipto Yasinta O.L Rema Yayu Ulfaningsi Subagio Yeremia, Elfira Yeremias Lake Yohanes D B Pay Yohanes D. B Pay Yokmiawanti Selan Yoseph Pius Kurniawan Kelen Yunita, Elisa