Claim Missing Document
Check
Articles

Teori Production of Space Henri Lefebvere dalam Konteks untuk Membaca Ruang di Indonesia Ibadi, Raden Mohamad Wisnu; Roosandriantini, Josephine; Hidayat, Anas; Lestari, Nia Yunia
ARCHIHUMANUM Vol 3 No 2 (2025): October
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v3i2.175

Abstract

Konsep ruang kota menurut Lefebvre dalam The Production of Space, ada kontradiksi antara ruang abstrak dan ruang sosial. Ruang abstrak diproduksi oleh kapitalis yang memiliki kuasa mengatur dan mengarahkan perencanaan ruang kota, sementara ruang sosial diproduksi oleh masyarakat dari kehidupan keseharian mereka. Di dalam buku The Production of Space, ada beberapa konsep terlihat berbeda, tetapi sebenarnya memiliki prinsip yang sama, atau bisa disebut sebagai: paralel. Misalnya perceived space paralel dengan ruang abstrak, sementara lived space paralel dengan ruang sosial, hanya sudut pandangnya yang sedikit berbeda. Juga ada konsep spatial practice yang paralel dengan perceived space, lalu space of representation yang parallel dengan conceived space, dan juga ada representational space yang paralel dengan lived space. Ketiganya bisa dipakai untuk membaca fenomena empirik di Indonesia. Namun kota-kota di Indonesia memiliki keunikan seperti pertentangan antara abstract space dan social space yang cukup kompromis, dengan batas-batas territorial cukup jelas, membentuk hubungan simbiosis yang saling menguntungkan. Hal ini memberi peluang membaca teori Lefebvere lebih mendalam, lebih reflektif dan lebih kritis, dengan contoh kasus yang empirik, bisa dari rumah yang biasa kita tempati, bisa juga dari kampong atau pasar yang tidak asing di kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa realitas empirik selalu memiliki keunikan diluar teori
Media Belajar Berbasis QR-code untuk Memperkenalkan Arsitektur Nusantara di SD Negeri Gairipim Mappi - Papua Roosandriantini, Josephine; Christela Oktaviani, Yohana; Amstrong Hayong, Emanuel; Wahyuningsih, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 4 No. 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v4i02.5572

Abstract

In this digital era, almost every aspect of human life relies on technology, including education, business, government, and daily life. One example of technology widely used in various fields is QR-code technology. Unfortunately, this comfort cannot be felt in other regions of Indonesia. The lack of information impacts the slow learning development in areas commonly referred to as 3T regions, (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Therefore, it is necessary to address this condition. Children in the 3T region have the right to equality in learning and accessing knowledge. Thus, the author takes the initiative to develop learning media that trains the fine motor skills of elementary school students in Gairipim, Papua, by their age. The method used in this community service activity is a qualitative descriptive method. The provision of engaging and interactive learning media is expected to spark curiosity and a desire to continue learning. This activity considers the limited internet access in remote areas, so the applications installed on the devices do not require internet connectivity. Therefore, users can achieve their goals even with minimal internet access. In this way, students at SD Negeri Gairipim can gain equal access to learning and enjoy modern learning media.
Penerapan Critical Regionalism Pada Bangunan Marika Alderton House dan Museum Tsunami Aceh Regina, Fransiska Maria; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 3 No. 2 (2024): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v3i2.667

Abstract

Regionalisme memiliki 2 macam yaitu Vernakularisme yang bentukannya dibatasi skala dan fungsi dan terdapat juga regionalisme modern yang penekannya pada bentuk dan materialnya. Critical regionalism masih tetap meneruskan tradisi seperti yang ada pada regionalism tetapi lebih banyak mengikuti unsur modernisasi. Glenn Murcutt memiliki teori yang sesuai dengan critical regionalism yaitu terdapat identitas serta kearifan lokal, selain itu juga kontekstual, dengan sustainable architecture, serta high tech culture yang turut berperan, dan desain bangunan haruslah ramah lingkungan. Rumusan masalah tentang bagaimana penerapan yangcritical regionalism pada bangunan Marika Alderton Housed dan Museum Tsunami Aceh. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melaluli tinjauan literature. Penerapan critical regionalisme adalah pada bangunan Marika Alderton House di Australia yang mengambil nilai tradisional masyarakat Aborigin dan material prefebrikasi ramah lingkungan. Bangunan yang kedua adalah penerapan pada Museum Tsunami Aceh yang ada di Indonesia dengan tema Escape Hill sebagai kenangan atas peristiwa Tsunami Aceh. Kearifan local yang diambil adalah konsep rumah tradisional yang berupa panggung dan tarian saman sebagai secondary skin. saran yang penulis ajukan ialah hendaknya penelitian selanjutnya memperdalam dan mengembangkan ruang lingkup tentang penerapan teori critical regionalism agar menjadi optimal dalam mendapatkan data yang diperlukan.
Pengelolaan Estetika lingkungan RW 003 Asem Payung Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo roosandriantini, josephine
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v3i1.33

Abstract

Infrastructure development in Indonesia continues to increase from the village scale to the national and even international scale. There are so many areas that we usually refer to as "villages" that also need to be changed, developed, and managed to provide an increase in the aesthetic value of the environment. The village becomes the specialty of an area within an area, where the village with its uniqueness can be better known and admired by many people. The existence of Asem Payung village must have special characteristics to support the activities of residents in the neighborhood. This village is still very lacking in terms of environmental management, so it looks good in terms of aesthetics. The dividing wall is unsightly and looks shabby so it needs further improvement. The method used in this community service activity is a qualitative descriptive method. An environment that is not clean and looks shabby is the main problem in this environment. In addition, it is necessary to monitor and evaluate and assist the surrounding community in the concept of gotong-royong to improve the aesthetics of the environment and make it look even better. The expected result in the Asem Payung village area is to be better in the aesthetic appearance of the environment by being filled with mural paintings with educational themes. So that this area turns out to be a place for visits or tours to arrange a neat and clean environment far from the impression of slums.
PEMBENTUKAN RUANG BERSAMA DAN RUANG TERBUKA HIJAU DI LINGKUNGAN BABATAN PILANG RT. 003 RW. 005 Heristama Anugerah Putra; Josephine Roosandriantini
ABIDUMASY Vol 2 No 1 (2021): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v2i1.1322

Abstract

The area of open land in the City of Surabaya is decreasing from year to year. This is influenced by the number of settlements and housing that have begun to emerge and develop, thus increasing the population level in an area. Humans are by nature social creatures. Can not be separated from other individuals and need each other. Individual someone indirectly lives together with the surrounding environment. This is what triggers that each individual must be social to one another. However, along with the times and technological advances today, many individuals often forget this and think more about their respective interests. Time to gather and meet face to face with neighbors, chat with each other directly or with the surrounding environment is also very minimal. Broadly speaking, the Babatan Pilang community is individual. The background to the problems that have been previously described is the basis for this community service to be able to provide input to the community of Babatan Pilang RT. 003 RW 005. The purpose of this community service is to help the community or housing residents to restore and create a social society. This community service program is carried out by creating and arranging common spaces for socializing.
Pembangunan Fasilitas Umum Dan Menjaga Kesehatan Lingkungan Dalam Pencegah Penyebaran Virus Covid – 19 Josephine Roosandriantini; Johana Raycia Aramus Putri
ABIDUMASY Vol 2 No 2 (2021): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v2i2.1952

Abstract

In 2019, the country of Indonesia experienced a period of the Covid-19 virus pandemic, which prompted the government to make new policies to prevent the spread of Covid-19. Since 2020, Indonesia has implemented a normal and health protocol called 5M (the mandatory wearing of masks, mandatory washing of hands with soap and running water, obligatory distancing, avoiding crowds, and limiting mobilization and interaction). Protecting the environment, building village public facilities, and re-implementing health protocols are one of the steps in preventing the spread of the Covid-19 virus and producing a healthy environment. By using the method of interaction between residents related to the covid-19 virus, this activity is expected to be able to prevent the spread of the covid-19 virus and produce a healthy environment. This community service activity carried out spraying of disinfectants, fogging, distribution of masks and antiseptic handwashing soap, making hand washing stations, and also painting roads to beautify the village..
PENGEMBANGAN PUSAT KEGIATAN WARGA ASEM PAYUNG KEL. GEBANG PUTIH SURABAYA Josephine Roosandriantini; Lucia Ina Trisjanti; Y.A. Widriyakara Setiadi; Anas Hidayat; Stefanus Prabani Setio; Heristama Anugerah Putra
ABIDUMASY Vol 3 No 2 (2022): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v3i2.3338

Abstract

The Gebang Putih area is a fairly densely populated settlement because each residence does not have an open yard. The activities of the youth or local residents are limited to gathering at locations outside the RW 003 environment. The results of observations and interviews with community leaders in RT. 02, it was found that residents of RW 003 needed a place for sports activities, gatherings, and discussions for residents of RW 003. The purpose of this community service was so that residents had a new activity center that was able to accommodate gathering, exercise, and socializing activities. This community service is expected to enable residents to carry out activities in a sustainable manner around their homes, thereby creating a friendly atmosphere and increasing a sense of brotherhood and harmony among residents. Community service activities carried out were utilizing the sewer side as a place for sports activities, and discussions for residents of RW 003. The method used was an observation, and interviews with the chairman of RW 003 and also residents of 003 Asem Umbrella. As a result of this community service, Asem Payung RW 003 village has infrastructure for joint activities between residents, such as ping pong, table tennis, or a gathering area.
APPLICATION OF PETER ZUMTHOR'S MULTISENSORY PRINCIPLE IN THE DESIGN OF NATURE SCHOOLS PENERAPAN PRINSIP MULTISENSORI PETER ZUMTHOR PADA PERANCANGAN SEKOLAH ALAM Wijaya, Antonius Sachio Troy; Setiadi, Y.A Widriyakara; Anugerah Putra, Heristama; Roosandriantini, Josephine
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.143

Abstract

Sekolah alam merupakan konsep pendidikan yang mengintegrasikan lingkungan sebagai bagian dari proses belajar, sehingga menciptakan pengalaman ruang yang erat dengan alam. Pendekatan multisensori dalam arsitektur, sebagaimana dikemukakan oleh Peter Zumthor, menekankan bagaimana elemen-elemen arsitektur dapat membangkitkan pengalaman inderawi yang mendalam, menciptakan suasana yang kaya akan makna, dan memperkuat keterhubungan antara manusia dengan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip multisensori Peter Zumthor dalam desain Sekolah Alam, dengan fokus pada elemen materialitas, pencahayaan alami, suara, aroma, dan tekstur ruang. Sekolah alam yang akan digunakan sebagai objek pengecekkan prinsip Peter Zumthor adalah sekolah alam yang berada pada Pulau Jawa, Lebih spesifiknya ada di kota Surabaya, Yogyakarta, Malang dan Krian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, mencakup observasi lapangan, dan wawancara serta analisis terhadap elemen arsitektural yang terkait dengan prinsip Peter Zumthor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip multisensori dalam Sekolah Alam dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa, menciptakan ruang yang lebih intuitif, nyaman, serta merangsang eksplorasi dan kreativitas. Elemen-elemen seperti penggunaan material alami, keterbukaan terhadap lingkungan, dan keberlanjutan desain berperan penting dalam mendukung prinsip multisensori yang diusung oleh Peter Zumthor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perancangan sekolah berbasis alam yang lebih humanis dan memperkaya pengalaman belajar berbasis inderawi.
Guna dan citra sebagai wujud kreativitas dalam arsitektur nusantara: Studi kasus arsitektur Tongkonan Toraja, Mamasa dan Batak Toba Roosandriantini, Josephine
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 6 No. 1 (2020): EIJA | August ~ October 2020 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v6i1.898

Abstract

Nusantara architecture, which is the result of creative ideas from the Nusantara people, tends to be created with simple materials and equipment. However, the Nusantara architecture, which comes with its ancient identity, does not mean that it has no creative value. This study explores the application of Mangunwijaya's "Use and Image" theory in seeing the form of creativity in Nusantara architecture. The data was collected through various literature reviews to conclude how the "Use and Image" theory was applied in Nusantara architecture. Two traditional architectural objects, namely the Tongkonan in Toraja and Mamasa, and the Batak Toba architecture were chosen as study objects. The study results show that the Guna aspect's application lies in the architectural details of the construction, the roof appearance, and materials function-related. Meanwhile, the application of image lies in describing the meaning associated with the building finishing. This further study strengthens the fact that Nusantara architecture is the result of the Nusantara creative ideas in adapting to geographical and climatic conditions
Penerapan Teori Bigness dan Programmatic Architecture pada Bangunan Seattle Central Library Moh Rizal; Josephine Roosandriantini
Jurnal Anggapa Vol 5 No 1 (2026): ANGGAPA Volume 5 No 1 April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v5i1.925

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kompleksitas fungsi dalam arsitektur kontemporer menuntut pendekatan desain yang revolusioner. Jurnal ini membahas penerapan dua konsep arsitektural yang saling terkait, yaitu Teori Bigness yang diperkenalkan oleh Rem Koolhaas/OMA dan Arsitektur Programmatik (Programmatic Architecture), pada studi kasus Perpustakaan Pusat Seattle (Seattle Central Library). Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji bagaimana bangunan tersebut mewujudkan prinsip-prinsip inti Teori Bigness, seperti otonomi elemen, disintegrasi skala, dan ketidakterikatan antar bagian untuk menampung program yang sangat kompleks dan dinamis. Selanjutnya, jurnal ini menganalisis bagaimana kurasi dan organisasi program-program yang beragam (seperti ruang baca, koleksi, area publik, parkir, dan fasilitas administratif) tidak hanya memengaruhi bentuk dan sirkulasi, tetapi juga menciptakan pengalaman spasial yang baru dan tak terduga bagi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seattle Central Library merupakan manifestasi fisik dari sintesis antara teori dan pemrograman fungsional, di mana "bigness" memungkinkan terciptanya suatu "mesin sosial" yang efisien, fleksibel, dan ikonik. Kesimpulannya, penerapan kedua konsep ini berhasil mengangkat perpustakaan dari sekadar wadah buku menjadi sebuah landmark urban yang responsif terhadap tuntutan abad ke-21, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap wacana arsitektur terkini mengenai bangunan berskala besar dan berfungsi kompleks.
Co-Authors Alvin Widyadhana Kosman Amstrong Hayong, Emanuel Anas Hidayat Anas Hidayat Anas Hidayat Anas Hidayat, Anas Andreas Andika Andriani, Celine Angelina Novemita Santoso Antonius Sachio Troy Wijaya Anugerah Putra, Heristama Bryan Richard Bryan Richard Catherina Novita Ambarwati Celine Andriani Christela Oktaviani, Yohana D.C., Vebyola Indah Daniel Gentario Denny Jean Cross Sihombing Desrina Yusi. I Efandaru, James Ferdinard Boli Ferdinard Hendra Setiawan Ferdinard Hendra Setiawan Fernanda Yosefi Meilan Fransiska Maria Regina Gabriella Stephanie Grimaldi Handayani Asriningpuri Harianto, Yohanes Kristianus Hdayat, Anas Heristama Anugerah Putra Ibadi, Raden Mohamad Wisnu Ilham Bani Safari James Efandaru James Efandaru Jason Rivaldy Tanaya Jessica Aprilia Poernama Jessica Aprilia Poernama Johana Raycia Aramus Putri Josef Prijotomo Kalvin Setiawan Salim Kharisma Ziliwu Krisnina Dohan Limantara Krisnina Dohan Limantara Krisnina Dohan Limantara Lucia Ina Trisjanti Lucia Ina Trisjanti Lucia Ina Trisyanti Lusia Dessy Arfiyanti Lutters, Emmanuelle Litania Mahdani, La Ode Meilan, Fernanda Yosefi Michel Dio Susanto Moh Rizal Moris, Diyan Nia Yunia Lestari Nurul Febriyanti Odo Grean Kaesar Putra Wardhana Odo Grean Kaesar Putra Wardhana Phoebe S.P., Bernadeth Chiquita Poernama, Jessica Aprilia Prabani Setio Hastorahmanto Regina, Fransiska Maria Richard, Bryan Salman Muthahari Seanivenna F. Hondo Selvia Devy Tiorma Setiadi, Widriyakara Setiadi, Y.A Widriyakara Setiawan, Ferdinard Hendra Setiawan, Valerio Sultan Agni Setiohastorahmanto, Prabani Siriman, Fernando Edward Stefanus Prabani Setio Sultan Agni Setyawan Sultan Agni Setyawan, Valerio Utomo, Ariel Suryo Valerio Sultan Agni Veronica Sinawan Wahyuningsih, Yulia Widriyakara Setiadi Widriyakara Setiadi Wijaya, Antonius Sachio Troy Y.A Widriyakara setiadi Y.A. Widriyakara S Y.A. Widriyakara Setiadi Y.A. Widriyakara Setiadi Yohanes Kristianus Harianto Yulia Wahyuningsih Yulistya, Yusnia Hanna Yuniardi, Dimas Yusnia Hanna Yulistya Yusnia Hanna Yulistya