Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Elemen Arsitektur Modern berdasarkan teori Vitruvius Yulistya, Yusnia Hanna; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2022): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v1i2.253

Abstract

Arsitektur modern adalah masa arsitektur yang mulai meninggalkan persolekan yang rumit sebagai estetika sehingga bangunan arsitektur modern cenderung polos dan simple. Arsitektur modern menganut form follow function sehingga desain bentukan bangunannya mengikuti fungsi. Setiap bentuk yang dimainkan dalam arsitektur modern selalu memiliki fungsi tersendiri. Penelitian ini merupakan kajian teori vitruvius yang muncul pada jaman arsitektur klasik terhadap arsitektur modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur pada trilogi vitruvius dan arsitektur modern. Aspek yang diteliti adalah venustas, utilitas dan firmitas mulai dari estetika dari fungsionalisme bentuk, struktur sebagai kekokohan, dan bahan yang mulai beralih kematerial pabrikasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa teori trilogi vitruvius masih relevan pada penerapan arsitektur modern meskipun kemunculan teori tersebut jauh sebelum munculnya peradaban arsitektur modern. Makna utilitas terlihat pada setiap bentuk bangunan yang pada setiap bentuk atau lekukannya pasti memiliki fungsi untuk bangunan tersebut. Sedangkan venustas terdapat pada permainan geometri pada fasad bangunan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tolak ukur teoritis penerapan trilogi Vitruvius terhadap arsutektur modern
Kajian Penerapan Arsitektur Modern pada Bangunan Villa Savoye Febriyanti, Nurul; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 2 No. 2 (2023): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v2i2.491

Abstract

Arsitektur Modern adalah gaya atau konsep bangunan yang mengutamakan bentuk bangunan dibandingkan ornamen hias. Dengan kata lain, estetika desain modern adalah kelanjutan dari bangunan penuh ornamen seperti desain Gothic dan Victorian. Sebaliknya, desain modern memilih tema arsitektur yang dibangun dengan material tertentu, demi menjamin kesederhanaan dan fungsionalitas sebuah bangunan. Era desain modern datang bersamaan saat sumber daya manusia digantikan dengan mesin industrial. Salah satunya adalah villa Savoye yang merupakan karya ciptaan arsitek terkenal Le Corbusier. Villa Savoye merupakan bangunan yang sangat berpengaruh pada arsitektur modern. Villa ini memiliki tema desain The House Is A Machine For Living yang berarti rumah adalah tempat untuk hidup, dengan menggunakan tema tersebut Le Corbusier berusaha menyampaikan makna tersendiri di dalam bangunan tersebut yang dipadukan dengan halaman rumah yang hijau, sehingga memberikan kesan yang cukup sejuk. Analisa bangunan Villa Savoye sendiri patut di pertanyakan karena merupakan bangunan dengan konsep arsitektur modern atau postmodern. Hasil penelitian dengan menggunakan metode analisa kualitatif ditemukan data yang sesuai dengan prinsip arsitektur modern, sehingga dapat disimpulkan bahwa bangunan Villa ini merupakan salah satu desain dari arsitektur modern.
Penerapan “Guna dan Citra” dalam Arsitektur Nusantara Studi Kasus: Uma Mbatangu, Tongkonan, dan Sulah Nyanda Limantara, Krisnina Dohan; roosandriantini, josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 3 No. 1 (2024): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v3i1.552

Abstract

Konsep berarsitektur yang berpijak pada “guna dan citra” adalah romo Mangunwijaya, melalui suatu objek arsitektur dianalogikan sebagai suatu esensi yang berkaitan dengan makna. Sehingga, suatu bangunan diandaikan sebagai suatu yang mempunyai jiwa dan daya bagi penghuninya. Hal tersebut berhubungan dengan faktor seni dan teknis dari tektonika yang terdapat pada bangunan, contohnya seperti pada bangunan rumah adat. Arsitektur nusantara berasal dari kekreatifan masyarakat setempat. Suatu konsep dalam arsitektur yang banyak mencerminkan kebudayaan setempat dan lingkungan alam sekitarnya menjadi landasan utama dari arsitektur nusantara, yang digambarkan dalam nilai-nilai dan makna yang tersembunyi dibalik bentuk rupa fisiknya. Tujuan dari penelitian ini untuk lebih memberi gambaran bahwa dalam wujud fisik arsitektur nusantara juga memiliki sebuah aspek citra dan aspek guna. Obyek penelitian yang digunakan yaitu rumah adat Sumba (Uma Mbatangu), rumah Adat Toraja (Tongkonan), dan rumah adat Baduy (Sulah Nyanda). Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif didukung dengan pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil dari penelitian ini dapat memperlihatkan walaupun arsitektur nusantara cenderung terlihat sebagai bangunan yang tidak modern, tetapi dapat memperlihatkan aspek guna dan citra yang masih memunculkan kenyamanan penghuni
Penerapan Prinsip Desain D.K. Ching pada Bangunan Sessat Agung Bani Safari, Ilham; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.729

Abstract

Bangunan Sessat Agung adalah pusat komunitas budaya di Islamic Center yang berada di Tubaba, Tulang Bawang Barat, Lampung. Bangunan ini merupakan salah satu contoh arsitektur tradisional yang kaya akan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip-prinsip desain D.K. Ching, yang terdapat pada bangunan Sessat Agung. Penerapan prinsip desain D.K. Ching menjadi landasan penting dalam memahami kualitas visual dan fungsional sebuah karya arsitektur. Prinsip D.K. Ching merupakan salah satu pemikiran teori barat yang cenderung penerapannya pada Arsitektur modern. Sehingga apakah pada bangunan Sessat Agung tidak ada penerapan prinsip desain D.K. Ching? Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur terutama tentang penerapan prinsip desain arsitektur D.K. Ching. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip desain D.K. Ching yaitu, keseimbangan, proporsi, kontras, dan kesatuan yang terdapat dalam bangunan Sessat Agung. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan lebih dalam tentang menghubungkan teori desain modern dengan warisan arsitektur tradisional Indonesia.
Analisis Atap Pada Pagoda Dan Pura Meru Dessy Arfiyanti, Lusia; Kaesar Putra Wardhana, Odo Grean; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i2.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, struktur, dan makna simbolik atap pada bangunan tradisional Pagoda di kawasan Asia Timur dan Pura Meru di Bali, Indonesia. Fokus utama terletak pada perbandingan karakteristik arsitektural kedua bangunan tersebut, khususnya pada elemen atap yang memiliki peran penting dalam aspek estetika, spiritual, dan konstruktif. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber sekunder seperti buku arsitektur, jurnal ilmiah, dokumen pelestarian cagar budaya, serta artikel terkini yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Pagoda dan Pura Meru berasal dari latar budaya yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam bentuk atap bertingkat sebagai representasi nilai spiritual dan kosmologis. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam aspek struktur, teknik konstruksi, dan penggunaan material yang dipengaruhi oleh konteks geografis serta perkembangan zaman. Studi ini juga menyoroti pentingnya pelestarian arsitektur tradisional melalui pendekatan dokumentasi yang mutakhir. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lintas budaya dalam arsitektur tradisional Asia serta menjadi referensi dalam upaya konservasi dan pengembangan desain arsitektur berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Teori Production of Space Henri Lefebvere dalam Konteks untuk Membaca Ruang di Indonesia Ibadi, Raden Mohamad Wisnu; Roosandriantini, Josephine; Hidayat, Anas; Lestari, Nia Yunia
ARCHIHUMANUM Vol 3 No 2 (2025): October
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v3i2.175

Abstract

Konsep ruang kota menurut Lefebvre dalam The Production of Space, ada kontradiksi antara ruang abstrak dan ruang sosial. Ruang abstrak diproduksi oleh kapitalis yang memiliki kuasa mengatur dan mengarahkan perencanaan ruang kota, sementara ruang sosial diproduksi oleh masyarakat dari kehidupan keseharian mereka. Di dalam buku The Production of Space, ada beberapa konsep terlihat berbeda, tetapi sebenarnya memiliki prinsip yang sama, atau bisa disebut sebagai: paralel. Misalnya perceived space paralel dengan ruang abstrak, sementara lived space paralel dengan ruang sosial, hanya sudut pandangnya yang sedikit berbeda. Juga ada konsep spatial practice yang paralel dengan perceived space, lalu space of representation yang parallel dengan conceived space, dan juga ada representational space yang paralel dengan lived space. Ketiganya bisa dipakai untuk membaca fenomena empirik di Indonesia. Namun kota-kota di Indonesia memiliki keunikan seperti pertentangan antara abstract space dan social space yang cukup kompromis, dengan batas-batas territorial cukup jelas, membentuk hubungan simbiosis yang saling menguntungkan. Hal ini memberi peluang membaca teori Lefebvere lebih mendalam, lebih reflektif dan lebih kritis, dengan contoh kasus yang empirik, bisa dari rumah yang biasa kita tempati, bisa juga dari kampong atau pasar yang tidak asing di kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa realitas empirik selalu memiliki keunikan diluar teori
Media Belajar Berbasis QR-code untuk Memperkenalkan Arsitektur Nusantara di SD Negeri Gairipim Mappi - Papua Roosandriantini, Josephine; Christela Oktaviani, Yohana; Amstrong Hayong, Emanuel; Wahyuningsih, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 4 No. 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v4i02.5572

Abstract

In this digital era, almost every aspect of human life relies on technology, including education, business, government, and daily life. One example of technology widely used in various fields is QR-code technology. Unfortunately, this comfort cannot be felt in other regions of Indonesia. The lack of information impacts the slow learning development in areas commonly referred to as 3T regions, (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Therefore, it is necessary to address this condition. Children in the 3T region have the right to equality in learning and accessing knowledge. Thus, the author takes the initiative to develop learning media that trains the fine motor skills of elementary school students in Gairipim, Papua, by their age. The method used in this community service activity is a qualitative descriptive method. The provision of engaging and interactive learning media is expected to spark curiosity and a desire to continue learning. This activity considers the limited internet access in remote areas, so the applications installed on the devices do not require internet connectivity. Therefore, users can achieve their goals even with minimal internet access. In this way, students at SD Negeri Gairipim can gain equal access to learning and enjoy modern learning media.
Penerapan Critical Regionalism Pada Bangunan Marika Alderton House dan Museum Tsunami Aceh Regina, Fransiska Maria; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 3 No. 2 (2024): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v3i2.667

Abstract

Regionalisme memiliki 2 macam yaitu Vernakularisme yang bentukannya dibatasi skala dan fungsi dan terdapat juga regionalisme modern yang penekannya pada bentuk dan materialnya. Critical regionalism masih tetap meneruskan tradisi seperti yang ada pada regionalism tetapi lebih banyak mengikuti unsur modernisasi. Glenn Murcutt memiliki teori yang sesuai dengan critical regionalism yaitu terdapat identitas serta kearifan lokal, selain itu juga kontekstual, dengan sustainable architecture, serta high tech culture yang turut berperan, dan desain bangunan haruslah ramah lingkungan. Rumusan masalah tentang bagaimana penerapan yangcritical regionalism pada bangunan Marika Alderton Housed dan Museum Tsunami Aceh. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melaluli tinjauan literature. Penerapan critical regionalisme adalah pada bangunan Marika Alderton House di Australia yang mengambil nilai tradisional masyarakat Aborigin dan material prefebrikasi ramah lingkungan. Bangunan yang kedua adalah penerapan pada Museum Tsunami Aceh yang ada di Indonesia dengan tema Escape Hill sebagai kenangan atas peristiwa Tsunami Aceh. Kearifan local yang diambil adalah konsep rumah tradisional yang berupa panggung dan tarian saman sebagai secondary skin. saran yang penulis ajukan ialah hendaknya penelitian selanjutnya memperdalam dan mengembangkan ruang lingkup tentang penerapan teori critical regionalism agar menjadi optimal dalam mendapatkan data yang diperlukan.
Pengelolaan Estetika lingkungan RW 003 Asem Payung Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo roosandriantini, josephine
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v3i1.33

Abstract

Infrastructure development in Indonesia continues to increase from the village scale to the national and even international scale. There are so many areas that we usually refer to as "villages" that also need to be changed, developed, and managed to provide an increase in the aesthetic value of the environment. The village becomes the specialty of an area within an area, where the village with its uniqueness can be better known and admired by many people. The existence of Asem Payung village must have special characteristics to support the activities of residents in the neighborhood. This village is still very lacking in terms of environmental management, so it looks good in terms of aesthetics. The dividing wall is unsightly and looks shabby so it needs further improvement. The method used in this community service activity is a qualitative descriptive method. An environment that is not clean and looks shabby is the main problem in this environment. In addition, it is necessary to monitor and evaluate and assist the surrounding community in the concept of gotong-royong to improve the aesthetics of the environment and make it look even better. The expected result in the Asem Payung village area is to be better in the aesthetic appearance of the environment by being filled with mural paintings with educational themes. So that this area turns out to be a place for visits or tours to arrange a neat and clean environment far from the impression of slums.
PEMBENTUKAN RUANG BERSAMA DAN RUANG TERBUKA HIJAU DI LINGKUNGAN BABATAN PILANG RT. 003 RW. 005 Heristama Anugerah Putra; Josephine Roosandriantini
ABIDUMASY Vol 2 No 1 (2021): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v2i1.1322

Abstract

The area of open land in the City of Surabaya is decreasing from year to year. This is influenced by the number of settlements and housing that have begun to emerge and develop, thus increasing the population level in an area. Humans are by nature social creatures. Can not be separated from other individuals and need each other. Individual someone indirectly lives together with the surrounding environment. This is what triggers that each individual must be social to one another. However, along with the times and technological advances today, many individuals often forget this and think more about their respective interests. Time to gather and meet face to face with neighbors, chat with each other directly or with the surrounding environment is also very minimal. Broadly speaking, the Babatan Pilang community is individual. The background to the problems that have been previously described is the basis for this community service to be able to provide input to the community of Babatan Pilang RT. 003 RW 005. The purpose of this community service is to help the community or housing residents to restore and create a social society. This community service program is carried out by creating and arranging common spaces for socializing.
Co-Authors Alvin Widyadhana Kosman Amstrong Hayong, Emanuel Anas Hidayat Anas Hidayat Anas Hidayat Anas Hidayat, Anas Andika, Andreas Andriani, Celine Angelina Novemita Santoso Antonius Sachio Troy Wijaya Anugerah Putra, Heristama Bani Safari, Ilham Bryan Richard Bryan Richard Catherina Novita Ambarwati Celine Andriani Christela Oktaviani, Yohana D.C., Vebyola Indah Daniel Gentario Denny Jean Cross Sihombing Desrina Yusi. I Dessy Arfiyanti, Lusia Efandaru, James Febriyanti, Nurul Ferdinard Boli Ferdinard Hendra Setiawan Fernanda Yosefi Meilan Fransiska Maria Regina Handayani Asriningpuri Harianto, Yohanes Kristianus Hdayat, Anas Heristama Anugerah Putra Ibadi, Raden Mohamad Wisnu James Efandaru James Efandaru Jessica Aprilia Poernama Johana Raycia Aramus Putri Josef Prijotomo Kaesar Putra Wardhana, Odo Grean Kalvin Setiawan Salim Kharisma Ziliwu Krisnina Dohan Limantara Krisnina Dohan Limantara Limantara, Krisnina Dohan Lucia Ina Trisjanti Lucia Ina Trisjanti Lucia Ina Trisyanti Lutters, Emmanuelle Litania Mahdani, La Ode Meilan, Fernanda Yosefi Michel Dio Susanto Moh Rizal Moris, Diyan Muthahari, Salman Nia Yunia Lestari Odo Grean Kaesar Putra Wardhana Phoebe S.P., Bernadeth Chiquita Poernama, Jessica Aprilia Prabani Setio Hastorahmanto Regina, Fransiska Maria Richard, Bryan Seanivenna F. Hondo Selvia Devy Tiorma Setiadi, Widriyakara Setiadi, Y.A Widriyakara Setiawan, Ferdinard Hendra Setiawan, Valerio Sultan Agni Setiohastorahmanto, Prabani Siriman, Fernando Edward Stefanus Prabani Setio Stephanie Grimaldi, Gabriella Sultan Agni Setyawan, Valerio Utomo, Ariel Suryo Valerio Sultan Agni Wahyuningsih, Yulia Widriyakara Setiadi Widriyakara Setiadi Wijaya, Antonius Sachio Troy Y.A Widriyakara setiadi Y.A. Widriyakara S Y.A. Widriyakara Setiadi Y.A. Widriyakara Setiadi Yohanes Kristianus Harianto Yulia Wahyuningsih Yulistya, Yusnia Hanna Yuniardi, Dimas Yusnia Hanna Yulistya Yusnia Hanna Yulistya