Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DAN FUNGSIONALIS PADA BANGUNAN MUSEUM LE GRANDE LOUVRE Bryan Richard; Josephine Roosandriantini
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v2i2.33

Abstract

Arsitektur modern merupaka arsitektur yang muncul di Inggris saat revolusi industri pada abad ke-19 dan arsitektur modern muncul karena adanya kebosanan terhadap bentuk arsitektur klasik yang dinilai terlalu berlebihan dengan banyaknya ornamen yang menghiasi bangunan dan karena arsitektur klasik dinilai kurang efektif dalam penggunaan ruang di dalam bangunan sehingga banyak ruang yang terbuang hanya untuk ornamen. Arsitektur modern sendiri memiliki ciri khas dimana bentuk bangunan tersusun atas bentuk geometris, tidak ada atau minim ornamen, mengutamakan penataan ruang dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Bangunan yang akan dijadikan objek penelitian adalah museum Le Grande Louvre, Paris, Prancis dikarenakan museum ini memiliki material dan bentuk yang menonjol dibandingkan dengan bangunan sekitarnya yang berupa benteng. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi unsur-unsur arsitektur modern dan aliran arsitektur modern yang digunakan pada bangunan museum Le Grande Louvre. Penelitian ini akan berfokus pada bentuk bangunan, material bangunan, denah dan sirkulasi ruang pada bangunan museum dengan menggunakan metode literatur. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan terhadap bangunan museum Louvre ditemukan unsur-unsur arsitektur modern pada bangunan seperti penggunaan material pabrikasi berupa besi, kaca, beton, penggunaan bentuk geometri pada bangunan sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa museum Louvre ini menggunakan arsitektur modern pada bangunannya.
IDENTIFICATION OF COLONIAL ARCHITECTURAL STYLE IN MAJAPAHIT HOTEL BUILDING AND SURABAYA YOUTH CENTER IDENTIFIKASI LANGGAM ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN HOTEL MAJAPAHIT DAN BALAI PEMUDA SURABAYA Bryan Richard; Josephine Roosandriantini
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.38

Abstract

Arsitektur kolonial merupakan arsitektur yang memadukan antara budaya barat dan timur dan digunakan sebagai tempat tinggal bangsa Belanda di Inedonesia.Arsitektur ini sendiri berjaya dari tahun 1920-1940 dan menghasilan beberapa bangunan salah satunya adalah hotel majapahit dan Balai Pemuda di Surabaya.Tujuan penelitian sendiri untuk mengidentifikasi arsitektur kolonial pada bangunan hotel Majapahait dan Balai pemuda Surabaya dengan metode literatur dan survei dan berdasarkan hasil analisa bangunan hotel Majapahit dan Balai Pemuda termasuk arsitektur kolonial dikarenakan adanya ciri-ciri arsitektur kolonial yang sangat kental seperti gavel, tower, dormer, tympannon, ballustrade, bouvenlicht, windwijzer, nok Acroterie dan geveltoppe
Kajian Elemen Arsitektur Modern berdasarkan teori Vitruvius josephine roosandriantini; Yusnia Hanna Yulistya
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur (LingKAr) Vol 1 No 2 (2022): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Architecture Program, Faculty of Engineering, Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.129 KB) | DOI: 10.37477/lkr.v1i2.253

Abstract

Arsitektur modern adalah masa arsitektur yang mulai meninggalkan persolekan yang rumit sebagai estetika sehingga bangunan arsitektur modern cenderung polos dan simple. Arsitektur modern menganut form follow function sehingga desain bentukan bangunannya mengikuti fungsi. Setiap bentuk yang dimainkan dalam arsitektur modern selalu memiliki fungsi tersendiri. Penelitian ini merupakan kajian teori vitruvius yang muncul pada jaman arsitektur klasik terhadap arsitektur modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur pada trilogi vitruvius dan arsitektur modern. Aspek yang diteliti adalah venustas, utilitas dan firmitas mulai dari estetika dari fungsionalisme bentuk, struktur sebagai kekokohan, dan bahan yang mulai beralih kematerial pabrikasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa teori trilogi vitruvius masih relevan pada penerapan arsitektur modern meskipun kemunculan teori tersebut jauh sebelum munculnya peradaban arsitektur modern. Makna utilitas terlihat pada setiap bentuk bangunan yang pada setiap bentuk atau lekukannya pasti memiliki fungsi untuk bangunan tersebut. Sedangkan venustas terdapat pada permainan geometri pada fasad bangunan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tolak ukur teoritis penerapan trilogi Vitruvius terhadap arsutektur modern
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA-SISWI SMK ST. LOUIS GAMBAR 3D ARSITEKTUR NUSANTARA DENGAN SKETCHUP Josephine Roosandriantini; Yulia Wahyuningsih; Antonius Sachio Troy Wijaya; Ferdinard Hendra Setiawan; Jessica Aprilia Poernama; Alvin Widyadhana Kosman
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.25115

Abstract

AbstrakPelestarian menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2010 bahwa cagar budaya wajib untuk dipertahankan keberadaannya. Salah satu cagar budaya di Indonesia ini adalah arsitektur nusantara. Keberadaan arsitektur nusantara yang mengalami transformasi menjadi lebih modern, dari segi material hingga fasade bangunan. Perkembangan menuju era modern, mulai berkembang teknologi digital yang terfokus pada jaringan internet, internet of things dalam melakukan segala aktivitas, bekerja maupun hiburan. Era Society 5.0 telah berkembang kearah mengandalkan manusia sebagai komponen utama dalam memanfaatkan  teknologi  modern  seperti IoT, AI dan Robot. Generasi   sekarang   dan mendatang  akan  semakin  erat  dengan  teknologi digital. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  melakukan pelestarian arsitektur nusantara dengan memanfaatkan teknologi digital diteruskan ke generasi selanjutnya tanpa mengurangi nilai yang terdapat didalamnya melalui digitalisasi. Salah satu teknologi digital yang sedang berkembang saat ini di dunia virtual 3D yaitu metaverse. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di siswa-siswi dan guru ST. Louis Surabaya. Metode pelaksanaannya yaitu memberi pemahaman arsitektur nusantara, dan pelatihan menggambar 3D obyek rumah adat dengan menggunakan SketchUp dan Metaverse. Selain itu siswa-siswi St.Louis ini juga mempresentasikan mengenai obyek arsitektur nusantara tiap daerah. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan generasi muda dapat lebih mengenai wujud fisik arsitektur nusantara dan meningkatkan kompetensi menggunakan sketchup untuk gambar 3D. AbstractPreservation according to the Law of the Republic of Indonesia number 11 of 2010 that it is mandatory for cultural heritage to be maintained. One of the cultural heritages in Indonesia is archipelago architecture. The existence of archipelago architecture has undergone a transformation to become more modern, in terms of materials to building facades. Developments towards the modern era, digital technology began to develop which focused on internet networks, the internet of things in carrying out all activities, work, and entertainment. Era Society 5.0 has developed towards relying on humans as the main component in utilizing modern technologies such as IoT, AI, and Robots. Current and future generations will be increasingly connected to digital technology. Therefore, this community service aims to preserve the archipelago's architecture by utilizing digital technology to be passed on to the next generation without reducing the value contained in it through digitization. One of the digital technologies currently being developed in the 3D virtual world is the metaverse. This community service is carried out by the students and teachers of ST. Louis Surabaya. The implementation method is to provide an understanding of archipelago architecture, and training in a 3D drawing of traditional house objects using Sketchup and Metaverse. Apart from that, the St.Louis students also presented the architectural objects of the archipelago in each region. The results of community service carried out by the younger generation can be more about the physical form of archipelago architecture and increase competency using SketchUp for 3D images.
PERBAIKAN POS JAGA GUNA OPTIMASI SISTEM KEAMANAN DI PERUMAHAN WISMA PERMAI Krisnina Dohan Limantara; Yusnia Hanna Yulistya; Kalvin Setiawan Salim; Josephine Roosandriantini; Y.A Widriyakara Setiadi; Anas Hidayat
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 8 No 2 (2023): Desember : Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v8i2.148

Abstract

AbstrakDalam suatu perumahan dan permukiman keamanan merupakan aspek penting yang menunjang kenyamanan masyarakat, oleh karena itu keamanan menjadi aspek penting. Untuk itu adanya fasilitas keamanan merupakan hal yang penting dalam menunjang proses pengamanan. Namun pada Perumahan Wisma Permai RT 04 diketahui bahwa pos jaga wilayah tersebut telah mengalami peralihan fungsi yang awalnya sebagai pos jaga kemudian beralih menjadi gudang. Dalam pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk memperbaiki bagian utama pada pos yang rusak agar pos jaga dapat kembali kepada fungsi utamanya. Penelitian ini dilakukan dengan survey lapangan dan observasi secara langsung serta melakukan wawancara pada perangkat RT maupun warga setempat dalam upaya mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan. Renovasi pada pos jaga dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada bagian utama pos jaga. Selain itu juga agar bangunan ini terlihat lebih eye catching dan lebih rapi, sehingga siap untuk digunakan kembali sebagai pos jaga dan dapat memberi kenyamanan bagi pengguna bangunan tersebut.Kata kunci: Bangunan; Keamanan; PengabdianAbstractIn any housing and settlement, security is an important aspect that supports the wellbeing of the community. For this reason, the existence of security facilities is important in supporting the security activities. However, at Wisma Permai RT 04, it is known that the guard post in the area has undergone a function shift, in which the original guard post had been turned into a warehouse. This community service aims to repair the main part of the damaged post so that the guard post can return to its main function. This community service was conducted by means of field surveys and direct observations as well as conducting interviews with RT officials and local residents in an effort to collect the required data and information. The renovation of the guard post was carried out to repair the damage to the main part of the guard post. In addition, this building looks more eye-catching and neater, so it is ready to be reused as a guard post and can provide comfort for the building's users.Keywords: Service, Security, Building
Pelatihan 3D Model dan Pemahaman Arsitektur Nusantara Pada Tenaga Pengajar SMK St. Louis Dengan SketchuUp Lucia Ina Trisjanti; Heristama Anugerah Putra; Prabani Setio Hastorahmanto; Josephine Roosandriantini
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i1.1842

Abstract

Pembelajaran semakin berkembang pada sekolah SMK, karena untuk mempersiapkan siswa siswi yang siap pakai di dunia kerja. Oleh karena itu guru pada sekolah SMK St. Louis ingin mengembangkan kompetensi dalam penguasaan program sketchup dalam menghasilkan produk 3D model. Penguasaan kompetensi program sketchup ini dapat diterapkan pada saat pembelajaran siswa-siswi di jurusan DKV. Pengabdian ini dijalankan melalui sebuah pelatihan secara offline yang diikuti oleh guru-guru pengajar SMK St. Louis di Surabaya. Pembahasan menunjukkan bahwa kompetensi penguasaan para guru SMK St. Louis yaitu menghasilkan 3D model menggunakan blender. Hal itu telah menyebabkan munculnya pemikiran bahwa untuk lebih mempermudah dalam menghasilkan 3D model yaitu menggunakan sketchup. Pemahaman mengenai Arsitektur Nusantara merupakan topik yang dapat dikembangkan oleh guru SMK St. Louis, dalam pengaplikasiannya dalam produk atau karya desain. Oleh karena ide itu maka dalam pelatihan 3D model ditambahkan penjelasan mengenai arsitektur Nusantara. Pelatihan yang diikuti oleh guru SMK St. Louis menyatakan menjadi memiliki pengetahuan atau alternatif materi dalam pembelajaran pada siswa siswi SMK St. Louis, saat menghasilkan 3D model dengan sketchup dan Arsitektur Nusantara.
Revitalization of the Guardhouse as a Community Security Building in RT 04 of Wisma Permai Housing Kharisma Ziliwu; Daniel Gentario; Seanivenna F. Hondo; Ferdinard Boli; Widriyakara Setiadi; Josephine Roosandriantini; Anas Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v4i2.1140

Abstract

Purpose: This research explores revitalization, focusing on the transformation of an idle guardhouse in the Wisma Permai Mulyorejo Surabaya housing complex into a functional community security asset. It underscores the importance of such projects in community security and urban planning. Method: The study employs the ANSOS (Assessment, Needs Analysis, Solution, Output, and Sustainability) method to guide the revitalization process of the guardhouse in RT 04. This methodology encompasses various stages, including comprehensive field surveys, interviews, questionnaires, the development of alternative guardhouse designs, and the facilitation of Forum Discussion Groups (FGD). Practical Applications: Successful revitalization can enhance security and generate economic value by repurposing the guardhouse. The findings inform urban planning and community development. Conclusion: This research aims to revitalize the dormant guardhouse in Wisma Permai, creating a functional community security hub. The results offer improved security and economic benefits, contributing to urban development knowledge.
Estetika Arsitektur Jengki pada Bangunan Rumah Tinggal Andriani, Celine; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Linears Vol 6, No 2 (2023): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v6i2.9597

Abstract

Arsitektur Jengki merupakan suatu langgam yang menjadi pelopor arsitektur di Indonesia. Kemunculan arsitektur Jengki merupakan bentuk pemberontakan pada kolonialisme serta semangat pencarian jati diri arsitektur Indonesia. Karakteristik arsitektur Jengki memiliki perbedaan dengan bentuk arsitektur kolonial. Arsitektur Kolonial yang lebih bermain bidang horizontal dan vertikal dalam bentuk geometrisnya, sedangkan arsitektur Jengki lebih pada permainan bidang yang tidak simetris, garis lengkung dan tidak monoton/kaku. Keberadaan arsitektur Jengki saat ini sudah mulai menghilang, karena kalah dengan bentuk arsitektur modern yang cenderung lebih minimalis. Langgam arsitektur Jengki merupakan bentuk desain arsitektur yang proposional, berfungsi dengan baik dan memiliki estetika yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah arsitektur Jengki memenuhi standar elemen desain menurut tokoh Kurt Dietrich. Sehingga, dapat dinilai memiliki estetika yang baik dan unik. Metode penelitian menggunakan studi literatur dan analisa berupa tabel elemen desain menurut Kurt Dietrich, yaitu adanya garis, bentuk, ruang, tekstur dan warna. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat terlihat bahwa langgam arsitektur Jengki memiliki penerapan elemen desain Kurt Dietrich dengan penanganan pada bangunan yang sangat simple, sehingga memiliki estetika pada arsitektur Jengki.
Study of Kurt Dietrich’s Design Principles and Elements in Batak Karo Roosandriantini, Josephine; Prijotomo, Josef
Jurnal Koridor Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/koridor.v15i1.12655

Abstract

Architectural design is the process to create a building that aims for the comfort and beauty of the building itself. An architect in creating or designing a building cannot be separated from the use of design principles in his design, in order to create aesthetics in his architectural works. This study aims to show that design elements and principles which are a European mindset can show that Indonesian architecture also has design principles such as modern, classic, and contemporary architecture. With this awareness in mind, research on Archipelago architecture should be carried out critically so that the European knowledge taken is the knowledge that has been able to conform with the Archipelago mindset, not with the European mindset. This research can be useful for providing knowledge or insight into proving a European design principle (mindset) that can also be applied to objects of archipelago architecture. Explorative research method with a qualitative approach. European-minded design principles to recognize the existence of Batak Karo architecture. The analysis is carried out by ensuring that Kurt Dietrich's principles are based on the European mindset of the Karo Batak, which results in non-European design principles. The test was carried out to discuss whether there were design principles that applied to the Karo Batak, it was found that exclusive design principles were a unified archipelago design principle, and had the peculiarities of each architecture as well as diversity in archipelago architecture.
TAMAN KANAK KANAK BAGI PENYANDANG AUTISME DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Yulistya, Yusnia Hanna; Roosandriantini, Josephine
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 8 No 2 (2021): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v8i2a1

Abstract

Abstrak_ Pendidikan dasar bagi seorang anak merupakan hal fundamental yang akan mempengaruhi dan membentuk anak memiliki karakter yang tangguh, termasuk juga bagi anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini berpusat pada anak autis. Anak-anak penyandang autisme memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu anak autis tidak dapat berinteraksi secara normal dengan individu yang lainnya. Pendidikan untuk anak autisme lebih ditekankan dimulai saat mereka masih taman kanak-kanak, sehingga dibutuhkan fasilitas pendidikan yang diperuntukkan bagi penyandang autisme. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik sekolah taman kanak-kanak bagi penyandang autisme, agar dapat menjadi stimulus bagi tumbuh kembang anak autis. Kebutuhan akan ruang untuk sosialisasi sangat berguna bagi anak-anak penyandang autisme dikarenakan mereka memilik masalah pada interaksi sosialnya. Penelitian ini lebih kepada menunjukkan kriteria yang diperlukan dalam menciptakan ruang interaksi sosial yang dapat berguna membantu dalam proses merancang bangunan bagi anak autis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif yaitu dengan menggunakan studi literatur yang berkaitan dengan kriteria desain yang dapat berguna dalam menciptakan sebuah sekolah taman kanak-kanak penyandang autisme. Hasil dari penelitian ini yaitu kriteria desain untuk sekolah taman kanak-kanak tersebut dapat mempertimbangkan segi pendekatan arsitektur perilaku dalam mendesain, sehingga mengenali karakteristik pengguna agar dapat tercipta kenyamanan dan keamanan bagi si pengguna (user).Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Penyandang Autisme; Taman Kanak – Kanak. Abstract_ Basic education for a child is a fundamental thing that will influence and shape the child to have a strong character, including for children with special needs, in this case centering on children with autism. Children with autism have different characteristics, namely, autistic children cannot interact normally with other individuals. Education for children with autism is more emphasized starting when they are still in kindergarten so that educational facilities are needed for people with autism. The purpose of this study is to describe the characteristics of kindergarten schools for people with autism. The need for space for socialization is very useful for children with autism because they have problems in their social interactions. This research is more to show the criteria needed in creating a space for social interaction that can be useful in helping in the process of designing buildings for children with autism. The research method used in this research is the descriptive qualitative method, namely by using literature studies related to design criteria that can be useful in creating a kindergarten school with autism. So, by paying attention to these design criteria the school can have comfort and safety for children with autism. Also, the resulting design criteria can be considered in terms of a behavioral architectural approach.Keywords: Behavior Architecture; People with Autism; Kindergarten.
Co-Authors Alvin Widyadhana Kosman Amstrong Hayong, Emanuel Anas Hidayat Anas Hidayat Anas Hidayat Anas Hidayat, Anas Andika, Andreas Andriani, Celine Angelina Novemita Santoso Antonius Sachio Troy Wijaya Anugerah Putra, Heristama Bani Safari, Ilham Bryan Richard Bryan Richard Catherina Novita Ambarwati Celine Andriani Christela Oktaviani, Yohana D.C., Vebyola Indah Daniel Gentario Denny Jean Cross Sihombing Desrina Yusi. I Dessy Arfiyanti, Lusia Efandaru, James Febriyanti, Nurul Ferdinard Boli Ferdinard Hendra Setiawan Fernanda Yosefi Meilan Fransiska Maria Regina Handayani Asriningpuri Harianto, Yohanes Kristianus Hdayat, Anas Heristama Anugerah Putra Ibadi, Raden Mohamad Wisnu James Efandaru James Efandaru Jessica Aprilia Poernama Johana Raycia Aramus Putri Josef Prijotomo Kaesar Putra Wardhana, Odo Grean Kalvin Setiawan Salim Kharisma Ziliwu Krisnina Dohan Limantara Krisnina Dohan Limantara Limantara, Krisnina Dohan Lucia Ina Trisjanti Lucia Ina Trisjanti Lucia Ina Trisyanti Lutters, Emmanuelle Litania Mahdani, La Ode Meilan, Fernanda Yosefi Michel Dio Susanto Moh Rizal Moris, Diyan Muthahari, Salman Nia Yunia Lestari Odo Grean Kaesar Putra Wardhana Phoebe S.P., Bernadeth Chiquita Poernama, Jessica Aprilia Prabani Setio Hastorahmanto Regina, Fransiska Maria Richard, Bryan Seanivenna F. Hondo Selvia Devy Tiorma Setiadi, Widriyakara Setiadi, Y.A Widriyakara Setiawan, Ferdinard Hendra Setiawan, Valerio Sultan Agni Setiohastorahmanto, Prabani Siriman, Fernando Edward Stefanus Prabani Setio Stephanie Grimaldi, Gabriella Sultan Agni Setyawan, Valerio Utomo, Ariel Suryo Valerio Sultan Agni Wahyuningsih, Yulia Widriyakara Setiadi Widriyakara Setiadi Wijaya, Antonius Sachio Troy Y.A Widriyakara setiadi Y.A. Widriyakara S Y.A. Widriyakara Setiadi Y.A. Widriyakara Setiadi Yohanes Kristianus Harianto Yulia Wahyuningsih Yulistya, Yusnia Hanna Yuniardi, Dimas Yusnia Hanna Yulistya Yusnia Hanna Yulistya