Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perancangan Prosedur Kerja Rekam Medis Tebal (Volumenious Bulky) di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu Heltiani, Nofri; Arifin, Ismail
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 1 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i1.319

Abstract

Rekam medis volumenious bulkymerupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dipenyimpanan, dan keadaan dimana rekam medis pasien dengan penyakit tertentu yang rutinberobat jalan atau dirawat cukup lama dan rutin menjadi sangat tebal karena seluruh riwayatkesehatan pasien tersimpan dalam satu map rekam medis. Berdasarkan observasi di RSKJSoeprapto Provinsi Bengkulu ditemukan rekam medis volumenious bulky yang mengalamikenaikan setiap tahunnya ± 10% dengan tingkat ketebalan yang berbeda antara 3,7 s.d 4,5 cmpada masing-masing rekam medis dengan kodisi map rekam medis yang sudah mulai robekkarena tidak mampu menopang isi rekam medis. Hal ini dikarenakanpasien gangguan jiwarawat jalan yang sering kontrol rutin atau lama dirawat yang panjang dengan didukung masasimpan (retensi) aktif berkas rekam medis jiwa rawat jalan 10 tahun dan rawat inap 5 tahunmenyebabkan rekam medis mejadi tebal.RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulubelum memilikiprosedur kerja sebagai pedoman pengelolaan dan penyimpanan dalam rekam medisvolumenious bulky, sehingga berdampak pada kerusakan map rekam medis yang dapatmengakibatkan riwayat penyakit pasien yang bersangkutan bercecer/tidak utuh.Penelitian inibertujuan merancang prosedur kerja rekam medis volumenious bulky di RSKJ SoepraptoProvinsi Bengkulu. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulandata dilakukan secara observasi dan wawancara tentang proses pengelolaan rekam medisvolumenious bulky. Tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap analisis, tahap perancangan,tahap testing dan tahap pemeliharaan prosedur kerja.Hasil penelitian adalah rancanganprosedur kerja rekam medis volumenious bulky sesuai dengan kebutuhan rumah sakit yaituprosedur kerja rekam medis volumenious bulky dengan penempatan bagian rekam medisterpisah.
TINJAUAN KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS DARI RUANG RAWAT INAP MAWAR KE BAGIAN ASSEMBLING DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA : TINJAUAN KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS DARI RUANG RAWAT INAP MAWAR KE BAGIAN ASSEMBLING DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA Hasanah, Zakiatul; Putri, Liza; heltiani, Nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 2 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i2.343

Abstract

Masalah:Keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dari ruang rawat inap mawar ke bagian assembling, yang di sebabpakan ketidaklengkapan pengisisan formulir pasien rawat inap. Tujuan:Untuk mengetahui gambaran keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dari ruangan rawat inap Mawar kebagian assembling di Rumah Sakit Bhayangkara. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitudengan cara deskriptif kuantitatif. sampel dalam penelitian ini adalah141 berkas rekam medis dan 12 orang petugas perawat di ruang rawat inap mawar. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis penelitian menggunakan analisis univariatyaitu untuk menjelaskan atau mendeskrpsikan karakteristik masing-masing variabel. Penyajian data penelitian ini menarasikan kepatuhan petugas perawat dan petugas rekam medis, pelaksanaan pengembalian berkas rekam medis berdasarkan SOP dan material. Hasil:Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan di Rumah Sakit Bhayangkara dari 12 petugas perawat di ruang rawat inap mawar yang tidak patuh sebanyak 3 (25%), dalam pengembalian berkas rekam medis rawat inap ke bagian assembling.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan SOP Pendistribusian di Rumah Sakit Bhayangkara, dari 8 item SOP pendistribusian tersebut terdapat 1(12,5%) item yang tidak terlaksanakan dengan baik. 1 item yang belum dilaksanakan dengan baik terdapat pada waktu pengembalian berkas rekam medis tepat waktu 1x24 jam.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan di Rumah Sakit Bhayangkara dari 141 Berkas rekam medis dari ruang rawat inap mawar yang tidak lengkap sebanyak 24 (17%). Kesimpulan: Jadi pada penelitian ini masih terdapat keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dari ruang rawat inap mawarkebagian assembling yang disebabkan salah satunya ketidaklengkapandan kepatuhan dalam pengisian formulir rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara. Kata kunci: Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis, assembling, kepatuhan.
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Rujukan Pasien Di Puskesmas X Kota Bengkulu Khairunnisyah, Khairunnisyah; heltiani, nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 2 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i2.370

Abstract

Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Salah satu pelayanan yang ada dalam sistem pelayanan puskesmas adalah pelayanan rujukan pasien. Sistem rujukan adalah sistem yang dikelola secara strategis, proaktif, pragmatif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komperensif bagi masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi rujukan pasien di puskesmas X, permasalahan dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi di lapangan, wawancara kepada petugas rekam medis yang bertugas dalam proses pembuatan rujukan pasien serta pelaporan rujukan pasien dan studi pustaka yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang di kaji. pengembangan perangkat lunak menggunakan metode waterfall. Sedangkan perancangan sistem informasi menggunakan pemodelan DFD (Data Flow Diagram) yang di implementasikan dengan menggunakan Bahasa pemrograman Microsoft Visual Studio 2010 dan Microsoft Acces 2016 sebagai database. Hasil: dari hasil penelitian didapatkan beberapa masalah mengenai pelaporan rujukan pasien di puskesmas X yaitu rekapitulasi pasien yang dirujuk di puskesmas X setiap harinya di rekap dengan cara menghitung jumlah pasien yang dirujuk, proses penyusunan laporan yang masih kurang efisien karna harus di rekap ulang kedalam Microsoft Excel, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyajkan informasi
SOSIALISASI KELENGKAPAN DAN KETEPATAN PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG MEDIS MEMPENGARUHI KEAKURATAN KODE PNEUMONIA DI RS.BENGKULU Heltiani, Nofri; Agusianita, Agusianita; Khairunnisyah, Khairunnisyah
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 5 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v5i2.144

Abstract

Ministry of Health of the Republic of Indonesia Number HK.02.02/Menkes/514/2015 states that pneumonia is one of the diseases that often causes medical disputes due to disagreements between BPJSKesehatan and Advanced Health Facilities regarding medical issues that are not in accordance with the Clinical Practice Guidelines. This is due to incompleteness and inaccuracy of the results of physical examinations and medical support (thorax radiographs) recorded in the patient's medical record, so that the process of coding the diagnosis of pneumonia becomes inaccurate. This Community Service Activity aims to provide an overview to casemix officers about the effect of incompleteness and inaccuracy of medical information reviewed from the results of physical examinations and medical support on the accuracy of pneumonia diagnosis codes at Bengkulu Hospital. The method used is socialization and interactive discussion targeting the Head of Casemix and 9 casemix officers. The results of the evaluation through pretest and posttest showed an increase in knowledge and understanding of casemix officers before and after being given socialization by 61% with an average pretest of 56.00 and posttest to 90.00. This activity needs to be carried out as an effort to improve the quality of health services and increase the awareness and understanding of casemix officers regarding the importance of completeness and accuracy of physical examinations and medical support in supporting code accuracy.