Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Produksi Konten Digital Untuk Branding Konser Kemanusiaan Pada Milad Laznas LMI Fadilatus Sadiah, Anisa; Dewi Anggraeni, Saskya; Irda Rahmawati, Devi; Aprilia Larasati, Cantika; Alifia Afifah, Jihan; Sinduwiatmo, Kukuh
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i3.2647

Abstract

Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membahas proses produksi konten digital yang dilakukan dalam rangka mendukung strategi branding Konser Kemanusiaan Milad ke-30 Laznas LMI. Proses produksi konten digital yang menjadi fokus utama artikel ini meliputi tiga tahapan penting, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, yang seluruhnya dilakukan secara terencana dan sesuai kebutuhan komunikasi lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode partisipatif, di mana lima mahasiswa jurusan ilmu komunikasi terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga publikasi konten di media sosial LMI. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi secara langsung dan dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan dengan menelaah hasil observasi dan dokumentasi untuk menggambarkan proses produksi konten digital serta kontribusinya dalam memperkuat strategi branding Laznas LMI di ranah digital. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konten yang menonjolkan narasi emosional dan nilai kemanusiaan memperoleh tingkat keterlibatan audiens yang lebih tinggi dibandingkan konten yang hanya bersifat informatif. Berdasarkan data engagement Instagram periode 1–30 September, akun resmi LMI memperoleh 513.166 tayangan, dengan 59,6% berasal dari non-pengikut dan 40,4% dari pengikut lama. Unggahan feed memberikan kontribusi tayangan terbesar (59,8%), diikuti cerita (23,7%) dan reels (16,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa strategi distribusi konten digital LMI efektif dalam menjangkau audiens baru sekaligus mempertahankan keterlibatan pengikut yang sudah ada. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas visual dan kekuatan pesan sosial berperan signifikan dalam memperkuat citra lembaga filantropi Islam di era komunikasi digital. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga sosial lain dalam mengoptimalkan strategi branding melalui produksi konten digital yang efektif dan efisien.
Group Communication of Pesinauan as a Means of Preserving Osing Culture in Kemiren Village: Komunikasi Kelompok Pesinauan sebagai Preservasi Budaya Osing di Desa Kemiren Maulana, Achmad Rifaldi; Sinduwiatmo, Kukuh
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Osing culture in Kemiren Village, Banyuwangi, faces globalization challenges that shift the younger generation’s interest away from local traditions. Pesinauan serves as a community-based non-formal educational institution aimed at preserving cultural values, norms, and practices through dialogic and participatory group communication. This study employs the Group Achievement Theory, which emphasizes the roles of input, mediating variables, and output in group productivity. A qualitative approach with a case study method was chosen to explore the dynamics of group communication within Pesinauan. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s model. The results show that interactions in Pesinauan are active through cultural activities such as Mocoan Lontar Yusup, Gandrung Dance, and traditional crafts, using the Osing language as the medium of instruction. Communication patterns are egalitarian, involving elders, youth, and learners equally. Hands-on learning strengthens cultural identity, fosters creativity, and enhances collective awareness. Challenges such as intergenerational perception differences are managed through open deliberation. The discussion confirms that group communication in Pesinauan serves a dual function: as a medium for cultural knowledge transfer and as a means of character building based on local values. In conclusion, Pesinauan effectively functions as both a center for cultural preservation and an agent of Osing value regeneration, with its strengths lying in egalitarian communication, cross-generational engagement, and contextual learning that adapts to contemporary challenges.
The Meaning and Symbols of Offerings in the Karo Ritual Ceremony of the Tengger Tribe in Baledono Village Nafridhatul Maulidina Wardani; Kukuh Sinduwiatmo
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 10, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v10i2.23782

Abstract

This study was conducted to analyze the symbolic meaning contained in the offerings in the Karo Ceremony ritual carried out by the Tengger Tribe in Baledono Village. The rituals and offerings used in this ceremony are not only part of the traditional procession, but also have meanings that reflect the spiritual, cultural, and social relationships of the Tengger community. This study uses a qualitative type with a descriptive approach. The subject of this study is the meaning and symbols of the offerings. While the research subjects were selected by purposive sampling. The object is the Karo ceremony of the Tengger Tribe in Baledono Village. Data collection techniques to obtain information through observation, in-depth interviews, and documentation. Then analyzed using descriptive interpretive data analysis techniques. The results of the study explain that each symbol in the offerings has a deep meaning that is closely related to the six indicators of F.W. Dillistone's symbol theory. It is important to understand this symbolic meaning so that the preservation of the culture and traditions of the Tengger Tribe is maintained amidst the dynamics of the ever-changing era.
PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DESA BEJIJONG M.Andi Fikri; Kukuh Sinduwiatmo; Nilahtul Qudus Sukma Nirwana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2017-2020

Abstract

Desa Bejijong yang terletak di kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto terkenal dengan penduduknya sebagai pengrajin batik dan patung sehingga memiliki potensi yang cukup bagus dalam menciptakan peluang usaha untuk menggerakkan perekonomian desa. Tujuan pengabdian masyarakat diharap dapat membangun kesadaran masyarakat agar kreatif dalam memasarkan produknya melalui media sosial sehingga mampu membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa Bejijong. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dengan cara sosialisasi, ceramah dan pengajaran. Dengan memanfaatkan teknologi digital UMKM desa Bejijong memungkinkan dapat membuat foto dan video sehingga lebih mudah memperkenalkan dan meningkatkan usaha mereka.
The Influence of Leadership Communication in Socialization of Occupational Health and Safety Program on Employee Safety : Pengaruh Komunikasi Pimpinan Dalam Sosialisasi Program K3 Terhadap Keselamatan Karyawan Sartono Baktiar; Kukuh Sinduwiatmo
Academia Open Vol. 3 (2020): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.3.2020.1329

Abstract

Worker activities are very important for the company's productivity, especially for large-scale industrial sectors such as PT. Pabrik Kertas Indonesia, Mojokerto. The purpose of this research is to find out the influence of heavy equipment pool leaders on employee safety simultaneously and partially with the theory of superior communication in organizational communication. This quantitative research uses statistical testing of two variables namely independent variable (X) and dependent variable (Y). the independent variable used by researchers is leadership communication (X), while the dependent variable is employee safety (Y). This research is in the Heavy Equipment Pool (HEP) section of PT. Pakerin in the Bangun, Pungging Mojokerto. This study used 50 respondents to answer the questionnaire given. The results of the questionnaire were then processed using simple linear regression analysis techniques using the SPSS 16.0 program. The results showed that there is an influence of leadership communication in the socialization of OHS program on employee safety at HEP of PT. Pakerin is positive and significant with R of 0.285 which belongs to the weak category. The amount of influence or determination value (R square) is indicated at 8.1%. From the results of the F test and T Test can be concluded that H1 can be accepted with the meaning of communication leadership has an influence in the socialization of the OHS program on the safety of employees in the Heavy Equipment Pool section of PT. Pakerin Mojokerto.
Consumer Perception Of Wardah Cosmetic Products: Persepsi Konsumen Terhadap Produk Kosmetik Wardah Ervina Pujianingrum Supriyanto; Kukuh Sinduwiatmo Sinduwiatmo
Academia Open Vol. 5 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.5.2021.2209

Abstract

This study entitled "CONSUMER PERCEPTION OF WARDAH COSMETIC PRODUCTS" at the residents of RT 03 RW 01 Singopadu Village. The purpose of this study was to determine consumer perceptions of Wardah cosmetic products. Researchers used a qualitative descriptive research method. Data analysis in this study was carried out by analyzing according to Miles and Huberman, namely reducing data, presenting data and withdrawing verification. The results showed that the residents of RT 03 RW 01 Singopadu Village had a good perception of Wardah's cosmetic products. With the existence of halal certification, it strengthens the perception of individuals, especially Muslims. Not only from the halal certification, but because of the suitability of the skin type. Wardah's product quality is recognized as good because it is made from safe ingredients that have been tested by BPOM. Residents of RT 03 RW 01 Singopadu Village give positive perceptions of Wardah cosmetic products. But it comes back to individuals if they fit they will buy it. In accordance with Kotler's theory (2005) states that consumers have a perception of Wardah's products and are ready to make purchases or exchange between money and a promise to pay with the ownership rights of an item.
Reimagining Local Broadcasting Unveiling Dynamic Communication: Menata Ulang Penyiaran Lokal dengan Menghadirkan Komunikasi yang Dinamis Indi Rachmawati; Kukuh Sinduwiatmo
Academia Open Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.9.2024.7904

Abstract

This qualitative study delves into the communication styles of broadcasters and listeners within the Lontong Balap RRI Surabaya program, aiming to fill gaps in understanding communication dynamics in local radio contexts. Data collection involved non-participant observation and interviews, with purposive sampling selecting informants from both broadcaster and listener demographics. Findings reveal a predominant equalitarian communication style, fostering direct interactions and natural engagement between broadcasters and listeners. The program serves to revive local culture while providing information and entertainment, showcasing the significance of relatable language and direct engagement in enhancing audience participation and program effectiveness within local radio broadcasts. Hghlight: Efficient Inventory System: PT. Perdana Sukses Makmur demonstrates effective inventory management practices. Internal Control Challenges: Addressing function combination enhances organizational oversight. Production Efficiency Implications: Refining internal controls enhances manufacturing performance. Keywoard: Inventory Management, Internal Control, Manufacturing Company, Qualitative Study, Indonesia
Convergence and Reciprocity in Cross Regional Santri Communication: Konvergensi dan Timbal Balik dalam Komunikasi Santri Lintas Wilayah rama adi wijaya; Kukuh Sinduwiatmo
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12717

Abstract

General Background: Islamic boarding schools in Indonesia serve as religious educational institutions and social environments where students from diverse cultural and linguistic backgrounds interact. Specific Background: At Faqih Hasyim Islamic Boarding School, cross-regional santri encounter language differences and cultural diversity that shape their interpersonal interaction patterns. Knowledge Gap: Limited research explains how communication adaptation occurs among santri from different regions within multicultural pesantren settings. Aims: This study investigates communication adaptation processes among cross-regional santri using Interaction Adaptation Theory. Results: Using a qualitative descriptive approach through observation and in-depth interviews, the study identifies two dominant adaptation patterns, namely convergence mirroring, where students adjust linguistic style and behavior to resemble peers, and reciprocity compensation, where students maintain interaction balance through partial adjustment and flexibility. The findings also reveal the absence of divergence patterns, reflecting the pesantren cultural emphasis on harmony and social unity. Novelty: This study provides empirical evidence of interaction adaptation dynamics within a multicultural Islamic boarding school context using Interaction Adaptation Theory as an analytical framework. Implications: The findings indicate that adaptive communicative competencies support the development of empathy, tolerance, and cohesive social relationships within diverse pesantren communities, contributing to intercultural communication discourse in Islamic educational institutions. Highlights: Two Interaction Adjustment Mechanisms Dominate Interpersonal Exchanges Among Students From Different Provinces. Harmony-Oriented Institutional Culture Discourages Contrasting Behavioral Responses During Social Interaction. Flexible Linguistic and Behavioral Alignment Supports Empathetic and Tolerant Relationships Within Diverse Learning Environmen Keywords: Interaction Adaptation Theory, Islamic Boarding Schools, Intercultural Communication, Language Differences, Multicultural Students
Makna Tumpeng Tempe dalam Ritual Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen Dewi Mutiatus Sholicha; Vika Yolanda Anjani; Erwin Kusuma Wardana; Kukuh Sinduwiatmo
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3001

Abstract

Tradisi Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, memiliki kekhasan budaya dengan mewajibkan kehadiran Tumpeng Tempe sebagai syarat mutlak dan ikon utama ritual. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk membongkar makna simbolik Tumpeng Tempe dalam ritual Ruwah Desa, guna melihat bagaimana masyarakat mengonstruksi identitas ekonomi mereka ke dalam sebuah tradisi keagamaan dan kebudayaan. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam bersama dua informan yang terlibat aktif sejak awal tradisi, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui lensa teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempe mengalami pergeseran makna dari entitas profan berupa lauk-pauk harian menjadi medium komunikasi spiritual yang sakral. Tumpeng Tempe dimaknai sebagai representasi identitas kolektif desa sentra perajin tempe, lambang kesederhanaan, serta wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Bentuk kerucut pada tumpeng secara khusus melambangkan komunikasi vertikal untuk penyampaian doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian prosesi adat ini juga berfungsi sebagai media komunikasi sosiokultural yang memperkuat gotong royong dan solidaritas warga. Meskipun demikian, arus modernisasi memunculkan tantangan nyata berupa menurunnya pemahaman filosofis dan antusiasme partisipasi generasi muda, sehingga sangat diperlukan upaya pewarisan dan pelestarian yang berkesinambungan agar identitas lokal ini tetap lestari.
Merawat Toleransi Melalui Komunikasi Budaya: Studi tentang Negosiasi Identitas pada Masyarakat Desa Balun Lamongan Anggun Laily Hikmatur Roudloh; Muhammad Aufarul Mawahib; Refalina Widiyastary; Kukuh Sinduwiatmo
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi identitas dalam merawat toleransi melalui komunikasi budaya antarumat beragama di Desa Balun, Kabupaten Lamongan. Desa Balun dikenal sebagai wilayah multikultural yang masyarakatnya terdiri dari pemeluk agama Islam, Kristen, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Teori Negosiasi Identitas dari Stella Ting-Toomey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi di Desa Balun terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pengakuan dan penghormatan identitas, komunikasi budaya dalam menegosiasikan perbedaan, serta pembentukan identitas kolektif sebagai warga desa. Pengakuan dan penghormatan identitas terlihat dari sikap saling menghargai dalam pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan tanpa adanya diskriminasi sosial. Komunikasi budaya berlangsung secara terbuka melalui interaksi sehari-hari, musyawarah, dialog, serta peran tokoh masyarakat sebagai mediator dalam menjaga keharmonisan sosial. Selain itu, identitas kolektif sebagai warga Desa Balun terbentuk melalui kegiatan budaya dan sosial seperti gotong royong, Bersih Desa, dan kegiatan kebersamaan lainnya yang melibatkan seluruh warga tanpa memandang perbedaan agama. Berdasarkan teori yang digunakan, ditemukan bahwa proses negosiasi identitas yang meliputi pengakuan, penghormatan, penerimaan, serta komunikasi yang sadar (mindful communication) menjadi faktor penting dalam membangun toleransi antarumat beragama. Kesimpulannya, toleransi di Desa Balun tidak hanya bersifat normatif, tetapi telah menjadi budaya sosial yang mengakar melalui komunikasi budaya dan interaksi sosial yang berkelanjutan.
Co-Authors Abidin, Irsyad Adi Suta, Griselda Vania Aditiyarani, Riska Alifia Afifah, Jihan Alvicky, Angga Anggraini, Puput Maya Anggun Laily Hikmatur Roudloh Aprilia Larasati, Cantika Apriliza, Addis Fadilah Avrilia Herista, Nasya Ayu Diah Oktaviana Ayu, Qonyta Ayyu Lailuki Azma Azzura Rizky Titania Bagus Waskita Rama Berlyana Andriani Bintang Satria P. Cindy Permata Sari Devi, Indah Kartika Dewi Anggraeni, Saskya Dewi Mutiatus Sholicha Dinda Oktaviani Eka, Bagus Erlinawati Erlinawati, Erlinawati Ervina Pujianingrum Supriyanto Erwin Kusuma Wardana Erwinsyah, Derry Fadilatus Sadiah, Anisa Faizal Bakhron A. Farah Nabilah Farid Ardiansyah Firjatulloh , Muhammad Iqbal Fitri Nur Romadhan Fitri Nur Romadhan Hastowo, Kiki Widyasari Hendra Sukmana Hibatulloh , Aufa Nafis Hidayati, Laila Nur Indi Rachmawati Intan Pratama, Tiara Rani Irda Rahmawati, Devi Karina Dita Annisak Kumalasari, Ines Larastri, Aulivia Regita M. Andi Fikri M. Lukman Hakim Mahardika Darmawan Kusuma Wardana Maulana, Achmad Rifaldi Mawahda, Sindi Risky Meitasari, Devina Finny Moch. Satrio Dewa N. Muhammad Aufarul Mawahib Muhammad Royyanul Wahabi Nafridhatul Maulidina Wardani Nilahtul Qudus Sukma Nirwana Nizal, Akhmad Marzuqi Nugraha, Rahadian Oky Tania Savitri Pakarti, Ayu Permatasari, Tasya Oktavia Pramestiwi, Davina Ardaneza PUSPITA ANGGRAENI Putri, Lusiana Indah Setyo Rachmawati, Indi Raditya Gusdiandika rama adi wijaya Rayhan Bima Sakti Refalina Widiyastary Rifaldi, Muhammad Rosania Ayu Setiawati Ryo, Adrian Samsul Hadi Santi Rahma Dewi Saqya, Ummul Athiyatus Sartono Baktiar Sarwenda Biduri Selly Agustin Shinta Anastasya Putri Sulkha, Auzi Trisiyas Syifa Mamta Utama, Handiko Putra Uzlifatul Ulum Vika Yolanda Anjani Widyastuti Widyastuti Wilujeng, Agustina Rachma