Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Sederhana melalui Media Gambar Berseri di Kelas III SDN 3 Taraju Nurul, Aisya; Sidik, Geri Syahril; Chandra, Deni
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page370-382

Abstract

Menulis karangan sederhana merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena melatih siswa untuk mengungkapkan ide secara tertulis secara runtut dan logis. Namun, kenyataannya, keterampilan ini masih menjadi tantangan bagi siswa kelas III SDN 3 Taraju. Dari 10 siswa, hanya satu siswa (10%) yang mampu menulis dengan baik, sedangkan sembilan siswa (90%) lainnya mengalami kesulitan dalam menyusun karangan. Kesulitan ini tampak dari rendahnya antusiasme saat pembelajaran berlangsung, hasil tulisan yang tidak lengkap, serta kecenderungan siswa untuk menyalin dari buku tanpa struktur yang jelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, rendahnya minat menulis disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik, karena selama ini pembelajaran masih berfokus pada buku paket. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana melalui penerapan media gambar berseri. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan tes hasil menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah dilaksanakan dengan sangat baik, ditunjukkan dengan nilai rata-rata perencanaan sebesar 3,4 pada siklus I dan meningkat menjadi 3,8 pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan peningkatan dari siklus I dengan persentase 70% menjadi 90% pada siklus II. Kemampuan siswa dalam menulis karangan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, persentase ketuntasan sebesar 40%, meningkat pada siklus II menjadi 100%. Persentase peningkatan hasil belajar mencapai 60%. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media gambar berseri efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru memanfaatkan media ini sebagai alternatif pembelajaran yang menarik dan mendukung pengembangan keterampilan menulis siswa.
Analisis Kesulitan Menulis Huruf Tegak Bersambung pada Siswa Kelas III SDN 2 Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Haryanti, Dela; Chandra, Deni; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kesulitan belajar menulis tegak bersambung serta mengidentifikasi factor yang menjadi penyebab kesulitan menulis huruf tegak bersambung pada siswa kelas III SDN 2 Kiarajangkung Kecamatan Sukahening . Sehingga guru dapat meningkatkan mutu pendidikan, serta menemukan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar menulis tegak bersambung. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive yaitu berjumlah 6 orang siswa yang diidentifikasi mempunyai kriteria tertentu, seperti mengalami kesulitan belajar menulis tegak bersambung. Pada saat pengumpulan data kualitatif, penelitian menggunakan teknik triangulasi data, yaitu menggunakan teknik pengumpulan data pada dalam penelitian ini yaitu: Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa 6 orang siswa mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf, mengenal huruf, menulis huruf dan menulis kata dan kalimat hanya dan diketahui faktor penyebab kesulitan pada siswa adalah faktor eksternal yaitu keluarga, dalam kurangnya perhatian dan motivasi dari orang tuanya karena orang tua sibuk bekerja.
Studi Analisis Konsep Ideologi Marhaenisme Sukarno Sebagai Asas Perjuangan Bangsa Indonesia Pratama, Febri Fajar; Asyiah, Ai Kusmiati; Chandra, Deni
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i1.33301

Abstract

AbstractIdeology is important in the order of social and state life. Philosophically, the concept of ideology is very subjective. There are those who consider ideology as dogma, while others are concerned with linking ideology as political discourse and political views. Meanwhile, some think that ideology is based on the concrete interests of social class which is marked by the absence of interest on an economic basis. In the socio-historical context of the Indonesian nation, ideology is used as a "tool" for the struggle to form the mental, character, spirit and thoughts of anti-colonialism, so as to create a manifestation of the fundamental values of Indonesia in the form of Pancasila formulated by national figures. The purpose of this research is to study and analyze the concept of Sukarno's Marhaenism ideology which became the forerunner of thoughts/ideas about Pancasila. The method used is concept analysis with a qualitative approach. Based on the results of the analysis carried out, the results show that marhaenism conceptually emphasizes aspects of the struggle of the marhaens, namely the groups exploited by imperialism and capitalism so that they have difficulty being able to prosper themselves. The important elements in the ideology of Marxism are socio-nationalism, socio-democracy, mass-action, machtvorming, non-cooperation, and self-reliance. and self-reliance.--------------AbstrakIdeologi menjadi hal yang penting dalam tatanan kehidupan sosial maupun bernegara. Secara filosofis, konsep ideologi sangatlah subjektif. Ada yang menganggap ideologi sebagai dogma, ada juga yang menyangkutpautkan ideologi sebagai diskursus politik dan pandangan politik. Sedangkan sebagian lagi menganggap ideologi didasarkan pada kepentingan konkret kelas sosial yang ditandai oleh tidak adanya kepentingan atas dasar ekonomi. Dalam sosio-historis bangsa Indonesia, ideologi dijadikan sebagai œalat perjuangan untuk membentuk mental, karakter, semangat dan pemikiran anti kolonialisme, sehingga terciptalah manifestasi dari nilai-nilai fundamental keindonesiaan berupa Pancasila yang dirumuskan oleh para tokoh nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis konsep tentang ideologi Marhaenisme Sukarno yang menjadi cikal bakal pemikiran/gagasan mengenai Pancasila. Metode yang digunakan adalah analisis konsep dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan hasil bahwa marhaenisme secara konseptual menekankan pada aspek perjuangan kaum marhaen, yaitu kelompok yang dieksploitasi oleh imperialisme dan kapitalisme sehingga mereka kesulitan untuk bisa mensejahterakan dirinya. Adapun unsur-unsur penting dalam ideologi marhaenisme yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, aksi-massa, machtvorming, non-kooperasi, dan self-reliance.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Menggunakan Metode Role Playing pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV SDN 2 Cibanteng Rosmawati, Euis; Chandra, Deni; Dwi Febriani, Winarti
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 3 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i3.1192

Abstract

This study aims to improve students' speaking skills through the implementation of the role-playing method in Indonesian language learning. The research method used is classroom action research (CAR), which consists of planning, action, observation, and reflection in each cycle. The subjects of this study are 32 students, consisting of 17 female and 15 male students. Based on the research results, the students' speaking skills are still low; students tend to be shy, less expressive, hesitant, and confused about what to say. Students have not mastered linguistic factors such as pronunciation accuracy, intonation, and word choice. The role-playing learning method involves students extensively in speaking through drama activities. The results of this study indicate that students' speaking skills improved using the role-playing method. In the first cycle, the average score was 76.6, with 23 students passing and 9 students not passing, resulting in a percentage of 71.88% categorized as high. There was an improvement in the second cycle, with an average score of 87.96, where 30 students passed and 2 students did not, resulting in a percentage of 93.75% categorized as very high
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA SOPAN SANTUN ANAK SEKOLAH DASAR KELAS V SDN SINDANGGALIH Nuriadin, Saban; Fajar Pratama, Febri; Chandra, Deni
JIPIS Vol. 34 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : FKIP, UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v34i1.5273

Abstract

Research on the factors causing the lack of good manners among elementary school children is very important. in the digital era and rapid social change, understanding these factors is important to adapt educational approaches to current developments. This research aims to examine the factors that cause children's lack of good manners in elementary schools and to examine the manners reflected by fifth grade students at SDN Sindanggalih. This research uses a descriptive qualitative method because it involves direct study of the research subject. This method relies on postpositivism philosophy and aims to understand the natural conditions of the research object. The researcher acted as the main instrument in collecting data through triangulation, and data analysis was carried out qualitatively based on the results of research findings regarding the factors causing the lack of good manners in class V elementary school children at SDN Sindanggalih. There are several factors that influence the lack of good manners in elementary school children. The formation of students' polite character is greatly influenced by education, be it education in the family, education in the community environment, and education in the school environment. The factors that cause the lack of good manners in elementary school children are usually obtained from the environment and indeed their character is like that. It is not enough if children are given polite lessons only at school. Again, the basis for forming students is from their family environment.
Development of Digital Teaching Materials for Imaginative Stories Based on Ethnoliteracy for Indonesian Language Learning in Elementary Schools Nurani, Riga Zahara; Chandra, Deni; Julistiana, Risma; Salimi, Moh; Ruuhwan, Ruuhwan; Zainnuri, Hasan
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 4 (2025): December (IN PROGRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i4.17674

Abstract

This study aims to develop valid, practical, and effective ethnoliteracy-based digital teaching materials for imaginative story learning in elementary schools. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D Thiagarajan model, consisting of the definition, design, development, and dissemination stages. The participants included fifth-grade students in Tasikmalaya Regency, teachers, and expert validators in language, content, and media. Data were collected through tests, questionnaires, interviews, observations, and documentation, and analyzed using qualitative and quantitative techniques. The needs analysis indicated a strong demand for digital teaching materials among teachers (94.7%) and high student interest in digital media (92.6%) and visual illustrations (90.8%). Expert validation scores demonstrated that the product was feasible in terms of language (3.4), content (3.4), and highly feasible in media design (3.6). Field trials showed that the digital teaching materials were practical, engaging, and enhanced students’ imaginative story-writing abilities and ethnoliteracy understanding. The effectiveness was reflected in the improvement of students’ average scores from 70.34 (pretest) to 81.45 (posttest), with an average N-Gain of 0.40 categorized as moderate. Overall, the ethnoliteracy-based digital teaching materials are feasible and effective as an innovative resource for Indonesian language learning and contribute to strengthening students’ cultural identity in the digital era.