Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Jagung Eka; Aditia; Kartika; Misran; Aspian Nur, Adi; al amrie, machmud
JOURNAL OF SOCIETY SERVICE Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jagung yang memiliki tekstur yang cukup kuat, tahan lama, ekonomis, dan juga unik dapat dijadikan bahan baku sebagai karya seni seperti hiasan. dinding dekoratif dan bunga. Sehingga masyarakat memerlukan pembinaan untuk mengurangi sampahuntuk dijadikan hiasan dinding dan juga bunga hias. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalahberupa demonstrasi dan praktek langsung, yang pada umumny generasi milenial mempunyai ciri-ciri dan ide-ide cemerlang dan sifat kreatif generasi milenial umumnya tinggi, oleh karena itu diharapkan kegiatan ini dapat berkembang agar pencemaran sampah menjadi lebih baik. berkurang dan memembantu pendapatan
Pendampingan Kreasi Youtube bagi Anak Jalanan di Kota Pare-Pare Hasriani; Ryan; Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i1.8601

Abstract

Abstrak. Kelurahan Lapadde merupakan salah satu kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Ujung, Kotamadya Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan yang fokus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap anak jalanan (anjal), gepeng, dan pengemis yang meresahkan warga. Program ini selaras dengan program Pemerintah Kotamadya Parepare melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Sosial. Salah satu program yang dilakukan adalah home visit untuk mengurai dan mengurangi maraknya anak jalanan, gepeng, dan pengemis. Fokus dari program ini adalah pendataan untuk mengembalikan anjal, gepeng, dan pengemis ke bangku sekolah karena mayoritas mereka masih berada dalam kategori usia sekolah. Program ini sangat baik hanya saja perlu diiringi dengan program tambahan karena permasalahan anjal, gepeng, dan pengemis juga berkaitan dengan faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Hal ini juga dikuatkan oleh banyaknya anjal, gepeng, dan pengemis yang tidak ingin lagi kembali ke sekolah formal. Alasan ini mengharuskan adanya langkah konkret dari pemerintah setempat melalui pendidikan nonformal melalui pemberian keterampilan dan skill tambahan kepada anjal, gepeng, dan pengemis sesuai dengan passionnya. Salah satu hal yang bisa dilalukan adalah pemberian literasi digital berupa pendampingan menjadi content creator yang sesuai dengan kondisi zaman dan perkembangan teknologi. Literasi digital diberikan sesuai dengan passion mereka yang memiliki bakat menyanyi tapi tersalurkan di jalanan. Melalui literasi digital, anjal, gepeng, dan pengemis diharapkan mampu mengelola kanal youtube yang diisi dengan lagu dan video rekaman. Persoalan yang dihadapi mitra selama ini adalah mitra belum memiliki pengetahuan membuat kanal youtube, mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengelola kanal youtube, belum memiliki pengetahuan/keterampilan menentukan content youtube, mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengambil gambar video, dan mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengedit video. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut adalah: 1) memberikan pengetahuan tentang literasi digital dan content creator, sekaligus mengajar cara membuat channel youtube, 2) memberikan pelatihan/keterampilan cara mengisi content youtube, 3) memberikan pelatihan/pengetahuan cara mengelola kanal youtube, 4) memberikan pengetahuan yang memadai untuk mengambil gambar content youtube, dan 5) memberikan pengetahuan yang memadai tentang pengeditan video content youtube. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah: 1) mitra sudah bisa membuat sebuah kanal youtube, 2) mitra sudah bisa mengelola kanal youtube, 3) mitra sudah bisa menentukan isi kanal youtube, 4) mitra sudah mengambil gambar, dan 5) mitra sudah bisa mengedit video.
Penerapan Pendidikan Inklusif Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Di TK Aisyiyah 1 Baolan Kabnpaten Toli-Toli Eka; Mustamin Idris; Nurhaeda
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 6 No. 2: Mei 2023
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v6i2.8136

Abstract

Penerapan ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Penerapan Pendidikan Inklusif Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Di TK Aisyiyah 1 Baolan Kabupaten Toli-Toli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek sasaran penelitian ini yaitu kepala sekolah TK Aisyiyah 1 Baolan Kabupaten Toli-toli, pendidik kelompok B3 TK Aisyiyah 1 Baolan Kabupaten Toli-toli dan wali murid peserta didik kelompok B3 TK Aisiyah 1 Baolan Kabupaten Toli-toli. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : pendidikan Inklusif sangat penting terhadap perkembangan sosial emosional anak, untuk mendorong anak-anak berinteraksi dengan teman sebaya tanpa memandang perbedaan. Anak-anak dalam pendidikan inklusif lebih cenderung menunjukkan empati, kerja sama, dan kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya secara positif. Selain itu mereka juga lebih mampu mengenali dan mengungkapkan emosi mereka sendiri serta emosi orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendidikan inklusif memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak.
KOLABORASI LINTAS SEKTOR DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS: STUDI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI KOTA PEKANBARU Saputra, Trio; Sulaiman Zuhdi; Fara Merian Sari; Wasiah Sufi; Eka
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sebagai aktor yang berkewajiban melakukan penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat melakukan perannya sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan aktor lain. Oleh karena itu, terdapat penggunaan konsep tata kelola kolaborasi atau collaborative governance. Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi antar stakeholder dalam menanggulangi HIV/AIDS di Kota Pekanbaru yang ditinjau berdasarkan starting condition, facilitative leadership, institutional design, collaborative process. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan teknik analisa datanya adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam pengumpulan data, yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil dari keempat indikator Collaborative Governance menurut Ansell & Gash masih ada yang belum sepenuhnya baik.Dari penelitian ini dapat disimpulkan, berdasarkan keempat indikator Collaborative Governance menurut Ansell & Gash masih terdapat masalah dalam sifat masyarakat yang menjauhi dan memberi diskriminasi para penderita HIV/AIDS membuat orang takut untuk melakukan tes HIV karena tidak mau mendapatkan diskriminasi dari kalangan masyarakat. Kemudian masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan cara pencegahan penyakit HIV/AIDS
Analisis Praksis Pengangkatan Wali Hakim dalam Fikih Munakahat Madzhab Syafi’i dan Hukum Positif Eka; Amrullah, Muhammad Ikhsan
El 'Ailaah Vol 4 No 2 (2025): Settings Vol. 4 No. 2 (2025): El 'Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/aailah.v4i02.306

Abstract

Marriage n the view of slam and the state s a sacred bond that s the foundation of the formation of the family and society. One of the mportant elements n the marriage contract s the existence of a marriage guardian, whose validity s a condition for the validity of marriage according to the majority of scholars and the state. However, n practice, t s not uncommon for cases where the guardian of the nasab s unknown, reluctant to marry without sharia reasons, or s unable to carry out his function, so the role of the guardian judge as a replacement s needed. This study aims to examine and compare the provisions for the appointment of guardian judges according to the fiqh munakahat madzhab Shafi'i and positive law. Using qualitative methods and literature review research types, this study examines the legal basics, procedures, and principles used n each legal system. The results of the study show that the two have similarities n terms of the urgency of guardian judges to maintain the validity of marriage and protect women's rights. However, there s a fundamental difference n the mechanism of mplementation: Shafi'i jurisprudence tends to be normative, and flexible, while positive law emphasizes formal procedures through state nstitutions. This study concludes that these different approaches need to be harmonized n practice so as not to cause legal doubts and to ensure protection for all parties n the mplementation of the marriage contract.
Strategi Mitigasi Risiko Non Performing Loan (NPL) Pada Pembiayaan Murabahah Pada Masa Pandemi Covid-19 Eka
JIES : Journal of Islamic Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jies.v3i1.5960

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor kehidupan manusia dan sektor ekonomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi mitigasi risiko Non Performing Loan (NPL) pada pembiayaan murabahah serta faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi pada masa pandemi Covid-19 di KSPPS BMT NU Jombang Cabang Diwek. Penelitian memakai metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi jenis empiris. Hasil penelitian menunjukan ada lima strategi yaitu penagihan intensif, penjadwalan kembali, persyaratan kembali, penjualan jaminan dan menambah nasabah pembiayaan.
Inovasi Pelayanan Kunjungan Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Pekanbaru Pada Saat Covid-19 prihati; Nurpeni; Eka; Hernimawati; Surya Dailiati; Elly Nielwaty; Erinaldi
Jurnal Niara Vol. 15 No. 2 (2022): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.741 KB) | DOI: 10.31849/niara.v15i2.10357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Inovasi Pelayanan Kunjungan Anak Didik Lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) Klas II Pekanbaru Pada Saat Covid-19 dengan metode penelitian kualitatif. Menggunakan instrument penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Inovasi Menurut Djamaludin Ancok (2012:38) dengan indikator Inovasi Proses, Inovasi Struktur Organisasi, Inovasi Dalam Hubungan, Inovasi Metode dan Inovasi Pelayanan. Informan dalam pelaksanaan penelitian ini penulis menetapkan narasumber yang berkompeten antara lain Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Pekanbaru,Kasi Pembinaan, Kasubsi Pendidikan dan BIMKEMAS, Kasubsi Perawatan, Keluarga dan Anak ( Narapidana). Adapun hasil penelitian atas Inovasi Pelayanan Kunjungan Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Pekanbaru Pada Saat Covid-19 sudah menerapkan pola layanan kunjungan berbasis teknologi dengan pola daring sebagai upaya pembaruan atas pendemi covid 19 yang terjadi saat ini, namun masih ada beberapa kendala baik dari segi sarana dan prasarana yang belum mendukung secara kseluruhan baik dari segi kualitas maupun kuantitas peralatan daring yang dibutuhkan secara bersamaan di LPKA Klas II Pekanbaru.
Pembangunan Pariwisata Dalam Peningkatan Pad Desa Di Desa Tanjung Punak Kec Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Eka; Erinaldi
Jurnal Niara Vol. 15 No. 3 (2023): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v15i3.12708

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Dalam pembangunan obyek-obyek wisata pantai tersebut belum tertata dan kelola dengan baik, baik sarana-prasarana fasilitas jalan yang menuju Dumai ke Rupat dan Rupat Utara masih ada jalan tanah yang rusak. Hal ini disebabkan terbatasnya biaya untuk mengembangkan obyek wisata pantai tersebut, sehingga PAD belum maksimal. Namun hal demikian rasa antusias dan kemauan masyarakat desa Tanjung Punak untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya alam di kawasan pesisir sepanjang pantai. Hal ini membuktikan dengan adanya sekelompok masyarakat yang sadar wisata sebagai usaha yang peduli dengan keindahan pantai dan lingkungan alam wisata di desa tersebut. Ini menunjukan antusiasnya masyarakat untuk mengelola pantai dan fasilitas yang telah ada, namun tatakelola manajemen kepariwisataan belum efektif terlaksana. Berdasarkan hal di atas perlunya pengkajian secara mendalam pada upaya peningkatan PAD desa disektor pariwsata di desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis
Pendampingan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Karang Taruna Dalam Tata Kelola Ekowisata Danau Air Hitam Binawidya Pekanbaru Aguswan; Eka; Trio Saputra
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 1 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i1.4427

Abstract

Blackwater Lake is a lake formed from the activities of a former sand mine which is located on the Black Water Road, Binawidya Village, Binawidya District, Pekanbaru City. The existence of the lake has not been utilized by the community or the landowners for 20 years. the condition of the lake is very beautiful and clean and if it is used and developed it can be used as a new ecotourism object that can provide people's economic income, socio-culture and natural preservation in the lake area. The service is aimed at strengthening the Binawidya Karang Taruna tourism awareness group in planning, implementing, and utilizing the Black Air Lake area as a new ecotourism that provides socio-economic, cultural and natural preservation values in the local area. The results of the activities achieved were a joint consensus in determining Blackwater Lake as ecotourism and the creation of ecotourism management by the Karang Taruna Binawidya Tourism Awareness Group
Status Anak Pasca Perceraian Nikah Siri dalam Hukum Positif dan Hukum Islam : Studi Kasus di Desa Burujukulon Kabupaten Majalengka Eka; Rahayu, Hilma
El 'Ailaah Vol 3 No 1 (2024): El 'Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/aailah.v3i1.224

Abstract

A child's status will greatly influence their future, both in terms of income, guardianship, inheritance, and so on. In positive law, children resulting from unregistered marriages, if their parents divorce, cannot claim rights because they do not have legal legal protection. Meanwhile, in Islamic law, children have rights that must be fulfilled in all aspects, even if the child is the result of a registered marriage or the result of an unregistered unregistered marriage. This research aims to determine cases regarding the status of children after divorce in unregistered marriages in Burujulkulon village, Majalengka district, and to find out the comparison/comparison of reviews of Positive Law and Islamic Law regarding this matter. The research method used by researchers is qualitative research by combining two types of data, namely data obtained from field research in the form of observations, interviews and documentation in Burujulkulon village, Majalengka district. The basis/basis of legal sources used by researchers in the comparison process is positive law from the Law, Civil Code, and Government Regulations. Meanwhile, the Islamic law used comes from the Al-Qur'an, hadith, translated books and the opinions of the jurists. The data that researchers obtained was then reduced, presented and concluded using descriptive - comparative analysis techniques. Based on the research conducted, several conclusions were obtained including: (1) The status of the child which includes four things (recognition, education, livelihood and love, and lineage), in terms of livelihood and education in case A, the child from the unregistered marriage was not getting support from the father to the child, but in terms of recognition, the father admits that the child is his son. In contrast to case B, the child resulting from the unregistered marriage received support, education and recognition from his father; (2) in terms of recognition, education, living and affection in cases A and B, both of them fulfill and are sufficient for children's rights, this shows that there is conformity between the legal regulations that have been established, namely positive law and Islamic law; (3) there are differences in cases A and B, namely differences in registering the child's birth certificate, case A only lists the mother's name, and case B lists the names of both parents. This shows that there is a discrepancy between the legal regulations that have been established, namely positive law and Islamic law in terms of the child's lineage or population status.