Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Technologica

Penerapan Algoritma Reverse-Delete dalam Menentukan Minimum Spanning Tree Pada Jaringan Pipa PERUMDA Air Minum Tirta Mayang di Perumahan Sunderland Siahaan, Charmenita Enjellina; Rarasati, Niken
Technologica Vol. 3 No. 1 (2024): Technologica
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/technologica.v3i1.139

Abstract

Konstruksi jaringan perpipaan adalah bagian termahal bagi sistem distribusi air. Oleh karena itu, pendistribusian air bersih merupakan persoalan yang perlu diperhatikan. Rencana yang tepat diperlukan agar dapat mengefisiensikan pemakaian pipa dan dana yang dikeluarkan untuk pemasangan pipa pada pendistribusian air PERUMDA Air Minum Tirta Mayang. Upaya untuk mengoptimalkan panjang jaringan pipa air PERUMDA Air Minum Tirta Mayang dapat dilakukan dengan mencari Minimum Spanning Tree (MST). Pada penelitian ini dilakukan pencarian Minimum Spanning Tree (MST) dari jaringan pipa tersier PERUMDA Air Minum Tirta Mayang di Perumahan Sunderland menggunakan Algoritma Reverse-Delete. Graf dari jaringan pipa tersier PERUMDA Air Minum Tirta Mayang di Perumahan Sunderland mempunyai cukup banyak sisi dan titik sehingga pencarian Minimum Spanning Tree (MST) cukup efektif dilakukan dengan menggunakan Algoritma Reverse-Delete. Algoritma Reverse-Delete sangat tepat untuk digunakan pada graf dengan jumlah sisi dan titik yang banyak karena pencarian Minimum Spanning Tree (MST) dengan Algoritma Reverse-Delete dilakukan berdasarkan pada urutan bobot sisi, bukan berdasarkan pada titik. Berdasarkan hasil pencarian Minimum Spanning Tree (MST) dengan menerapkan Algoritma Reverse-Delete, maka diperoleh panjang total jaringan pipa tersier PERUMDA Air Minum Tirta Mayang di Perumahan Sunderland adalah 3.968 meter dengan 70 titik dan 69 sisi dari graf awal dengan panjang jaringan 4.493 meter dengan 70 titik dan 74 sisi. Dengan demikian, terdapat 5 sisi yang dihapus sehingga menyebabkan adanya penghematan pipa pendistribusian air sepanjang 525 meter pipa tersier.
Perbandingan Single Moving Average dan Single Smoothing Eksponensial Dalam Peramalan Penjualan Barang Coupling Sucker di PT.Pertamina Ep Asset-1 Field Jambi Pratama, Surya Hadi; Rarasati, Niken
Technologica Vol. 3 No. 1 (2024): Technologica
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/technologica.v3i1.142

Abstract

PT Pertamina EP Asset-1 Field Jambi membutuhkan Coupling Sucker pada alat atau mesin pengambilan dan juga pengeboran dalam proses produksi gas dan minyak. Jika jumlah permintaan coupling sucker melebihi jumlah persediaan maka dapat menyebabkan tidak efektifnya kinerja alat drilling sehingga dapat menyebabkan kerugian terhadap produksi minyak. Hal ini dapat terjadi dikarenakan perbedaan jumlah persediaan minyak yang ada didalam tanah. Solusinya  adalah menganalisis data jumlah permintaan dan persediaan barang dengan melakukan peramalan untuk periode selanjutnya. Menggunakan metode single moving average (SMA) dan single eksponential smoothing (SES). Data coupling sucker pada PT. Pertamina EP Asset-1 Field Jambi tahun 2016-2023 dengan menggunakan metode SMA dan SES, untuk melihat metode mana yang paling tepat diantara kedua metode tersebut. Dengan demikian permasalahan jumlah permintaan coupling sucker melebihi persediaan jumlah persediaan dapat diatasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peramalan angka penjualan barang coupling sucker pada PT Pertamina EP Asset-1 Field Jambi. Berdasarkan dari hasil akurasi maka ditentukan metode yang sesuai untuk permintaan coupling sucker pada PT. Pertamina EP Asset-1 Field Jambi adalah metode single eksponential smoothing (SES) α=0,5  karena memiliki tingkat Mean Absolute Error (MAE), Root Squared Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terkecil yaitu RMSE = 351,78, MAPE = 86,78 dan untuk MAE single moving average 2 periode = 300,62. Berdasarkan perhitungan peramalan permintaan coupling sucker pada PT. Pertamina EP Asset-1 Field Jambi dengan metode single eksponential smoothing ???? = 0,5 dari tahun 2016-2023 secara berturut adalah 1253, 1369, 1225,5, 937,25, 719,63, 646,31, 715,66, 592,83 dan 351,91 barang.