Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Biosense

IDENTIFIKASI MORFOLOGI SPERMA KATAK FAMILI (BUFONIDAE) MENGGUNAKAN METODE GALLI MAININI: KARAKTERISTIK MORFOLOGI SPERMATOZOA KATAK FAMILI BUFONIDAE Ardiyansyah, Fuad; Endah Tri Kusumawati, Dini; Prasetyo, Joko; Rafidha Kasyim, Ria; As'ari, Hasyim
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 02 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i02.3981

Abstract

Frogs and toads belong to the same order, Anura, but toads usually have rough and bumpy skin like those in the Bufonidae family. This study aims to study the morphological characteristics of male frog sperm cells using the galli mainini method, using pregnant women's urine containing the hormone human Chorionic Gonadotropin (hCG) to stimulate sperm production. Urine is injected into the frog's abdominal membrane, and after 30 minutes, the frog is stimulated to excrete urine containing sperm. The results showed that the length of Bufonidae frog spermatozoa ranged from 32.54 μm to 73.31 μm with an average of 56.35 μm. The acrosome and tail of the spermatozoa are almost the same length, making these two parts difficult to distinguish. In conclusion, optimization of the dose and concentration of the hCG hormone is needed for further research and exploration of its long-term effects on male frogs.
ASOSIASI BIVALVIA PADA VEGETASI MANGROVE DI MANGROVE CENTER BENGKAK (MCB) KECAMATAN WONGSOREJO KABUPATEN BANYUWANGI: ASOSIASI BIVALVIA PADA VEGETASI MANGROVE DI MANGROVE CENTER BENGKAK (MCB) KECAMATAN WONGSOREJO KABUPATEN BANYUWANGI Faizi, Ahmad Nur; Ardiyansyah, Fuad; As'ari, Hasyim
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5030

Abstract

Bivalvia merupakan kelas dari filum Moluska, yang umumnya terdiri dari kelompok kerang-kerangan. Bivalvia memiliki habitat alami dengan karakteristik tanah berlumpur. Secara ekologi bivalvia dapat digunakan sebagai bioindikator perairan dan organisme filter feeding, secara ekonomi bivalvia dapat digunakan sebagai salah satu sumber protein, bahan pakan ternak, bahan industri, perhiasan, bahan pupuk, dan bahan obat-obatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepadatan populasi serta asosiasi bivalvia pada vegetasi Mangrove Center Bengkak (MCB), Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis data indeks keanekaragaman, indeks kepadatan, indeks dominansi, indeks kemerataan dan korelasi. Hasil dari analisis indeks keanekaragaman 1,60 dengan jumlah tersebut kategori keanekaragaman tergolong rendah, indeks kepadatan yang ditemukan sebesar 0,28 yang termasuk kategori kepadatan rendah, indeks dominansi didapatkan sebesar 0,23 masuk ketegori dominansi rendah, indeks kemerataan sebesar 2,87 dapat dikategorikan dalam kemerataan tinggi. Penelitian ini juga mengukur faktor abiotik yang termasuk pH air, suhu air, salinitas air, oksigen terlarut, kecerahan air dan kecepatan arus.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SISIK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI TEMPAT PENDARATAN IKAN MUNCAR DAN PULAU SANTEN BANYUWANGI Soleha, Fiah Maratuh; As'ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i3.5031

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) adalah salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan oleh masyarakat. Ikan ini sangat kaya akan nutrisi, menyediakan banyak protein, asam amino, serta asam lemak omega-3 dan omega-6. Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan ikan pelagis yang dapat ditemukan di perairan pantai yang dangkal dan kadang-kadang di perairan laut yang lebih dalam, dengan kadar garam yang cukup tinggi. Ciri-ciri makro dan mikro dari sisik ikan memiliki peran penting dalam proses klasifikasi dan identifikasi spesies. Selain itu, karakteristik sisik ikan (Sardinella lemuru) juga dapat membantu dalam menentukan jenis kelamin dan rekam jejak pertumbuhannya, serta memperkirakan usia ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sisik ikan lemuru (Sardinella lemuru) dari lokasi pendaratan ikan Muncar dan Pulau Santen Banyuwangi, serta untuk mengamati perbedaan karakteristik sisik dari ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang berasal dari Pendaratan Ikan Muncar dan Pulau Santen Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan pengamatan sampel ikan lemuru (Sardinella lemuru) dalam dua tahap, yaitu tahap makro dan mikro, serta mencakup bagian dorsal, ventral, dan caudal ikan tersebut. Analisis dilakukan terhadap sisik ikan menggunakan mikroskop dan menggunakan uji-t berpasangan dengan software (SPSS). Hasil analisis data menunjukkan bahwa kadar nutrisi di perairan Selat Bali Muncar lebih baik dibandingkan dengan kadar nutrisi di perairan Selat Bali Pulau Santen. Dengan menggunakan sisik ikan lemuru (Sardinella lemuru) dari kedua lokasi penelitian, para peneliti menemukan circuli, radii , dan focus, terutama pada sisik bagian punggung dan ekor.
Identifikas Morfologi Koloni Bakteri Edofit Akar Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Kurnia, Tristi Indah Dwi; Nurmasari, Fitri; As'ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad; Arini, Vhita Syukria
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3045

Abstract

Perakaran buah naga (Hylocereus costaricensis) memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi dan toleransi terhadap stres abiotik, hal tersebut menunjukkan bahwa dalam akar buah naga terdapat sistem simbiotik yang memungkinkan peran serta mikroorganisme lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan morfologi koloni bakteri endofit pada akar buah naga. Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata 622±76,37 koloni/ml pada pengeceran 10-2. Pengamatan morfologi mengidentifikasi tiga jenis koloni bakteri endofit, dengan karakteristik yang berbeda: strain 1 memiliki bentuk tidak teratur, hilly, dan tidak mengkilat; strain 2 berbentuk filiform, hilly, dan tidak mengkilat; dan strain 3 berbentuk bulat, convex, dan mengkilat. Pewarnaan gram menunjukkan bakteri gram positif dengan bentuk batang.
Peningkatan Laju Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Melalui Penerapan Sistem Irigasi Tetes As'ari, Hasyim; Qiram, Ikhwanul
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3380

Abstract

Fenomena El Nino selama tahun 2023 menyebabkan pasokan air pertanian terganggu. Yang berdampak terhadap petani cabai rawit mengalami gagal panen. sehingga dibutuhkan sistem irigasi yang efisien untuk mengatasi permasalahan pertanian cabai rawit. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kelembaban tanah dan pertumbuhan tanaman pada bitit tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dengan pengapliakasian irigasi tetes. Penelitian dilakukan di greenhouse, dengan menggunakan sampel bibit cabai rawit sebanyak 15 buah dengan rincian 5 bibit ditempatkan dibagian depan sistem P1, 5 bibit di tempatkan dibagian belakang sistem P2, dan 5 bibit sebagai kontrol dengan pemberian penyiraman biasa sebanyak 1 kali di sore hari pukul 16.00 WIB dengan volume 200 ml air. Samapel yang digunakan berumur 4 minggu dengan tinggi tanaman kurang lebih 8 cm dengan jumlah daun 4 -5 buah. Analisis data mengunakan uji Anova dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perlakuan P2 meiliki kelembaban lebih tinggi dibandingkan P1 dan kontol yaitu 87,42%. Sedangkan pertambahan bibit tanaman pada perlakuan P1 dan P2 tidak berbeda nyata dengan rata-rata pertambahan tinggi tanaman 12,84 – 13,06 cm, dan berbdeanyata dengan kontrol dengan rata-rata pertambahn tinggi tanaman 10,16 cm. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahawa sistem irigasi tetes dapat mempengaruhi kelembaban tanah yang kebutuhan tanaman, dan dapat memepengaruhi pertumbuhan tanaman.
POTENSI KONTAMINASI KAPANG PADA ASINAN KUBIS (SAUERKROUT) Novitasari, Amanda; Arini, Vhita Syukrya; Maula, Inayatul; Imamah, Nur; As'ari, Hasyim; Nazilah, Lailatun; Mukarromah, Maqiyatul; Utami, Putri; Agustin, Erina
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3444

Abstract

Kubis atau sawi putih (Brassica oleracea) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin, karbohidrat, protein dan mineral. Kubis memiliki masa simpan yang terbatas karena memiliki kadar air yang tinggi dan mudah membusuk. Kubis yang diawetkan menjadi sauerkraut (asian kubis Jerman) melalui proses fermentasi, menghasilkan produk dengan sifat inderawi yang khas, terutama pada aroma dan rasa. Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik sauerkraut dari kubis atau sawi putih melalui proses fermentasi dengan variasi konsentrasi garam yang berbeda. Konsentrasi garam dalam asinan kubis sangat penting terhadap kandungan total padatan terlarut (TPT) seperti kadar air, tekstur, warna, serta aroma pada asinan kubis. Berdasarkan hasil uji organoleptik pada setiap asinan kubis pada 4 perlakuan dengan variasi konsentrasi garam yang berbeda diantaranya; 1.7%, 2.3%, 3%, 3,7% namun dengan bobot kubis yang sama yakni 300gr. Hasil perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan ke-1 yakni menggunakan kadar garam 1.7% dengan berat garam 5gr terdapat jumlah koloni bakteri yang paling sedikit serta aroma yang netral.
RESPON MORFOLOGIS DAN FISIOLOGIS BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) DENGAN PAPARAN RETARDANT Wijayanti, Sri; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Ardiyansyah, Fuad; As'ari, Hasyim; Malis, Eko
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3834

Abstract

Bunga sedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan tanaman hias dengan aroma yang khas dan cukup populer dikalangan masyarakat. Potensi permintaan bunga sedap malam yang tinggi, membuat tanaman bunga sedap malam banyak dibudidayakan pada area lahan terbuka yang luas. Namun pada beberapa tahun terakhir permintaan bunga sedap malam tidak hanya diminati dalam bentuk bunga potong dan tabur melainkan juga dalam bentuk bunga pot. Cara mendapatkan bentuk sebagai bunga hias pot dengan pemberian zat pengatur tumbuh retardant. Penelitian ini mengunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 kali ulangan 5 perlakuan 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kosentrasi retardant pada respon morfologis hanya berpengaruh nyata pada jumlah kuntum bunga, sedangkan pada respon fisiologis hanya berpengaruh pada pigmen daun. Kosentrasi retardant diberikan hingga 400 ppm masih belum mendapatkan hasil yang optimum.
PENGARUH WAKTU PENYERBUKAN TERHADAP KUALITAS HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L) DENGAN PERKAWINAN SILANG TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris L) Widodo, Adik Sugeng; As'ari, Hasyim; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Novitasari, Amanda
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3855

Abstract

Decreased production of melon (Cucumis melo L) which is due to constraints in fruit quality decreases due to the ability of fruit formation is naturally low due to a failure in the process of pollination. The success of pollination it self is influenced by the maturity of the male flowers and female flowers itself. Therefore we need a suitable time to perform pollination to see the stigma receptivity and pollen viability at the same level. To overcome these problems need to develop crops melon (Cucumis melo L) through the technique of cultivation is called plant breeding to obtain the production of melon (Cucumis melo L) qualified by determining the time of pollination and crossed with a watermelon (Citrullus vulgaris L). This research is experimental research design using a randomized block design (RAK) 1 factor with 5 treatment combinations and each treatment using 10 replications. The treatment factors are as follows: PA = at 05:00 to 06:00, PB = at 07:00 to 08:00, PC = at 09:00 to 10:00, PD = at 11 : 00 to 12:00 and PE = at 13:00 to 14:00. The data were collected and presented in tables and statistical analysis of test One-Way ANOVA (Analysis Of Variance). If there is a real difference followed by testing of LSD (Least Significant Difference) (p <0.05). Statistical analysis One-Way ANOVA test and LSD show that there is the influence of pollination time on the fruit weight, average fruit diameter and weight of seed resulting from cross-breeding melon (Cucumis melo L) and watermelon (Citrullus vulgaris L). Data show that the PA treatment is the best treatment compared with other treatments. This happens Because the quality of pollen in the morning are of better quality compared to during the day so that pollen powderd in the morning better able to fertilize the pistil to the maximum.