Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Usaha Pengolahan Buah Mangrove Xylocarpus sp (Nyirih) Menjadi Lulur Kecantikan Di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Raka Nur Sukma; Perdana Ixbal Spanton; Amir Yarkhasy Yuliardi
Marine Kreatif Vol 7, No 2 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i2.8595

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman dan kegunaan, antara lain sebagai penghasil bahan organik, tempat pemijahan berbagai jenis udang, ikan dan moluska. Sementara masyarakat tidak begitu memahami dan mengetahui tentang pemanfaatan dari buah mangrove. Pemanfaatan buah mangrove ini sudah banyak dimanfaatkan di Semarang, khususnya didaerah pesisir pantai yang terdapat ekosistem mangrove. Bahkan diluar Jawa seperti didaerah Maluku sudah memanfaatkan buah mangrove tersebut. Sebagai contoh yaitu yang dilakukan oleh Dosen – dosen FPIK Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara, Indonesia. Didalam pengabdiannya disebutkan kegunaan buah Xylocarpus Sp (Nyirih) adalah untuk mengatasi kulit kusam, karena didalam buah tersebut mengandung anti oksidan. Sehingga sudah ada beberapa produk lulur kecantikan dari buah Xylocarpus Sp (Nyirih). Pemanfaatan dari buah Xylocarpus Sp (Nyirih) yang dijadikan sebagai lulur kecantikan ternyata sudah banyak dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan mangrove, berbentuk prodak (bubuk) dan dipasarkan. Pemasaran prodak tersebut melalui media online dan offline dengan harga per item Rp 25.000/100g. Hal tersebut dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat di Desa Brondong. Metode yang yang dilakukan yaitu dengan pendampingan bagi kelompok baru, memberikan pelatihan pengolahan prodak dan pemasaran via online dan offline. Secara kualitatif, hasil dari pelatihan memberikan skill dan pemahaman bagi kelompok, sehingga dapat diterapkan dan berguna bagi peningkatan pendapatan kelompok di Desa Brondong.
Pelatihan dan Praktik Penanaman Cemara Laut (Casuarina Equisetifolia) di Desa Remen Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Raka Nur Sukma; Perdana Ixbal Spanton M.
Kapuas Vol 1 No 2 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i2.327

Abstract

Jenu adalahsebuah kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur Indonesia, Jenu merupakan Kecamatan di Kabupaten Tuban yang letaknya paling dekat dengan kota Tuban. Nama Desa di Kecamatan Jenu yang memiliki wisata adalah Desa Remen yang terkenal dengan keindahan pantainya, yaitu pantai pasir putih. Pemanfaatan hamparan pantai pasir dengan menanam pohon cemara laut (Casuarina equisetifolia) menjadi langkah yang tepat untuk keindahan pantai pasir putih. Sosialisasi Penanaman Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) di Desa Jenu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan Pokmaswas tentang Penanaman Cemara Laut (Casuarina equisetifolia). Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat wajib untuk dilakukan, karena untuk melihat sejauh mana kemanfaatan dari kegiatan penanaman Cemara laut (Casuarina equisetifolia), dari segi pengetahuan dan pemahaman. Evaluasi dilakukan kembali (post-test) setelah kegiatan pemberian materi dan praktek selesai dilakukan. Hasil tersebut untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman kelompok Pokmaswas.
Sosialisasi Penanaman Mangrove (Rhizhopora Sp) Di Desa Bogorejo Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Raka Nur Sukma; Perdana Ixbal Spanton M
Kapuas Vol 2 No 1 (2022): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v2i1.395

Abstract

Bancar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur Indonesia Bancar merupakan Kecamatan di Kabupaten Tuban yang letaknya paling barat dengan kota Tuban. Nama Desa di Kecamatan Bancar yang memiliki wisata bahari adalah Desa Bogorejo yang terkenal dengan keindahan pantainya, yaitu pantai sowan. Pemanfaatan hamparan pantai pasir dengan menanam pohon Mangrove (Rhizhopora Sp) menjadi langkah yang tepat untuk keindahan pantai pasir putih. Sosialisasi Penanaman Mangrove (Rhizhopora Sp di Desa Bogorejo dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan Pokmaswas tentang Penanaman Mangrove (Rhizhopora Sp). Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat wajib untuk dilakukan, karena untuk melihat sejauh mana kemanfaatan dari kegiatan penanaman Mangrove (Rhizhopora Sp), dari segi pengetahuan dan pemahaman. Evaluasi dilakukan kembali (post-test) setelah kegiatan pemberian materi dan praktek selesai dilakukan. Hasil tersebut untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman kelompok Pokmaswas.
PURIFICATION OF KROSOK SALT (CRUDE SOLAR SALT) THROUGH RECRYSTALLIZATION METHOD WITH ADDITION OF DIFFERENT CONCENTRATIONS OF SLAKED LIME (Ca(OH2)) Perdana Ixbal Spanton; Dewi Anggraeni
AQUASAINS Vol 12, No 2 (2024): March 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i2.p1499-1505

Abstract

Purifying krosok salt (crude solar salt) is an essential step in the food and pharmaceutical industry to ensure product quality. One of the methods used for the purification of krosok salt in this study was recrystallization, involving the addition of slaked lime (Ca(OH)2) at various concentrations. Recrystallization entails dissolving salt crystals in water, followed by filtration to separate impurities from the clean salt solution. This purified salt solution is then heated to produce purer salt crystals. The aim of this study was to analyze the quality content of salt in the yielded pure salt. The significance of this research lies in its contribution of new knowledge regarding simple traditional salt processing methods, which can yield higher-quality salt with significant economic value. In this process, Ca(OH)2 was added at concentrations of 0.1%, 0.08%, and 0.06% to assess its effect on krosok salt purification. The research methodology employed experimental methods. The study's results indicated that the NaCl level test yielded an average value of 96.7% with a C concentration of 0.06%. The highest avera-ge value of 97.686% for the degree of whiteness was observed at a C concentration of 0.1%. Magnesium content averaged 0.07% at a C concentration of 0.06%, while calcium content averaged 0.058% at the same concentration. Keywords: Krosok salt, recrystallization, betel lime, salt quality.
Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk Olahan Ikan Sebagai Produk Unggulan di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Spanton M, Perdana Ixbal; Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i1.3016

Abstract

Indonesia merupakan penghasil produk utama hasil pertanian (dalam arti luas) yang beberapa diantaranya memiliki keunggulan komparatif di dunia. Salah satu daerah di Lamongan yang masyarakatnya tidak sedikit yang berprofesi sebagai Nelayan Tangkap. Hasil tangkapan nelayan umumnya langsung dijual dalam bentuk produk mentah. Masyarakat mulai mengolah hasil tangkapan secara sederhana dan bersifat usaha rumahan. Untuk meningkatkan nilai jual dari produk hasil olahan ikan tersebut dibutuhkan teknik pengemasan yang menarik. Oleh karena itu pelatihan pengemasan produk ini bertujuan untuk menginformasikan dan menambah pengetahuan masyarakat khususnya guru-guru di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring Kabupaten Lamongan agar dapat mengemas produk ikan yang dihasilkannya secara menarik dan higienis. SMK ini dipilih karena memiliki jurusan kelautan dan perikanan sehingga guru-guru dan peserta didik dapat menginformasikan hasil pelatihan kepada masyarakat yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktek secara langsung. Tahapan pelatihan dimulai dengan sosialisasi pengemasan produk dan penggunaan label kemasan serta evaluasi diakhir kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu menghasilkan kemasan produk olahan ikan yang menarik dan higienis dan dilengkapi dengan label yang informatif.
Penggunaan Alat Tangkap Bubu Lipat Terhadap Laju Tangkap Rajungan di Perairan Karang Agung, Tuban Nur Sukma, Raka; Spanton M, Perdana Ixbal; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Sa'adah, Nor
MIYANG Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Miyang Edisi November 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v3i2.915

Abstract

Pemanfaatan sumber daya perikanan Di Perairan Karang Agung, Tuban saat ini masih mempunyai potensi yang besar. Salah satu cara pemanfaatan sumber daya perairan yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan alat penangkapan ikan yang dapat dilipat, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Penerapan alat tangkap ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih jauh mengenai potensi penangkapan rajungan di Perairan Karang Agung, Tuban. Bahan yang digunakan adalah bubu yang bisa dilipat dan peralatan penangkapan ikan lainnya. Penangkapan rajungan di Perairan Karang Agung, Tuban lazim dilakukan oleh masyarakat pesisir Karang Agung, Tuban yang menggunakan alat tangkap bubu lipat. Bubu merupakan salah satu alat pancing yang cukup familiar di telinga para nelayan. Alat tangkap ini berbentuk bubu, pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi laju tangkap rajungan yang ditangkap menggunakan bubu berdasarakan umpan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen, dengan menggunakan satu faktor pengolahan yaitu jenis umpan yang berbeda dengan menggunakan jenis alat tangkap yang digunakan adalah bubu lipat persegi. Umpan yang digunakan antara lain adalah ikan Swangi (Priacanthus tayanus), ikan Buntal Balon (Arothron hispidus), ikan Tembang Juwi (Sardinella gibbosa). Analisis data yang digunakan dilakukan dengan menggunakan  Perhitungan Hook Rate. Berdasarkan hasil uji analisis  umpan jenis Ikan Buntal balon (Arothon hispidus) mempunyai persentase laju tangkap paling tinggi yaitu 64,33 % dibandingkan dengan prosentase laju tangkap pada perlakuan umpan Kepala Ikan Swangi (Priacanthus tayanus) sebesar 40 % dan perlakuan umpan jenis Kepala Ikan Tembang Juwi (Sardinella gibbosa) sebesar 29 %.  
Residual Analysis and Tidal Harmonic Components in Bangkalan Regency, East Java Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Spanton M, Perdana Ixbal; Suwarsih; Joesidawati, Marita Ika; Sukma, Raka Nur
MIYANG Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Miyang Edisi November 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v3i2.921

Abstract

Bangkalan Regency is one of Madura, East Java, where some of its areas are located in a coastal environment. The coastal environment can experience economic development due to the transportation aspect so that many industries have been established in that environment. Studies on oceanographic parameters are essential because management of coastal environments can not be separated from oceanographic information: The tides information about the tidal characteristics can be obtained after performing a harmonic analysis, which produces the value of harmonic components. This study analyses the residue and tidal harmonic components using the LP-Tides Matlab software in the Sepulu district, Bangkalan Regency, East Java. The data used are January 2021 data from the Geospatial Information Agency. This research shows that the main harmonic components generated include K2, M4, MS4, M2, S2, N2, K1, O1, and P1. The tidal type shows that the Sepulu district is a semi-diurnal type with a Formzahl number = 0.08566. The maximum observation and prediction data values for January 2021 in the Sepulu district are 978 and 1273.64 mm. The MSL value is 434 mm, with an average tidal residue value between the observation and predictive data = 166.01 mm. Then the calculation of the RMSE value and standard deviations are 12.88 and 125.90 mm
Pengaruh Perbedaan Warna Umpan Buatan untuk Meningkatkan Hasil Tangkapan Pole and Line Widiantoro, Nova; Sudianto, Achmad; Spanton M, Perdana Ixbal
MIYANG Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Miyang Edisi April 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v4i1.1366

Abstract

Dalam operasional alat tangkap huhate, yang termasuk dalam perikanan pancing, faktor umpan sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Umpan yang digunakan, baik jenis maupun ukurannya, harus menarik bagi ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan hasil tangkapan ikan berdasarkan perbedaan warna umpan buatan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis pengaruh warna umpan terhadap jumlah hasil tangkapan, dengan fokus pada warna yang paling banyak mendapatkan hasil tangkapan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diketahui dan diidentifikasi hasil tangkapan ikan yang didasarkan pada warna umpan buatan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan statistik menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan untuk memahami kondisi yang sebenarnya. Macam-macam umpan buatan meliputi umpan dari bulu ayam berwarna merah muda, tali rafia berwarna biru, kombinasi bulu ayam dan rafia, serta umpan dari limbah plastik bungkus snack. Hasil penelitian bahwa pengaruh warna umpan buatan terhadap hasil tangkapan ikan dengan tiga perlakuan warna: Pink (Bulu Ayam) = 190 ekor, Biru (Tali Rafia) = 395 ekor, dan Silver (Bungkus Snack) = 1083 ekor. Hasil perhitungan dengan 3 perlakuan dan 9 kali ulangan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, dengan F hitung sebesar 5,075 yang lebih besar dari F tabel (0,05) sebesar 3,63. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan warna umpan memiliki pengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan
Kedalaman Pengerukan Kolam Dermaga TPI Palang Berdasarkan Chart Datum IHO Ardiansyah, Wisnu; Mahardika, Agus; Spanton, Perdana Ixbal; Joesidawati, Marita Ika
MIYANG Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Miyang Edisi November 2021
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.908 KB) | DOI: 10.55719/j.miy.v1i1.366

Abstract

Penentuan chart datum dengan menggunakan komponen pasang surut dapat digunakan untuk menentukan kedalaman kolam dermaga. Kolam dermaga TPI Palang sering digunakan sebagai tempat tambat labuh kapal perikanan, tetapi sering terjadi kapal tersebut kandas sebelum masuk dermaga. Jenis kapal perikanan yang ada di lokasi kolam dermaga TPI Palang adalah kapal payang dengan draf kapal sedalam 2 m. Kedalaman hasil pengukuran kolam dermaga pada bulan Juli 2017 sebesar 8 m. sedangkan kedalaman berdasarkan peta batimetri sebesar 12 m. Perairan Palang Kabupaten Tuban terdapat di laut utara Jawa Timur merupakan jenis perairan terbuka maka penentuan kedalaman dermaga ditentukan berdasarkan keadaan perairan adalah 1,2 x draf kapal yaitu 2,4 m. Metode metode least square dan metode admiralty digunakan untuk membandingkan metode terbaik dalam perhitungan komponen pasang surut Data pasang surut yang digunakan adalah Agustus 2016- Juli 2017 yang diperoleh dari BIG. Tipe pasang surut Perairan Palang adalah diurnal, dengan nilai F untuk pengolahan dengan admiralty sebesar 5.160 dengan pengolahan least square sebesar 5.167. Koefisian korelasi komponen pasang surut dengan pengolahan admiralty terjadi pada K1-MS4 sebesar 0.792, sedangkan dengan least square terjadi pada K1-M4 sebesar 1,6. Hasil perhitungan komponen pasang surut dari least square digunakan untuk menentukan nilai chart datum. Chart datum IHO (International Hidrographic Organization) yang dijadikan sebagai referensi dasar perhitungan kedalaman kolam dermaga TPI Palang. Hasil menunjukkan bahwa kedalaman yang dibutuhkan perairan Palang dalam kondisi eksisting (8 m) masih membutuhkan pengerukan antara 0,033 - 1, 071 m. Namun untuk memenuhi standar kolam dermaga maka kedalaman yang dibutuhkan sebesar 13,071 m (dari LWS) sampai 13,557 m (dari LLWS) yang berarti pengerukan kolam dermaga antara ± 4.
Analisis Komponen Harmonik dan Elevasi Pasang Surut pada Alur Pelayaran Perairan Cilacap: Harmonic Component Analysis and Tidal Elevation in Shipping Lanes in Cilacap Waters Yuliardi, Amir Yarkhasy; Prayogo, Luhur Moekti; Spanton M, Perdana Ixbal
MIYANG Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Miyang Edisi April 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/jmiy.v3i1.644

Abstract

Cilacap merupakan kabupaten yang mempunyai luas area mencapai 225.360,840 ha yang terletak pada wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Kabupaten ini menghadap langsung dengan Samudera Indonesia disebelah selatannya. Karakteristik elevasi harmonik suatu wilayah perairan bermanfaat untuk mengetahui interaksi pembentuk pasang surut pada wilayah tertentu. Hal ini dibutuhkan untuk keperluan pengelolaan lingkungan lebih lanjut serta bangunan pantai dan kegiatan lain di wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan menggunakan data primer berupa data elevasi pasang surut yang terekam setiap jam selama satu 31 hari pada bulan Januari 2019. Analisis harmonik menggunakan T-Tide untuk mengekstrak komponen-komponen pasang surut. Komponen pasut yang dominan  diantaranya Q1, O1, NO1, K1, N2, M2. Perairan cilacap memiliki tipe pasang surut yang diklasifikasikan sebagai pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai indeks Formzahl sebesar 0.531856. Elevasi muka air laut di Perairan Cilacap MSL yang menunjukan nilai rata-rata muka air laut sebesar 3.46m,  HAT 4.74m, MHWL 4.3m, MLWL 2.62m dan LAT 2.18m.