Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Tidal Characteristics in the Northern Coast of Central Java (a Case Study in Semarang, Indonesia) Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Spanton, Perdana Ixbal

Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i2.5643

Abstract

Tides are a phenomenon that affects the dynamics of coastal waters. This study aims to analyze the characteristics of tides on the North Coast of Semarang, Central Java using the Least Square method. The tidal data used is in September 2020 from the Geospatial Information Agency open source data. The results showed that the tidal pattern in this area is dominated by a semi-diurnal component with a Formzahl number of 1.44, which means that the tidal type is mixed tending to be semi-diurnal. The main component identified is M2 (0.4 meters), which is the main semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the moon. In addition, the S2 component (0.3 meters), which is a semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the sun. In addition, the influence of extreme weather such as storms causes an increase in tide height, which triggers tidal flooding and coastal abrasion. The study concludes that an understanding of tidal characteristics is essential for sustainable coastal management. The results of this analysis can be used as a basis for mitigating environmental impacts, such as abrasion and tidal flooding, as well as for optimizing the economic activities of tide-dependent coastal communities, such as fisheries and ponds.
Peningkatan Potensi Sumberdaya Lokal Melalui Pelatihan Cipta Produk Desa dalam Pembuatan Garam Biru (Blue Salt) di Desa Pliwetan Kabupaten Tuban, Jawa Timur Perdana Ixbal Spanton; Prayogo, Luhur Moekti; Sudianto, Achmad; Jumiati
Jurnal ABDILAWE Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v3i1.1693

Abstract

Desa Pliwetan yang terletak di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, memiliki luas wilayah sekitar ±3,4 ha dengan lima sektor utama: perikanan, ekonomi, peternakan, pertanian, dan perdagangan. Meskipun memiliki potensi pertanian yang baik, terutama dalam bidang pertambakan garam, sebagian besar penduduknya masih tergolong prasejahtera. Salah satu inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah produksi garam biru (blue salt) melalui sistem tunel. Kelompok tani garam di desa ini berperan penting dalam mendorong masyarakat agar lebih inovatif dalam mengelola hasil tambak. Penelitian ini menunjukkan bahwa produksi garam biru tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan petani garam, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas dengan adanya permintaan dari luar daerah seperti Cirebon, Yogyakarta, Ngawi, Bali, dan Magelang. Produk garam biru dijual dengan harga Rp8.000 per ¼ kg. Inovasi ini menjadi strategi potensial dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.
Pendekatan Manajemen Produksi Garam Biru (Blue Salt) pada Sistem Tunel yang Berdampak pada Tingkat Pendapatan Petani Garam di Desa Pliwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Jawa Timur Spanton M, Perdana Ixbal; Sudianto, Achmad; Prayogo, Luhur Moekti; Jumiati
MIYANG Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Miyang Edisi April 2025
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v5i1.1691

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pendekatan manajemen produksi garam biru (Blue Salt) menggunakan sistem tunnel di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Metode produksi garam ini memanfaatkan desain sistem terowongan (tunnel) yang memungkinkan produksi tetap berjalan di musim hujan. Garam biru diproduksi melalui proses kristalisasi air laut yang telah dicampur dengan zat methylene blue, memberikan warna biru pada garam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi garam biru dapat meningkatkan pendapatan petani karena nilai jualnya yang lebih tinggi dibandingkan garam putih. Selain itu, kandungan zat methylene blue pada garam biru memiliki manfaat antiseptik untuk ikan hias, yang berguna untuk menormalkan pH air dan mencegah infeksi bakteri, parasit, serta jamur pada ikan. Dengan produksi tahunan sebesar 22400 kg, sistem tunnel ini membuktikan efektivitasnya dalam menjaga suhu dan kualitas air, serta meningkatkan stabilitas ekonomi petani garam setempat. Temuan ini diharapkan dapat mendorong adopsi inovasi garam biru di kawasan pesisir Indonesia  
Optimalisasi Strategi Penangkapan Pole and Line melalui Variasi Jenis Umpan dan Waktu Tangkap sebagai Instrumen Industrialisasi Bahari Berkelanjutan di Jepang Perdana Ixbal Spanton; Prayogo, Luhur Moekti; Jumiati; Achmad Sudianto; Nova Widiantoro
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 24 No. 2 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a country with a very high level of fish consumption, Japan relies heavily on the marine sector, especially in the activity of catching abundant marine products. Various types of fishing gear have been developed, ranging from traditional equipment to modern technology using machines and robots. These efforts are made by the Japanese government to ensure the availability of fresh fish for its people. This study aims to compare fish catches based on different colors of artificial bait and to identify and analyze the effect of bait color on the effectiveness of catches directly in the field. The research material focuses on the comparison of artificial bait colors to improve the catch of the pole and line method. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that silver-colored bait was most effective in attracting skipjack, with the highest number of catches compared to the other two bait colors. In addition, catches were recorded significantly higher in the morning session (07:00-11:00) compared to the afternoon and evening sessions. The fishing location factor also contributed to the variation in catch, with some locations showing higher levels of productivity. These findings confirm the importance of choosing the right time, location and bait color to optimize catch using the pole and line method.
Sinergi Kelompok Masyarakat dan Akademisi dalam Rangka Rehabilitasi Lahan Pantai Klero, Desa Gesikharjo, Melalui Penanaman Cemara Laut (Casuarina Equisetifolia) Spanton M, Perdana Ixbal; Prayogo, Luhur Moekti; Jumiati, Jumiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3273

Abstract

Lahan pantai merupakan ekosistem yang memiliki fungsi ekologis penting, namun rentan mengalami abrasi dan degradasi apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pantai Klero, Desa Gesikharjo, Kabupaten Pacitan, sebagai upaya rehabilitasi lahan pantai melalui sinergi antara kelompok masyarakat setempat dan akademisi dari Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban. Program difokuskan pada penanaman Cemara Laut (Casuarina equisetifolia L.) sebagai vegetasi penahan angin dan abrasi pantai. Kegiatan meliputi tahap perencanaan bersama, penyediaan bibit, penanaman, serta pemantauan dan pemeliharaan secara partisipatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tanaman sebesar 75% dalam tiga bulan pertama, dengan pertumbuhan vegetatif yang baik. Selain memberikan manfaat ekologis berupa pengurangan abrasi dan pembentukan mikroklimat pantai, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas dan kesadaran lingkungan masyarakat, memperkuat kohesi sosial, serta menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap lingkungan pesisir. Tantangan utama berupa keterbatasan air tawar dan gangguan ternak berhasil diatasi melalui solusi lokal seperti pembuatan penampungan air hujan dan pagar pelindung. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi masyarakat–akademisi dapat menjadi model pemberdayaan partisipatif yang efektif dan berkelanjutan untuk rehabilitasi ekosistem pesisir.
Pelatihan Cipta Produk Unggulan Desa melalui Pembuatan Abon Ikan Bandeng di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Spanton M, Perdana Ixbal; Suprapti, Yuyun; Jumiati, Jumiati; Prayogo, Luhur Moekti; Purwanti, Dewi
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.7414

Abstract

Ikan bandeng memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan. Pemerintah Desa Pliwetan, melalui ibu-ibu PKK, mengembangkan diversifikasi produk berupa abon ikan bandeng. Namun, pandemi menghadirkan tantangan baru, seperti meningkatnya permintaan yang dihadapkan pada proses produksi dan pelabelan yang masih sederhana, sehingga memerlukan waktu lebih lama. Tim PKM Unirow Tuban memberikan solusi melalui metode pengolahan modern, yang meliputi koordinasi, pengadaan alat, dan pendampingan introduksi alat. Tahapan pengabdian dimulai dengan koordinasi bersama mitra untuk menentukan alat dan bahan vital dalam produksi. Selanjutnya, dilakukan pengadaan alat berupa mesin pengaduk abon dan mesin print code. Pengenalan teknologi ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk. Hasilnya, penggunaan mesin pengaduk abon mampu memangkas waktu produksi hingga setengahnya. Sementara itu, mesin print code menggantikan metode pelabelan manual dengan hasil yang lebih rapi dan mudah dibaca, menghilangkan kesan tempelan kertas pada kemasan. Kesimpulannya, pelatihan dan penggunaan teknologi modern ini memberikan dampak positif bagi ibu-ibu PKK Desa Pliwetan. Mereka kini dapat meningkatkan efisiensi produksi dan menyebarkan pengetahuan kepada pelaku usaha mikro lainnya di desa. Dengan demikian, nilai ekonomi ikan bandeng sebagai komoditas lokal Desa Pliwetan turut meningkat, sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan produk unggulan berbasis sumber daya lokal.   Milkfish has high economic value and is often utilized as raw material for processed products. The Pliwetan Village Government, through PKK women, developed product diversification in the form of shredded milkfish. However, the pandemic presents new challenges, such as increased demand faced with a simple production and labeling process, which requires more time. The PKM Unirow Tuban team provides solutions through modern processing methods, which include coordination, procurement of tools, and assistance with tool introduction. The service phase begins with coordination with partners to determine vital tools and materials in production. Furthermore, the procurement of tools in the form of shredded stirring machines and print code machines was carried out. The introduction of this technology aims to improve the efficiency of the production process and product quality. As a result, the use of shredded stirring machines can cut production time by half. Meanwhile, the print code machine replaces the manual labeling method with neater and easier-to-read results, eliminating the impression of paper paste on the packaging. In conclusion, the training and use of modern technology has had a positive impact on the women of Pliwetan Village PKK. They can now improve production efficiency and spread the knowledge to other micro-enterprises in the village. Thus, the economic value of milkfish as a local commodity in Pliwetan Village has also increased, while strengthening the village economy through the development of superior products based on local resources.
Tidal Characteristics in the Northern Coast of Central Java (a Case Study in Semarang, Indonesia) Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Spanton, Perdana Ixbal
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i2.5643

Abstract

Tides are a phenomenon that affects the dynamics of coastal waters. This study aims to analyze the characteristics of tides on the North Coast of Semarang, Central Java using the Least Square method. The tidal data used is in September 2020 from the Geospatial Information Agency open source data. The results showed that the tidal pattern in this area is dominated by a semi-diurnal component with a Formzahl number of 1.44, which means that the tidal type is mixed tending to be semi-diurnal. The main component identified is M2 (0.4 meters), which is the main semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the moon. In addition, the S2 component (0.3 meters), which is a semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the sun. In addition, the influence of extreme weather such as storms causes an increase in tide height, which triggers tidal flooding and coastal abrasion. The study concludes that an understanding of tidal characteristics is essential for sustainable coastal management. The results of this analysis can be used as a basis for mitigating environmental impacts, such as abrasion and tidal flooding, as well as for optimizing the economic activities of tide-dependent coastal communities, such as fisheries and ponds.
PURIFICATION OF KROSOK SALT (CRUDE SOLAR SALT) THROUGH RECRYSTALLIZATION METHOD WITH ADDITION OF DIFFERENT CONCENTRATIONS OF SLAKED LIME (Ca(OH2)) Spanton, Perdana Ixbal; Anggraeni, Dewi
AQUASAINS Vol. 12 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i2.p1499-1505

Abstract

Purifying krosok salt (crude solar salt) is an essential step in the food and pharmaceutical industry to ensure product quality. One of the methods used for the purification of krosok salt in this study was recrystallization, involving the addition of slaked lime (Ca(OH)2) at various concentrations. Recrystallization entails dissolving salt crystals in water, followed by filtration to separate impurities from the clean salt solution. This purified salt solution is then heated to produce purer salt crystals. The aim of this study was to analyze the quality content of salt in the yielded pure salt. The significance of this research lies in its contribution of new knowledge regarding simple traditional salt processing methods, which can yield higher-quality salt with significant economic value. In this process, Ca(OH)2 was added at concentrations of 0.1%, 0.08%, and 0.06% to assess its effect on krosok salt purification. The research methodology employed experimental methods. The study's results indicated that the NaCl level test yielded an average value of 96.7% with a C concentration of 0.06%. The highest avera-ge value of 97.686% for the degree of whiteness was observed at a C concentration of 0.1%. Magnesium content averaged 0.07% at a C concentration of 0.06%, while calcium content averaged 0.058% at the same concentration. Keywords: Krosok salt, recrystallization, betel lime, salt quality.
Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk Olahan Ikan Sebagai Produk Unggulan di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Spanton M, Perdana Ixbal; Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i1.3016

Abstract

Indonesia merupakan penghasil produk utama hasil pertanian (dalam arti luas) yang beberapa diantaranya memiliki keunggulan komparatif di dunia. Salah satu daerah di Lamongan yang masyarakatnya tidak sedikit yang berprofesi sebagai Nelayan Tangkap. Hasil tangkapan nelayan umumnya langsung dijual dalam bentuk produk mentah. Masyarakat mulai mengolah hasil tangkapan secara sederhana dan bersifat usaha rumahan. Untuk meningkatkan nilai jual dari produk hasil olahan ikan tersebut dibutuhkan teknik pengemasan yang menarik. Oleh karena itu pelatihan pengemasan produk ini bertujuan untuk menginformasikan dan menambah pengetahuan masyarakat khususnya guru-guru di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring Kabupaten Lamongan agar dapat mengemas produk ikan yang dihasilkannya secara menarik dan higienis. SMK ini dipilih karena memiliki jurusan kelautan dan perikanan sehingga guru-guru dan peserta didik dapat menginformasikan hasil pelatihan kepada masyarakat yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktek secara langsung. Tahapan pelatihan dimulai dengan sosialisasi pengemasan produk dan penggunaan label kemasan serta evaluasi diakhir kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu menghasilkan kemasan produk olahan ikan yang menarik dan higienis dan dilengkapi dengan label yang informatif.